V. HASIL DAN PEMBAHASAN
5.4 Penyusunan Program
5.4.3 Tahap Pencocokan
Tahap selanjutnya adalah tahap pencocokan dari kerangka kerja perumusan strategi dengan teknik matriks Kekuatan-Kelemahan-Peluang-Ancaman (SWOT). Matriks SWOT ini bersandar pada informasi yang diturunkan dari tahap input untuk mencocokkan peluang dan ancaman eksternal dengan kekuatan dan kelemahn internal. Mencocokkan faktor strategis internal dan eksternal ditujukan untuk menghasilkan alternatif strategi yang layak dalam pengelolaan Pasar Citeureup I. Matriks SWOT ini terdiri dari empat tipe strategi yang digunakan dalam pengembangan Pasar Citeureup I kedepan, yaitu : SO (kekuatan-peluang – strength-oppurtunities), WO (kelemahan-peluang – weakness-oppurtunities), ST (kekuatan-ancaman – strength-threats) dan WT (kelemahan-ancaman – weakness- threats). Matriks SWOT Pasar Citeureup I dapat dilihat pada Tabel 19.
Tabel 19.Matriks SWOT Pasar Citeureup I FAKTOR KEKUATAN (S)
INTERNAL 1.Kemudahan dalam pengurusan sewa tempat usaha di Pasar Citeureup I KELEMAHAN (W) 1.Pengelola Pasar Citeureup I kurang memberikan pembinaan dan penyuluhan secara 2.Pelayanan yang baik di
berikan pegawai unit Pasar Citeureup I
3.Kejujuran petugas penarik retribusi Pasar Citeureup I
baik dan teratur kepada pedagang Pasar Citeureup I 2.Kondisi tempat
usaha berdagang di Pasar Citeureup I yang tidak tertata, terawat dan kotor
FAKTOR 3.Kondisi kebersihan
Pasar Citeureup I yang kotor
EKSTERNAL
PELUANG (O)
1.Jumlah penduduk Kec.
Citeureup (Calon Konsumen) besar
STRATEGI S-O
2.Bantuan dana APBD Kab. Bogor untuk Pasar Citeureup I
3.Adanya Perpres No.112 tahun 2007 tentang penataan dan pembinaan pasar tradisional, pusat perbelanjaan dan toko modern 1.Peningkatkan kualitas pelayanan Pasar Citeureup I untuk menarik konsumen berkunjujng dan berbelanja di Pasar Citeureup I (S1,S2,S3,O1,O2) STRATEGI W-O 1.Pembinaan pedagang Pasar Citeureup I(W1,O1,O2) 2.Penerapan peraturan pasar (S2,S3,O3) 2.Penataan tempat- tempat usaha di Pasar Citeureup I (W2,W3,O2,O3) ANCAMAN (T) STRATEGI S-T 1.Adanya Supermarket/Minimarket yang berdekatan dengan Pasar Citeureup I
1.Menyelenggarakan bazar pada event-event tertentu atau peiode tertentu di Pasar Citeureup I (S1,S2,S3,T1,T2,T3) STRATEGI W-T 1.Rehabilitasi Pasar Citeureup I (W2,W3,T1,T2,T3) 2.Peningktan SDM pengelola Pasar Citeureup I (W1,T1,T2,T3)
2.Kenaikan harga barang dan harga barang yang di jual kurang kompetitif 3.Adanya Pasar Citeureup
II yang berdekatan dengan Pasar Citeureup I
5.4.3.1. Strategi S-O (Strength-Oppurtunities)
Strategi S-O merupakan strategi yang menggunakan kekuatan internal untuk memanfaatkan peluang eksternal untuk memperoleh keuntungan dalam pengelolaan Pasar Citeureup I. Adapun beberapa alternatif yang dihasilkan adalah:
1. Peningkatan kualitas pelayanan Pasar Citeureup I untuk menarik konsumen berkunjung dan berbelanja di Pasar Citeureup I
Bantuan dana APBD Kabupaten Bogor untuk Pasar Citeureup I dialokasikan untuk peningkatan kualitas SDM pegawai Pasar Citeureup I untuk meningkatkan kualitas pelayanan, dengan peningkatan kualitas pelayanan ini diharapkan dapat menarik konsumen untuk memilih berbelanja di Pasar Citeureup I.
2. Penerapan peraturan pasar. Tegaknya suatu aturan atau peraturan pasar diperlukan kualitas pelayanan dan kejujuran dari petugas pasar. Perpres No.112 Tahun 2007 mengatur tentang pasar modern, penatan dan pembinaan pedagang yang kesemuanya bisa diterapkan dalam pengelolaan pasar tradisional dengan baik jika didukung pula oleh tingkat kualitas pelayanan yang baik serta kejujuran dari petugas pasar.
