• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tampilan Fonem dibaca Kata

Dalam dokumen Variasi Bahasa Dalam SMS Pada Majalah HAI (Halaman 33-45)

BAB II PEMBAHASAN

2.1.1 Tampilan Fonem dibaca Kata

Tampilan fonem dibaca kata dalam SMS begitu banyak terlihat. Fonem

merupakan satuan bunyi terkecil pembeda arti. Fonem-fonem itu bukan

merupakan bunyi-bunyi yang berdiri sendiri-sendiri yang satu terlepas dari yang

lain, melainkan merupakan bagian dari kesatuan bunyi yang lebih besar (Chaer,

1998:10). Tampilan fonem dibaca kata merupakan bagian dari kesatuan bunyi

yang lebih besar tetapi hanya satu fonem yang tampil untuk menggantikan atau

mewakili sebuah kata.

Setiap SMS yang ditampilkan seringkali dijumpai tanda-tanda tertentu

yang digunakan oleh pengguna SMS untuk menggantikan kata. Bentuk tampilan

yang banyak menggunakan tanda-tanda tersebut menunjukkan bahwa tampilan

tersebut adalah ciri khas dari SMS, seperti yang dikemukakan M.Wikan

Hendarman (http://tribunkaltim.co.id) bahwa pesan yang tampil dengan aneka

inovasi menggunakan tanda tertentu untuk menggantikan sebuah kata. Tampilan

fonem dibaca kata merupakan bagian dari kesatuan bunyi yang lebih besar yaitu

kata, tetapi dalam tampilan tersebut hanya menggunakan tanda tertentu untuk

Tampilan fonem dibaca kata dalam SMS yang berupa bahasa slang antara lain:

(1) Dulu si udh pernh q ungkapin ma dy

‘Dulu sih udah pernah akiu ungkapin ma dia’

(2) Q ge sng ne ma cwe

‘Akiu gi senang ne ma cewek’

(3) Smph W bingung bgd

‘Sumpah gue bingung banged’

(4) Kok pke tpeng g kren sech?

‘Kok pake topeng ngak keren sech?’

Q, q, W, dan g yang terdapat dalam tampilan SMS merupakan bagian dari

sebuah kata. Q, q, W, dan gadalah sebuah fonem yang berdiri sendiri tanpa diikuti

oleh fonem-fonem yang lain. Fonem Q, q, W, dan g merupakan tanda untuk

menggantikan sebuah kata yang terdapat dalam SMS tersebut. Fonem Q(2) dan

q(1) menggantikan kata akiu, fonem W(3) menggantikan kata gue, sedangkan

fonem g(4) menggantikan kata ngak.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Q, q (ki) adalah huruf

ke-17 abjad Indonesia, W(we) adalah huruf ke-23 abjad Indonesia, dan g(ge) adalah

huruf ke-7 abjad Indonesia sedangkan dalam musik g merupakan nada ke-5 dalam

Akiu, gue, dan ngak merupakan variasi bahasa yang berupa bahasa slang.

Slang adalah variasi bahasa yang bercirikan penggunaan kosakata yang baru

ditemukan dan cepat berubah biasanya dipakai oleh kaum muda atau kelompok

sosial dan profesional untuk berkomunikasi intrakelompok yang digunakan secara

terbatas dan bersifat rahasia (Chaer dan Agustina, 1995:87).

Tampilan fonem dibaca kata digunakan dalam SMS untuk menggantikan

sebuah kata yang bersifat rahasia. Bahasa slang dipakai oleh kaum remaja atau

kelompok sosial tertentu untuk komunikasi intern sebagai usaha orang di luar

kelompoknya tidak mengerti. Q, q, W, dang adalah tampilan variasi bahasa slang

dalam SMS yang berbentuk fonem dibaca kata tetapi memiliki makna atau arti

tersendiri.

