• Tidak ada hasil yang ditemukan

TAMBAHAN MODAL DISETOR ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL Pada tanggal 30 September 2021 dan

Dalam dokumen PT BATULICIN NUSANTARA MARITIM Tbk (Halaman 85-93)

Seluruh utang usaha Perusahaan adalah dalam

17. TAMBAHAN MODAL DISETOR ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL Pada tanggal 30 September 2021 dan

31 Desember 2020, rincian tambahan modal disetor adalah sebagai berikut:

As of September 30, 2021 and December 31, 2020, the details of additional paid-in capital are as follows:

30 September 2021/

September 30, 2021

31 Desember 2020/

December 31, 2020 Agio saham dari penawaran

umum perdana 38.500.000.000 38.500.000.000

Additional paid-in capital from initial public offering Agio saham sehubungan dengan

eksekusi Waran Seri 1 699.352.160 185.189.352

Additional paid-in capital with respect to exercise of Series 1

warrants Tambahan modal disetor dari

aset pengampunan pajak 27.500.000 27.500.000

Additional paid-in capital from tax amnesty Biaya emisi saham (3.009.000.000 ) (3.009.000.000 ) Share issuance costs

Total 36.217.852.160 35.703.689.352 Total

18. PENDAPATAN 18. REVENUES

Pada tanggal 30 September 2021 dan 2020,

seluruh pendapatan Perusahaan adalah berasal dari jasa pelayaran dalam negeri kepada pihak ketiga masing-masing sebesar Rp 280.857.110.894 dan Rp 205.528.822.973.

As of September 30, 2021 and 2020, all the Company’s revenues are obtained from domestic shipping service to third parties amounting to Rp 280,857,110,894 and Rp 205,528,822,973, respectively.

30 September 2021/ 30 September 2020/

September 30, 2021 September 30, 2020

Sewa tongkang 87.678.922.228 64.542.133.489 Barges rent

Penyusutan (Catatan 9) 24.081.576.926 24.125.772.911 Depreciation (Note 9)

Bahan bakar 17.141.504.125 14.088.890.229 Fuel

Perbaikan dan perawatan kapal 13.605.975.550 16.204.581.613 Fleet repair and maintenance Gaji dan upah 12.535.671.479 11.815.514.838 Salaries and wages

Perijinan 5.353.828.826 4.316.855.524 Legal

Perlengkapan kapal 5.195.240.917 698.946.250 Fleet supplies

Penyandaran 3.240.815.215 2.822.650.000 Docking

Lain-lain (masing-masing Others (each below

di bawah Rp 200 juta) 2.819.546.830 2.737.439.070 Rp 200 million)

Total beban pokok pendapatan 171.653.082.096 141.352.783.924 Total cost of revenues

20. BEBAN USAHA 20. OPERATING EXPENSES

Terdiri atas: Consists of:

30 September 2021/ 30 September 2020/

September 30, 2021 September 30, 2020

Gaji dan tunjangan 8.356.492.357 6.722.177.680 Salaries and allowances

Pajak 8.058.071.525 176.708.743 Taxes

Asuransi 3.487.461.670 2.677.780.706 Insurance

Transportasi bahan bakar 2.743.429.000 1.148.113.000 Fuel transportation

Konsumsi 2.333.100.500 2.371.395.815 Consumptions

Jasa manajemen (Catatan 24) 1.179.000.000 792.000.000 Management fee (Note 24)

Donasi 987.600.000 411.886.000 Donation

Akomodasi dan transportasi 755.843.108 621.801.899 Accommodation and transportation Imbalan kerja (Catatan 15) 686.970.664 1.639.286.727 Employee benefits (Note 15)

BPJS 438.383.086 50.594.554 BPJS

Pengiriman dokumen dan barang 435.117.696 386.648.083 Delivery of document and goods

Penyusutan (Catatan 9) 580.581.674 - Depreciation (Note 9)

Keamanan, lingkungan dan Safety, health and

kesehatan 362.588.000 environment

Utilitas kantor 286.539.105 221.230.224 Office utilities

Jasa profesional 112.853.850 4.803.559.655 Professional fee

Lain-lain (masing-masing Others (each below

di bawah Rp 100 juta) 1.438.327.122 1.178.407.883 Rp 100 million)

