dalam jangka panjang 11% 13% 13%
Tingkat kenaikan gaji 8% 6% 6%
Komponen beban pensiun berkala bersih yang diakui adalah sebagai berikut:
2003 2002 2001
Beban jasa kini 89.193 65.661 32.441
Beban bunga 537.797 418.044 277.077
Pengembalian aktiva program pensiun (421.706) (343.121) (266.324)
Amortisasi dan penangguhan - bersih (176.465) 132.928 17.624
Kenaikan amortisasi beban jasa lalu 156.784 88.786 23.806
Beban pensiun berkala bersih (Catatan 39) 185.603 362.298 84.624
Selain itu, beban pensiun yang dibebankan kepada Unit KSO pada tahun 2003, 2002 dan 2001 masing-masing berjumlah Rp29.896 juta, Rp25.207 juta dan Rp27.188 juta.
b. Telkomsel
Telkomsel menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti bagi para karyawannya, di mana manfaat pensiun yang akan dibayar dihitung berdasarkan gaji pokok terakhir dan masa kerja karyawan. Program pensiun ini dikelola oleh PT Asuransi Jiwasraya, perusahaan asuransi jiwa milik negara. Kontribusi karyawan terhadap program ini adalah sebesar 5% dari gaji pokok dan sisa jumlah yang diperlukan untuk mendanai program tersebut ditanggung oleh Telkomsel.
Kontribusi Telkomsel untuk program pensiun berjumlah Rp3.081 juta, Rp5.163 juta dan Rp3.080 juta masing-masing untuk tahun 2003, 2002 dan 2001.
45. PROGRAM PENSIUN (lanjutan) b. Telkomsel (lanjutan)
Komponen beban pensiun berkala bersih adalah sebagai berikut:
2003 2002 2001
Beban jasa kini 3.068 2.651 2.247
Amortisasi dan penangguhan - bersih 2.243 (533) (943)
Beban pensiun berkala bersih 5.311 2.118 1.304
Beban pensiun berkala bersih untuk program pensiun dihitung berdasarkan perhitungan aktuaria yang dilakukan oleh PT Watson Wyatt Purbajaga, aktuaris independen yang berasosiasi dengan Watson Wyatt Worldwide. Asumsi dasar aktuaris independen pada tanggal 31 Desember 2003 dan 2002 adalah sebagai berikut:
2003 2002 2001
Tingkat diskonto 11% 12% 12%
Taksiran tingkat pengembalian aktiva program pensiun
dalam jangka panjang 7,5% 12% 12%
Tingkat kenaikan gaji 9% 10% 10%
Status pendanaan program pensiun pada tanggal 31 Desember 2003 dan 2002 adalah sebagai berikut:
2003 2002
Kewajiban pensiun 35.502 20.927
Nilai wajar aktiva program pensiun 8.504 27.919
Kelebihan (kekurangan) aktiva program pensiun
atas estimasi kewajiban pensiun (26.998) 6.992
Beban jasa lalu yang belum diakui 1.443 3.135
Koreksi aktuaria yang belum diakui 23.718 (2.813)
Beban pensiun dibayar dimuka (masih harus dibayar) (1.837) 7.314
Kewajiban bersih yang belum diakui pada tanggal penerapan awal PSAK No. 24 diamortisasi selama estimasi sisa masa kerja rata-rata karyawan aktif, yaitu selama 18,87 tahun, yang dimulai sejak tanggal 1 Juni 1999.
45. PROGRAM PENSIUN (lanjutan) c. Anak perusahaan lainnya
Infomedia
Infomedia menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti bagi karyawannya. Pada tanggal 31 Desember 2003, status pendanaan program pensiun adalah sebagai berikut:
2003
Kewajiban pensiun (3.774)
Nilai wajar aktiva program pensiun 4.432
Status pendanaan 658
Beban jasa lalu yang belum diamortisasi 1.259
Koreksi aktuaria yang belum diamortisasi (497)
Perubahan asumsi aktuaria yang belum diamortisasi 150
Beban pensiun dibayar dimuka 1.570
Lainnya
Pada anak perusahaan lainnya yang tidak menyelenggarakan program pensiun, kewajiban pensiun dihitung berdasarkan Undang-undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Jumlah kewajiban yang diakui pada tanggal 31 Desember 2003 sebesar Rp576 juta.