Selain tampilan fonem yang dibaca kata, fonem Q, q, W, dan g

mengandung arti yang ambiguitas. Menurut Chaer (1995:104) ambiguitas

diartikan sebagai kata yang bermakna ganda atau mendua arti. Misalnya tampilan

fonem W adalah tanda untuk menggantikan kata gua pada bahasa slang, tetapi

dalam ilmu kimia W merupakan lambang dari unsur kimia. W adalah lambang

dari wolfram (tungsten), wolfram merupakan logam berat berwarna kelabu

kehitam-hitaman, keras dan ketas.

Selain itu, fonem W (watt) adalah lambang dari energi apabila dilihat dari

ilmu fisika. Energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja (misalnya untuk

energi listrik dan mekanika); daya (kekuatan) yang dapat digunakan untuk

melakukan berbagai proses kegiatan. Dengan munculnya ambiguitas dalam

tanda-tanda dan perlu perhatian khusus untuk mengetahui makna atau arti yang terdapat

dalam tampilan SMS tersebut.

Dalam tampilan ini terlihat juga adanya tampilan fonem rangkap yaitu satu

konsonan dan satu vokal, pada dasarnya hal ini juga akan menimbulkan makna

yang ambiguitas. Adapun tampilan fonem rangkap yang dibaca kata antara lain:

(5) Jd Lu ngerti n ksmptn buat mkin dket ama dy makin gede

‘Jadi loe ngerti dan kesempatan buat makin deket ama dia makin gede’

(6) Coz ce yg nolak aq blang lbh baek shbt

‘Coz cewek yang nolak akiu bilang lebih baek sahabat’

(7) Mlh, dy da pny co

‘Malah, dia da punya cowok’

Tampilan fonem rangkap juga dibaca kata karena merupakan bagian dari

sebuah kata, tetapi menggunakan tanda-tanda tertentu untuk menggantikan

kata-kata tersebut dalam SMS. Fonem rangkap Lu(5) dalam SMS menggantikan kata

loe yang merupakan variasi bahasa slang, selain itu Lu juga merupakan lambang

unsur kimia dari lutetium yaitu logam tanah langka.

Fonem Ce(6) adalah variasi bahasa slang dan merupakan lambang unsur

ditempa. Fonem Co(7) juga merupakan variasi bahasa slang sekaligus lambang

dari kobalt yaitu logam berwarna putih perak, agak merah muda, bersifat mulur,

dan digunakan sebagai logam campuran.

2.1.2 Tampilan Singkatan dibaca Kata

Defenisi singkatan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah

hasil menyingkat (memendekkan) berupa huruf atau gabungan huruf. Misalnya

DPR, KKN, Yth, hlm. Selain itu, Sugihastuti (2000:35) menyatakan bahwa

singkatan adalah kependekan yang berupa huruf atau gabungan huruf, baik

dilafalkan huruf demi huruf maupun dilafalkan dengan mengikuti bentuk

lengkapnya. Singkatan yang berupa bahasa slang ialah sebagai berikut:

(8) ABS ‘Asal Bapak Senang’

(9) EGP ‘Emang Gue Pikirin’

(10)TG ‘Tante Girang’

Tampilan singkatan dibaca kata dalam SMS sangat banyak terlihat bahkan

singkatan tersebutlah yang menjadi tampilan dasar dalam SMS dan tidak

terdapatnya aturan untuk singkat-menyingkat kata. Dalam Kamus Basar Bahasa

Indonesia (KBBI) kata adalah unsur bahasa yang diucapkan atau dituliskan yang

merupakan perwujudan kesatuan perasaan dan pikiran yang dapat digunakan

dalam berbahasa; satuan bahasa yang dapat berdiri sendiri. Tampilan singkatan

(11) KyknY akhr2 indg sifatnya brbh. Ap dy pny yg bru Y

‘kayaknya akhir-akhir indang sifatnya berubah. Apa dia punya yang baru ya’

