BAB IV PAPARAN DATA DAN ANALISIS
B. Penyajian Data dan Analisis Data
juga meyakini bahwa dengan berbuat jujur kami sekeluarga yakin bahwa dengan menerapkan kejujuran maka akan bertambah rezki yang berkah dan menciptakan ketentraman, kenyamanan dan kesejahteraan dalam kehidupan keluarga kami, karena dengan kejujuran keberkahan dan rahmat Allah akan melahirkan kebaikan dan keberkahan dalam kehidupan dan membuat hidup kami menjadi sehat dengan meraih rezki dengan cara baik dan benar sesuai syariat islam ”.102
Pernyataan di atas dipertegas oleh bapak Dori selaku nelayan Puger Kulon.
“Jujur itu sangat perlu dan penting dilakuan dalam hal apapun semisal berdagang kita harus jujur dalam menimbang, menyampaikan barang keadaan barang apa adanya semisal menjual hasil tangkapan ikan bagaimana keadaan ikan yang sesungguhnya ikan segar atau sudah beberapa hari dari hasil tangkapan, menyampaikan harga dan kualitas senar saat membuat jala, saya pribadi adalah nelayan individu atau nelayan jukungan, bagi saya hal jujur adalah sikap kita yang berani mengakui dan mengatakan keadan sebenarnya dengan tujuan meraih keberkahan dalam kehidupan. Dalam sistem kehidupan nelayan kami selalu menyetorkan ikan kepada juragan darat tanpa mengambil ikan tanpa sepengetahuan juragan. Untuk nelayan yang bekerja pada juragan kapal para anak buah kapal yang bersikap amanah seperti membelanjakan solar kapal, memperbaiki perahu dan mengatakan harga perbaikan dengan sebernarnya kepada juragan kapal bahkan meminta ikan ketka ingin membawa pulang untuk dijadikan lauk para nelayan dan anak buah kapal di rumah mereka, selain itu saya dan keluarga juga meyakini bahwa dengan berbuat jujur kami sekeluarga yakin bahwa deengan menerapkan kejujuran maka akan bertambah rezki yang berkah dan menciptakan ketentraman, kenyamanan dan kesejahteraan dalam kehidupan keluarga kami, karena dengan kejujuran keberkahan dan rahmat Allah akan melahirkan kebaikan dan keberkahan dalam kehidupan dan membuat hidup kami menjadi sehat dengan meraih rezki dengan cara baik dan benar sesuai syariat islam ”103
102
103 Dori, wawancra, Puger, 02 Maret 2021
Pernyataan di atas dipertegas oleh bapak Slamet selaku nelayan Puger Kulon.
“Jujur itu sangat perlu dan penting dilakuan dalam hal apapun semisal berdagang kita harus jujur dalam menimbang, menyampaikan barang keadaan barang apa adanya semisal menjual hasil tangkapan ikan bagaimana keadaan ikan yang sesungguhnya ikan segar atau sudah beberapa hari dari hasil tangkapan, menyampaikan harga dan kualitas senar saat membuat jala, saya pribadi adalah nelayan individu atau nelayan jukungan, bagi saya hal jujur adalah sikap kita yang berani mengakui dan mengatakan keadan sebenarnya dengan tujuan meraih keberkahan dalam kehidupan. Dalam sistem kehidupan nelayan kami selalu menyetorkan ikan kepada juragan darat tanpa mengambil ikan tanpa sepengetahuan juragan. Untuk nelayan yang bekerja pada juragan kapal para anak buah kapal yang bersikap amanah seperti membelanjakan solar kapal, memperbaiki perahu dan mengatakan harga perbaikan dengan sebernarnya kepada juragan kapal bahkan meminta ikan ketka ingin membawa pulang untuk dijadikan lauk para nelayan dan anak buah kapal di rumah mereka, selain itu saya dan keluarga juga meyakini bahwa dengan berbuat jujur kami sekeluaraga yakin bahwa dengan menerapkan kejujuran maka akan bertambah rezki yang berkah dan menciptakan ketentraman, kenyamanan dan kesejahteraan dalam kehidupan keluarga kami, karena dengan kejujuran keberkahan dan rahmat Allah akan melahirkan kebaikan dan keberkahan dalam kehidupan dan membuat hidup kami menjadi sehat dengan meraih rezki dengan cara baik dan benar sesuai syariat islam ”.104
Pernyataan di atas dipertegas oleh bapak Sinin selaku nelayan Puger Kulon.
