BAB II KAJIAN PUSTAKA
C. Jurnalisme Online
4. Tahapan Analisis Wacana
Tahapan analisis wacana yang dikemukakan van Dijk sebagai berikut:
Tabel 2.1. Elemen Wacana van Dijk
STRUKTUR WACANA
HAL YANG DIAMATI
ELEMEN
Struktur makro TEMATIK
(Apa yang dikatakan)
Tema/ Topik
Superstruktur SKEMATIS
(Bagaimana pendapat disusun dan dirangkai)
Skema
Struktur mikro SEMANTIK
(Makna yang ingin ditekankan dalam teks
berita)
Latar, detail, maksud, praanggapan,
nominalisasi
Struktur mikro SINTAKSIS
(Bagaimana pendapat disampaikan?)
Bentuk kalimat, koherensi, kata ganti
49
Alex Sobur, Analisis Teks..., hal. 73-74.
Struktur mikro STILISTIK (Pilihan kata apa yang
dipakai?)
Leksikon
Struktur mikro RETORIS
(Bagaimana dan dengan cara apa penekanan
dilakukan?)
Grafis, Metafora, Ekspresi
Dalam pandangan van Dijk, segala teks bisa dianalisis dengan menggunakan elemen tersebut. Meski terdiri dari berbagai elemen, semua elemen itu merupakan suatu kesatuan, saling berhubungan dan mendukung satu sama lainnya. Berikut uraian elemen-elemen pada analisis wacana:
a. Tematik
Secara harfiah tema berarti sesuatu yang telah diuraikan. Tema adalah suatu amanat utama yang disampaikan oleh penulis melalui tulisannya. Kata tema sering disandingan dengan topik. Topik menunjukkan informasi yang paling penting atau inti pesan yang ingin disampaikan oleh komunikator.
b. Skematis
Elemen skematis menggambarkan bentuk umum dari suatu teks. Bentuk ini disusun dengan sejumlah kategori seperti pendahuluan, isi, kesimpulan, pemecahan masalah, penutup, dan sebagainya. Dalam konteks penyajian berita, umumnya mempunyai dua kategori skema besar yaitu summary dan story.
Summary ditandai dengan dua elemen yakni judul dan lead (teras berita),
sedangkan story yakni isi secara keseluruhan
c. Semantik
Semantik dalam skema van Dijk dikategorikan sebagai makna lokal, yakni makna yang muncul dari hubungan antar kalimat, hubungan antarproposisi yang membangun makna tertentu dalam suatu bangunan teks. Analisis wacana banyak memusatkan perhatian pada dimensi teks seperti makna yang eksplisit maupun implisit, makna yang disengaja maupun disembunyikan dan bagaimana orang menulis atau berbicara mengenai hal itu. Dengan kata lain semantik tidak hanya mendefinisikan bagian mana yang penting, tetapi juga menggiring ke arah sisi tertentu dari suatu peristiwa. Elemen pada strategi semantik yaitu:
1) Latar
Latar merupakan elemen wacana yang dapat menjadi alasan pembenar gagasan yang diajukan dalam suatu teks. Seperti dalam suatu perselisihan politik, di mana secara sistematis seseorang berusaha mempertahankan pendapat kelompok sendiri dan menyerang argumentasi pihak lawan. Latar peristiwa itu dipakai untuk menyediakan latar belakang hendak kemana makna suatu teks itu dibawa. Ini merupakan cerminan ideologis, dimana komunikator dapat menyediakan latar belakang dapat juga tidak, tergantung pada kepentingan mereka.
2) Detail
Berhubungan dengan kontrol informasi yang ditampilkan komunikator. Komunikator akan menampilkan secara berlebihan informasi yang menguntungkan dirinya atau citra yang baik. Sebaliknya, ia akan menampilkan informasi dalam jumlah sedikit kalau hal itu merugikan kedudukannya.
3) Maksud
Melihat apakah teks itu disampaikan secara eksplisit ataukah tidak. Umumnya, informasi yang menguntungkan komunikator akan diuraikan secara eksplisit dan jelas, sebaliknya informasi yang merugikan akan diuraikan secara tersamar, implisit dan tersembunyi.
4) Praanggapan (presupporsition)
Praanggapan merupakan pernyataan yang digunakan untuk mendukung makna suatu teks. Praanggapan berupaya mendukung pendapat dengan memberikan premis yang dipercaya kebenarannya. Praanggapan hadir dengan pernyataan yang dipandang terpercaya sehingga tidak perlu dipertanyakan.
