• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

3.2 Tahap Pengumpulan dan Pengolahan Data

Pada tahap ini dilakukan pengumpulan dan pengolahan data yang berkaitan dengan manpower planning. Pengumpulan data dilakukan dengan mengambil data historis yang tersedia, wawancara dan juga diskusi dengan pihak

30

terkait.Pengolahan data dilakukan sesuai dengan metodologi penelitian yang telah dirancang sebelumnya.

3.2.1 Identifikasi Elemen Manpower PlanningExisting

Identifikasi elemen manpower planning existing dilakukan dengan mengumpulkan data elemen dan memaparkannya dalam bentuk paragraf, tabel maupun diagram. Elemen yang diidentifikasi antara lain; tipe struktur perusahaan, jumlah departemen dan unit kerja, jumlah manpower existing pada tiap unit kerja, komposisi manpower pada tiap unit kerja (senior atau junior), jenis pekerjaan, keahlian yang dibutuhkan dan rencana training, skema kenaikan jabatan, perencanaan pengembangan kapabilitas dan objektif perusahaan. Hasil dari identifikasi ini akan menjadi masukan untuk perancangan manpower planning.

3.2.2 Prediksi Demand (Maintenance Event)

Prediksi jumlah demand terdiri dari beberapa jenis. Dari segi jumlah yang masuk, pertama dihitung dari jumlah populasi armada maskapai yang telah melakukan kerjasama dengan pihak terkait, jumlah armada lain dalam negeri yang belum melakukan kerja sama dan jumlah armada luar negeri yang masuk dalam lingkup penerbangan di Indonesia. Kemudian dihitung dengan persentase berapa prediksi jumlah masuknya APU tiap jenis armada maskapai ke pihak terkait untuk dilakukan proses maintenance (shop visit). Yang kedua dari segi penyebab turunnya APU untuk maintenance, perhitungan dilakukan dengan melihat data

mean time between unschedule removals (MTBUR) reliabilitas APU dari original equipment manufacturer (OEM) dan dari data historis perusahaan kemudian

dihitung rasionya untuk didapatkan jumlah maintenance event. Prediksi jumlah

demand dihitung selama jangka waktu 10 tahun perencanaan.

Algoritma perhitungan jumlah estimasi maintenance event APU adalah sebagai berikut:

1. Penentuan jumlah estimasi shop-visit 1 dari pangsa pasar 1 dan shop-visit

2 dari pangsa pasar 2.

31

... (3.1)

Dimana n merupakan tahun awal masuknya unit APU tipe tertentu dari pangsa pasar 1 sampai 2 tahun berikutnya. Nilai dimasukkan pada cell untuk masing-masing tahun kemudian dicari selisih antar tahun yang menandakan pertambahannya.

▬ Untuk estimasi shop-visit 2, nilai didapat dari:

... (3.2)

Dimana n merupakan tahun awal masuknya unit APU tipe tertentu dari pangsa pasar 2 sampai akhir tahun perencanaan. Hasil dari perhitungan dimasukkan kedalam cell potensi pasar 2 tiap tahun kemudian dicari selisih antar tahun yang menandakan pertambahannya.

2. Duplikasi nilai estimasi shop-visit pada masing-masing tahun ke tahun berikutnya sesuai interval tipe APU tersebut.

3. Penjumlahan nilai dari tiap estimasi shop-visit dan tiap re-shop-visit tiap tahun untuk didapat nilai prediksi jumlah maintenance event tiap tahun.

3.2.3 Penentuan Kebutuhan Manpower

Penentuan kebutuhan manpower dilakukan dengan menggunakan metode simulasi. Pertama akan dilakukan fitting distribusi dari data waktu aktual proses

assy disassy APU dengan menggunakan bantuan software EasyFit 5.4. Kemudian

mengumpulkan data mengenai utilisasi waktu kerja pegawai dalam hari, rasio absen dan availabilitas pegawai dengan metode wawancara dan mengambil data dari perusahaan yang tersedia. Data data tersebut akan menjadi input pada simulasi yang dilakukan dan input pada aggregasi kebutuhan manpower. Metode simulasi yang dilakukan adalah simulasi Monte Carlo. Simulasi dilakukan dengan bantuan software MS. Excel. Elemen yang disimulasikan adalah waktu proses danavailabilitas pegawai.Hasil dari simulasi akan menjadi input pada aggregasi kebutuhan manpower.