“Jujur itu sangat perlu dan penting dilakuan dalam hal apapun semisal berdagang kita harus jujur dalam menimbang, menyampaikan barang keadaan barang apa adanya semisal menjual hasil tangkapan ikan bagaimana keadaan ikan yang sesungguhnya ikan segar atau sudah beberapa hari dari hasil tangkapan, menyampaikan harga dan kualitas senar saat membuat jala, saya pribadi adalah nelayan individu atau nelayan jukungan, bagi saya hal jujur adalah sikap kita yang berani mengakui dan mengatakan keadan sebenarnya dengan tujuan
104 Slamet, wawancara, Puger, 01 maret 2021
meraih keberkahan dalam kehidupan. Dalam sistem kehidupan nelayan kami selalu menyetorkan ikan kepada juragan darat tanpa mengambil ikan tanpa sepengetahuan juragan. Untuk nelayan yang bekerja pada juragan kapal para anak buah kapal yang bersikap amanah seperti membelanjakan solar kapal, memperbaiki perahu dan mengatakan harga perbaikan dengan sebernarnya kepada juragan kapal bahkan meminta ikan ketka ingin membawa pulang untuk dijadikan lauk para nelayan dan anak buah kapal di rumah mereka, selain itu saya dan keluarga juga meyakini bahwa dengan berbuat jujur kami sekeluaraga yakin bahwa deengan menerapkan kejujuran maka akan bertambah rezki yang berkah dan menciptakan ketentraman, kenyamanan dan kesejahteraan dalam kehidupan keluarga kami, karena dengan kejujuran keberkahan dan rahmat Allah akan melahirkan kebaikan dan keberkahan dalam kehidupan dan membuat hidup kami menjadi sehat dengan meraih rezki dengan cara baik dan benar sesuai syariat islam ”.105
Pernyataan di atas dipertegas oleh bapak Dahlan selaku anak buah kapal dan masyrakat pesisir Puger Kulon.
“Kejujuran merupakan sikap yang melekat pada setiap manusia, bagi saya pribadi dan keluarga bersikap jujur sangatlah penting, kareana dengan berbuat jujur saya dan keluarga meyakini bahwa dengan bersikap jujur dalam kehdupan maka rahmat dan berkah dalam memperoleh rezki dalam bersikap jujur saya selaku anak buah kapal juragan laut, saya dalam melaksanakan dan menjalankan tugas saya serta selalu menjaga kepercayaan dan tidak pernah ingkar dalam menjalankan tugas, selain itu dala membelanjakan solar perahu saya selalau menyampaiakan harga pembelian solar, tidak mengmbil ikan tanpa sepengetahuan juragan laut, membersihkan kapal dan mengatakan keadaan kapal dalam keadaan baik maupun keadaan kapal perlu perbaikan”.106
Pernyataan di atas dipertegas oleh bapak Nur Aimin selaku anak buah kapal dan pengangkut ikan Puger kulon.
