DAFTAR PUSTAKA INDEKS
B. Tanda Koma (,)
Dalam kegiatan menulis, juga tidak pernah terlepas dari pemakaian tanda koma. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 46 Tahun 2009 Tanggal 31 Juli 2009 terdapat empat belas kaidah pemakaian
tanda koma (,). Kaidah-kaidah pemakaian tanda koma (,) yang harus diperhatikan dan diterapkan adalah sebagai berikut.
1. Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan (Permendiknas, 2009:57). Contoh pemakaian tanda koma sesuai kaidah tersebut adalah sebagai berikut.
(1) Sari membeli sepatu, tas, dan buku.
(2) Buah pisang, buah jeruk, ataupun buah pepaya merupakan makanan khusus simpanse.
(3) Absen nomor 7, 19, 23, 29, dan 36 tidak hadir dalam perkuliahan.
2. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului dengan kata seperti tetapi,
melainkan, sedangkan, dan kecuali (Permendiknas, 2009:57). Contoh
pemakaian tanda koma sesuai kaidah tersebut adalah sebagai berikut. (4) Saya ingin ikut ke Parangtritis, tetapi hari ini harus ke Gereja. (5) Nana bukan menjenguk Bu Nardi, melainkan menjenguk Bu
Ratna.
(6) Ryan mempunyai sifat pemarah, sedangkan adiknya mempunyai sifat penyabar .
(7) Semua siswa boleh masuk kelas, kecuali yang terlambat.
3. Menurut Permendiknas (2009:58), tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk
kalimatnya. Contoh pemakaian tanda koma sesuai kaidah tersebut adalah sebagai berikut.
(8) Jika kamu pergi, saya tidak jadi ke rumahmu. (9) Karena sakit, Dyani tidak masuk kuliah.
(10) Supaya tidak terlambat sekolah, jangan tidur terlalu malam. Permendiknas (2009:58) menyatakan bahwa tanda koma tidak
dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mengiringi induk kalimatnya. Contohnya adalah sebagai berikut.
(11) Saya tidak jadi ke rumahmu jika kamu pergi. (12) Dyani tidak masuk kuliah karena sakit.
(13) Jangan tidur terlalu malam supaya tidak terlambat sekolah.
4. Permendiknas (2009:58—59) menyatakan bahwa tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal kalimat, seperti oleh karena itu, jadi, dengan demikian, sehubungan
dengan itu, dan meskipun begitu, tetapi ungkapan penghubung
antarkalimat tersebut tidak digunakan pada awal paragraf. Contoh pemakaian tanda koma sesuai kaidah tersebut adalah sebagai berikut.
(14) Rendi termasuk anak yang malas belajar. Oleh karena itu, nilainya jelek di antara teman-temannya.
(15) Rata-rata nilai UN supaya dapat masuk sekolah RSBI minimal 8. Jadi, kita sekarang harus rajin belajar.
(17) Sehubungan dengan itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono angkat bicara.
(18) Meskipun begitu, Adi tidak pernah mempunyai niat untuk
membalas rasa sakit hatinya.
5. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seru, seperti o, ya, wah, aduh,
dan kasihan , atau kata-kata yang digunakan sebagai sapaan, seperti Bu,
Dik, atau Mas dari kata yang lain yang terdapat di dalam kalimat
(Permendiknas, 2009:59). Contoh pemakaian tanda koma sesuai kaidah tersebut adalah sebagai berikut.
(19) O, begitukah sifatnya?
(20) Wah, nikmat sekali rasa kopi ini!
(21) Aduh, kenapa bisa jatuh?
(22) Bu, obatnya jangan lupa diminum!
(23) Bagaimana kamu bisa menyimpulkan seperti itu, Dik? (24) Mengapa belum juga kasih kabar, Mas?
6. Menurut Permendiknas (2009:59—60), tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat. (Lihat juga pemakaian tanda petik, Bab III, Huruf J dan K.) Contoh pemakaian tanda koma sesuai kaidah tersebut adalah sebagai berikut.
(25) Kata Rina, “Saya sakit perut.”
(26) “Saya sakit perut,” kata Rina, “karena kebanyakan makan sambal.”
