BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
B. Paparan Data
1. Perencanaan Strategi Promosi Dalam Proses Penerimaan Siswa Baru Masa
Penelitian dilakukan untuk memperoleh temuan di lapangan yang berupa data wawancara, observasi, dan dokumentasi, maka dari hasil temuan tersebut dapat dirangkum menjadi suatu penelitian sebagai berikut:
Sebelum pada tahap perencanaan langkah awal yang dilakukan yakni dengan penyusunan jobdisk agar suatu kegiatan dapat dikerjakan oleh tenaga yang mengerti pada
bidangnya. MAN 2 Kota Madiun merupakan lembaga pendidikan yang memiliki struktur organisasi yang jelas dan sesuai dengan program Madrasah. Struktur oraganisasi tersebut disusun oleh tenaga pendidik dan kependidikan profasional dibidangnya yang bertujuan untuk memanjukan visi misi Madrasah. Hal ini sejalan dengan apa yang dipaparkan oleh Bapak Zainal Arifin, S.Ag, M.Pd.I, M.A selaku Kepala Madrasah, yakni :
MAN 2 Kota Madiun merupakan lembaga pendidikan Negeri dibawah naungan Kementrian Agama (KEMENAG) dan memiliki struktur organisasi yang jelas, terdiri dari Kepala Madrasah, Komite Madrasah, Waka Kurikulum, Waka Kesiswaan, Waka Sarana Prasarana, Waka Humas, Guru, Tata Usaha, hingga petugas kebersihan yang telah mengemban jobdisk yang sesuai dibidangnya.67 Selain itu MAN 2 Kota Madiun memiliki jargon yakni “Madrasah Unggulan”, oleh karena itu Madrasah harus mampu memberikan pelayanan yang terbaik agar tetap menjadi madrasah yang diminati masyarakat, Madrasah yang unggul dan berkompeten mampu mempertahankan eksistensinya dikala banyaknya lembaga pesaing lainnya.
Selain itu saat akan merumuskan rencana promosi madrasah hendaknya didukung SDM yang berkompeten dan kerjasama tim yang baik, hal tersebut sesuai dengan yang yang disampaikan oleh Ibu purwitaningsih, S.Pd, M.Pd selaku ketua PPDB:
Benar, sebuah tujuan tidak akan berjalan tanpa adanya kerjasama atau dukungan antar tim. Tidak terkecuali pada saat kegiatan Penerimaan Peserta Didik Baru disini seluruh Waka terlibat, adapun struktur organisasi sebagai berikut: Kepala Madrasah (penanggung jawab); waka kesiswaan (ketua); staf kesiswaan dan staf kurikulum (sekretaris); guru dan staf kesiswaan (bendahara); waka sarpras dan K TU (sie perlengkapan); waka dan staf humas (koor dan sie sosialisasi); staf kurikulum, staf sarpras dan guru (koor dan sie pengelola data); waka kurikulum dan guru (koor dan sie seleksi). Jadi disini banyak yang dilibatkan agar mempermudah jalannya penerimaan siswa baru dengan maksimal. Untuk pengkoordinasian dilakukan melalui grub whatsapp atau rapat mingguan untuk mengkontrol apakah ada kendala pada jobdisk yang telah diberikan.68
Setelah tugas dan tanggungjawab panitia terbentuk selanjutnya mengadakan rapat, yang mana dalam rapat tersebut membahas tentang target sekolah yang dituju, bentuk kegiatan promosi yang dilakukan dll, di dalam pemaparan tersebut dapat dikelompokkan
67 Wawancara nomor 01/W/16-04/2022.
68 Dokumentasi nomor 06/D/31-3/2022.
dengan menganut strategi STP (segmentation, targeting, dan positioning), sebagai berikut:
a. Segmentation merupakan langkah awal yang dilakukan dalam membagi pasar berdasarkan demografis (jenis kelamin ataupun umur) dengan segmentation sebuah rencana dapat berjalan secara efektif dan efisien dalam menentukan target. Selain itu segmentasi pasar juga dapat mengetahui dan memahami kebutuhan masyarakat serta sasaran yang hendak dituju.
