• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2 Hasil dan Pembahasan Semiologi Roland Barthes dalam Iklan

4.2.3 Tampilan Visual dalam Scene 3

Gambar 4.3. Tampilan visual dalam scene 3. Deskripsi visual yang ditampilkan adalah :

1) Setting

Setting pada scene ini masih sama dngan scene sebelumnya yaitu

ada sebuah pantai. Sedangkan background yang ada dalam scene iklan ini menunjukan bahwa scene ini diambil pada siang hari. Hal ini diperkuat dari adanya cahaya yang terang dan awan yang berwarna terang biru keputihan.

2) Property

Property yang digunakan pada scene ini adalah sebuah teko yang ditemukan oleh salah satu pemuda yang sedang terdampar serta kaca mata yang digunakan oleh pemuda yang memakai kemeja berwarna putih.

3) Sudut pengambilan gambar

Close-Up (CU), yaitu shot gambar yang jika objeknya adalah

manusia, maka diukur dari bahu hingga sedikit ruang di atas kepala. Pengambilan gambar close-up menggambarkan dan memberikan informasi kepada penonton tentang penguatan ekspresi dan dialog penting untuk lebih diperhatikan penonton. Terlihat dalam sudut pengambilan gambar ini menampilkan mimic mika yang kaget bercmpur dengan keheranan saat melihat sebuah teko yang ditemukannya.

Signifier/penanda

Penanda dalam tampilan scene ini menunjukkan sebuah teko yang berwarna hitam

Signified/Petanda

Petanda dalam scene ini menunjukkan sebuah teko yang sedang dipegang oleh salah satu pemuda yang menggunakan kemeja putih.

Dalam scene ini memiliki sebuah sistem komunikasi yang ditampilkan pada kelima kisi-kisi kode yang lebih tepatna masuk kedalam kode hermeneutik karena kode ini berkisar pada harapan pembaca untuk mendapatkan kebenaran bagi pertanyaan yang muncul pada teks yang dimana pemuda yang sedang terdampar itu menemukan sebuah teko yang dipegang oleh pemuda yang memakai baju putih berkaca mata. Karena Dalam mitos masyarakat ketahui apabila teko ajaib kalau digosok bisa mengeluarkan jin dan dapat mengabulkan suatu permintaan

Level denotasi

Level denotasi pada iklan tersebut memperlihatkan bahwa salah atu pemuda yang terdampar memegang dan memperhatikan sebuah teko yang dia temukan sebelumnya.

Level konotasi

Level konotasi pada scene ini adalah rasa ingin tahu adanya sebuah teko yang dipegang oleh salah pemuda yang konotasinya bahwa sebuah teko seharusnya digunakan di dapur untuk memasak, tetapi pada scne ini teko ditemukan di pinggiran pantai, sehingga teko tersebut mempunyai konotasi yang lain yaitu identik dengan sebuah jin yang keluar dari teko tersebut.

4.2.4 Tampilan visual dalam scene 4 .

Gambar 4.4. Tampilan visual dalam scene 4. Deskripsi visual yang ditampilkan adalah :

1) Setting.

Setting dalam scene ini berada di sebuah pulau dengan background pantai, dengan adanya pasir pantai berwarna putih kecoklatan dan air laut

yang berada didekat para tokoh. Scene ini diambil pada siang hari karena dapat dilihat dari cahaya terang yang terlihat serta awan yang berwarna terang biru keputihan.

2) Property

Property yang dpakai dalam scene ini adalah baju yang dikenakan

oleh ketiga pemuda yaitu pada pemuda pertama yang menggunakan kemeja berwarna putih berdasi dan menggunakan celana warna hitam. Pada pemuda yang kedua menggunakan kaos oblong berwarna abu-abu dan celana pendek warna hitam. Pada pemuda terakhir menggunakan kemeja berwarna merah bermotifkan bunga-bunga dipadu dengan celana berwarna putih. Pada tokoh lain yaitu tokoh jin tersebut menggunakan baju adat jawa dengan memakai penutup kepala yang disebut dengan blangkon.