46. PENGHARGAAN MASA KERJA
Perusahaan memberikan penghargaan dalam bentuk uang tunai kepada karyawan yang telah memenuhi syarat masa kerja tertentu. Penghargaan yang dibayarkan selama masa kerja aktif karyawan, pada saat terjadi pengunduran diri, pensiun, atau saat pemutusan hubungan kerja karyawan, adalah sebagai berikut:
Penghargaan yang diberikan selama masa kerja: i. Karya Bhakti - penghargaan jangka panjang ii. Tunjangan cuti besar
Penghargaan yang dibayarkan pada saat pengunduran diri, pensiun, atau pemutusan hubungan kerja: i. Penghargaan Purnabhakti dan Pengabdian
ii. Biaya fasilitas perumahan terakhir iii. Tunjangan transportasi terakhir
46. PENGHARGAAN MASA KERJA (lanjutan)
Penilaian aktuaria untuk penghargaan masa kerja dilakukan berdasarkan pengukuran pada tanggal 31 Desember untuk setiap tahunnya, untuk tahun 2003 pada tanggal 21 Mei 2004 oleh PT Watson Wyatt Purbajaga, aktuaris independen yang berasosiasi dengan Watson Wyatt Worldwide, sedangkan penilaian aktuaria untuk tahun 2002, dan 2001 dilakukan pada tanggal 15 Januari 2004, oleh Dayamandiri Dharmakonsilindo, aktuaris independen, dengan menggunakan metode Projected Unit
Credit. Asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen pada tanggal 31 Desember 2003, 2002 dan
2001 adalah sebagai berikut:
2003 2002 2001
Tingkat diskonto 11% 13% 13%
Tingkat kenaikan gaji 8% 8% 8%
Mutasi kewajiban penghargaan masa kerja selama tahun yang berakhir 31 Desember 2003, 2002 dan 2001 adalah sebagai berikut:
2003 2002 2001
Kewajiban pada awal tahun 489.231 275.834 210.159
Beban penghargaan masa kerja (Catatan 39) 207.126 289.922 94.540
Pembayaran penghargaan masa kerja (222.743) (76.525) (28.865)
Kewajiban pada akhir tahun 473.614 489.231 275.834
47. IMBALAN PASCA KERJA
Perusahaan memberikan imbalan pasca kerja berupa jaminan kesehatan untuk semua karyawannya yang diangkat oleh Perusahaan sebelum tanggal 1 Nopember 1995 dengan masa kerja 20 tahun atau lebih pada saat pensiun, dan anggota keluarganya yang memenuhi syarat. Ketentuan masa kerja lebih dari 20 tahun ini tidak berlaku bagi karyawan yang memasuki masa pensiun sebelum tanggal 3 Juni 1995. Namun demikian, program jaminan kesehatan pasca kerja ini tidak berlaku bagi karyawan yang diangkat oleh Perusahaan terhitung sejak tanggal 1 Nopember 1995. Program jaminan kesehatan pasca kerja tersebut dikelola oleh Yayasan Kesehatan Pegawai Telkom (“YKPT”).
47. IMBALAN PASCA KERJA (lanjutan)
Komponen beban imbalan pasca kerja berkala bersih adalah sebagai berikut:
2003 2002 2001
Beban jasa 80.599 69.345 46.689
Beban bunga 493.596 424.834 298.541
Taksiran pengembalian aktiva program (56.004) (33.744) (49.011) Amortisasi kewajiban transisi yang tidak diakui 24.325 26.213 26.213 Amortisasi beban jasa lalu (368) (395) (395)
Amortisasi laba/rugi 99.287 80.683 52.473
Rugi/laba bersih kurtailmen - 49.576 -Beban imbalan pasca kerja berkala
bersih (Catatan 39) 641.435 616.512 374.510
Selain itu, beban imbalan pasca kerja berkala bersih yang dibebankan ke Unit KSO masing-masing pada tahun 2003, 2002 dan 2001 berjumlah Rp7.795 juta, Rp14.611 juta dan Rp16.212 juta.