(12) Berbo2t & pnuh info bgt bwt para ank SMA n kuliahan

‘Berbobot dan penuh info banget buat para anak SMA dan kuliahan’

(13) Temen gw hmvtn gmn caranY nymbhin dy

‘Temen gue hemaviton gimana caranya nyembuhin dia’

(14) Trus gw sRing ngmg2 ksr gt ama doi krn gw sRin d cuekin

‘Terus gue sering ngemeng-ngemeng kasar gitu ama doi karena gue sering di cuekin’

Kata-kata yang serba disingkat dalam SMS memang tergolong kacau

apabila dilihat dari segi singkatan. Mungkin karena namanya SMS, jadi

tampilannya semakin dipersingkat sehingga tidak sesuai lagi dengan

kaidah-kaidah yang telah ditentukan. Begitu juga dengan bahasa slang yang terdapat

dalam SMS banyak terlihat singkatan-singkatan yang dibaca kata, misalnya

singkatan indg(11) dibaca indang, singkatan bgt(12) dibaca banget, singkatan

ank(12) dibaca anak, singkatan hmvtn(13) dibaca hemaviton dan singkatan

ngmg(14) dibaca ngemeng. Singkatan dalam SMS berupa bahasa slang

merupakan usaha agar orang di luar kelompoknya tidak mengerti dengan tampilan

tersebut.

Bahasa SMS hanya ditangkap dan dimengerti oleh kalangan ‘sendiri’

simbol-simbol tersebut (http://forum.alambahasa.com). Tampilan singkatan

dibaca kata mungkin sudah tidak asing lagi bagi pengguna SMS khususnya

kelompok kaum remaja, hal ini disebabkan karena kelompok tersebut selalu

berSMS sehingga tidak merasa sulit lagi dalam membaca SMS yang berupa

singkatan. Tampilan singkatan yang susah dimengerti sekalipun akan dapat dibaca

berupa kata oleh pengguna SMS khususnya kaum remaja dan mereka dapat

mengetahui makna atau arti dari tampilan tersebut. Adapun tampilan singkatan

yang dibaca kata antara lain:

(15) Pa gw pv ma dy

‘Pa gue bicara berdua ma dia’

(16) UR Lnjtn hBgn sm Cwe Lw

‘Kamu lanjutin hubungan sama cewek loe’

Pada tampilan di atas singkatan-singkatan tersebut dibaca kata, apabila

dilafalkan huruf demi huruf maka pengguna SMS tidak akan mengetahui makna

atau arti dari tampilan tersebut. Singkatan pv(15) dibaca kata yaitu bicara berdua.

Sedangkan singkatan UR(16) dibaca kamu, UR merupakan singkatan dari bahasa

Inggris yaitu you are. Tampilan yang seperti ini juga akan menimbulkan

kegandaan makna apabila tidak mengetahui makna yang sebenarnya.

Selain itu, singkatan dan simbol-simbol yang terdapat dalam tampilan

mengetahui makna atau arti dari simbol-simbol yang terdapat dalam tampilan

tersebut. Adapun simbol-simbol yang terdapat dalam tampilan SMS antara lain:

(17) Lo hrs T+ kpdy

‘Loe harus berpikir positif kepadanya’

(18) Ati gw pnasX liat dy ma pasngannya

‘Ati gue panas sekali liat dia ma pasangannya’

T+(17) dibaca kata yang merupakan simbol dari Think Positif yang berasal

dari bahasa Inggris yaitu berpikir positif, sedangkan dalam ilmu matematika

lambang + untuk menyatakan tambah, plus, dan positif. Jadi, fonemT dipadukan

dengan lambang + (positif) sehingga membentuk simbol T+ tetapi dibaca kata. Sedangkan fonem X(18) adalah simbol dari kata sekali, tetapi X adalah lambang

bilangan angka Romawi yang kesepuluh. Jadi tampilan pnasX bermakna panas

sekali bukan panas sepuluh. Oleh karena itu, tampilan SMS di atas harus

dipahami dan diperhatikan sebaik-baiknya agar tidak menimbulkan makna yang

ambiguitas yang menyebabkan salah pengertian diantara pengguna SMS.