Total beban usaha 32.242.359.357 23.471.814.129 Total operating expenses

30 September 2021/ 30 September 2020/

September 30, 2021 September 30, 2020

Pinjaman bank 21.284.891.076 24.846.995.721 Bank loans

Liabilitas sewa 269.941.599 - Lease liabilities

Total beban keuangan 21.554.832.675 24.846.995.721 Total finance expenses

22. INSTRUMEN KEUANGAN 22. FINANCIAL INSTRUMENTS

Tabel di bawah ini adalah perbandingan nilai tercatat dan nilai wajar dari instrumen keuangan Perusahaan yang dicatat di laporan keuangan:

The table below is a comparison of the carrying amounts and fair value of the Company’s financial instruments that are carried in the financial statements:

30 September 2021/

September 30, 2021

Nilai Tercatat/ Nilai Wajar/

Carrying Amount Fair Value

ASET KEUANGAN FINANCIAL ASSETS

Aset keuangan yang

diklasifikasikan sebagai Financial assets classified

pinjaman dan piutang as loan and receivables

Kas dan bank 76.452.767.595 76.452.767.595 Cash on hand and in banks

Piutang usaha Trade receivables

Pihak ketiga 53.987.761.910 53.987.761.910 Third parties Pihak berelasi 4.957.358.922 4.957.358.922 Related parties

Piutang lain-lain - Other receivables -

pihak ketiga 167.674.668 167.674.668 third parties

Total aset keuangan 135.565.563.095 135.565.563.095 Total financial assets

Nilai Tercatat/ Nilai Wajar/

Carrying Amount Fair Value

LIABILITAS KEUANGAN FINANCIAL LIABILITIES

Liabilitas keuangan yang

dicatat berdasarkan Financial liabilities

biaya perolehan diamortisasi measured at amortized cost:

Utang usaha Trade payables

Pihak ketiga 9.991.446.049 9.991.446.049 Third parties Pihak berelasi 1.392.393.699 1.392.393.699 Related parties Utang lain-lain - pihak berelasi 841.920.733 841.920.733 Other receivable - related parties

Liabilitas imbalan kerja Short-term employee

jangka pendek 1.792.730.281 1.792.730.281 benefits liabilities

Beban akrual 62.540.000 62.540.000 Accrued expenses

Utang bank 209.517.916.651 209.517.916.651 Bank loans

Liabilitas sewa 3.162.977.078 3.162.977.078 Lease liabilities

Total liabilitas keuangan 226.761.924.491 226.761.924.491 Total financial liabilities

31 Desember 2020/

December 31, 2020

Nilai Tercatat/ Nilai Wajar/

Carrying Amount Fair Value

ASET KEUANGAN FINANCIAL ASSETS

Aset keuangan yang

diklasifikasikan sebagai Financial assets classified

pinjaman dan piutang as loan and receivables

Kas dan bank 44.586.893.073 44.586.893.073 Cash on hand and in banks

Piutang usaha Trade receivables

Pihak ketiga - neto 47.559.244.445 47.559.244.445 Third parties - net Pihak berelasi 6.003.571.122 6.003.571.122 Related parties Piutang lain-lain - pihak ketiga 65.068.000 65.068.000 Other receivables - third parties

Total aset keuangan 98.214.776.640 98.214.776.640 Total financial assets

LIABILITAS KEUANGAN FINANCIAL LIABILITIES

Liabilitas keuangan yang

dicatat berdasarkan Financial liabilities

biaya perolehan diamortisasi measured at amortized cost:

Utang usaha Trade payables

Pihak ketiga 17.660.138.731 17.660.138.731 Third parties Pihak berelasi 2.397.973.404 2.397.973.404 Related parties Utang lain-lain - pihak berelasi 2.360.905.316 2.360.905.316 Other payables - related parties

Liabilitas imbalan kerja Short-term employee

a. Nilai wajar kas dan bank, piutang usaha, piutang lain-lain, utang usaha, utang lain-lain, liabilitas imbalan kerja - jangka pendek, dan beban akrual mendekati nilai tercatatnya karena bersifat jangka pendek dan akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan.

