• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI

III SOSIAL EKONOMI BUDAYA

3.3 Tahap Operasional

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada tahap operasional adalah meliputi penerimaan tenaga operasional dan operasional PLTA dan distribusi arus listrik. Pada tahap operasional ini komponen lingkungan yang terkena dampak adalah komponen fisika kimia, biologi, sosial ekonomi budaya, kesehatan masyarakat dan transportasi.

3.3.1 Komponen Fisika Kimia 3.3.1.1 Udara dan Kebisingan

Uraian dampak terhadap komponen fisika kimia ini diuraikan sebagai berikut :  Sumber Dampak

Operasional turbin dan peningkatan jumlah kendaraan yang keluar masuk di PLTA Sion.  Jenis Dampak

Jenis dampak yang timbul berupa peningkatan konsentrasi debu, SO2, NO2, H2S, NH3, di udara serta peningkatan kebisingan yang mengakibatkan penurunan kualitas udara sehingga menurunnya kenyamanan masyarakat sekitar.

 Besaran Dampak

Dampak terhadap penurunan kualitas udara terjadi selama kegiatan berlangsung. Walaupun demikian karena persebarannya hanya di sekitar PLTA dan sarananya, maka dampak yang ditimbulkan termasuk dampak negatif yang harus dikelola.

 Tolok Ukur Dampak

Tolok ukur dampak yang digunakan terhadap kebisingan adalah keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 48 tahun 1996 tentang Baku Tingkat kebisingan, sedangkan tolok ukur terhadap kualitas udara mengacu pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. 3.3.1.2 Air Sungai Aek Simonggo

Uraian dampak terhadap komponen fisika kimia ini diuraikan sebagai berikut :  Sumber Dampak

Dampak penurunan kualitas dan kuantitas air Aek Simonggo diperkirakan akan timbul di lokasi kegiatan dan sekitarnya sebagai akibat dari pemakaian air sungai.

Jenis Dampak

Pembuangan endapan pasir dan lumpur yang dapat mengurangi kapasitas bendung.  Besaran Dampak

Dampak ini akan dirasakan oleh masyarakat sekitar lokasi kegiatan yang menggunakan air sungai sebagai sumber air bersih dan dapat mempengaruhi biota perairan. Dampak ini akan berlangsung selama kegiatan PLTA Sion berlangsung, karena sebaran dampak langsung ke badan air dan dilakukan per periode maka dampaknya merupakan dampak penting yang harus dikelola.

Tolok Ukur Dampak

Tolok ukur yang digunakan terhadap penurunan kualitas air tanah adalah Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran.

3.3.1.3 Kebakaran (Ruang)

Uraian dampak terhadap komponen fisika kimia ini diuraikan sebagai berikut :  Sumber Dampak

Sumber dampak berasal dari power house, jalur transmisi, aktivitas dan perilaku karyawan yang kurang hati-hati seperti merokok, menyalakan korek api, dan membuang puntung rokok sembarangan. Kebakaran bisa juga disebabkan oleh sarana fasilitas yang kurang seperti tidak adanya grounding, racun api dan lain-lain.

Jenis Dampak

Jenis dampak yang timbul adalah bahaya kebakaran sehingga bisa menimbulkan kerugian yang sangat besar baik pihak PLTA dan penduduk yang ada di sekitar PLTA. Besaran Dampak

Dalam mengantisipasi timbulnya dampak kebakaran pihak manajemen PLTA Sion harus mematuhi Standard Operasional Procedure (SOP) dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. Seperti dengan menyediakan racun api, grounding kabel, hydrant dan lain-lain untuk mencegah terjadinya kebakaran. Dengan demikian dampak bahaya kebakaran dapat dikategorikan dampak negatif tidak penting.

Tolok Ukur Dampak

Tolok ukur dampak yang digunakan terhadap kebakaran adalah Standard Operasional Procedure (SOP).