2.1.2.1 Tampilan Kolaborasi Huruf Besar dan Huruf Kecil dibaca Kata

Tampilan kolaborasi antara huruf besar dan huruf kecil yang dibaca kata

remaja. Selain mempunyai kreativitas, pengguna SMS juga mempunyai kesabaran

untuk menampilkan sebuah tampilan yang beraneka ragam, dalam tampilan

tersebut pengguna SMS menggunakan huruf besar dan huruf kecil sekaligus

sehingga bentuk tampilan tersebut menjadi lebih bervariasi dan menjadi lebih sulit

untuk mengetahui makna dari tampilan tersebut.

Bahasa SMS adalah pesan singkat yang tampil dengan aneka inovasi dari

pengguna telepon genggam yang menggunakan tanda tertentu untuk

menggantikan sebuah kata, mencampurkan huruf besar dan huruf kecil sampai

dengan menggunakan aneka bentuk smile face (http://tribunkaltim.co.id).

Tampilan kolaborasi huruf besar dan huruf kecil yang dibaca kata dalam SMS

antara lain:

(19) Pi smW’a Q kmBLin Lg mA kM.., Jgn sLh LgKh yAch

‘Pi semuanya akiu kembaliin lagi ma kamu.., jangan salah langkah yach’

(20) W mU uZul kAn uDh aD eDiZi mUzik ‘Gue mau usul kan udah ada edisi musik’

(21) Lo mLihaT kdUax Pux CHya yG trAngX sMa

‘Loe melihat keduanya punya cahaya yang terangnya sama’

(22) N, GmN CrA byaR gW bsA dkAT mA dy YakH

Kalangan yang bukan kaum remaja akan mengerutkan dahi apabila

membaca tampilan di atas. Bagi pengguna SMS khususnya kaum remaja,

tampilan seperti ini merupakan gaya tersendiri yang mereka ciptakan. Tampilan

ini merupakan salah satu usaha kaum remaja agar di luar kelompoknya tidak

mengerti. Tampilan ini penuh dengan aneka inovasi yaitu penggabungan huruf

besar kecil sekaligus yang disingkat kemudian dibaca kata.

Dalam tampilan ini sebuah fonem menggantikan kata yang bermakna

ganda atau mendua arti. Misalnya tampilan kdUax dan trAngX(21). Fonem X

tersebut tidak dibaca X (eks) melainkan sudah berubah fungsi menjadi kata ganti

-nya. Jadi, tampilan kdUax dibaca keduanya dan trAngXdibaca terangnya.

Selain itu tampilan fonem X(21) pada kata di atas merupakan penulisan

angka Romawi, dalam angka Romawi Xadalah angka yang kesepuluh sedangkan

dalam ilmu fisika X adalah lambang dari daya perbesaran (reaktans). Reaktans

adalah komponen impedans dalam rangkaian arus bolak-balik. Jadi, sebuah fonem

dalam tampilan SMS pun mempunyai makna yang ambiguitas, dengan begitu

perlu diperhatikan makna yang terkandung dalam tampilan.

Selain penggabungan huruf besar dengan huruf kecil, dalam tampilan ini

juga menggunakan tanda tertentu untuk menggantikan sebuah fonem maupun

kata. Misalnya fonem Z yang terdapat pada kata uZul, eDiZi, dan mUzik(20).