a. Fair value of cash on hand and in banks, trade receivables, other receivables, trade payables, other payables, short-term employee benefits liabilities, and accrued expenses approximate their carrying values due to the short-term nature and will be due within 12 months.

b. Nilai wajar utang bank mendekati nilai tercatat karena tingkat suku bunganya dinilai ulang secara berkala.

b. Fair value of bank loan approximate their carrying value because their interest rates are frequently repriced.

c. Nilai tercatat liabilitas sewa diukur sebesar nilai kini dari pembayaran kontraktual lessor selama masa sewa, dengan tingkat diskonto yang ditentukan dengan mengacu pada tarif implisit dalam sewa kecuali hal ini tidak dapat segera ditentukan, dalam hal ini, bunga pinjaman inkremental Perusahaan digunakan saat dimulainya sewa.

c. Lease liabilities are measured at the present value of the contractual payments due to the lessor over the lease term, with the discount rate determined by reference to the rate implicit in the lease unless this is not readily determinable, in which case, the Company’s incremental borrowing rate on commencement of the lease is used.

23. LABA PER SAHAM 23. EARNINGS PER SHARE

Berikut ini adalah data yang digunakan untuk perhitungan laba per saham dasar:

The computation of basic earnings per share based on the following data:

Laba per saham dasar dihitung dengan cara membagi laba bersih dengan rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar pada tahun berjalan.

Earnings per share is calculated by dividing net profit by the weighted average common shares outstanding during the year.

30 September 2021/

September 30, 2021

30 September 2020/

September 30, 2020

Laba komprehensif 78.472.976.184 21.630.199.913 Comprehensive income Rata-rata tertimbang jumlah

saham beredar 3.832.441.380 2.375.022.534

Weighted average number of ordinary shares outstanding Laba per saham dasar 20,48 9,11 Basic earnings per share

Pada tanggal 6 Januari 2019, PT Batulicin Enam Sembilan Transportasi (BEST) mengadakan perjanjian pemberian jasa konsultasi dengan Perusahaan terkait dengan sistem, prosedur, dan perencanaan bisnis usaha jasa pelayaran dalam negeri. Beban untuk jasa ini sebesar Rp 88.000.000 per bulan.

Pada tanggal 30 September 2021 dan 2020, total jasa manajemen yang dibayarkan masing-masing sebesar Rp 1.179.000.000 dan Rp 792.000.000 (Catatan 20).

Perjanjian ini telah mengalami perubahan sesuai dengan Addendum I Perjanjian Pemberian Jasa Konsultasi Manajemen tanggal 1 Januari 2021, dimana Perusahaan dan BEST telah menyetujui perubahan beban jasa yang semula Rp 88.000.000 menjadi Rp 131.000.000. Perjanjian ini akan berakhir tanggal 31 Desember 2021 atau sampai dengan adanya kesepakatan lebih lanjut di kemudian hari.

On January 6, 2019, PT Batulicin Enam Sembilan Tranportasi (BEST) entered into an agreement to provide consulting services with the Company related to the systems, procedures and business plans for of domestic shipping service. The cost for this service is Rp 88,000,000 per month.

As of September 30, 2021 and 2020, total

management fee paid are amounted to Rp 1,179,000,000 and Rp 792,000,000 (Note 20).

This agreement has been amended in accordance with Addendum I of the Management Consulting Services Provision Agreement dated January 1, 2021, where the Company and BEST have agreed to change the service fee from Rp 88,000,000 to Rp 131,000,000. This agreement will expire on December 31, 2021 or until there is a further agreement at a later date.

Perjanjian Kerjasama Cooperation Agreement

PT PBM Handil Bhakti Persada PT PBM Handil Bhakti Persada

Pada tanggal 1 April 2019, Perusahaan dan PT PBM Handil Bhakti Persada mengadakan perjanjian sewa menyewa atas 1 unit kapal Bintang Indah Bersama bertipe Landing Craft tank (LCT) dalam rangka menunjang kegiatan operasional angkutan barang milik PT PBM Handil Bhakti Persada dengan trayek mencakup wilayah Kalimantan Selatan dan sekitarnya. Jangka waktu sewa kapal selama 6 bulan dengan nilai sewa sebesar Rp 125.000.000 per bulan.

