KAJIAN TEORI DAN KERANGKA KONSEP
A. Perspektif Teori
2. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)
2.4. Tahap-Tahap Penyusunan dan Pembahasan APBD
e. penerimaan kembali pemberian pinjaman; dan f. penerimaan piutang daerah.
2. Pengeluaran pembiayaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 59 mencakup:
a. pembentukan dana cadangan;
b. penanaman modal (investasi) pemerintah daerah;
c. pembayaran pokok utang; dan d. pemberian pinjaman daerah.
Sisa lebih perhitungan anggaran sebelumnya diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Negara pasal 62; Sisa lebih perhitungan anggaran sebelumnya (SiLPA) sebagaimana dimaksud pasal 60 ayat (1) huruf a mencakup pelampauan penerimaan PAD, pelampauan penerimaan dana perimbangan, pelampauan penerimaan lain-lain pendapatan daerah yang sah, pelampauan penerimaan pembiayaan, penghematan belanja, kewajiban kepada fihak ketiga sampai dengan akhir tahun belum terselesaikan, dan sisa dana kegiatan lanjutan.
rakyat melalui pemilihan umum legislatif. Olehnya itu ketika kedua lembaga itu mengambil keputusan bersama, maka itu adalah proses politik atau kebijakan itu produk dari proses politik. Hal itu sesuai dengan pendapat Nugroho (2015:110) bahwa kebijakan publik adalah bagian dari urutan 1). Kepercayaan akan kebaikan;
2). Nilai-nilai dan norma; 3). Institusionalisasi politik; 4). Proses politik; 5).
Kebijakan publik sebagai produk dan proses politik; 6). Kinerja kebijakan atau kegagalannya yang menghasilkan kepercayaan baru tentang kebaikan memperkuat adanya kebijakan.
Disamping itu APBD juga merupakan kebijakan pemerintah daerah bersama dengan DPRD yang menyangkut kepentingan publik dan sebagi sebuah kebijakan, APBD melalui beberapa proses yang saling berhubungan. Dunn (2003:25) “bahwa proses pembuatan kebijakan publik selalu diawali oleh serangkaian kegiatan yang saling bertautan dan berhubungan antara satu dengan yang lain”.
APBD yang merupakan kesepakatan bersama antara Pemerintah Daerah dan DPRD, maka sebelum sampai pada pembahasan dan akhirnya persetujuan bersama terhadap rancangan Perda tentang APBD, maka ada beberapa tahap-tahap pembahasan APBD. Tahap pertama diawali dengan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) yang merupakan landasan dalam penyusunan APBD. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara, pasal 8 ayat (1) Pemerintah Daerah menyampaikan Kebijakan Umum APBD tahun anggaran berjalan sejalan dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah, sebagai
landasan penyusunan RAPBD kepada DPRD selambat-lambatnya pertengahan Juni tahun berjalan.
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara pasal 20 ayat (1) Pemerintah Daerah mengajukan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD disertai penjelasan dan dokumen-dokumen pendukungnya kepada DPRD pada minggu pertama bulan Oktober tahun sebelumnya. Ketentuan tersebut diperkuat dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah pasal 311 ayat (1) Kepala Daerah wajib mengajukan rancangan Perda tentang APBD disertai penjelasan dan dokumen-dokumen pendukungnya kepada DPRD sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh ketentuan peraturan perundang-undangan untuk memperoleh persetujuan bersama.