(27) “Sampaikan salam kangen buat adikmu,” kata Vian.
(28) “Kasih kabar kalau kamu diterima kerja di Astra Honda,” kata
Dani.
7. Permendiknas (2009:60) menyatakan bahwa tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru. Contoh pemakaian tanda koma sesuai kaidah tersebut adalah sebagai berikut.
(29) “Ke mana kamu akan pergi?” tanya Rindu.
(30) “Larilah dengan cepat!” perintahnya.
(31) “Ayo kita tangkap ular itu!” teriak Fandi.
8. Tanda koma dipakai di antara (a) nama dan alamat, (b) bagian-bagian alamat, (c) tempat dan tanggal, serta (d) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan (Permendiknas, 2009:60). Contoh pemakaian tanda koma sesuai kaidah tersebut adalah sebagai berikut.
(32) Bapak Budi Santosa, Jalan Merdeka 1, Jakarta Selatan (33) Malang, 14 September 2012
(34) Surat ini harap dikirim ke Dekan Fakultas Hukum, Universitas Airlangga, Jalan Airlangga 4, Surabaya
9. Menurut Permendiknas (2009:60), tanda koma dipakai untuk memisahkan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka. Contoh pemakaian tanda koma sesuai kaidah tersebut adalah sebagai berikut.
(35) Akhadiah, Sabarti, dkk. 1988. Pembinaan Kemampuan
Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.
(36) Astuti, Wiwiek Dwi, dkk. 2007. Bahasa Indonesia Laras
Ekonomi. Jakarta: Pusat Bahasa Depdiknas.
(37) Chaer, Abdul. 1988. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Jakarta: Bhratara Karya Aksara.
(38) Siregar, Merari.1920. Azab dan Sengsara. Weltervreden: Balai Pustaka.
10.Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki atau catatan akhir (Permendiknas, 2009:61). Contoh pemakaian tanda koma sesuai kaidah tersebut adalah sebagai berikut.
(39) Marsono, Fonetik (Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 1999), hlm. 34.
(40) Hilman, Hadikusuma, Ensiklopedi Hukum Adat Budaya
Indonesia (Bandung: Alumni,1977), hlm. 12.
(41) W.J.S. Poerwadarminta, Bahasa Indonesia untuk Karang Mengarang (Yogyakarta; UP Indonesia, 1967), hlm. 4.
11.Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga (Permendiknas, 2009:61). Contoh pemakaian tanda koma sesuai kaidah tersebut adalah sebagai berikut.
(42) Kasus Nazarudin ditangani oleh Hotman Paris Hutapea, S.H.
(43) Prof. Dr. M. Simatupang, M.A. sudah tidak lagi menjadi
12.Tanda koma dipakai di muka angka desimal atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka (Permendiknas, 2009:62). Contoh pemakaian tanda koma sesuai kaidah tersebut adalah sebagai berikut.
(44) Ayah membeli motor seharga Rp16.350.000,00.
(45) Lebar pintu itu sekitar 1,27 m.
(46) Ibu berbelanja beras sebanyak 11,2 kg.
13.Menurut Permendiknas (2009:62), tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi. (Lihat juga pemakaian tanda pisah, Bab III, Huruf F.) Contoh pemakaian tanda koma sesuai kaidah tersebut adalah sebagai berikut.
(47) Teman saya, Zubaidah, cantik sekali. (48) Si Hitam, kambing saya, besar sekali.
(49) Di daerah kami, misalnya, masih banyak orang yang makan nasi jagung pada musim kemarau.
(50) Semua warga, baik tua maupun muda mengikuti kerja bakti.
14.Tanda koma dapat dipakai—untuk menghindari salah baca/salah pengertian—di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat (Permendiknas, 2009:63). Contoh pemakaian tanda koma sesuai kaidah tersebut adalah sebagai berikut.
(51) Untuk mendapatkan cinta yang sejati dan sempurna, kita harus sabar.
(52) Atas pengorbanan yang bapak lakukan, saya sangat merasa bangga.
Bandingkan dengan:
(53) Kita harus sabar untuk mendapatkan cinta yang sejati dan sempurna.
(54) Saya sangat merasa bangga atas pengorbanan yang bapak lakukan.