“Kejujuran merupakan sikap yang melekat pada setiap manusia, bagi saya pribadi dan keluarga bersikap jujur sangatlah penting, kareana dengan berbuat jujur saya dan keluarga meyakini bahwa
105 Sinin, wawancara,Puger, 12 Maret 2021
106 Dahlan, wawancara, Puger, 06 Maret 2021
dengan bersikap jujur dalam kehdupan maka rahmat dan berkah dalam memperoleh rezki dalam bersikap jujur saya selaku anak buah kapal juragan laut, saya dalam melaksanakan dan menjalankan tugas saya serta selalu menjaga kepercayaan dan tidak pernah ingkar dalam mnjalankan tugas, selain itu dala membelanjakan solar perahu saya selalau menyampaiakan harga pembelian solar, tidak mengmbil ikan tanpa sepengetahuan juragan laut, membersihkan kapal dan mengatakan keadaan kapal dalam keadaan baik maupun kaadaan kapal perlu perbaikan bahkan saat saya menganggkut ikan saya sanagat berhat dalam membawa ikan dan selalu melaporkan berapa hasil tangkapan kepada juragan laut sebelum di timbangkan kepada juragan darat”.107
Pernyataan di atas dipertegas oleh H. Rozak selaku juragan darat nelayan Puger kulon.
“Kejujuran merupakan sikap yang melekat pada setiap manusia, bagi saya pribadi dan keluarga bersikap jujur sangatlah penting, kareana dengan berbuat jujur saya dan keluarga meyakini bahwa dengan bersikap jujur dalam kehdupan maka rahmat dan berkah dalam memperoleh rezki dalam bersikap jujur saya selaku anak buah kapal juragan laut, saya dalam melaksanakan dan menjalankan tugas saya serta selalu menjaga kepercayaan dan tidak pernah ingkar dalam mnjalankan tugas, selain itu dala membelanjakan solar perahu saya selalu menyampaikan harga pembelian solar, tidak mengambil ikan tanpa sepengetahuan juragan laut, membersihkan kapal dan mengatakan keadaan kapal dalam keadaan baik maupun kaadaan kapal perlu perbaikan bahkan saat saya menganggkut ikan saya sanagat berhat dalam membawa ikan dan selalu melaporkan berapa hasil tangkapan kepada juragan laut sebelum di timbangkan kepada saya elaku juragan darat dengan sistem timbangan seperti mematikan berat ikan per lima puluh kilo gram pengurangan timbangan dengan berat keranjang ikan atau basket ikan dan berat air yang terkandung dalam keranjang atau basket ikan itu sendri dalam timbangan kami disaksikan langsung oleh istri juragan laut, istri nelayan individu secara langsung disaksikan proses penimbamgannya di tempat pelelangan ikan saya pribdi dan keluarga meyakani dengan berbauat jujur keberkahan, ketentraman kesejahteran dalam kehidupan mudah di dapatakan”.108
107 Nur Aimin, wawancara, Puger, 19 Maret2021
108 H. Rozak, wawancra, Puger, 04 Maret 2021
Pernyataan diatas dipertegas oleh H. Gito selaku tokoh juragan laut Puger kulon.
“Kejujuran itu penting untuk dijalankan dan diterapkan, karena dengan kejujuranlah Allah akan memeberikan rezki yang berkah dan ketenangan dalam kehidupan saya pribadi dan keluarga menanamkan sikap dan sifat jujur kepada diri saya pribadi, keluarga, anak cucu saya dalam hal apaun terlebih kepada anak buah kapal saya dan para nelayan pelaut saya selalau saya ingatkan dan tanyakan perihal bagaimana hasil tangkapan, perbaikan kapal, belanja solar serta penyetoran ikan kepada juragan darat serta apa ada yang mengambil ikan saat akan disetorkan kepada juragan darat selain buat lauk mereka bentuk kepercayan saya kepada anak buah kapal saya yakni memepercayai anak buah kapal saya tidak pernah menyelewengkan kepercayan yang saya berikan dan sealau melaporkan keadaan sebenarnya kepada saya. Selain itu saya dan keluarga meyakani dengan berbuat jujur keberkahan, ketenanagan dan kesejahteraan dalam kehidupan akan tercapai dan kami yakin degan jujur Allah akam memeberikan dan melimpahkan kerbekahan dalam rezki kita”.109
Pernyataan di atas dipertegas oleh H. Mat Lo selaku tokoh masyarakat nelayan dan juragan laut Puger kulon.