3.3.1.4 Limbah Padat

Uraian dampak terhadap komponen fisika kimia ini diuraikan sebagai berikut :  Sumber Dampak

Sumber dampak berasal dari aktifitas karyawan, kantor dan karyawan berupa sampah plastik dan kertas pembungkus serta endapan lumpur/pasir dari sisa pemeliharaan. Jenis Dampak

Dampak yang terjadi serta penumpukan limbah padat yang dapat mengurangi nilai estetika dan lainnya.

Besaran Dampak

Dampak terjadi selama kegiatan berlangsung, akan tetapi karena volumenya sangat kecil walaupun demikian dampaknya dikatakan penting yang harus dikelola.

Tolok Ukur Dampak

Tolok ukur dampak yang digunakan terhadap limbah padat adalah banyaknya limbah padat yang ditampung di TPS.

3.3.1.5 Limbah B3

Uraian dampak terhadap komponen fisika kimia ini diuraikan sebagai berikut :  Sumber Dampak

Sumber dampak berasal dari oli bekas, majun dan limbah elektronik. Jenis Dampak

Dampak yang terjadi berupa pencemaran air dan tanah. Besaran Dampak

Dampak yang merupakan dampak penting yang harus dikelola.  Tolok Ukur Dampak

Tolok ukur dampak yang digunakan adalah Kep. Bapedal No. Kep-01/09/1995 tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Penyimpanan dan Pengumpulan Limbah B3.

3.3.2 Komponen Biologi 3.3.2.1. Flora

Uraian dampak yang terjadi terhadap flora adalah sebagai berikut :  Sumber Dampak

Operasional PLTA akan mempengaruhi pertumbuhan vegetasi tanaman.  Jenis Dampak

Jenis dampak yang akan timbul berupa asap kenderaan mengganggu pertumbuhan vegetasi tanaman namun dampak yang ditimbulkan relative kecil.

 Besaran Dampak

Terganggunya pertumbuhan vegetasi tanaman tidak begitu besar maka dampak yang ditimbulkan dikategorikan dampak tidak penting.

 Tolok Ukur

Tolok ukur dampak yang digunakan terhadap vegetasi tanaman adalah pertumbuhan vegetasi tanaman.

3.3.2.2. Fauna

Uraian dampak yang terjadi terhadap fauna adalah sebagai berikut :  Sumber Dampak

Operasional PLTA dan transmisinya akan mempengaruhi komunitas fauna.  Jenis Dampak

Jenis dampak yang akan timbul berupa asap kenderaan serta gangguan kebisingan mengganggu komunitas fauna namun dampak yang ditimbulkan relative kecil.

 Besaran Dampak

Terganggunya komunitas hewan tidak begitu besar maka dampak yang ditimbulkan dikategorikan dampak tidak penting.

 Tolok Ukur

Tolok ukur dampak yang digunakan terhadap komunitas fauna adalah banyaknya fauna yang pindah (bermigrasi).

3.3.3 Sosial, Ekonomi dan Budaya 3.3.3.1 Kesempatan Kerja

Uraian dampak terhadap komponen sosial dan ekonomi ini diuraikan sebagai berikut :  Sumber Dampak

Dampak kesempatan kerja/terbukanya lapangan kerja disebabkan dari kegiatan penerimaan tenaga kerja untuk tahap pasca konstruksi.

Jenis Dampak

Jenis dampak adalah kesempatan kerja atau lowongan kerja karena adanya kegiatan penerimaan tenaga kerja yang dibutuhkan pada tahap pasca konstruksi.

Besaran dampak

Tenaga kerja yang dibutuhkan pada tahap pasca konstruksi sebanyak 18 orang. Kesempatan kerja pada tahap ini dirasakan oleh masyarakat yang diterima menjadi tenaga kerja selama PLTA beroperasi. Dengan demikian kesempatan kerja pada tahap operasional akan berlangsung lama sehingga dampaknya dikategorikan dampak positif. Terbukanya kesempatan kerja ini dapat menurunkan angka pengangguran.

