• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI ANALISIS DAN PEMBAHASAN

6.6 Tahap Pengambilan Keputusan

Tabel 6.8 berikut ini ditampilkan hasil QSPM.

Tabel 6.8 Hasil QSPM

2 Karyawan bagian pemasaran

kredit yang memadai 0,14 3 0,42 2 0,28

3 Kegiatan promosi yang

dilakukan secara berkala 0,14 3 0,42 2 0,28

4

Kerjasama karyawan antar unit kerja yang saling mendukung sehingga proses KAL lebih cepat

0,13 3 0,39 2 0,26

5 Biaya administrasi dan provisi yang

rendah 0,13 2 0,26 3 0,26

Kelemahan

7

Kemampuan karyawan dalam menangani masalah debitur terutama mengenai kendala dalam proses kredit belum optimal

0,10 2 0,20 2 0,20

8

Kecepatan dalam proses pemutusan kredit tidak sesuai harapan debitur

0,11 2 0,22 3 0,33

9

Tingkat suku bunga KAL lebih tinggi dibanding produk sejenis dari pesaing

0,11 2 0,22 3 0,33

10 Terbatasnya jumlah kredit yang

disalurkan 0,05 2 0,10 3 0,15

Peluang 12

Jaringan kerjasama Bank Sumut yang luas dan terintergasi dengan lembaga dan institusi Medan

0,15 2 0,30 3 0,45

13

Peraturan Bank Indonesia yang mendorong tumbuhnya kredit UMKM

0,14 2 0,28 3 0,42

14

Masih tingginya minat debitur terhadap produk KAL di Bank Sumut

0,16 2 0,32 3 0,48

Tabel 6.8 Hasil QSPM (Lanjutan)

No Faktor-Faktor

15 Penyelewengan kredit oleh

debitur 0,19 2 0,38 2 0,38

16

Persaingan antar bank dalam penyaluran kredit yang semakin ketat

0,21 2 0,42 3 0,42

17

Kondisi ekonomi Sumatera Utara di tahun 2015 tidak lebih baik

dibanding tahun sebelumnya

0,15 1 0,15 2 0,30

Total 4,17 4,36

Dalam tahap pengambilan keputusan ini metode yang digunakan adalah QSPM. Metode ini menggunakan analisis informasi pada matriks IE untuk mengevaluasi alternatif strategi yang dapat digunakan. Alternatif strategi yang paling baik berdasarkan Total Attractive Score (TAS) yang terbesar.

Dari Tabel 6.8 nilai TAS strategi penetrasi pasar lebih rendah (4,17) dari strategi pengembangan prosuk (4,36). Sehingga strategi yang dirumuskan adalah strategi Pengembangan Produk. Strategi Pengembangan Produk mendorong Bank Sumut Cabang Medan Sukaramai untuk mengembangkan produk KAL agar lebih menarik calon debitur dengan melakukan inovasi dalam bentuk penentuan tingkat bunga yang proporsional dengan palfond kredit serta berbagai fasilitas pendukung bagi debitur. Inovasi produk KAL tentunya tidak bertentangan dengan peraturan perbankan.

BAB VII

KESIMPULAN DAN SARAN

7.1 Kesimpulan

Dari hasil analisis dan pembahasan, maka disimpulkan :

a. Faktor-faktor yang menyebabkan produk KAL Bank Sumut Cabang Medan Sukaramai mengalami penurunan adalah :

1) Kemampuan karyawan belum optimal dalam dalam menangani keluhan debitur terutama mengenai kendala dalam proses kredit.

Karyawan tidak cepat dalam memberikan kepastian proses kredit calon debitur dapat diteruskan atau tidak.

2) Kecepatan dalam proses pemutusan kredit tidak sesuai harapan.

Berdasarkan standar operasional prosedur, jangka waktu penyelesaian kredit adalah 7 hari kerja, namun pada kenyataan keputusan pemberian kredit lebih dari waktu yang ditentukan.

3) Tingkat suku bunga KAL lebih tinggi dibanding produk sejenis dari pesaing. Produk kredit angsuran lainnya dari Bank BRI Cabang Bakti Medan, lebih rendah dibanding Bank Sumut Cabang Medan Sukaramai.

4) Terbatasnya jumlah kredit yang disalurkan. Jumlah kredit untuk usaha perseorangan mencapai 1 Milyar, namun dalam realisasinya, plafon kredit yang disalurkan maksimal 100 juta.

5) Penyelewengan kredit oleh debitur. Para debitur tidak memanfaatkan kredit yang diberikan untuk usahanya, hal ini menyebabkan kualitas kredit debitur berada pada kriteria tidak lancar.

6) Persaingan antar bank dalam penyaluran kredit yang semakin ketat.

Para pemasar produk perbankan melakukan upaya pemasaran yang agresif dengan menawarkan berbagai bentuk kemudahan dan fasilitas, hal ini menjadi ancaman bagi keberlangsung produk KAL Bank Sumut.

