• Tidak ada hasil yang ditemukan

I V. METODE PENELITIAN

VI. HASIL DAN PEMBAHASAN

6.4. Perumusan Strategi

6.4.1. Tahap masukan/input

Hasil analisis dan identifikasi lingkungan internal (kekuatan dan kelemahan) dan identifikasi lingkungan eksternal (peluang dan ancaman).

1) Analisis Matriks IFE

Tabel 14 menunjukkan matriks IFE yang menganalisis 10 faktor sukses kritis yang terdiri dari lima kekuatan yaitu citra perusahaan yang baik, kualitas produk melon, memiliki pelayanan khusus seperti delivery order, lokasi perusahaan yang cukup strategis dan modal sendiri. Untuk lima kelemahan yaitu tidak ada kemasan produk, harga relatif tinggi, kegiatan promosi yang masih kurang, tidak ada kantor cabang dan bibit yang masih impor.

Berdasarkan hasil analisis matriks IFE menunjukkan bahwa variabel kekuatan PT RSB yang memiliki skor tertinggi (0,420) adalah kualitas produk melon. Skor tertinggi menunjukkan variabel kekuatan tersebut mempunyai pengaruh besar dan sangat diandalkan oleh perusahaan untuk menghadapi persaingan agar konsumen tetap setia mengkonsumsi produk perusahaan. Sedangkan skor terendah (0,294) terdapat pada kegiatan promosi. Hal ini disebabkan tidak adanya biaya khusus dari perusahaan untuk kegiatan promosi dan masih belum terjadwal dan terencana promosi yang dilakukan oleh PT RSB, perusahaan hanya melakukan promosi melalui word of mouth, atau mengandalkan perluasan informasi melalui tamu PT RSB saja.

Berdasarkan hasil perhitungan pada Tabel 14, maka dapat diperoleh total bobot skor sebesar 3,313. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki posisi internal yang kuat karena telah mampu menggunakan kekuatan dan mengatasi kelemahan dengan sangat baik.

Tabel 14.Hasil Analisis Matriks IFE PT Rejo Sari Bumi

Faktor Internal Bobot Ratin

g

Skor

1. Citra perusahaan yang baik. 0,111 3,0 0,333

2. kualitas produk melon. 0,126

3,3 0,420 3. Memiliki pelayanan khusus seperti delivery order 0,103 3,0 0,309 4. Lokasi perusahaan yang cukup strategis. 0,098 3,3 0,327

5. Modal sendiri. 0,100

3,3 0,333

6. Tidak ada kemasan produk. 0,094

3,3 0,313

7. Harga relatif tinggi. 0,092

3,3 0,307

8. Kegiatan promosi yang masih kurang. 0,098

3,0 0,294

9. Tidak ada kantor cabang. 0,092

3,7 0,337

10. Bibit yang masih impor. 0,085

4,0 0,340

Total 1.000 33,3 3,313

2) Analisis Matriks EFE

Tabel 15 menunjukkan matriks EFE yang menganalisis 10 faktor sukses kritis yang terdiri dari lima peluang yaitu teknologi pertanian yang modern, penggunaan teknologi informasi seperti internet, dukungan dari pemerintah daerah, ekspor melon dan membuka lapangan kerja untuk masyarakat sekitar. Sedangkan lima ancaman yaitu kenaikan harga benih, tingkat inflasi, kenaikan harga BBM, lahan HGU dan kekuatan tawar-menawar pemasok tinggi.

Berdasarkan hasil analisis matriks EFE menunjukkan bahwa faktor yang menjadi peluang utama perusahaan adalah teknologi pertanian yang modern karena PT RSB selalu mengikuti perkembangan teknologi pertanian untuk budidaya melonnya yang sudah modern,dengan nilai tertimbang tertinggi sebesar 0.363. Hal ini menjadi peluang perusahaan untuk menciptakan produk dan jasa baru dan dapat menghemat biaya produksi dan distribusi karena dengan teknologi yang modern akan lebih mengefisienkan waktu dan biaya suatu pekerjaan.

