BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.3 Karakteristik Responden
4.4.2 Tanggapan Responden Terhadap Minat Mahasiswa Memanfaatkan
Minat memanfaatkan perpustakaan merupakan adanya keinginan atau kecenderungan hati pengguna untuk memanfaatkan perpustakaan. Pengguna yang datang ke perpustakaan tentu saja memiliki cara yang berbeda-beda dalam memanfaatkan perpustakaan, seperti hanya membaca, mencari informasi, dan lainnya. Minat mengunjungi untuk memanfaatkan perpustakaan juga dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor kunjungan diantaranya adanya kebutuhan terhadap perpustakaan, memperoleh pelayanan yang baik, dan sebagainya.
Variabel minat mahasiswa memanfaatkan perpustakaan diukur berdasarkan indikator minat baca, kebutuhan informasi, dan sikap pustakawan. Untuk mengetahui tanggapan responden mengenai minat mahasiswa memanfaatkan perpustakaan dapat diketahui melalui jawaban responden pada pernyataan kuesioner nomor 12 (dua belas) sampai nomor 21 (dua puluh satu).
Adapun proses perhitungan data dilakukan dengan menggunakan program aplikasi komputer SPSS versi 16.0.
4.4.2.1 Minat Baca
Minat baca dalam konteks penelitian ini adalah mengenai rendahnya atau minimnya keinginan pengguna untuk membaca sehingga koleksi pepustakaan dapat tidak termanfaatkan. Oleh karena itu minat baca perlu ditingkatkan dan dibina agar pengguna dapat memanfaatkan bahan bacaan yang disediakan oleh perpustakaan.
Untuk mengetahui tanggapan responden terhadap minat baca pada Perpustakaan UMN dapat dilihat pada Tabel 4.10 berikut ini
Tabel 4.10 Distribusi Frekuensi Minat Baca Nomor Pernyataan Tanggapan Responden Total % Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju F % F % F % F % 12 42 47,2 39 43,8 7 7,9 1 1,1 89 100 13 18 20,2 50 56,2 16 18,0 5 5,6 89 100 14 27 30,3 40 44,9 19 21,3 3 3,4 89 100 15 28 31,5 46 51,7 12 13,5 3 3,4 89 100
Pernyataan responden pada Tabel 4.10 dapat dilihat pada uraian berikut:
Pada pernyataan nomor 12 menunjukkan bahwa 42 responden (47,2%) menyatakan sangat setuju bahwa seringnya memanfaatkan perpustakaan dapat menumbuhkan minat baca, 39 responden (43,8%) menyatakan setuju, 7 responden (7,9%) menyatakan tidak setuju, dan 1 responden (1,1%) menyatakan sangat tidak setuju. Berdasarkan kriteria interpretasi data dari Tabel 4.10, responden yang menyatakan setuju seringnya memanfaatkan perpustakaan dapat menumbuhkan minat baca berjumlah 81 responden (91%). Sedangkan responden yang sangat tidak setuju berjumlah 8 responden (9%).
Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa pada umumnya responden menyatakan setuju dengan seringnya memanfaatkan perpustakaan dapat menumbuhkan minat baca pada Perpustakaan UMN.
Pada pernyataan nomor 13 menunjukkan bahwa 18 responden (20,2%) menyatakan sangat setuju bahwa rendahnya minat baca disebabkan oleh sulitnya pengguna meluangkan waktu untuk membaca, 50 responden (56,2%) menyatakan setuju, 16 responden (18,0%) menyatakan tidak setuju, dan 5 responden (5,6%) menyatakan sangat tidak setuju.
Berdasarkan kriteria interpretasi data dari Tabel 4.10, responden yang menyatakan setuju rendahnya minat baca disebabkan oleh sulitnya pengguna meluangkan waktu untuk membaca berjumlah 68 responden (76,4%). Sedangkan responden yang sangat tidak setuju berjumlah 21 responden (23,6%).
Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa pada umumnya responden menyatakan setuju rendahnya minat baca disebabkan oleh sulitnya pengguna meluangkan waktu untuk membaca pada Perpustakaan UMN.
Pada pernyataan nomor 14 menunjukkan bahwa 27 responden (30,3%) menyatakan sangat setuju bahwa harga buku yang relatif mahal membuat pengguna memanfaatkan perpustakaan untuk membaca, 40 responden (44,9%) menyatakan setuju, 19 responden (21,3%) menyatakan tidak setuju, dan 3 responden (3,4%) menyatakan sangat tidak setuju.
Berdasarkan kriteria interpretasi data dari Tabel 4.10, responden yang menyatakan setuju harga buku yang relatif mahal membuat pengguna memanfaatkan perpustakaan untuk membaca berjumlah 67 responden (75,2%). Sedangkan responden yang sangat tidak setuju berjumlah 22 responden (24,7%).
Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden menyatakan setuju harga buku yang relatif mahal membuat pengguna memanfaatkan perpustakaan untuk membaca pada Perpustakaan UMN.
Pada pernyataan nomor 15 menunjukkan bahwa 28 responden (31,5%) menyatakan sangat setuju bahwa rendahnya minat baca berarti rendah juga minat memanfaatkan perpustakaan, 46 responden (51,7%) menyatakan setuju, 12 responden (13,5%) menyatakan tidak setuju, dan 3 responden (3,4%) menyatakan sangat tidak setuju.
Berdasarkan kriteria interpretasi data dari Tabel 4.10, responden yang menyatakan setuju rendahnya minat baca berarti rendah juga minat memanfaatkan perpustakaan berjumlah 74 responden (83,2%). Sedangkan responden yang sangat tidak setuju berjumlah 15 responden (16,8%).
Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa pada umumnya responden menyatakan setuju rendahnya minat baca berarti rendah juga minat memanfaatkan perpustakaan pada Perpustakaan UMN.
4.4.2.2 Kebutuhan Informasi
Kebutuhan informasi dalam konteks penelitian ini adalah tidak seorang pun pengguna yang tidak membutuhkan informasi dalam hidupnya. Perpustakaan merupakan wadah sumber informasi. Pada umumnya mahasiswa yang memanfaatkan perpustakaan karena membutuhkan informasi untuk menyelesaikan tugas akademiknya.
Untuk mengetahui tanggapan responden terhadap adanya kebutuhan informasi pada Perpustakaan UMN dapat dilihat pada Tabel 4.11 berikut ini:
Tabel 4.11 Distribusi Frekuensi Kebutuhan Informasi Nomor Pernyataan Tanggapan Responden Total % Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju F % F % F % F % 16 22 24,7 23 25,8 38 42,7 6 6,7 89 100 17 21 23,6 61 68,5 7 7,9 0 0 89 100 18 20 22,5 29 32,6 36 40,4 4 4,5 89 100
Pernyataan responden pada Tabel 4.11 dapat dilihat pada uraian berikut:
Pada pernyataan nomor 16 dapat dilihat bahwa 22 responden (24,7%) menyatakan sangat setuju bahwa pemanfaatan fasilitas yang disediakan perpustakaan adalah untuk memenuhi kebutuhan informasi pengguna dalam menunjang perkuliahan yang diikuti, 23 responden (25,8%) menyatakan setuju, 38 responden (42,7%) menyatakan tidak setuju, dan 6 responden (6,7%) menyatakan sangat tidak setuju.
Berdasarkan kriteria interpretasi data dari Tabel 4.11, responden yang menyatakan setuju pemanfaatan fasilitas yang disediakan perpustakaan adalah untuk memenuhi
kebutuhan informasi pengguna dalam menunjang perkuliahan yang diikuti, berjumlah 45 responden (50,5%). Sedangkan responden yang sangat tidak setuju berjumlah 44 responden (49,4%).
