• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tahap Pembentukan (Forming)

Dalam dokumen INSTITUT SENI INDONESIA DENPASAR 2013 (Halaman 32-39)

BAB III PROSES KREATIF

3.3 Tahap Pembentukan (Forming)

Tahap yang terakhir dari penggarapan tari kreasi palegongan Sabdha Hyang ini adalah tahap pembentukan (Forming) yang merupakan penyelesaian dari seluruh tahap yang telah dilakukan sebelumnya untuk mendapatkan bentuk akhir dari tari kreasi palengongan ini. Tahapan ini memiliki peranan penting untuk memberikan kejelasan dan memberikan kesan bentuk yang telah berbingkai. Dalam tahap ini dilakukan peningkatan porsi latihan yang selalu dilakukan dengan lebih serius bahkan

menambah jam sesuai dengan kondisi penata dan pendukung tari. Latihan ini selalu disesuaikan pula dengan iringan musik.

Dalam tahapan ini, yang penata lakukan adalah menyatukan bagian-bagian atau unsur-unsur penunjang garapan, mengadakan pemantapan terhadap gerakan tari per bagian dan menyusunnya. Pada tahapan pembentukan ini, dilakukan sesuai dengan struktur pertunjukan yang digunakan. Kegiatan ini dilakukan dengan bimbingan-bimbingan serta berbagai perbaikan agar bentuk karya tari ini, layak diuji untuk tugas akhir. Pada tahapan ini sedikit demi sedikit terjadi penyesuaian pembendaharaan gerak, pola lantai ataupun pemantapan ekspresi yang ingin dimunculkan guna mencapai kualitas yang diharapankan.

Tahapan ini dimulai pada minggu pertama bulan Maret 2013, dengan menyatukan frase-frase gerak pada bagian papeson. Dalam bagian papeson ini ada beberapa gerak yang tidak digunakan, tetapi dipergunakan pada bagian yang lain.

Sesudah mendapatkan bentuk dari bagian papeson, penata kemudian menuangkan gerakan tersebut kepada para pendukung tari. Untuk latihan ini dicapai kekompakan gerak dan ekspersi muka yang harus dijiwai untuk setiap bagian dari tari legong ini.

Adapun hambatan atau kesulitan yang dihadapi selama di dalam proses penggarapan ini yaitu : (a) Sulitnya mencari waktu luang agar para pendukung bisa latihan dengan kompak, karena banyaknya kesibukan dari masing-masing pendukung; (b) Sulitnya menyamakan gerak dan ekspresi sebagai salah satu kekompakan dalam sebuah karya tari berkelompok; (c) Sulitnya menyamakan rasa membuat suasana yang ingin di tampilkan tidak tercapai secara maksimal.

Meskipun demikian dibalik faktor penghambat, ada faktor pendukung yang cukup membantu dalam proses penggarapan tari kreasi palegongan Sabdha Hyang

ini, yaitu; (a) Kemampuan para pendukung begitu cepat didalam menangkap setiap rangkaian gerak yang dituangkan oleh penata; (b) Dari segi, tenaga serta pikiran pendukung banyak membantu terwujudnya tari kreasi palegongan Sabdha Hyang ini; (c) Dukungan dari keluarga serta bimbingan dari para dosen pembimbing maupun dari teman-teman telah menyegarkan dan membuka pikiran penata untuk menambah semangat dalam berkarya.

Setelah terbentuknya keenam bagian diatas maka penata mengadakan latihan secara rutin untuk mengetahui sejauh mana penguasaan gerak, kekompakan gerak dan ekspresi wajah yang didapat oleh para penari, untuk diadakan latihan-latihan agar lebih mantapan. Pada tahapan ini dilakukan secara menyeluruh agar dapat mengetahui secara awal kesalahan dan kekurangan maupun kelebihan yang bersifat monoton dari garapan tari kreasi palegongan ini.