Penilaian aktuaria untuk program jaminan kesehatan pasca kerja pada tanggal 31 Desember 2003 dilakukan pada tanggal 21 Mei 2004 oleh PT Watson Wyatt Purbajaga, aktuaris independen yang berasosiasi dengan Watson Wyatt Worldwide, sedangkan untuk tanggal 31 Desember 2002 dan 2001 dilakukan pada tanggal 15 Januari 2004, oleh Dayamandiri Dharmakonsilindo, aktuaris independen. Asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen pada tanggal 31 Desember 2003, 2002 dan 2001 adalah sebagai berikut:
2003 2002 2001
Tingkat diskonto 11% 13% 13%
Taksiran pengembalian aktiva program imbalan pasca kerja 11% 13% 13%
Tingkat pertumbuhan beban kesehatan untuk tahun depan 12% 14% 16%
Tingkat pertumbuhan akhir 8% 10% 10%
47. IMBALAN PASCA KERJA (lanjutan)
Tabel berikut ini menyajikan mutasi kewajiban imbalan pasca kerja, perubahan aktiva dana imbalan pasca kerja, status pendanaan dana imbalan pasca kerja dan jumlah bersih yang diakui Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2003 dan 2002:
2003 2002
Mutasi kewajiban imbalan pasca kerja
Kewajiban imbalan pasca kerja pada awal tahun 3.812.781 3.286.991
Beban jasa kini 80.599 69.345
Beban bunga 493.596 424.834
Pembayaran imbalan pasca kerja (93.420) (70.491)
(Laba) rugi aktuaria (544.785) 102.102
Kewajiban imbalan pasca kerja pada akhir tahun 3.748.771 3.812.781
Perubahan aktiva YKPT
Nilai wajar aktiva YKPT pada awal tahun 343.896 330.461
Kontribusi pemberi kerja 180.580 59.543
Pengembalian aktiva aktual 56.004 53.287
Pembayaran imbalan pasca kerja (98.612) (79.851)
Rugi aktuaria (14.972) (19.544)
Nilai wajar aktiva YKPT pada akhir tahun 466.896 343.896
Status pendanaan (3.281.875) (3.468.885)
Kewajiban transisi bersih yang belum diakui 267.574 291.899
Keuntungan jasa lalu yang belum diakui (1.934) (2.301)
Kerugian bersih yang belum diakui 952.885 1.576.793
Beban imbalan pasca kerja yang masih harus dibayar (2.063.350) (1.602.494)
Kewajiban transisi pada awal penerapan sebesar Rp524.250 juta diamortisasi selama 20 tahun, sejak tanggal 1 Januari 1995.
Kenaikan 1% dari tingkat kenaikan beban akan menghasilkan beban jasa kini dan beban bunga serta akumulasi kewajiban manfaat masa pensiun pada tanggal 31 Desember 2003, 2002 dan 2001 sebagai berikut:
2003 2002* 2001
Beban jasa kini dan beban bunga 594.958 664.741 623.715
Akumulasi kewajiban imbalan pasca kerja 4.545.961 4.473.675 3.981.842
48. INFORMASI MENGENAI PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA
Dalam kegiatan usaha yang normal, Perusahaan dan anak perusahaan melakukan transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Kebijakan Perusahaan mengatur bahwa penetapan harga atas transaksi-transaksi tersebut sama dengan transaksi-transaksi yang dilakukan dengan pihak ketiga.
Berikut adalah perjanjian/transaksi penting dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa: a. Pemerintah Republik Indonesia
i. Perusahaan memperoleh pinjaman penerusan dari Pemerintah Republik Indonesia, pemegang saham mayoritas Perusahaan.
Beban bunga atas pinjaman penerusan masing-masing berjumlah Rp755.517 juta, Rp968.973 juta dan Rp960.424 juta pada tahun 2003, 2002 dan 2001. Beban bunga atas pinjaman penerusan mencerminkan 54,61%, 61,22% dan 72,23% dari jumlah beban bunga pada tahun 2003, 2002 dan 2001.
ii. Perusahaan dan anak perusahaan membayar beban hak penyelenggaraan untuk jasa telekomunikasi yang diberikan dan beban pemakaian frekuensi radio kepada Departemen Perhubungan (sebelumnya Departemen Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi) Republik Indonesia.
Beban hak penyelenggaraan berjumlah Rp238.979 juta, Rp163.891 juta dan Rp63.561 juta masing-masing pada tahun 2003, 2002 dan 2001. Beban hak penyelenggaraan masing-masing mencerminkan 1,6%, 1,4%, dan 0,7% dari jumlah beban operasi pada tahun 2003, 2002 dan 2001. Beban pemakaian frekuensi radio berjumlah Rp371.740 juta, Rp292.703 juta dan Rp101.305 juta masing-masing pada tahun 2003, 2002 dan 2001. Beban pemakaian frekuensi radio masing-masing mencerminkan 2,5%, 2,5%, dan 1,1% dari jumlah beban usaha pada tahun 2003, 2002 dan 2001.
b. Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi
i. Perusahaan dan anak perusahaan memberikan honor dan fasilitas untuk keperluan tugas operasional Dewan Komisaris. Jumlah tunjangan tersebut adalah Rp14.047 juta, Rp8.706 juta dan Rp7.189 juta masing-masing untuk tahun 2003, 2002 dan 2001, yang masing-masing mencerminkan 0,1%, 0,1%, dan 0,1% dari jumlah beban usaha pada tahun 2003, 2002 dan 2001. ii. Perusahaan dan anak perusahaan memberikan gaji dan fasilitas untuk keperluan tugas
operasional Direksi. Jumlah tunjangan tersebut adalah Rp45.586 juta, Rp35.106 juta dan Rp30.329 juta masing-masing pada tahun 2003, 2002 dan 2001. Tunjangan untuk Direksi masing-masing mencerminkan 0,3%, 0,3%, dan 0,3% dari total beban operasi masing-masing pada tahun 2003, 2002 dan 2001.
c. Indosat, termasuk Satelindo