3) Tanda non verbal

Tanda non verbal yang terdapat pada scene ini yaitu ekspresi ketiga pemuda tersebut terkejut sampai melompat kebelakang hingga terpental setelah melihat jin yang keluar dari sebuah teko.

4) Sudut pengambilan gambar.

Sudut pengambilan gambar pada scene ini adalah menggunakkan

Long Shot yang jika objeknya adalah manusia maka dapat diukur lutut kaki

hingga sedikit ruang di atas kepala. Pengambilan gambar Long Shot ini menggambarkan dan memberikan informasi kepada penonton mengenai jin yang datang tiba-tiba menemui ketiga pemuda yang sedang terdampar itu.

Signifier/penanda

Penanda dalam scene ini adalah ketiga pemuda itu terkejut sehingga terpental kebelakang.

Signified/Petanda

Petanda yang dimaksud pada scene ini adalah ekspresi terkejut sehingga terpental kebelakang setelah melihat jin yang keluar dari sebuah teko yang berada di depan ketiga pemuda itu.

Dalam scene ini memiliki sebuah sistem komunikasi yang ditampilkan pada kelima kisi-kisi kode yang lebih tepatna masuk kedalam kode semik atau kode konotasi karena kode ini pembaca menyusu tema pada suatu teks sehingga banyak menawarkan banyak sisi yaitu ekspresi ketiga pemuda yang sedang terdampar itu tampak kebingungan setelah melihat jin yang keluar dari sebuah teko yang ditemukan sebelumnya karena dalam mitosnya jin yang keluar dari teko ajaib bisa mengutarakan banyak sisi atau permintaan.

Level denotasi

Makna denotasi pada scene ini adalah jin yang keluar dari sebuah teko sehingga membuat ketiga pemuda terkejut.

Level konotasi

Level konotasi pada scene ini menjelaskan bahwa sebuah teko sebenarnya merupakan alat untuk memasak air, tetapi pada scene ini sebuah teko diasumsikan sebagai alat yang mengeluarkan sebuah jin,

dimana jin yang keluar dari teko tersebut dapat mengabulkan permintaan orang yang menemukannya.

4.2.5 Tampilan visual dalam scene 5.

Gambar 4.5. Tampilan visual dalam shot 5. Deskripsi visual yang ditampilkan adalah :

1) Setting

Setting dari scene ini terlihat background yang terdapat pada scene

ini pada siang hari yaitu adanya cahaya terang dan awan yang berwarna biru keputihan yang ada dibelakang tokoh jin itu. Setting dalam scene ini masih sama dengan dengan settingscene sebelumnya.

2) Property

Property yang dipakai pada scene ini adalah penutup kepala yang

biasa disebut dengan blangkon dan baju berkerah yang biasa juga disebut dnga beskap. Property yang digunakan tokoh pada scene ini merupakan baju adat suku Jawa.

3) Sudut pengambilan gambar.

Pada sudut pengambilan gambar pada scene ini adalah menggunakan Close-Up (CU) shot, yaitu shot gambar yang jika objeknya adalah manusia, maka diukur dari bahu hingga sedikit ruang di atas kepala. Pengambilan gambar close-up menggambarkan dan memberikan informasi kepada penonton tentang penguatan ekspresi dan dialog penting untuk lebih diperhatikan penonton, yaitu gerak tubuh pada tokoh jin yang menampilkan gerak tubuh yang menunjukkan ekspresi dan mengacungkan ketiga jarinya.

Signifier/penanda

Penanda dalam scene ini adalah sesosok jin berpakaian adat jawa yang memberikan permintaan.

Signified/Petanda

Petanda terdapat pada gerakkan yang ditampilkkan pada sesosok jin yang mengacungkan ketiga jarinya untuk memberikan ketiga permintaan kepada ketiga pemuda tersebut.