7) Kondisi ekonomi Sumatera Utara di tahun 2015 tidak lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Tingkat pertumbuhan ekonomi di tahun 2015 lebih rendah dibanding angka inflasi, hal ini menunjukkan bahwa kenaikan harga barang tidak disertai dengan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat..

b. Dari hasil analisis dirumuskan strategi yang tepat untuk meningkatkan jumlah debitur KAL yakni Strategi Pengembangan Produk, strategi ini mendorong Bank Sumut Cabang Medan Sukaramai untuk mengembangkan produk KAL agar lebih menarik calon debitur dengan melakukan inovasi dalam bentuk penentuan tingkat bunga yang proporsional dengan palfond kredit serta berbagai fasilitas pendukung bagi debitur.

7.2 Saran

Dari hasil kesimpulan maka disarankan :

a. Agar strategi pengembangan produk dapat diaplikasikan dalam meningkatkan jumlah debitur KAL Bank Sumut Cabang Medan Sukaramai, kebijakan yang dapat dilakukan adalah :

1. Pimpinan menugaskan karyawan mengikuti pelatihan yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan terutama mengenai pemasaran produk serta mengenai ketentuan inovasi produk perbankan. Pada periode tertentu dilakukan tes kemampuan karyawan untuk mengukur sejauh mana kemampuan karyawan setelah mendapatkan pelatihan.

2. Karyawan dalam pengenalan produk menonjolkan keunggulan dalam biaya administrasi dan provisi. Dalam menawarkan produk, para pemasar produk KAL Bank Sumut harus memahami bahwa keunggulan produk harus diinformasikan secara jelas, agar diperhatikan oleh calon debitur.

3. Mempercepat proses KAL dengan meningkatkan peran pimpinan uuntuk melakukan pengawasan lebih intensif.

4. Memberikan plafond kredit yang lebih besar dengan bunga yang lebih rendah kepada debitur yang pernah memperoleh kredit di Bank Sumut.

5. Karyawan bagian pemasaran diharapkan berperan melakukan pengawasan terhadap debitur. Setelah kredit disetujui, selain melakukan pemasaran untuk meningkatkan pengajuan kredit, karyawan juga diberikan tugas tambahan untuk secara berkala melakukan peninjauan ke lokasi usaha debitur.

6. Melakukan promosi yang agresif kepada target pasar yang lebih selektif. Database calon debitur yang akurat sangat diperlukan, sehingga para pemasar dapat fokus menangani calon debitur.

7. Penyaluran kredit agar lebih selektif dengan suku bunga lebih rendah, sesuai dengan besaran kredit yang diajukan calon debitur.

b. Pada penelitian selanjutnya diharapkan dapat meneliti tentang persaingan bank dalam memasarkan kredit di Kota Medan.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi, 2006, Prosedur Penelitian ; Sebuah Pendekatan Praktek, Rineka Cipta, Jakarta

Assauri, Sofjan, 2007, Manajemen Pemasaran; Dasar-Dasar, Konsep dan Strategi, Edisi Pertama, Cetakan Tujuh, Rajawali Pers, Jakarta

David, Fred R., 2006, Manajemen Strategis, Salemba Empat, Jakarta

Fadhila, Nerissa Arviana, Siti Ragil Handayani dan M.G. Wi Endang NP, 2013, Evaluasi Atas Strategi yang Dilakukan PT Bank Mandiri Dalam Meningkatkan Kualitas Portofolio Produk Kredit Usaha Mikro (KUM) dengan Menggunakan Analisis SWOT (Studi pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kantor Cabang Leces Probolinggo), Jurnal Administrasi dan Bisnis, Vol. 1 No. 2, Universitas Brawijaya, Malang

Hasibuan, Malayu SP., 2007, Dasar-Dasar Perbankan, Bumi Aksara, Jakarta

Hosen, Muhammad Nadratuzzaman dan Mas Arif, 2014, Pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat pada Bank Syariah Mandiri di Kabupaten Pati, Jurnal Liquidity, Vol.

3 No.1, STIE Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Johanes, Warman, 2004, Kredit Bank, Mutiara Sumber Widya, Jakarta

Kotler, Philip, 2008, Manajemen Pemasaran, Analisis, Perencanaan, Implementasi adn Pengendalian, Alih Bahasa : Ancella Anitawati

Hermawan, Salemba Empat, Jakarta

Prahalad, C.K. and Hamel, Gary, 1994, Strategy as A Field of Study: Why Search For A New Paradigm?, Strategic Management Journal, Vol.15. John Wiley & Sons, Ltd.