5) Nominalisasi
Strategi ini berkaitan dengan pengubahan kata kerja (verba) menjadi kata benda (nomina). Umumnya, nominalisasi dilakukan dengan memberikan imbuhan pe-an. Nominalisasi dapat menghilangkan subjek dalam teks. Hal tersebut berhubungan dengan transformasi dari bentuk kalimat aktif. Di dalam struktur kalimat aktif selalu membutuhkan subjek dan juga selalu berbentuk kata kerja,
yang menunjuk pada apa yang dilakukan (proses) oleh subjek. Nominalisasi tidak membutuhkan subjek karena pada dasarnya merupakan proses mengubah kata kerja yang bermakna tindakan atau kegiatan menjadi kata benda yang bermakna peristiwa. Misalnya tidakan memerkosa ditransformasikan sebagai peristiwa pemerkosaan.50
d. Sintaksis
Secara etimologis, kata sintaksis berasal dari kata Yunani (sun: dengan,
tattein: menempatkan). Jadi, kata sintaksis secara etimologis berarti menempatkan
bersama-sama kata-kata menjadi kelompok kata atau kalimat. Strategi untuk menampilkan diri sendiri secara positif, itu juga dilakukan untuk memanipulasi politik menggunakan sintaksis (kalimat) seperti pada pemakaian kata ganti, aturan tata kata, pemakaian sintaksis yang spesifik, pemakaian kalimat aktif atau pasif. Bagian dari elemen sintaksis yaitu:
1) Koherensi
Koherensi yaitu pertalian atau jalinan antarkata, atau kalimat. Dua buah kalimat yang menggambarkan fakta yang berbeda dapat dihubungkan dengan memakai koheren, sehingga fakta yang tidak berhubungan sekalipun dapat menjadi berhubungan ketika komunikator menghubungkannya. Koherensi dapat ditampilkan melalui hubungan sebab akibat, bisa juga sebagai penjelas. Secara mudah dapat diamati, diantaranya dari kata hubungan yang dipakai untuk
menghubungkan fakta atau proposisi. Kata hubung yang dipakai (dan, akibat, tetapi, lalu, karena, meskipun).
2) Kata Ganti.
Kata ganti merupakan elemen untuk memnipulasi bahasa dengan menciptakan suatu komunitas imajinatif. Adalah suatu gejala universal bahwa dalam bahasa sebuah kata yang mengacu kepada manusia, benda, atau hal, tidak akan dipergunakan berulang kali dalam sebuah konteks yang sama.51
3) Bentuk Kalimat
Bentuk kalimat segi sintaksis yang berhubungan dengan cara berpikir logis, yaitu prisip kausalitas. Bentuk kalimat ini bukan hanya persoalan teksnis kebenaran tata bahasa, tetapi menentukan makna yang dibentuk oleh susuanan kalimat. Dalam kalimat yang berstruktur aktif, seseorang menjadi subjek dari pernyataannya, sedangkan dalam kalimat pasif seseorang menjadi objek dari pernyataannya.52
e. Stilistik
Pusat perhatian stilistika adalah style, yaitu cara yang digunakan seorang pembicara atau penulis untuk menyatakan maksudnya dengan bahasa sebagai sarana. Dengan demikian, style dapat diterjemahkan sebagai gaya bahasa. Elemen yang digunaka berupa leksikon, elemen ini menandakan bagaimana seseorang melakukan pilihan kata atas berbagai kemungkinan kata yang tersedia. Kata
51
Alex Sobur, Analisis Teks..., hal. 75-82 52 Eriyanto, Analisis Wacana..., hal 251.
“meninggal” misalnya mempunyai kata lain: mati, tewas, gugur, terbunuh, menghembuskan nafas terakhir, dan sebagainya.
f. Retoris
Strategi dalam retoris ini adalah gaya yang diungkapkan ketika seseorang berbicara atau menulis. Misal dengan menggunakan kata berlebihan (hiperbolik), atau bertele-tele. Retoris mempunyai fungsi persuasif, dan berhubungan erat dengan bagaimana pesan itu ingin disampaikan kepada khalayak. Strategi lain pada retoris juga muncul dalam bentuk:
1) Ekspresi
Ekspresi dimaksudkan untuk membantu menonjolkan atau menghilangkan bagian tertentu dari teks yang disampaikan. Elemen ini merupakan bagian untuk memeriksa apa yang ditekankan atau ditonjolkan oleh seseorang yang dapat diamati dari teks. Dalam teks tertulis muncul misalnya dalam bentuk grafis, gambar, foto, raster, atau tabel untuk mendukung gagasan atau untuk bagian lain yang tidak ingin ditonjolkan.
2) Metafora
Dalam suatu wacana, seorang komunikator tidak hanya menyampaikan pesan pokok, tetapi juga kiasan, ungkapan, metafora yang dimaksudkan sebagai ornamen atau bumbu dari suatu teks.53
53
Alex Sobur, Analisis Teks..., hal. 84.