On April 1,2019, the Company and PT PBM Handil Bhakti Persada entered into an agreement to provide 1 unit of Bintang Indah Bersama Vessel with the type of Landing Craft Tank (LCT) in order to support the operational activities of goods transportation owned by PT PBM Handil Bhakti Persada with routes covering the area of South Kalimantan and surrounding areas. The contract period is 6 months with a rental price of Rp 125,000,000 per month.

pasar (risiko suku bunga), risiko kredit dan risiko likuiditas. Kegiatan operasional Perusahaan dijalankan secara berhati-hati dengan mengelola risiko-risiko tersebut agar tidak menimbulkan potensi kerugian bagi Perusahaan.

credit risk, and liquidity risk. The operational activities of the Company are managed in a prudent manner by managing those risks to minimize potential losses.

Risiko Pasar Market Risk

Risiko suku bunga Interest rate risk

Risiko suku bunga adalah risiko dalam hal nilai wajar atau arus kas kontraktual masa datang dari suatu instrumen keuangan akan terpengaruh akibat perubahan suku bunga pasar. Eksposur Perusahaan yang terpengaruh risiko utang bank.

Interest rate risk is the risk that the fair value or contractual future cash flows of a financial instrument will be affected due to changes in market interest rates. The Company’s exposures to the interest rate risk relates primarily to bank loan.

Untuk meminimalkan risiko suku bunga, Perusahaan mengelola beban bunga dengan suku bunga mengambang, dengan mengevaluasi kecenderungan suku bunga pasar. Manajemen juga melakukan penelaahan berbagai suku bunga yang ditawarkan oleh kreditur untuk mendapatkan suku bunga yang menguntungkan sebelum mengambil keputusan untuk melakukan perikatan utang.

To minimize interest rate risk, the Company manages interest cost through a floating interest rate, by evaluating market rate trends.

Management also conducts assessments among interest rates offered by creditors to obtain the most favorable interest rate before taking any decision to enter a new loan agreement.

Risiko Kredit Credit Risk

Risiko kredit adalah risiko dalam hal pihak ketiga tidak akan memenuhi liabilitasnya berdasarkan instrumen keuangan atau kontrak pelanggan, yang menyebabkan kerugian keuangan. Perusahaan dihadapkan pada risiko kredit dari kegiatan operasi dan dari aktivitas pendanaan, termasuk deposito pada bank, transaksi valuta asing, dan instrumen keuangan lainnya. Risiko kredit terutama berasal dari kas di bank, piutang usaha, dan piutang lain-lain.

Credit risk is the risk that a third party failed to discharge its obligation based on financial instrument or customer contract, which will incur a financial loss. The Company is exposed to credit risk arising from its operating activities and from its financing activities, include deposits with banks, foreign exchange transactions, and other financial instruments. Credit risk arises mainly from cash in banks, trade receivables, and other receivables.

Risiko kredit yang berasal dari piutang usaha dan piutang lain-lain dikelola oleh manajemen Perusahaan sesuai dengan kebijakan, prosedur, dan pengendalian dari Perusahaan yang berhubungan dengan pengelolaan risiko kredit pelanggan dan piutang lain-lain. Batasan kredit ditentukan untuk semua pelanggan berdasarkan kriteria penilaian secara internal. Saldo piutang pelanggan dimonitor secara teratur oleh manajemen Perusahaan.

Credit risk arise from trade receivables and other receivables managed by the management of the Company in accordance with the policies, procedures, and control of the Company relating to customer credit risk management and other receivables. Credit limits are determined for all customers based on internal assessment criteria.

The balance of customer receivables is monitored regularly by the management of the Company.

Risiko kredit timbul dari bank. Untuk memitigasi risiko kredit Perusahaan menempatkan bank pada institusi keuangan yang terpercaya. Perusahaan tidak masuk ke dalam instrumen derivatif untuk mengelola risiko kredit walaupun langkah-langkah pencegahan harus diambil untuk beberapa kasus tertentu yang cukup terkonsentrasi yang bertujuan untuk mengurangi risiko serupa.