“Kejujuran itu penting untuk dijalankan dan diterapkan, karena dengan kejujuranlah allah akan memeberikan rezki yang berkah dan ketenangan dalam kehidupan saya pribadi dan keluarga menanamkan sikap dan sifat jujur kepada diri saya pribadi, keluarga, anak cucu saya dalam hal apaun terlebih kepada anak buah kapal saya dan para nelayan pelaut saya selalau saya ingatkan dan tanyakan perihal bagaimana hasil tangkapan, perbaikan kapal, belanja solar serta penyetoran ikan kepada juragan darat serta apa ada yang mengambil ikan saat akan disetorkan kepaa juragan darat selain buat lauk mereka bentuk kepercayan saya kepada anak buah kapal saya yakni mempercayai anak buah kapal saya tidak pernah menyelewengkan kepercayan yang saya berikan dan sealau melaporkan keadaan sebenarnya kepada saya. Selain itu saya dan keluarga meyakani dengan berbuat jujur keberkahan, ketenangan dan kesejahteraan dalam kehidupan akan tercapai
109 H Gito, wawancara, Puger, 04 Maret 2021
dan kami yakin degan jujur allah akan memeberikan dan melimpahkan kerbekahan dalam rezki kita”.110
Pernyataan di atas dipertegas oleh Habib Isa Mahdi Al-Habsy selaku tokoh agama masyarakat Puger kulon.
“Setiap insan manusia memiliki sikap dan sifat berbuat jujur, menyampaikan keadaan barang dengan sebenarnya, menimbang sesauai takaran, karena dalam islam sendri kita sebagai umat manusia dianjurkan berhati-hati dalam menakar timbanagan dan menyampaikan sesuatu dengan benar dan sesuai keadaan yang ada, karena dengan berbuat jujur Allah akan menurunkan keberkahan dalam rezki kita serta menumbuhkan ketenangan, ketentraman yang mewujudkan kesejahteraan dalam kehidupan kita. Dala kehidupan masyrakat pesisir puger kulon kejujuran dapat dilihat dari menyampaikan bahan saat mebuat jala, menyampaikan hal apapun tentang kapak termasuk pembelanjaan solar, perbaikan kapal, tidak mengambil ikan sebelum di setorkan ke juragan darat, kehidupa nelayan puger dengan juragan laut selalu menjalankan kepercayaan yang diberikan”.111
Beberdasarkan paparan data dari hasil wawancara dengan narasumber peneliti dapat menemukan bahwa nilai-nilai kejujuran dalam masyarakat Puger kulon sangat dipahami dan meyakini bahwa dengan berbuat jujur masyarakat pesisir dan nelayan Puger kulon akan mendapatkan keberkahan dalam meraih rezki dan Allah kan memeberi rahmat dan ketenangan, ketentraman dalam kehidupan. Masyarakat pesisir dan nelayan Puger kulon mengerti bahawa islam mengajarkan kejujuran dalam hal apapun terlebih menimbang dengan benar karena dengan berbuat jujur mereka yakin meraih kesejahteraan dalam hidup.
110 H Mat Lo, wawancara, Puger, 07 Maret 2021
111 Habib Isa Mahdi Al-habbsy, wawancara, Puger 11 Maret 2021
b. Ketauhidan
Nilai-nilai ketaqwaan dan ketauhidan pada masyarakat pesisir dan nelayan Puger kulon bisa diamati dan dilihat dari kegiatan majelis sholawatan dan istighozah yang di ikuti masyarakat setiap malam jum’at dan kajian tadabbur qur’an yang di isi oleh tokoh agama setempat yakni Habib Isa Mahdi Al- Habsy selaku pimpinan pondok pesantren Darus Sholihin yang diselenggarakan setiap Jum’at Pagi, selain mengikuti majelis ta’lim masyrakat juga menjalankan ibadah sebelum menjalankan kegiatan dan mengerjakan sholat sunnah, shalat lima waktu saat melaut dan tidak melaut pada saat hari Juma’at masyarakat nelayan khususnya bapak-bapak shalat jum’at dan berangkat melaut setelah melaksanakan salat jum’at, bahkan saat ramadhan juga berpuasa. Ketaqwaan serta ketauhidan nelayan juga terbentuk dari cara para nelayan mengungkapkan rasa syukur atas panen ikan yang melimpah yang sering disebut dengan istilah petik laut, para nelayan juga saling berhubungan baik dengan tetangga dan mempercayai saran dari tokoh agama.