Sedangkan ancaman utama adalah kekuatan tawar menawar pemasok tinggi dengan nilai tertimbang terkecil sebesar 0.255 yang merupakan ancaman pada naiknya harga produk melon Musk dan Gold karena melon ini merupakan melon impor, jadi kondisi perekonomian di suatu negara mempengaruhi terhadap bahan baku melon Musk dan Gold ini.

Dari total bobot skor sebesar 2,934. Hal ini menunjukkan bahwa PT Rejo Sari Bumi memiliki posisi eksternal yang sedang karena belum maksimal dalam memanfaatkan peluang untuk mengatasi ancaman.

Tabel 15. Hasil Analisis Matriks EFE PT Rejo Sari Bumi

Faktor Eksternal Bobot Ratin

g

Skor

1. Teknologi pertanian yang modern. 0,121 3,0 0,363

2. Penggunaan teknologi informasi seperti internet.

0,107 3,0 0,321

3. Dukungan dari pemerintah daerah.

0,096 3,3 0,320

4. Ekspor melon.

0,096 2,7 0,256

5. Membuka lapangan kerja untuk masyarakat

sekitar. 0,103 2,7 0,275

6. Kenaikan harga benih. 0,100 3,3 0,333

7. Tingkat inflasi. 0,096 2,7 0,256 8. Kenaikan harga BBM. 0,098 2,7 0,261 9. Lahan HGU. 0,098 3,0 0,294

10. Kekuatan tawar-menawar pemasok tinggi.

0,085 3,0 0,255

Total 1.000 29,3 2,934

6.4.2. Tahap Pencocokan

Berdasarkan hasil analisis faktor internal menggunakan matriks IFE, diperoleh bobot skor sebesar 3,313 dan hasil analisis faktor eksternal menggunakan matriks EFE diperoleh bobot skor sebesar 2,934. Semakin tinggi nilai total tertimbang perusahaan pada matriks IFE dan EFE mengindikasikan perusahaan merespon kekuatan dan kelemahan (faktor internal) atau peluang dan ancaman (faktor eksternal) dengan sangat baik, begitu pula sebaliknya. Hasil pemetaan pada matriks IE dapat dilihat pada Gambar 4.

PT Rejo Sari Bumi dalam pemasarannya menempati posisi dalam sel IV. Posisi ini menunjukkan bahwa perusahaan berada pada posisi Growth and Build

(tumbuh dan berkembang) dikarenakan banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang melon Musk dan Gold dan masih sedikitnya perusahaan yang membudidayakan melon ini sehingga perusahaan masih dalam kondisi tumbuh dan berkembang. Hal ini dapat dilihat bahwa bobot skor IFE berada pada titik kuat yaitu 3,0-4,0 dan EFE berada pada titik sedang yaitu 2,0-2,99. Strategi yang tepat digunakan dalam kuadran ini adalah strategi intensif (penetrasi pasar, pengembangan pasar, pengembangan produk) atau integratif (integrasi ke belakang, integrasi ke depan, dan integrasi horizontal).

Skor Total IFE

Kuat Rata-rata Lemah 3,0-4,0 2,0-2,99 1,0-1,99

4,0 3,0 2,0 1,0

Skor Total EFE Tinggi 3,0-4,0 Sedang 2,0-2,99 Rendah 1,0-1,99

Gambar 4. Hasil Analisis Matriks IE PT Rejo Sari Bumi

Strategi yang dapat dilakukan berdasarkan lingkungan internal dan eksternal perusahaan berupa strategi intensif (penetrasi pasar, pengembangan pasar, pengembangan produk). Penetrasi pasar adalah mencari pangsa pasar yang lebih besar untuk produk atau jasa yang sudah ada sekarang melalui usaha pemasaran yang lebih gencar. Strategi ini dapat dilakukan dengan meningkatkan promosi yang lebih baik lagi. PT Rejo Sari Bumi dalam melakukan promosi diharuskan lebih gencar dan berkesinambungan, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi pasar agar tidak jenuh dengan produk atau jasa tertentu. Promosi tersebut bukan hanya melalui mulut ke mulut saja (word of mouth) tetapi juga

I II III

IV V VI

meningkatkan promosi melalui brosur, leaflet, media cetak dan elektronik, baik di sekitar PT Rejo Sari Bumi maupun di luar wilayah PT Rejo Sari Bumi. Selain itu membuat informasi website secara jelas dengan lebih mendiskripsikan PT Rejo Sari Bumi terhadap produk melon Musk dan Gold.