Dalam sebuah kegiatan langkah awal yang dipersiapkan yakni dengan merumuskan rencana, perencanaan tersebut digunakan sebagai acuan terkait kegiatan apa saja yang akan dilakukan dalam kegiatan promosi Madrasah ini. Promosi merupakan kegiatan rutinan yang dilakukan setiap tahun oleh MAN 2 Kota Madiun, kegiatan tersebut dilakukan untuk memperluas pengetahuan masyarakat tentang Madrasah, hal ini seperti yang diungkapkan oleh Ibu Purwitaningsih, S.Pd, M.Pd selaku ketua PPDB:
Mulanya waka humas berserta tim melakukan rapat terlebih dahulu dengan waka kesiswaan terkait dengan strategi yang dilakukan untuk menarik minat siswa menimba ilmu di MAN 2 Kota Madiun, walaupun Madrasah sudah cukup dikenal akan tetapi kita juga masih tetap mengadakan kegiatan promosi agar lebih eksis disegala kalangan saat ini. Sebelum melaksanaan kegiatan promosi seluruh tim melakukan rapat terlebih dahulu untuk merancang apa saja yang diperlukan, agar kegiatan dapat berjalan dengan maksimal.69
Seperti yang diungkapkan oleh Ibu Purwitaningsih, dalam pertemuan tersebut membahas terkait:
Rapat tersebut membahas mengenai sekolah mana saja yang hendak dituju, penguasaan materi sosialisasi, pembagian tugas sosialisasi, lalu adapun rangkaian proses PPDB MAN 2 Kota Madiun mulai dari memperkenalkan keunggulan Madrasah, jurusan, fasilitas dll. Serta tidak lupa menjelaskan alur pendaftaran, karena masih situasi pandemi PPDB tahun ini dilaksanakan secara online dengan membahas sistematika pendaftaran, penginputan data, klasifikasi, seleksi, pengumuman, dan daftar ulang bagi calon siswa baru.70
69Wawancara nomor 02/W/29-03/2022.
70Wawancara nomor 02/W/29-03/2022.
Jadi di MAN 2 Kota Madiun penerapan segmentation dilakukan dengan menyasar siswa-siswi kelas 9 yang akan lulus tingkat menengah pertama salah satunya mengarah sekolah-sekolah terdekat dari madrasah dan sekolah luar tingkat SMP/MTS se karisidenan Madiun. Dengan cara tersebut diharapkan Madrasah mampu memperoleh siswa sesuai target yang telah ditentukan.
b. Targeting merupakan penentuan pasar yang mana mengingat banyaknya lembaga saat ini maka Madrasah harus selektif menentukan sekolah mana yang memiliki peluang besar bagi Madrasah. Oleh karena itu harus cermat dalam menentukan target untuk keberlangsungan Madrasah dimasa yang akan datang.
Suatu lembaga maupun instansi tidak luput dengan adanya promosi hal ini bertujuan agar lembaga tetap dikenal oleh khalayak umum, serta memberikan update perkembangan Madrasah kepada masyarakat sekaligus pengenalan yang bertujuan untuk memperoleh siswa sesuai yang ditargetkan. Hal ini tentu menjadi peluang untuk menarik siswa mendaftarkan diri ke MAN 2 Kota Madiun.
Aktivitas targeting yang dilakukan MAN 2 Kota Madiun menentukan beberapa sekolah di karisidenan Madiun untuk dilayani serta memfokuskan kepada sekolah yang satu naungan Kementrian Agama yang dapat dipastikan bahwa lulusan tersebut akan melanjutkan pada lembaga yang sama tentu akan berpeluang bagi Madrasah, seperti yang disampaikan oleh ibu purwitaningsih adapun sekolah-sekolah yang dituju meliputi: SMPN 1-14 Kota Madiun, SMP Bakti Ibu, MTSN Kota Madiun, MTSN 1,2,3,6 Madiun, dan SMPN/MTSN di Magetan.71
c. Positioning merupakan ciri khas yang diberikan madrasah sebagai penanda bahwa lembaga tersebut berbeda dengan lainnya. Selain itu positioning merupakan cara yang dilakukan lembaga dengan memberikan keyakinan, keunikan/ keunggulan agar membuat masyarakat tertarik dengan lembaga tersebut.
71Wawancara nomor 02/W/29-03/2022.