Purwanto, Edi, 2012, Pentingnya Perumusan Strategi Dalam Sistem Manajemen Strategik, Volume 16, Jurnal Forum Akademika, Surakarta

Rangkuti, Freddy, 2006, Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Robbins, Stephen, 2004, Teori Organisasi, Rineka Cipta, Jakarta

Robinson, Richard B, JR & John A. Pearce II, 2009, Manajemen Strategik Formula, Implementasi, dan Pengendalian, Binarupa Aksara, Jakarta Sinulingga, Sukaria, 2012, Metode Penelitian, USU Press, Medan

Ulrich, Karl T dan Steven D. Eppinger, Perancangan dan Pengembangan Produk, Salemba Empat

Umar, Husein, 2004, Strategic Management in Action, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Wiyono, Teguh, Musa Hubeis dan Fransiska R. Zakaria, 2006, Analisa Strategi Pola Pembiayaan Kredit Mikro pada Bank BNI : Solusi Pemenuhan Permodalan Bagi Usaha Kecil, Jurnal Industri Kecil Menengah, Vol.1 No.1, Institut Pertanian Bogor, Bogor

Zimmerer, Thomas W., 2002, Pengantar Kewirausahaan dan Manajemen Bisnis Kecil, Prenhalindo, Jakarta

Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara, Sumut Dalam Angka 2014

Bank Indonesia, Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Sumatera Utara Triwulan II 2015

http://finansial.bisnis.com/read/20151105/9/489351/pertumbuhan-ekonomi-sumut-kuartal-iii-terburuk-dalam-5-tahun

Lampiran 2

Isian Kolom Bobot dan Rating Faktor Internal dan Faktor Eksternal Kepada Yth :

Bapak/Ibu ...

di - Tempat

Dengan Hormat,

Saya sedang melakukakn penelitian dengan judul “ANALISIS STRATEGI PENINGKATAN DEBITUR KREDIT ANGSURAN LAINNYA PADA PT BANK SUMUT CABANG MEDAN SUKARAMAI”, salah satu teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengumpulan nilai bobot dan rating terhadap faktor-faktor internal dan eksternal. Dalam pengisian bobot dan rating diharapakan kepada Bapak/Ibu memperhatikan petunjuk pengisian yang telah disediakan.

Atas perhatian dan kerjasama Bapak/Ibu diucapkan terima kasih.

Hormat Saya, Harry Irawan.

TAHAP I : PENGISIAN NILAI BOBOT Petunjuk Pengisian :

1. Pada tabel dibawah ini telah disediakan baris kosong untuk diisi beberapa faktor yang telah diidentifikasi oleh responden. Jika ada faktor-faktor kunci yang tidak sesuai penempatan atau tidak termasuk faktor yang mempengaruhi Kredit Angsuran Lainnya Bank Sumut Cabang Medan Sukaramai, maka responden dapat memberikan usulan kepada peneliti, dengan menuliskan di baris kosong yang telah disediakan.

2. Tentukan bobot dari setiap faktor tadi dengan skala yang lebih tinggi bagi yang memiliki pengaruh terhadap Kredit Angsuran Lainnya Bank Sumut Cabang Medan Sukaramai dengan rentang nilai 0,01 hingga 0,09 semakin besar nilai bobot menunjukkan semakin berpengaruh.

3. Jumlah seluruh bobot untuk faktor internal dan faktor eksternal harus sebesar 1,00.

Kekuatan

No Faktor-Faktor Kunci Eksternal Bobot

Peluang

TAHAP II : PENGISIAN NILAI RATING Petunjuk Pengisian :

1. Setelah faktor-faktor diidentifikasi oleh responden, kemudian faktor-faktor tersebut dimasukkan ke dalam tabel yang telah disediakan. Faktor-faktor kunci yang tersedia harus sama untuk pengisian nilai rating, harus sama dengan faktor-faktor kunci yang tersedia untuk nilai bobot.

2. Nilai rating merupakan nilai yang menunjukkan kinerja faktor tersebut dalam mempengaruhi Kredit Angsuran Lainnya Bank Sumut Cabang Medan Sukaramai.

3. Nilai rating diberikan mulai dari angka 1 hingga angka 4. Arti nilai rating faktor internal berbeda dengan arti nilai rating faktor eksternal. Rentang nilai kinerja tersebut diartikan sebagai berikut :

Nilai Keterangan Arti

Rating Faktor Internal Rating Faktor Eksternal 1 Sangat Lemah Sangat berpeluang

2 Tidak begitu lemah Tidak begitu menjadi peluang

3 Cukup kuat Cukup mengancam

4 Sangat kuat Sangat Mengancam

No Faktor-Faktor Kunci Internal Rating

Kekuatan

No Faktor-Faktor Kunci Eksternal Rating

Peluang

Lampiran 3 : Rekapitulasi Bobot dan Rating Faktor Internal

No Faktor-Faktor Internal Kacab Wakacab Bagian Kredit Debitur 1

Bobot Rating Bobot Rating Bobot Rating Bobot Rating

2 Jumlah pegawai bagian pemasa-

0.12 3 0.01 3 0.21 3 0.19 3

kerja yang saling mendukung sehingga proses Kredit

Angsuran

Lainnya lebih cepat

5 Biaya administrasi dan propisi

0.16 2 0.05 2 0.05 2 0.12 2

tusan kredit tidak sesuai harapan debitur

3 Tingkat suku bunga Kredit Ang-

0.11 2 0.12 2 0.10 2 0.05 3

suran Lainnya lebih tinggi

4 Terbatasnya jumlah kredit yang

0.04 2 0.08 2 0.08 2 0.04 3

disalurkan

1.00 1.00 1.00 1.00

Dokumen terkait