• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISA DAN PEMBAHASAN 4.1 Sejarah Salon Michi

4.4 Hasil Analitis .1 Tahap Masukan .1 Tahap Masukan

4.4.2 Tahap Pencocokan

Tahap ini merupakan tahap yang dilakukan untuk merumuskan strategi berdasarkan analisis faktor eksternal dan internal perusahaan. Tahap ini akan menggunakan matriks SWOT.

Matriks SWOT merupakan alat yang disusun untuk menganalisis faktor-faktor internal yaitu kkuatan dan kelemahan yang disesuaikan dengan faktor ekternal yaitu peluang dan ancaman. Matrik ini akan menggambarkan secara jelas kekuatan dan kelemahan yang dimiliki salon Michi serta peluang dan ancaman yang dihadapi. Berdasarkan hal tersebut maka dapat diformulasikan matriks SWOT yang akan merumuskan strategi apa saja yang akan dilakukan untuk meminimalkan kelemahan dan menghadapi ancaman yang dihadapi.

Matriks ini akan menghasilkan empat sela alternative yang memungkinkan salon Michi menentukan strategi yang cocok. Keempat sel tersebut adalah strategi SO (strange – opportunities), strategi ST ( strange – threats), strategi WO ( weakness – opportunities), dan strategi WT ( weakness – threats). Matriks ini dapat dijelaskan pada Tabel 4.5

Tabel 4.5

Analisis Matriks SWOT Salon Michi

IFAS STRENGHTS (S) WEAKNESS (W)

1. Promosi yang dilakukan melalui mulut ke mulut 2. Lokasi salon mudah

dijangkau karena berada di pinggir jalan Krakatau 3. Karyawan mampu

menangani konsumen lebih

1. Kurangnya promosi melalui melalui media online dan offline

2. Promosi yang dilakukan tidak gencar

3. Lokasi ruangan yang sempit

EFAS

dari satu keahlian

4. Harga pelayanan jasa salon terjangkau untuk semua segmentasi

5. Pelayanan jasa yang diberikan memuaskan 6. Memiliki karyawan yang

berpengalaman cukup lama 7. Memiliki sifat kekeluargaan

dalam menjaga hubungan dengan konsumen untuk menciptakan loyalitas pelanggan

8. Pelayanan jasa dapat dilakukan di jam khusus jika telah memiliki janji

4. Jika konsumen lagi banyak, kondisi ruangan tunggu tidak memungkinkan konsumen menunggu dengan nyaman

5. Area parkir tidak luas 6. Tenaga kerja masih

terbatas, sehingga konsumen cukup lama untuk menunggu diberikannya pelayanan 7. Tidak semua karyawan

bekerja sesuai dengan standar kerja yang telah ditetapkan

OPPORTUNITIES STRATEGI SO STRATEGI WO

1. Pertumbuhan yang signifikan dari penggunaan jasa salon

2. Kesadaran masyarakat memiliki penampilan yang menarik semakin tinggi 3. Menjalin kerjasama dengan

produk-produk kecantikan 4. Meningkatnya penggunaan

jasa untuk pesta

5. Daya beli masyarakat yang semakin meningkat

6. Kesadaran memiliki penampilan yang menarik telah menjamur kesemua kalangan

1. Memperluas pasar dengan membuka cabang baru. 2. Membuat program-program

promo dalam memberikan pelayanan kepada konsumen

3. Membuat program promo dengan merek-merek produk kecantikan yang akan diajak kerja sama 4. Meningkatkan kemampuan

karyawan dalam memberikan pelayanan kepada konsumen yang dapat membuat konsumen nyaman.

5. Menciptakan suanana yang nyaman bagi konsumen ketika diberikan pelayanan.

1. Melakukan kegiatan promosi secara online offline untuk merangkul konsumen lebih luas lagi. 2. Merekrut karyawan

tambahan

3. Memberikan pelayanan sebelum pelayanan jasa salon

4. Membuat program booking secara online agar pelanggan tidak menunggu dalam waktu yang lama.

THREATS (T) STRATEGI ST STRATEGI WT

1. Mulai tumbuhnya pesaing baru di bisnis salon kecantikan

2. Lokasi pesaing yang mudah dijangkau

3. Variasi harga pesaing yang lebih banyak

4. Pesaing mampu memberikan fasilitas yang lebih baik

5. Pesaing memiliki sistem

1. Memberikan manfaat lebih dari harga yang dikeluarkan oleh konsumen seperti adanya minuman dan makanan, ruangan refleksi dan lain sebagainya.

2. Meyakinkan konsumen bahwa pelayanan yang diberikan memiliki kenyaman yang baik.

1. Meningkatkan peran media dalam promosi

2. Meningkatkan sistem pelayanan yang diberikan. 3. Memberikan pelatihan

kepada pekerja tentang bagaimana cara melayani konsumen lebih baik lagi.

promosi melalui offline maupun online

6. Kehilangan pelanggan tetap karena pesaing dapat memberikan pelayan yang lebih menarik

3. Yakin akan pelayanan yang diberikan telah baik dan maksimal sehingga masalah persaingan harga bisa dijadikan nomor 2 oleh konsumen.

