B. ANALISIS CARI BERKAH
1. Tahap pertama : Denotasi Lirik Cari Berkah
Lagu Wali yang akan diteliti ini berjudul “Cari Berkah” kata Cari memiliki makna denotasi mencari sesuatu dan kata Berkah bermakna barokah atau karunia Tuhan. Menurut bahasa, berkah berasal dari bahasa Arab yaitu “barokah” (ةكربلا), yang artinya “nikmat”. (Kamus Al-Munawwir, 1997:78). Istilah lain berkah dalam bahasa Arab adalah mubarak dan tabaruk, sedangkan makna berkah menurut istilah adalah ziyadatul khair, yang artinya “bertambahnya kebaikan” (Imam Al-Ghazali, Ensiklopedia Tasawuf, hlm. 79). Para ulama juga menjelaskan makna berkah sebagai segala sesuatu yang banyak dan melimpah, mencakup karunia material dan spiritual, seperti keamanan, ketenangan, kesehatan, harta, anak, dan usia. Jadi makna denotasi dari judul lagu Cari Berkah dilihat dari konteks Islam dapat diartikan mencari kebaikan dalam hidup atau berkah dari Allah.
Pada bait pertama terdiri dari empat baris lirik, baris pertama dan baris kedua saling berkaitan dan memiliki akhiran rima yang sama yaitu kalimat “Bang, beli bawang, beli bawang gak pake kulit” dan “Bang, jadi orang, jadi orang jangan pelit-pelit.” Seperti yang kita lihat, kalimat tersebut memiliki irama yang sama dan akhiran larik yang sama, hal ini dapat diartikan bahwa kedua baris itu merupakan sebuah pantun karena memiliki ciri-ciri tertentu, pantun sendiri menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) merupakan sebuah bentuk puisi lama Indonesia (Melayu), tiap bait (kuplet) biasanya terdiri atas empat baris yang bersajak (a-b-a-b), tiap larik biasanya terdiri atas empat kata, baris pertama dan baris kedua biasanya untuk tumpuan (sampiran) saja, sedangkan baris ketiga dan keempat merupakan isi. (KBBI). Pantun memiliki beragam jenis salah satunya adalah pantun Karmina atau disebut juga pantun singkat karena hanya menggunakan dua baris yang bersajak a – a. Baris pertama adalah sampiran dan baris kedua adalah isi pantun. Pantun Karmina juga memiliki ciri lainnya yaitu, baris pertama menggunakan kalimat kiasan dengan perumpamaan suatu objek lain atau perilaku yang kemudian diperjelas oleh baris kedua yang merupakan isi. Baris kedua memiliki ciri memperjelas maksud pantun dengan bahasa yang
47
langsung dan mudah dipahami. Dalam kalimat “Bang, beli bawang, beli bawang gak pake kulit” dan “Bang, jadi orang, jadi orang jangan pelit-pelit” terdapat semua ciri-ciri pantun karmina yang telah dijelaskan diatas oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa baris pertama adalah sebuah sampiran dan baris kedua adalah isi dari sebuah pantun karmina yang mengandung makna pesan nasihat agar seseorang tidak menjadi orang yang pelit semasa hidup. Lalu pada baris ketiga dan keempat dalam kalimat “Neng, beli batik, beli batik warnanya terang” dan “Neng, tambah cantik kalo sering bantu orang.” Kalimat tersebut juga dapat disimpulkan sebagai sebuah pantun karmina karena memiliki ciri serupa dan mengandung makna pesan nasihat agar seseroang hendaknya selalu membantu orang lain semasa hidup. Dalam lirik tersebut menganjurkan kita untuk selalu membantu orang lain.
Di bait kedua tertulis kalimat “Itu semua dari Allah, itu semua karena Allah, Itu semua milik Allah, Barokallah.” Maksudnya disini adalah semua yang kita (manusia) peroleh dalam kehidupan, semuanya adalah berkah pemberian dari Allah, milik Allah, dan atas izin Allah.
Pada bait ketiga berisi empat baris lirik, baris pertama dan baris kedua saling berhubungan yaitu “Banyak harta ngapain (ngapain).” Dan “Kalo gak berkah pikirin (pikirin).” Secara paradigmatik dapat diartikan untuk apa memiliki harta melimpah tidak akan berarti jika tidak menjadi berkah. Kata “ngapain” dan “pikirin” mendapat pengulangan dari backing vocal ditujukan untuk mengisi ruangan yang kosong pada lirik untuk menyesuaikan rima lagu dengan musik pengiringnya (instrument), juga sebagai pernyataan yang ditegaskan atau menggambarkan orang lain yang menyetujui pernyataan tersebut. Sedangkan lirik pada baris ketiga memiliki hubungan dengan lirik baris keempat yaitu “Oh punya harta gak mungkin (gak mungkin) dibawa mati.” Dan lirik “Hidup indah bila mencari berkah.” Dalam hal ini kedua baris lirik tersebut bermakna bahwa harta tidak akan ikut dikubur saat manusia telah mati dan tidak akan bermanfaat lagi, jadi lebih baik hidup ditujukan untuk mencari berkah, karena berkah dapat menjadi bekal akhirat, sedangkan harta tidak akan berguna setelah mati.
48
Pada bait keempat lirik di setiap barisnya saling berkaitan. Pada baris pertama terdapat lirik “Punya rezeki bagiin (bagiin).” Mengandung makna denotasi sebuah nasihat agar kita (manusia) jika mendapat rezeki dianjurkan untuk saling berbagi rejeki tersebut, pada baris kedua “Bantu yang susah tolongin (tolongin).” Maknanya adalah nasihat agar kita saling membantu orang lain yang sedang mengalami kesusahan. Dari masing-masing kedua baris lirik tersebut dapat diartikan bahwa dalam kehidupan di dunia hendaknya kita saling berbagi dan menolong karena dalam rejeki yang kita dapat sebagian adalah rejeki milik orang lain. Lalu pada baris ketiga “Oh jadi miskin gak mungkin (gak mungkin), Allah yang jamin.” Pada lirik ini menjelaskan bahwa seseorang tidak perlu takut akan menjadi miskin karena saling berbagi rejeki dan menolong orang lain, karena Allah-lah yang menjamin rejeki seseorang dengan membalas perbuatan baik yang telah seseorang perbuat.
Bait kelima berisi kalimat yang secara sintagmatik yaitu “Ya Allah tuhan kami, berkahi hidup ini. Sampai tua nanti dan sampai dan sampai dan sampai kami mati” Kalimat ini secara paradigmatik dapat diartikan manusia yang sedang berdoa memohon kepada Tuhan, karena dalam liriknya tertulis “Allah tuhan kami” untuk diberikan berkah dalam hidup hingga mati, hal ini terbukti dari kata “berkahi” yang berarti diberi berkah, lalu kata “sampai” mendapat pengulangan dari backing vocal dengan tujuan untuk melengkapi ruang lirik yang kosong agar menyesuaikan dengan musik pengiring lagu. Itulah seluruh ulasan mengenai makna denotasi dari judul dan lirik per bait dari lagu Cari Berkah yang dipopulerkan Wali band dalam konteks kehidupan duniawi.
49