Credit risk arises from cash in banks. To mitigate the credit risk the Company places cash with reputable financial institutions. The Company does not enter into derivatives to manage credit risk although in certain isolated cases may take steps to mitigate such risks if it is sufficiently concentrated.

Untuk piutang usaha Perusahaan telah menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam PSAK 71 untuk mengukur cadangan kerugian ECL sepanjang umur. Perusahaan menentukan kerugian kredit ekspektasian atas pospos ini dengan menggunakan matriks provisi, yang diestimasi berdasarkan pengalaman kerugian kredit historis berdasarkan status jatuh tempo debitur, disesuaikan untuk mencerminkan kondisi saat ini dan estimasi kondisi ekonomik masa depan. Oleh karena itu, profil risiko kredit dari aset tersebut disajikan berdasarkan status tunggakannya dalam matriks provisi.

For trade trade receivable the Company has applied the simplified approach in PSAK 71 to measure the loss allowance at lifetime ECL. The Company determines the expected credit losses on these items by using a provision matrix, estimated based on historical credit loss experience based on the past due status of the debtors, adjusted as appropriate to reflect current conditions and estimates of future economic conditions.

Accordingly, the credit risk profile of these assets is presented based on their past due status in terms of the provision matrix.

Risiko Likuiditas Liquidity Risk

Risiko likuiditas adalah risiko kerugian yang timbul karena Perusahaan tidak memiliki arus kas yang cukup untuk memenuhi liabilitasnya.

Liquidity risk is a risk arising when the cash flows position of the Company is not enough to cover the liabilities which become due.

Dalam pengelolaan risiko likuiditas, manajemen memantau dan menjaga jumlah kas dan bank yang dianggap memadai untuk membiayai operasional Perusahaan dan untuk mengatasi dampak fluktuasi arus kas. Manajemen juga melakukan evaluasi berkala atas proyeksi arus kas dan arus kas aktual, termasuk jadwal jatuh tempo pinjaman dan utang, dan terus-menerus melakukan penelaahan pasar keuangan untuk mendapatkan sumber pendanaan yang optimal.

In managing the liquidity risk, management monitors and maintains a level of cash on hand and in banks deemed adequate to finance the Company’s operations and to mitigate the effects of fluctuation in cash flows. Management also regularly evaluates the projected and actual cash flows, including loan maturity profiles, and continuously assesses conditions in the financial markets for opportunities to obtain optimal funding sources.

Pengelolaan Modal Capital Management

Tujuan utama dari pengelolaan modal Perusahaan The primary objective of the Company’s capital

Manajemen Perusahaan mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, berdasarkan perubahan kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dapat memilih menyesuaikan pembayaran dividen kepada pemegang saham atau menerbitkan saham baru.

Tidak ada perubahan yang dibuat dalam tujuan, kebijakan, atau proses selama periode yang disajikan.

The Company’s management manages its capital structure and make adjustments, based on changes in economic conditions. To maintain and adjust the capital structure, the Company may adjust the dividend payment to shareholders or issue new shares. No changes were made in the objectives, policies or processes during the periods presented.

Kebijakan Perusahaan adalah untuk menjaga rasio modal yang sehat dalam rangka untuk mengamankan pembiayaan pada biaya yang wajar.

The Company’s policy is to maintain healthy capital ratios in order to secure financing at a reasonable cost.

Gearing ratio pada tanggal 30 September 2021 dan 31 Desember 2020 adalah sebagai berikut:

The gearing ratio as of September 30, 2021 and December 31, 2020 are as follows:

30 September 2021/ 31 Desember 2020/

September 30, 2021 December 31, 2020

Total liabilitas 239.038.508.881 303.511.534.873 Total liabilities Dikurangi kas dan bank 76.452.767.595 44.586.893.073 Less cash on hand and in banks

Pinjaman - bersih 162.585.741.286 258.924.641.800 Net debt

Total ekuitas 396.221.485.353 316.895.998.461 Total equity

Rasio pinjaman - bersih

terhadap ekuitas 0,41 0,82 Net debt to equity ratio

26. PENGUNGKAPAN TAMBAHAN LAPORAN ARUS

Dalam dokumen PT BATULICIN NUSANTARA MARITIM Tbk (Halaman 85-93)

Dokumen terkait