Fonem Z pada tampilan ini merupakan sebuah tanda untuk menggantikan fonem

S. Jadi, bentuk tampilan yang terlihat tidak dibaca sesuai dengan tampilannya

karena tampilan tersebut hanya mewakili atau menggantikan fonem yang

2.1.2.2 Tampilan Kolaborasi Huruf dengan Angka dibaca Kata

Tampilan seperti ini merupakan gaya tersendiri yang dimiliki para

pengguna SMS khususnya kaum remaja. Kolaborasi antara huruf dengan angka

menuntut mereka untuk lebih sensitif dalam menebak kata yang penuh dengan

singkatan. Selain membutuhkan kesabaran untuk mengetahui makna pada

tampilan ini, pengguna SMS khususnya kaum remaja juga mempunyai

kemampuan membaca perpaduan antara huruf dengan bunyi angka.

Pada dasarnya kolaborasi antara huruf dengan bunyi angka merupakan

sebuah tanda untuk menggantikan kata, dan tanda-tanda tersebutlah yang dibaca

kata, hal ini sependapat dengan M. Wikan Hendarman (http://.tribunkaltim.co.id)

bahwa dalam SMS menggunakan tanda tertentu untuk menggantikan sebuah kata.

Adapun tampilan kolaborasi antara huruf dengan angka yang dibaca kata

antara lain:

(23) Ga dslksi dlu apa… pmbc yg lain psti s7 tuw

‘Gak diseleksi dulu apa… pembaca yang lain pasti setuju tuw’

(24) Cowo i2 emg egonY gd3

‘Cowok itu emang egonya gede’

(25) Q i2 beneran syg n cinta bgt ma dy

(26) Mending U tmbk, pzti lu2h ‘Mending U tembak, pasti luluh’

Kemampuan membaca antara perpaduan huruf dengan bunyi angka adalah

ciri khas dari kaum remaja, khususnya membaca tampilan SMS. Bahasa kaum

remaja memang dikatakan lebih kreatif karena mampu menguasai kosakata yang

serba baru dalam bentuk apapun yang selalu berubah-ubah sesuai dengan

perkembangan zaman, sehingga kaum remaja mempunyai variasi bahasa

tersendiri yaitu bahasa slang. Seperti yang dinyatakan oleh Chaer dan Agustina

(1995:88) bahwa bahasa slang bercirikan penggunaan kosakata yang baru

ditemukan dan cepat berubah dan biasanya dipakai oleh kaum remaja atau

kelompok sosial dan profesional untuk berkomunikasi intrakelompok yang

digunakan secara terbatas dan bersifat rahasia.

Tampilan kolaborasi huruf dengan bunyi angka dibaca kata dalam SMS

yang digunakan kaum remaja merupakan suatu usaha mereka agar di luar

kelompoknya tidak mengerti makna atau arti pada tampilan tersebut. Tampilan

s7(23) mewakili kata setuju dan gd3(24) mewakili kata gede. S7 dan gd3

merupakan tanda yang dipergunakan kaum remaja dalam SMS untuk

menggantikan atau mewakili sebuah kata yang dilafalkan dalam bahasa Indonesia.

Tampilan i2(25) untuk menggantikan kata itu, sedangkan bunyi tu adalah

plesetan dari kata two yang berasal dari bahasa Inggris. Perpaduan huruf i dengan

bunyi angka 2 (two) dilafalkan dalam bahasa Indonesia. Sedangkan lu2h(26)

kata kedua dari kata lu2h. Jadi angka 2 adalah tanda untuk menggantikan suku kata yang berbentuk sama pada sebuah kata. Angka 2 menggantikan lu, sehingga

lu2hdibaca luluh.

Bentuk tampilan yang seperti ini juga akan membuat pembaca SMS

bertanya-tanya dengan maknanya. Apabila pembaca SMS bukan kelompok kaum

remaja tidak teliti, maka akan menimbulkan kesalahpahaman sehingga

menimbulkan makna yang ambiguitas dalam tampilan tersebut.

Dalam dokumen Variasi Bahasa Dalam SMS Pada Majalah HAI (Halaman 33-45)

Dokumen terkait