32

3.2.4 Aggregasi Kebutuhan Manpower untuk Direct dan IndirectLabour

Perancangan manpower planning dilakukan dengan metode aggregasi tiap tahun dari hasil identifikasi elemen manpowerexisting dan pengolahan data pada tahap sebelumnya. Aggregasi / menjumlahkan total kebutuhan tiap tahun untukmanpower dibuat untuk direct labourdan dilakukan identifikasi jumlah untuk indirect labour.Direct labour dikatagorikan bagi pegawai yang berhubungan langsung dengan aktifitas assy disassy APU pesawat, sedangkan untuk indirect labour dikatagorikan bagi pegawai yang berhubungan dengan aktifitas supporting dan manajerial.

Aggregasi dibuat dengan mengacu pada hasil prediksi demand dan jumlah

manpower yang dibutuhkan. Akan dihitung kekurangan manpower dari jumlah manpower existing dengan kebutuhan manpower pada tiap periode. Kebutuhan manpower juga dihitung dengan menambahkan total pegawai yang mengalami

kenaikan jabatan, trainingumum, training karena pengembangan kapabilitasdan jumlah out-shop eventtiap periode. Aggregasi dilakukan untuk jangka waktu perencanaan 10 tahun. Hasil dari tahap ini adalah jumlah kebutuhan manpower tiap tahun dan gap antara kebutuhan dan ketersediaan manpower.

3.2.5 Identifikasi Elemen dan Sumber SupplyManpower

Melakukan identifikasi elemen manpower mengenai skema kenaikan jabatan, waktu yang diperlukan untuk men-developmanpower pada masing-masing posisi atau kenaikan tiap posisi, usia, masa pensiun dan sumber untuk mengisi posisi jabatan.Identifikasi elemen dan sumber supply manpower dilakukan dengan metode wawancara dan mengambil data historis yang tersedia. Identifikasi dilakukan untuk direct labour guna kebutuhan perhitungan dalam pembuatan skenario.

3.2.6 Skenario Aggregasi Rencana Rekrutmen untuk Menghilangkan Gap pada ManpowerPlanning

Skenario aggregasi rencana rekrutmen dilakukan dengan mengacu pada estimasi kebutuhan manpower tiap tahun, jenis posisimanpower,cost dari skenario, waktu yang dibutuhkan untuk tiap jenis rekrutmen yang digunakan,

33

kebutuhan keahlian manpower dan posisi yang harus diisi (posisi senior atau

junior). Jenis rekrutmen yang digunakan adalah rekrutmen tenaga baru, transfer

pegawai dan lembur. Untuk pengisian posisi harus dipertimbangkan mengenai jenis dan keahlian yang dibutuhkan juga perlunya pengalaman atau tidak.

Rencana rekrutmen dibuat dengan mengacu pada jumlah gap tiap tahun dari hasil aggregasi manpower. Jumlah gap akan diisi sesuai dengan posisi yang kosong (naik jabatan maupun retirement). Kemudian aggregasi akan diletakkan pada tahun sebelum tahun perencanaan sesuai waktu yang diperlukan untuk merekrut manpower tiap posisi yang harus diisi. Kemudian dihitung berapa cost yang dibutuhkan untuk tiap jenis rekrutmen yang dipakai. Skenario dilakukan untuk direct labour. Rencana rekrutmen dilakukan guna untuk menghilangkan

gap kebutuhan manpower dengan jumlah manpower existing.

Berikut merupakan algoritma perhitungan untuk skenario rencana penambahan manpower:

1. Atur nilai jumlah manpower untuk masing-masing skenario. Nilai dari skenario 1 adalah sama dengan kebutuhan manpower yang diminta. Nilai dari skenario 2 adalah nilai rata-rata dari tiap terjadi penambahan sampai angka sebelum terjadi penambahan yang lebih tinggi. Nilai dari tahun terakhir adalah sama dengan jumlah kebutuhan, jika lebih rendah dari kebutuhan sebelumnya maka nilai menyesuaikan dengan sebelumnya. 2. Identifikasi jumlah retirementdan tahunnya. Tuliskan angkanya sesuai

tahun sebagai faktor pengurang.

3. Jika terdapat retirement pada posisi dari manajer dan certifying staff, maka segera masukkan angka sesuai jumlah retirement pada baris kenaikan jabatan sesuai dengan posisi yang dapat menggantikannya. 4. Masukkan angka pada baris kenaikan jabatan tiap posisi sesuai informasi

kenaikan jabatan dari manpower existing.

5. Masukkan angka kebutuhan penambahan manpower sesuai nilai skenario pada tiap tahun mengacu pada kebutuhan nilai skenario dimana:

6. Lakukan penyesuaian jumlah dengan mengacu pada jumlah kebutuhan skenario dan jumlah kebutuah real. Untuk menjaga jumlah tiap posisi

Dokumen terkait