Sebelum dilaksanakan Ujian Akhir Pagelaran Karya Seni, pada tanggal 22-24 Mei 2013, maka seperti biasanya akan dilaksanakan gladi bersih tanggal 13-15 Mei 2013, dengan musik pengiringnya, serta kostum yang dipakai pada saat gladi bersih agar sesuai dengan kebutuhan lighting (lampu) yang diperlukan, maksudnya agar efek dari kostum yang dipergunakan tidak menjadi berubah ketika terkena lighting (lampu). Disamping itu pula kostum terkait dengan tema yang diangkat, dimana warna kostum yang dipergunakan adalah warna merah marun yang dipadukan dengan warna emas, yang melambangkan kewibawaan seorang raja, sedangkan temanya adalah kepahlawanan.

Untuk menyajikan tahap-tahap proses penggarapan tari kreasi palegongan

Sabdha Hyang, maka penata merangkum aktivitas kegiatan kedalam sebuah tabel

Tabel 3

Tahap Pembentukan Per Bulan Maret 2013-Mei 2013 Periode waktu perminggu Kegiatan / usaha yang dilakukan Hasil yang didapat Minggu I Maret 2013

Mulai penuangan gerak kepada pendukung tari pada bagian papeson.

Latihan bersama pendukung tari menentukan pola lantai pada bagian papeson.

Terbentuknya karya tari kreasi ini pada bagian

papeson.

Terbentuknya pola lantai pada bagian papeson.

Minggu II Maret 2013

Latihan iringan tari perbaikan pada bagian papeson.

Latihan bersama pendukung mematangkan gerak pada bagian papeson dan

melanjutkan penuangan gerak pada bagian pangawak, dilanjutkan dengan penataan pola lantai.

Terbentuknya musik iringan tari pada bagian

papeson.

Pendukung tari sudah menguasai pada bagian

pangawak

Minggu III Maret 2013

Latihan iringan tari, yang bertempat di kampus UNHI Denpasar.

Penata mengadakan latihan bersama pendukung tari, memasukan atau menuangkan pola gerak pada bagian

pangecet dan pakaad.

Pendukung iringan tari melakukan latihan untuk memeperhalus dan

mempertegas aksen-aksen yang akan ditonjolkan. Pendukung tari sudah bisa menguasai gerak dan iringan dengan baik.

Minggu IV

Maret 2013 Latihan ditiadakan, karena melaksanakan hari raya Galungan.

Minggu I April 2013

Penata melasksanakan latihan bersama pendukung tari dari bagian, papeson, pangawak,

pangetog, pangecet, pangetog

dan pakaad.

Sudah terbentuknya tari kreasi palegongan ini dan dikuasai dengan baik oleh pendukung tari.

Minggu II April 2013

Latihan bersama pendukung tari dari bagian awal karya hingga akhir.

Latihan bersama pendukung tari mempertegas gerak dan ekspresi yang ditonjolkan

Pendukung tari sudah mampu menguasai bagian per bagian dari karya tari ini

Para pendukung tari sudah mampu dan menguasai ekspresi yang dimainkan. Minggu III

April 2013

Latihan bersama dengan pendukung tari, menggunakan properti dan kostum

secukupnya.

Para pendukung tari masih merasa canggung didalam menggunakan properti yang dimainkan.

Minggu IV

April 2013 Penata melaksanakan latihan bersama dengan iringan tari

nyetel, bertempat di Sanggar

Ketug Bhumi, jalan Warawati Banjar Dharmayasa Gulingan Mengwi Kabupaten Badung.

Terbentuknya karya yang utuh menggunakan properti dan kostum sehingga pendukung tari sudah mampu menguasai,

menyesuaikan rasa dengan iringan tari dan ekspresi yang dimainkan.

Minggu I

Mei 2013 Gladi kotor bertempat dipanggung Natya Mandala ISI Denpasar.

Melaksanakan

persembahyangan bersama dengan pendukung tari. Tahap finising

Keseluruhan karya sudah terbentuk secara utuh dan pendukung tari sudah bisa menguasai gerak, ekspresi dan rasa didalam iringan tari.

Minggu II Mei 2013

Gladi bersih, tanggal 13-15 Mei 2013, yang tertempat di gedung Natya Mandala ISI Denpasar.

Minggu III Mei 2013

Ujian Tugas Akhir Tanggal 22- 23 Mei 2013, Pagelaran Karya Seni yang bertempat di gedung Natya Mandala ISI Denpasar.

BAB VI

Dalam dokumen INSTITUT SENI INDONESIA DENPASAR 2013 (Halaman 32-39)

Dokumen terkait