Sumber : Data penelitian salon Michi (2015)

Berdasarkan Tabel 4.5, maka dapat diperoleh beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh salon Michi dalam meningkatkan kekuatan bersaingnya. Matrik SWOT pada Tabel 4.5 menghasilkan empat sel strategi yang meliputi:

1. Strategi S-O

Strategi S-O memanfaatkan kekuatan internal salon Michi untuk memanfaatkan peluang yang ada. Alternatif strategi adalah:

2. Strategi W-O

Strategi dimaksudkan menggunakan peluang yang ada untuk mengatasi kelemahan internal salon Michi. Beberapa strategi alternatif adalah:

3. Strategi S-T

Strategi ini dimaksudkan mengurangi dampak dari ancaman-ancaman salon dengan menggunakan kekuatan yang ada. Alternatif strategi yang dapat dilakukan adalah:

4. Strategi W-T

Strategi ini merupakan strategi untuk meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman salon. Pada tahap ini perusahaan diminta mengantisipasi serangan kompetitor. Alternatif strategi yang dapat dilakukan antara lain:

4.5Pembahasan

Berdasarkan analisis SWOT yang telah peneliti lakukan pada sub bab sebelumnya, Salon Michi telah memiliki kekuatan yang cukup untuk menjadikan Salon Michi menjadi salah satu salon yang diminati oleh para pengguna jasa salon khususnya di sekitaran jalan Krakatau Medan. Kekuatan itu adalah Salon Michi memiliki sifat kekeluargaan dalam melayani dan menjaga hubungan dengan para konsumen, memiliki tempat yang mudah dijangkau, harga yang pelayanan yang terjangkau, memiliki karyawan yang berpengalaman, dan bersedia untuk memberikan pelayanan jasa disaat waktu-waktu khusus seperti pelayanan pada jam 04.00 pagi. Dari keunggulan yang telah dimiliki salon Michi yang membuat konsumen puas akan pelayanan yang diberikan, menjadikan salon Michi memiliki promosi yang tidak memerlukan biaya besar yaitu pemasaran melalui mulut kemulut (word of mouth). Hal ini ampuh untuk mendatangkan konsumen untuk merasakan pelayanan dari salon Michi.

Ada beberapa peluang yang dapat diambil oleh salon Michi sehingga jika salon Michi mampu memanfaatkannya akan menjadikan salon Michi semakin baik dalam memberikan pelayanan kepada konsumen dan akan memiliki brand yang semakin berkembang dimata masyarakat Medan. Peluang yang dapat diambil oleh salon Michi yaitu Pertumbuhan yang signifikan dari penggunaan jasa salon, kesadaran masyarakat untuk memiliki penampilan yang menarik semakin tinggi, menjalin kerjasama dengan produk-produk kecantikan, meningkatnya penggunaan

jasa untuk pesta, daya beli masyarakat yang semakin meningkat, dan kesadaran memiliki penampilan yang menarik telah menjamur kesemua kalangan baik itu laki-laki maupun perempuan.

Salon Michi berada pada kuadran I (agresif) dengan strategi SO yang artinya salon Michi berada di situasi yang sangat menguntungkan. Perusahaan tersebut memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif sehingga peneliti dapat merumuskan strategi alternatif yang bisa digunakan oleh Salon Michi yaitu:

1. Memperluas pasar dengan membuka cabang baru. Dengan membuka cabang baru, Salon Michi diharapkan mampu mencapai semua konsumen yang ada di Kota Medan sehingga menjadikan Salon Michi semakin besar dan dikenal masyarakat kota Medan.

2. Membuat program-program promo dalam memberikan pelayanan kepada konsumen. Adanya program-program promo dapat dijadikan sebagai alat untuk memanggil konsumen lebih luas lagi sehingga masyarakat tidak memandang hanya konsumen dengan kelas tertentu saja yang dapat menikmati jasa salon dengan pelayanan prima.

3. Membuat program promo dengan merek-merek produk kecantikan yang akan diajak kerja sama. Bekerja sama dengan merek-merek tertentu dapat membuat salon Michi banyak didatangi oleh konsumen, sehingga konsumen yang datang

tidak hanya konsumen murni dari salon Michi tetapi juga untuk menjadi daya tarik konsumen dari suatu produk untuk merasakan pelayanan salon Michi.

4. Meningkatkan kemampuan karyawan dalam memberikan pelayanan kepada konsumen yang dapat membuat konsumen nyaman. Dengan adanya peningkatan kemampuan karyawan dapat menjadikan karyawan tidak merasa bosan dengan metode yang sering dilakukan bahkan karyawan mampu memberikan pelayanan yang dibutuhkan konsumen secara khusus sehingga kualitas pelayanan tidak menurun karena ada sesuatu yang baru yang bisa diberikan kepada konsumen. 5. Menciptakan suasana yang nyaman bagi konsumen ketika diberikan pelayanan

sehingga konsumen tidak merasa bosan dan risih dengan suasana ada. Misalnya salon memiliki konsep dekorasi ruangan yang dekat dengan alam dan sebagainya. 6. Menambah peralatan salon dan mengganti peralatan yang lama dengan yang baru

agar kinerja pegawai dapat lebih efektif dan efisien dalam melayani para konsumen.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Dokumen terkait