Dalam scene ini memiliki sebuah sistem komunikasi yang ditampilkan pada kelima kisi-kisi kode yang lebih tepatna masuk kedalam kode semik atau kode konotasi karena kode ini pembaca menyusu tema pada suatu teks sehingga banyak menawarkan banyak sisi dimana jin yang keluar dari teko ajaib itu memberikan tiga permintaan dengan memberikan acungan tiga jarina kepada ketiga pemuda yang sedang terdampar itu.

Level denotasi

Denotasinya adalah menggambarkan sebuah kejadian yang tidak dapat diduga yaitu sesosok jin yang bisa memberikan permintaan.

Level konotasi

Level konotasi pada iklan ini terletak pada ekspresi raut wajah dari jin tersebut yang mengacungkan ketiga jarinya untuk memberikan permintaan kepada ketiga pemuda tersebut. Ekspresi yang ditampilkan seolah-olah untuk membuat lawan bicaranya yaitu ketiga pemuda tersebut menjadi yakin atas perkataan yang dikatakan oleh jin.

4.2.6 Tampilan visual dalam scene 6 .

Gambar 4.6. Tampilan visual dalam scene 6. Deskripsi visual yang ditampilkan adalah :

1) Setting

Setting dalam scene ini sama seperti scene sebelumnya yaitu di sebuah pulau yang tepatnya berada di bibir pantai. Hal ini dapat diperjelas dengan adanya pasir pantai yang berwarna putih kecoklatan.

2) Property

Property yang dipakai dalam scene ini tetap menggunakan pakaian

yang dimana pemuda satu menggunakan kemeja putih berdasi, kemudian pemuda kedua memakai kaos oblong berwarna abu-abu dipadu dengan celana pendek yang berkesan seperti berpakaian dirumah, dan pada pemuda yang ketiga memakai kemeja berwarna merah yang bermotifkan bunga-bunga serta memakai celana pendek berwarna putih.

3) Sudut pengambilan gambar

Sudut pengambilan gambar pada scene ini adalah menggunakkan

Long Shot yang jika objeknya adalah manusia maka dapat diukur lutut kaki

hingga sedikit ruang di atas kepala. Pengambilan gambar Long Shot ini menggambarkan dan memberikan informasi kepada penonton mengenai gerak tubuh pada pemuda pertama yang mengacungkan jari telunjuknya untuk meminta permintaan terlebih dahulu kepada jin tersebut.

4) Tanda non verbal

Gesture atau gerak tubuh yang ditampilkan pada scene ini terlihat d

pada pemuda pertama yang mengacungkan jari telunjuknya untuk meminta permintaan kepada jin serta menampilkan mimik muka yang senang bercampur bingung dari ketiga pemuda tersebut.

Signifier/penanda

Penanda dalam scene ini adalah dimana pada pemuda pertama meminta permintaan dengan mengacungkan jari telunjuknya.

Signified/Petanda

Petanda dalam scene ini yaitu dari ketiga pemuda yang terdampar itu yang mengacungkan permintaan terlebih dahulu adalah pemuda yang menggunakan kemeja putih berdasi karena dia mengajungkan jari telunjuknya terlebih dahulu.

Dalam scene ini memiliki sebuah sistem komunikasi yang ditampilkan pada kelima kisi-kisi kode yang lebih tepatna masuk kedalam kode semik atau kode konotasi karena kode ini pembaca menyusu tema pada suatu teks sehingga banyak menawarkan banyak sisi yang dimana dapat ditunjukan dengan pemuda pertama yang memakai kemeja putih berkaca mata mempunyai permintaan “aku pengen pulang”.

Level denotasi

Makna yang terkandung dalam level denotasi di scene ini adalah dimana ketiga pemuda yang sudah diberi sebuah permintaan dan pemuda pertama yang mengenakan kemeja putih berdasi mengacungkan telunjuknya

Level Konotasi

Level konotasi yang terdapat pada scene ini adalah dimana jin yang sebelumnya memberi tiga permintaan kepada ketiga pemuda. Pemuda

pertama sangat antusias memberikan permintaannya yaitu untuk segera pergi dari pantai tersebut.

Dokumen terkait