Pengembangan pasar termasuk strategi untuk memperkenalkan produk atau memberikan informasi kepada masyarakat tentang produk melon Musk dan Gold, agar masyarakat lebih mengenal produk melon Musk dan Gold. Selain itu PT RSB dapat membuka cabang di luar daerah Bogor. Sedangkan pengembangan produk adalah sebuah strategi yang mengupayakan peningkatan penjualan dengan cara memperbaiki atau memodifikasi produk atau jasa yang ada saat ini, melakukan inovasi-inovasi terhadap produk melon agar konsumen lebih tertarik dengan adanya inovasi-inovasi baru. Pengembangan produk dapat menjadi sebuah strategi yang sangat efektif ketika pesaing utama menawarkan produk berkualitas lebih baik dengan harga bagus.

6.4.3. Tahap Keputusan

Dari hasil analisis matriks IE, PT Rejo Sari Bumi dalam pemasarannya menempati posisi dalam sel IV. Posisi ini menunjukkan bahwa perusahaan berada pada posisi Growth and Build (tumbuh dan berkembang). Pada posisi ini strategi generik yang digunakan adalah strategi penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan pengembangan produk. dari ketiga strategi ini maka dipilihlah strategi pengembangan produk, karena berdasarkan hasil analisis matriks IFE atau lingkungan internal perusahaan menunjukkan bahwa kualitas produk melon menempati posisi tertinggi diperusahaan sehingga strategi pengembangan produk ini diharapkan dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh perusahaan.

Dari strategi tersebut dihasilkan empat alternatif strategi opersional yang bisa diterapkan dalam perusahaan, strategi ini diperoleh dari hasil wawancara dengan pihak perusahaan. Strategi tersebut akan dimasukkan ke dalam QSPM yang akan diestimasi dengan bobot dan Attractive Score (AS). Dapat dilihat pada Tabel 16 penjabaran dari strategi-strategi tersebut.

Tabel 16. Hasil Analisis QSPM PT Rejo Sari Bumi

No. Prioritas Alternatif Strategi TAS 1. Memperbesar ukuran buah pada melon Musk dan Gold. 6,976 2. Menganekaragamkan bentuk buah pada melon Musk dan Gold. 7,391 3. Menambah tingkat kemanisan pada melon Musk dan Gold. 7,215 4. Menambah produksi buah dalam 1 tanaman lebih dari 2 buah. 6,974

Menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang dapat dilakukan oleh PT Rejo Sari Bumi untuk mencapai fokus yang diinginkan yaitu dengan menganekaragamkan bentuk buah pada melon Musk dan Gold karena memiliki nilai TAS tertinggi dibandingkan dengan alternatif strategi yang lain, strategi ini terus diterapkan untuk mencapai tujuan perusahaan pada kondisi sekarang dan kondisi yang akan datang.

Produk merupakan faktor penting yang dapat menunjang keberhasilan suatu perusahaan, oleh karena itu kualitas dan keunggulan pada produk harus tetap dijaga dan dengan adanya alternatif ini dapat menyeragamkan berbagi bentuk buah. Alasan konsumen memilih produk tidak hanya dengan kualitas produk yang bagus tetapi juga memperhatikan tampilan serta bentuk produk itu sendiri. Produksi melon yang berlebih menuntut PT RSB untuk meningkatkan selera konsumen dalam menkonsumsi buah melon sehingga konsumen lebih tertarik lagi dengan adanya inovasi-inovasi pada buah melon dan konsumen lebih bebas dalam memesan bentuk buah yang diinginkan seperti bentuk persegi, segitiga, love dan lain-lain.

Dengan adanya berbagai bentuk buah yang disediakan diharapkan dapat menjadi solusi terbaik pada strategi pemasaran melon Musk dan Gold. Dan kelebihan produksi ini dapat teratasi. Oleh sebab itu, pihak manejemen perusahaan membutuhkan strategi pemasaran khususnya untuk menganekaragamkan bentuk buah pada produk melon Musk dan Gold, dengan tujuan untuk meningkatkan penjualan melon Musk dan Gold.

Dokumen terkait