Tahapan dan jadwal penyusunan APBD berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 Tahun 2017 Tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun 2018:
a. Penyusunan RKPD pada akhir bulan Mei selama satu minggu;
b. Penyampaian Rancangan KUA dan Rancangan PPAS oleh Ketua TAPD kepada Kepala Daerah pada minggu I bulan Juni.
c. Penyampaian Rancangan KUA dan Rancangan PPAS oleh Kepala Daerah kepada DPRD pada minggu II bulan Juni.
d. Kesepakatan antara Kepala Daerah dan DPRD atas rancangan KUA dan Rancangan PPAS pada akhir bulan Juli.
e. Penerbitan Surat Edaran Kepala Daerah perihal Pedoman Penyusunan RKA SKPD dan RKA-PPKD pada minggu I bulan Agustus.
f. Penyusunan dan pembahasan RKA SKPD dan RKA-PPKD serta penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD dimulai minggu I bulan Agustus.
g. Penyampaian Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD kepada DPRD, paling lambat 60 hari kerja sebelum pengambilan persetujuan bersama DPRD dan Kepala Daerah.
h. Pengambilan persetujuan bersama DPRD dan Kepala Daerah paling lambat 1 bulan sebelum dimulainya tahun anggaran berkenan.
i. Menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD dan Rancangan Peraturan Kepala Daerah tentang Penjabaran APBD kepada Menteri Dalam Negeri/Gubernur untuk dievaluasi, 3 hari kerja setelah persetujuan bersama.
j. Hasil evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD dan Rancangan Peraturan Kepala Daerah tentang Penjabaran APBD, paling lama 15 hari kerja setelah Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD dan Rancangan Peraturan Kepala Daerah tentang Penjabaran APBD diterima oleh Menteri Dalam Negeri/Gubernur.
k. Penyempurnaan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD sesuai hasil evaluasi yang ditetapkan dengan keputusan pimpinan DPRD tentang penyempurnaan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD, paling lambat 7 hari kerja (sejak diterima keputusan hasil evaluasi).
l. Penyampaian keputusan DPRD tentang penyempurnaan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD kepada Menteri Dalam Negeri/
Gubernur, 3 hari kerja setelah keputusan pimpinan DPRD ditetapkan.
m. Penetapan Peraturan Daerah tentang APBD dan Peraturan Kepala Daerah tentang Penjabaran APBD sesuai dengan hasil evaluasi, paling lambat akhir Desember (31 Desember).
n. Penyampaian Peraturan Daerah tentang APBD dan Peraturan Kepala Daerah tentang Penjabaran APBD kepada Menteri Dalam Negeri/
Gubernur, paling lambat 7 hari kerja setelah Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah ditetapkan.
Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2018, dalam menyusun APBD Tahun Anggaran 2018, Pemerintah Daerah dan DPRD harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a. Kepala Daerah dan DPRD wajib menyetujui bersama rancangan peraturan daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2018 paling lambat 1(satu) bulan sebelum dimulainya Tahun Anggaran 2018.
Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah Daerah harus memenuhi jadwal proses penyusunan APBD Tahun Anggaran 2018, mulai dari penyusunan dan penyampaian rancangan KUA dan rancangan PPAS kepada DPRD untuk dibahas dan disepakati bersama paling lambat akhir bulan Juli 2017. Selanjutnya KUA dan PPAS yang telah disepakati bersama akan menjadi dasar bagi Pemerintah
Daerah untuk menyusun, menyampaikan dan membahas rancangan peraturan daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2018 antara Pemerintah Daerah dengan DPRD sampai dengan tercapainya persetujuan bersama antara Kepala Daerah dengan DPRD terhadap rancangan peraturan daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2018, paling lambat tanggal 30 Nopember 2017, sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 312 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014. Dalam membahas rancangan peraturan daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2018 antara Kepala Daerah dengan DPRD wajib mempedomani RKPD, KUA dan PPAS untuk mendapatkan persetujuan bersama sebagaimana dimaksud pasal 311 ayat (3) Undang-Undang Nomor 23 Thun 2014.
b. Dalam hal daerah melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2017 dan/atau dokumen RPJMD berakhir, penyusunan prioritas daerah dalam rancangan KUA dan PPAS berpedoman kepada RPKD tahun 2018 yang memuat arah kebijakan dan sasaran pokok RPJPD, program prioritas nasional dan RKP, program strategis nasional yang ditetapkan oleh pemerintah dan memperhatikan visi, misi, program Kepala Daerah terpilih, serta mempedomani Peraturan Daerah mengenai Organisasi Perangkat Daerah.