Pernyataan di atas dipertegas oleh Habib Isa Mahdi Al-Habsy selaku tokoh agama masyarakat pesisir Puger Kulon.
“Nilai-nilai ketaqwaan dan ketauhidan masyarakat pesisir Puger kulon dapat diukur dan dilihat dari kegiatan ibadahnya serta bagaimana kehidupan bermasyarakat antar sesama tetangga serta mengungkapkan rasa syukur aat panen raya ikan. Adapun ketaqwaaan seeorang dapat dikur dari cara beribadah da nada juga dari cara berinteraksi dengan sesama tidak mudah iri, tidak membohongi sesama, tidak menyakati perasaan orang lain, tidak iri kepada sesama. Sedangkan secara beribadah dapat dilihat
dari bagaiamana masyarakat pesisir menjalankan sholat, puasa dan kedekatannya kepada alim ulama demi dengan mengikuti majelis ta,lim dan istighozah serta kajian tadabbur qur’an.
Kegiatan majelis ta’lim di masyrakat puger kulon sendiri pada malam jum’at yakni yasin tahlih dan shoawat dan jum’at paginya tadabbur quran setiap pukul 06.45- 8.15 dengan tujuan untuk memeperkuat keimanan dan renungan apa yang telah ada dalam al qur’an untuk di praktikan dalam kehidupan sehari-hari supaya hidup menjadi sejahtera dan berkah, dalam kesehariannya masyarakat Puger juga menjalankan ibadah seperti sholat fardu sholat jumat puasa terkdang melaaut setelah tarawih selain itu dalam mengungkapkan rasa syukur sebagai salah satu wujud ketaqwan kepada allah degan tradisi petik laut”.112
Pernyataan di atas dipertegas oleh H Asban selaku juragan nelayan Puger kulon.
“Kami selaku masyarakat pesisir Puger kulon dan seorang hamba allah sangat meyakini bahawa ketaqwaan dan ketauhiddan merupakan wujud dari keimanan seseorang yang bisa diukur dan dilihat dari ibadah dan interaksi antara sesama denagan memenghargai sesama, tidak menyakati sesama, tidak iri antar tetangga, kami sangat percaya dengan sholat lima waktu baik dalam keadan melaut atau tidak melaut ditambah dengan sholat sunnah dan dekat dengan alaim ulama dengan tujuan mengharap berkah dan kesalamatatan dari Allah melalaui alim ulama, saya pribadi juga menjalankan perintah agama sholat puasa dan alhadulillah saya sudah menjalankan haji saya pribadi dan keluarga mengikuti masjelis ta’lim sholawatan setiap malam jumat dan mengikuti kajian tadabbur qur’an setiap jumat pagi yang di isi leh tokoh agama yakni habib Isa Mahdi Al-Habsy dalam kajian tadabbur qur’an tersebut sering ditekankan tentang bagaimana menerapkan dagang yang baik, baik kepada sesama seperti berhubungan baik dengan tetangga dan kepada anak buah kapal. Saya mengikuti kajian dan majelis ta’lim bertujan untuk menambah wawasan dan memperkuat ibaah dalam rasa syukur kami masyarakat pesisir puger dalam mewujudknya dengan acara adat yakni petik laut”.113
112 Habib Isa Mahdi Al-habbsy, wawancara, Puger 11 Maret 2021
113 H. Asban, wawancara, Puger, 24 Maret 2021
Pernyataan di atas dipertegas oleh H. Mat Lo selaku juragan nelayan dan tokoh masyarakat pesisir Puger kulon.