Sebuah lembaga pendidikan harus mampu mempertahankan eksistensinya serta mampu memahami apa yang dibutuhkan oleh masyarakat agar lembaga tersebut menjadi incaran masyarakat dengan kelebihan yang dimilikinya sehingga tepat sasaran dalam menarik calon siswa sesuai dengan yang ditargetkan. Ditengah persaingan yang pesat serta ditambah adanya dampak pandemi covid-19 membuat lembaga pendidikan harus extra gencar memperkenalkan keunggulan yang dimilikinya agar dapat menarik minat calon peserta didik, hal ini dibuktikan dengan program serta fasilitas yang disediakan lembaga, seperti yang disampaikan oleh Bapak Zainal Arifin:
MAN 2 Kota Madiun merupakan salah satu Madrasah Aliyah unggulan yang menyelenggarakan beberapa program, diantaranya program pendidikan keterampilan, program keagamaan, program akademik, program riset, dan program sks, dan memfasilitasi berbagai estrakurikuler sesuai dengan bakat dan minat peserta didik.72
Gambar 4.1 Dokumentasi Terkait Program Unggulan Madrasah
Hal ini dibuktikan oleh adanya dokumen tersebut bahwasannya MAN 2 Kota Madiun ingin dikenal masyarakat sebagai Madrasah Unggulan yang didalamnya terdapat program-program untuk memenuhi kebutuhan siswa dan memberikan wadah bagi siswa-siswi dalam mengembangkan dan menyesuaikan bakat dan minat dirinya pada kemampuan yang dimiliki. Seperti yang telah dicantumkan visi misi Madrasah yakni memberikan kesempatan bagi siswa untuk meningkatkan kemampuan sehingga memiliki daya saing dalam prestasi akademik maupun non akademik yang dapat digunakan dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun dunia kerja.
72Wawancara nomor 01/W/16-04/2022.
Selain Madrasah ingin dikenal oleh masyarakat sebagai Madrasah Unggulan maka hal ini didukung pula dengan beberapa tawaran yang diberikan, seperti yang telah disampaikan oleh bapak Zainal Arifin bahwasannya terdapat fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar siswa seperti gor, gedung-gedung ekstra, perpustakaan, laboratorium dan ma’had.73
Lembaga yang unggul yakni lembaga yang mampu memepertahankan eksistensinya ditengah persaingan yang semakin pesat, lembaga harus mampu memberikan perkembangan/keunikan serta mampu mengkomunikasikan keberadaannya pada khalayak umum agar tetap bertahan dibanding dengan lembaga lainnya. Dalam proses keberlangsungan kegiatan promosi madrasah tersebut tidak luput dari pemantauan Kepala Madrasah, hal ini dilakukan agar mengetahui sejauh mana kegiatan berlangsung dan saling membantu apabila terdapat kendala saat kegiatan berlangsung dapat diatasi dengan beberapa opsi yang dimilikinya.
MAN 2 Kota Madiun memiliki beberapa tahap penyusunan sebuah perencanaan agar dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan. Peneliti memaparkan dalam bentuk bagan agar mudah dipahami, sebagai berikut:
Gambar 4.2 Perencanaan Strategi Promosi dalam Proses Penerimaan Peserta Didik Baru
73 Wawancara nomor 01/W/16-04/2022.
Kepala Madrasah, waka, guru, dan staff dalam PPDB Waktu Pelaksanaan Dilaksanakan pada saat
tahun ajaran baru
Menyusun anggota panitia
Menentukan terget Seluruh SMP/MTS se karisidenan madiun Rapat Kerja
Melakukan penjadwalan
Menentukan sekolah yang dituju
Membagi tugas sosialisasi
Sistematika pendaftaran
Dari uraian pada gambar 4.2 dapat disimpulkan bahwa langkah awal dalam kegiatan perencanaan strategi promosi dengan penyusunan panitia, selanjutnya menentukan strategi dengan menggunakan STP antara lain: Segmentation, Targeting dan Positioning; pertama, segmentation menentukan serta memilih sekolah yang berpeluang besar bagi Madrasah siswa-siswi kelas 9 lulusan SMP/MTS se karisidenan madiun;
kedua targeting dengan menentukan target sekolah yang memiliki peluang besar bagi Madrasah diantaranya SMPN 1-14 Kota Madiun, MTSN Kota Madiun, MTSN 1,2,3,6 Madiun, SMP Bakti Ibu, dan SMP/MTS di Magetan; ketiga positioning yakni Madrasah ingin dikenal oleh masyarakat sebagai Madrasah Unggulan dengan dibuktikannya dengan program-program unggulan akademik maupun non akademik yang dimiliki serta pemberian penawaran sebagai daya tarik masyarakat untuk memutuskan melanjutkan pendidikan di MAN 2 Kota Madiun.
2. Pelaksanaan Strategi Promosi Dalam Proses Penerimaan Siswa Baru Masa