Tolok Ukur Dampak

Tolok ukur dampak yang digunakan terhadap kesempatan kerja adalah Peraturan Perundang-undangan Ketenagakerjaan.

3.3.3.2 Peningkatan Pendapatan

Uraian dampak terhadap komponen ekonomi ini diuraikan sebagai berikut :  Sumber Dampak

Dampak peningkatan pendapatan masyarakat merupakan dampak turunan (sekunder) dari terbukanya kesempatan kerja yang diakibatkan oleh kegiatan penerimaan tenaga kerja pada tahap operasional PLTA.

Jenis Dampak

Jenis dampak adalah peningkatan pendapatan masyarakat sekitarnya. Besaran Dampak

Dampak bersifat positif sehingga harus dikelola.  Tolok Ukur Dampak

Tolok ukur dampak yang digunakan terhadap peningkatan pendapatan adalah Peraturan Perundang-undangan.

3.3.3.3 Sikap dan Persepsi Masyarakat

Uraian dampak terhadap komponen sosial ini diuraikan sebagai berikut :  Sumber Dampak

Dampak persepsi masyarakat merupakan dampak persepsi turunan (sekunder) dari dampak primer yang ditimbulkan dari kegiatan pada tahap konstruksi yaitu kegiatan penerimaan tenaga kerja untuk berjalannya operasional PLTA.

Jenis Dampak

Jenis dampak adalah persepsi masyarakat. Besaran Dampak

Untuk dampak persepsi masyarakat yang ditimbulkan akibat kegiatan pada tahap pasca konstruksi dikategorikan dampak penting yang harus dikelola. Hal ini bertujuan untuk mencegah adanya konflik sosial antara masyarakat sekitar lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan dengan pihak pemrakarsa.

Tolok Ukur Dampak

Tolok ukur dampak yang digunakan terhadap peningkatan masyarakat adalah ada tidaknya sikap dan keluhan dari masyarakat.

3.3.4 Komponen Kesehatan Masyarakat

Komponen kesehatan masyarakat yang terkena dampak adalah berupa kesehatan masyarakat. Uraian dampak terhadap komponen ini diuraikan sebagai berikut :

Sumber Dampak

Operasional PLTA dan sarananya berupa operasional turbin dan intensitas kenderaan keluar masuk proyek mengakibatnya semakin banyaknya debu di udara dan tercemarnya udara.  Jenis Dampak

Jenis dampak kesehatan masyarakat adalah dampak negatif bersumber dari kegiatan operasional PLTA yaitu keluar masuk kenderaan PLTA.

Besaran Dampak

Banyaknya penduduk di sekitar PLTA yang terkena penyakit.  Tolok Ukur Dampak

Tolok Ukur dampak yang digunakan dalam kesehatan masyarakat dapat dilihat dari sedikitnya penduduk disekitar lokasi PLTA yang berobat ke Puskesmas Parlilitan.

3.3.5 Komponen Transportasi

Komponen transportasi yang terkena dampak adalah berupa kemacetan lalu lintas. Uraian dampak terhadap komponen ini diuraikan sebagai berikut :

Sumber Dampak

Sumber dampak berasal dari aktivitas PLTA berupa peningkatan jumlah kendaraan yang melalui jalan di depan lokasi kegiatan.

Jenis Dampak

Jenis dampak yang timbul adalah kemacetan lalu lintas dan peningkatan rawan kecelakaan.  Besaran Dampak

Besaran dampak dikategorikan dampak negatif tidak penting dan berlangsung selama perusahaan beroperasi.

Tolok Ukur Dampak

Tolok ukur dampak yang digunakan adalah kepadatan lalu lintas yang dilihat dari terciptanya ketertiban dan kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan PLTA.

Dokumen terkait