“Kami selaku masyarakat pesisir Puger kulon dan seorang hamba allah sangat meyakini bahawa ketaqwaan dan ketauhiddan merupakan wujud dari keimanan seseorang yang bisa diukur dan dilihat dari ibadah dan interaksi antara sesama denagan memenghargai sesama, tidak menyakati sesama, tidak iri antar tetangga, kami sangat percaya dengan sholat lima waktu baik dalam keadan melaut atau tidak melaut ditambah dengan sholat sunnah dan dekat dengan alaim ulama dengan tujuan mengharap berkah dan kesalamatatan dari Allah melalaui alim ulama , saya pribadi juga menjalankan perintah agama sholat puasa dan alhadulillah saya sudah menjalankan haji saya pribadi dan keluarga mengikuti masjelis ta’lim sholawatan setiap malam jumat dan mengikuti kajian tadabbur qur’an setiap jumat pagi yang di isi oleh tokoh agama yakni Habib Isa Mahdi Al-Habsy dalam kajian tadabbur qur’an tersebut sering ditekankan tentang bagaimana menerapkan dagang yang baik, baik kepada sesama seperti berhubungan baik dengan tetangga dan kepada anak buah kapal. Saya mengikuti kajian dan majelis ta’lim bertujan untuk menambah wawasan dan memperkuat ibaah dalam rasa syukur kami masyarakat pesisir Puger dalam mewujudknya dengan acara adat yakni petik laut”.114
Pernyataan di atas dipertegas oleh H. Gito selaku juragan nelayan masyarakat pesisir Puger kulon.
“Kami selaku masyarakat pesisir Puger kulon dan seorang hamba Allah sangat meyakini bahwa ketaqwaan dan ketauhidan merupakan wujud dari keimanan seseorang yang bisa diukur dan dilihat dari ibadah dan interaksi antara sesama denagan memenghargai sesama, tidak menyakati sesama, tidak iri antar tetangga, kami sangat percaya dengan sholat lima waktu baik dalam keadan melaut atau tidak melaut ditambah dengan sholat sunnah dan dekat dengan alaim ulama dengan tujuan mengharap berkah dan kesalamatatan dari Allah melalaui alim ulama , saya pribadi juga menjalankan perintah agama sholat puasa dan alhadulillah saya sudah menjalankan haji saya pribadi dan keluarga mengikuti majelis ta’lim sholawatan setiap malam jumat dan mengikuti kajian tadabbur qur’an setiap jumat pagi yang di isi oleh tokoh agama yakni Habib Isa Mahdi Al- Habsy
114 H Mat Lo, wawancara, Puger, 07 Maret 2021
dalam kajian tadabbur qur’an tersebut sering ditekankan tentang bagaimana menerapkan dagang yang baik , baik kepada sesama seperti berhubungan baik dengan tetangga dan kepada anak buah kapal. Saya mengikuti kajian dan majelis ta’lim bertujan untuk menambah wawasan dan memperkuat ibaah saya dalam rasa syukur kami masyarakat pesisir puger dalam mewujudknya dengan acara adat yakni petik laut”.115
Pernyataan di atas dipertegas oleh Ulil selaku masyarakat peisir Puger kulon.