5.4.3.2. Strategi Weakness-Oppurtunities (W-O)
Strategi W-O merupakan strategi yang disusun untuk mengatasi kelemahan dan memanfaatkan peluang yang ada. Beberapa alternatif yang dihasilkan adalah : 1. Pembinaan pedagang Pasar Citeureup I. Strategi ini untuk mengatasi
kelemahan kurangnya pembinaan secara baik dan teratur terhadap pedagang Pasar Citeureup I. Dengan pembinaan diharapkan pedagang nantinya bisa ditata dengan baik dalam peningkatan pengelolaan pasar sesuai dengan Perpres No 112 Tahun 2007. Penataan pedagang bisa menarik minat konsumen untuk berbelanja di Pasar Citeureup I.
2. Penataan tempat-tempat usaha di Pasar Citeureup I. Strategi ini untuk mengatasi kelemahan Pasar Citeureup I yang tidak tertata, kotor dan tidak terawat. Penataan tempat-tempat pedagang diharapkan membuat pedagang dan konsumen lebih nyaman, dengan menyediakan sarana kebersihan diharapkan pasar tidak terlalu kotor dan jorok. Hal ini bisa dilakukan karena adanya iuran retribusi kebersihan dan didukung alokasi dana APBD Kabupaten Bogor untuk Pasar Citeureup I.
5.4.3.3. Strategi Strengths-Threats (S-T)
Strategi S-T merupakan strategi yang menggunakan kekuatan internal untuk menghindari atau mengurangi dampak ancaman eksternal bagi pengelolaan Pasar Citeureup I. Alternatif strategi S-T yang dihasilkan adalah :
Menyelenggarakan bazar pada event-event tertentu atau periode tertentu. Kekuatan internal menjadi modal dasar untuk mengurangi ancaman. Dengan diselenggarakannya bazar pada event-event tertentu atau periode tertentu dengan cara menjual barang-barang yang berkualitas dengan harga rendah atau murah, maka akan meningkatkan konsumen dan sekaligus mengurangi pesaing dari supermarket dan Pasar Citeureup II serta akan mengurangi tekanan kenaikan harga barang yang dialami masyarakat karena barang-barang yang dijual dalam bazar harganya murah.
5.4.3.4.Strategi Weakness-Threats (W-T)
Strategi W-T merupakan strategi yang diusulkan untuk mengurangi kelemahan internal dan menghindari ancaman eksternal yang ada. Alternatif strategi W-T yang direkomendasikan adalah sebagai berikut:
1. Rehabilitasi Pasar Citeureup I
Strategi disusun untuk mengantisipasi kelemahan Pasar Citeureup I berupa sarana dan prasarana yang kurang memadai. Kelemahan-kelemahan tersebut perlu diatasi untuk menghindari ancaman menjamurnya pusat perbelanjaan modern, supermarket/minimarket yang menggeser keberadaan pasar-pasar tradisional.
2. Peningkatan sumber daya manusia pengelola Pasar Citeureup I
Strategi ini berupaya untuk menghindari ancaman eksternal, dengan peningkatan sumber SDM pengelola pasar nantinya akan memberikan pembinaan dan penyuluhan ke pedagang secara baik dan teratur sehingga pedagang bisa berdagang secara sehat dan jujur menghadapi persaingan pasar- pasar modern dan harga-harga barang yang di jual lebih kompetitif ke depan. Profil strategi pengelolaan ditunjukkan oleh Gambar 21. Kerangka kerja empat kuadran ini mengindikasikan apakah strategi yang cocok adalah strategi yang agresif, konservatif, defensive, atau kompetitif.
Gambar 21. Profil Strategi Pengelolaan Pasar Citeureup I
Tahap yang dibutuhkan untuk membentuk profil strategi ini adalah : menempatkan nilai skor akhir dari matriks IFE dan EFE untuk sumbu yang sesuai, menambahkan dua nilai pada sumbu x dan menggambarkan titik hasil pada X, menambahakan dua nilai pada sumbu y dan menggambarkan titik hasil pada Y, menggambarkan perpotongan X dan Y, dan menggambarkan arah vektor dari titik asal melalui titik perpotongan yang baru. Vektor arah yang diasosiasikan dengan masing-masing profil menyiratkan tipe strategi yang harus dijalankan.
Berdasarkan matriks IFE, skor untuk kekuatan adalah 1,67 sedangkan skor untuk kelemahan adalah 0,80 sehingga selisih antara keduanya bernilai 0,87, nilai tersebut pada profil strategi ditempatkan pada sumbu X-ordinat. Selanjutnya selisih antara nilai peluang dan nilai ancaman bernilai -0,21 yang kemudian ditempatkan pada sumbu Y-axis. Perpotongan antara X dan Y tersebut berada di kuadran IV, dengan tipe strategi diversive. Berdasarkan analisis tersebut maka profil strategi yang muncul adalah strategi S-T, yaitu strategi menggunakan kekuatan internal untuk menghindari ancaman eksternal.