“Kami selaku masyarakat pesisir Puger kulon dan seorang hamba allah sangat meyakini bahawa ketaqwaan dan ketauhidan merupakan wujud dari keimanan seseorang yang bisa diukur dan dilihat dari ibadah dan interaksi antara sesama denagan memenghargai sesama, tidak menyakati sesama, tidak iri antar tetangga, kami sangat percaya dengan sholat lima waktu baik dalam keadaan melaut atau tidak melaut ditambah dengan sholat sunnah dan dekat dengan alaim ulama dengan tujuan mengharap berkah dan kesalamatatan dari Allah melalaui alim ulama , saya pribadi juga menjalankan perintah agama sholat puasa dan alhadulillah saya pribadi dan keluarga mengikuti masjelis ta’lim sholawatan setiap malam jumat dan mengikuti kajian tadabbur qur’an setiap jumat pagi yang di isi leh tokoh agama yakni Habib Isa Mahdi Al- Habsy dalam kajian tadabbur qur’an tersebut sering ditekankan tentang bagaimana menerapkan dagang yang baik, baik kepada sesama seperti berhubungan baik dengan tetangga dan kepada anak buah kapal. Saya mengikuti kajian dan majelis ta’lim bertujan untuk menambah wawasan dan memperkuat ibaah dalam rasa syukur kami masyarakat pesisir puger dalam mewujudknya dengan acara adat yakni petik laut”.116
Pernyataan di atas dipertegas bapak Slamet selaku nelayan Puger kulon.
“Kami selaku masyarakat pesisir Puger kulon dan seorang hamba Allah sangat meyakini bahawa ketaqwaan dan ketauhiddan merupakan wujud dari keimanan seseorang yang bisa diukur dan dilihat dari ibadah dan interaksi antara sesama dengan memenghargai sesama, tidak menyakati sesama, tidak iri
115 H Gito, wawancara, Puger, 04 Maret 2021
116 Ulil, wawancara, Puger, 09 Maret 2021
antar tetangga, kami sangat percaya dengan sholat lima waktu baik dalam keadan melaut atau tidak melaut ditambah dengan sholat sunnah dan dekat dengan alim ulama dengan tujuan mengharap berkah dan kesalamatatan dari Allah melalaui alim ulama , saya pribadi juga menjalankan perintah agama sholat puasa dan alhadulillah saya pribadi dan keluarga mengikuti masjelis ta’lim sholawatan setiap malam jumat dan mengikuti kajian tadabbur qur’an setiap jumat pagi yang di isi leh tokoh agama yakni Habib Isa Mahdi Al- Habsy dalam kajian tadabbur qur’an tersebut sering ditekankan tentang bagaimana menerapkan dagang yang baik, baik kepada sesama seperti berhubungan baik dengan tetangga dan kepada anak buah kapal.
Saya mengikuti kajian dan majelis ta’lim bertujan untuk menambah wawasan dan memperkuat ibadah dalam rasa syukur kami masyarakat pesisir puger dalam mewujudknya dengan acara adat yakni petik laut”.117
Pernyataan di atas dipertegas oleh bapak Dori selaku nelayan Puger kulon.
“Kami selaku masyarakat pesisir Puger kulon dan seorang hamba Allah sangat meyakini bahawa ketaqwaan dan ketauhiddan merupakan wujud dari keimanan seseorang yang bisa diukur dan dilihat dari ibadah dan interaksi antara sesama denagan memenghargai sesama, tidak menyakati sesama, tidak iri antar tetangga, kami sangat percaya dengan sholat lima waktu baik dalam keadan melaut atau tidak melaut ditambah dengan sholat sunnah dan dekat dengan alaim ulama dengan tujuan mengharap berkah dan kesalamatatan dari Allah melalaui alim ulama, saya pribadi juga menjalankan perintah agama sholat puasa dan alhadulillah saya pribadi dan keluarga mengikuti masjelis ta’lim sholawatan setiap malam jumat dan mengikuti kajian tadabbur qur’an setiap jumat pagi yang di isi leh tokoh agama yakni Habib Isa Mahdi Al- Habsy dalam kajian tadabbur qur’an tersebut sering ditekankan tentang bagaimana menerapkan dagang yang baik, baik kepada sesama seperti berhubungan baik dengan tetangga dan kepada anak buah kapal. Saya mengikuti kajian dan majelis ta’lim bertujan untuk menambah wawasan dan memperkuat ibaah dalam rasa syukur kami masyarakat pesisir Puger dalam mewujudknya dengan acara adat yakni petik laut”.118
117 Slamet, wawancara, Puger, 01 maret 2021
118 Zainudin, wawancara, Puger, 3 Maret 2021