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden menyatakan setuju pemanfaatan fasilitas yang disediakan perpustakaan adalah untuk memenuhi kebutuhan informasi pengguna dalam menunjang perkuliahan yang diikuti pada Perpustakaan UMN.
Pada pernyataan nomor 17 dapat dilihat bahwa 21 responden (23,6%) menyatakan sangat setuju bahwa jumlah koleksi perpustakaan sangat mempengaruhi pemenuhan kebutuhan informasi yang dibutuhkan oleh pengguna, 61 responden (68,5%) menyatakan setuju, 7 responden (7,9%) menyatakan tidak setuju, dan tidak ada responden yang menyatakan sangat tidak setuju.
Berdasarkan kriteria interpretasi data dari Tabel 4.11, responden yang menyatakan setuju jumlah koleksi perpustakaan sangat mempengaruhi pemenuhan kebutuhan informasi yang dibutuhkan oleh pengguna berjumlah 82 responden (92,1%). Sedangkan responden yang sangat tidak setuju berjumlah 7 responden (7,9%).
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pada umumnya responden menyatakan setuju jumlah koleksi perpustakaan sangat mempengaruhi pemenuhan kebutuhan informasi yang dibutuhkan oleh pengguna pada Perpustakaan UMN.
Pada pernyataan nomor 18 dapat dilihat bahwa 20 responden (22,5%) menyatakan sangat setuju bahwa perpustakaan yang baik dapat memenuhi kebutuhan informasi pengguna dalam meyelesaikan tugas akademiknya, 29 responden (32,6%) menyatakan setuju, 36 responden (40,4%) menyatakan tidak setuju, dan 4 responden (4,5%) menyatakan sangat tidak setuju.
Berdasarkan kriteria interpretasi data dari Tabel 4.11, responden yang menyatakan setuju perpustakaan yang baik dapat memenuhi kebutuhan informasi pengguna dalam meyelesaikan tugas akademiknya berjumlah 49 responden (55,1%). Sedangkan responden yang sangat tidak setuju berjumlah 40 responden (44,9%).
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden menyatakan setuju perpustakaan yang baik dapat memenuhi kebutuhan informasi pengguna dalam meyelesaikan tugas akademik pada Perpustakaan UMN.
4.4.2.3 Sikap Pustakawan
Pustakawan merupakan mediator dalam memberikan pelayanan kepada pengguna. Setiap pengguna memiliki kebutuhan informasi serta pribadi karakter yang berbeda sehingga pelayanan yang diberikan juga berbeda. Setiap perpustakaan harus memperhatikan hubungan antara pustakawannya dengan penggunanya karena pengguna yang merasa dilayani dengan baik biasanya akan tertarik datang kembali untuk memanfaatkan perpustakaan.
Untuk mengetahui tanggapan responden terhadap sikap pustakawan dalam melayani pada Perpustakaan UMN dapat dilihat pada Tabel 4.12 berikut ini:
Tabel 4.12 Distribusi Frekuensi Sikap Pustakawan Nomor Pernyataan Tanggapan Responden Total % Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju F % F % F % F % 19 41 46,1 33 37,1 14 15,7 1 1,1 89 100 20 19 21,3 55 61,8 14 15,7 1 1,1 89 100 21 32 36,0 46 51,7 10 11,2 1 1,1 89 100
Pernyataan responden pada Tabel 4.12 dapat dilihat pada uraian berikut:
Pada pernyataan nomor 19 menunjukkan bahwa 41 responden (46,1%) menyatakan sangat setuju bahwa sikap pustakawan yang ramah dapat mempengaruhi minat pengguna untuk memanfaatkan fasilitas yang tersedia di perpustakaan, 33 responden (37,1%) menyatakan setuju, 14 responden (15,7%) menyatakan tidak setuju, dan 1 responden (1,1%) menyatakan sangat tidak setuju.
Berdasarkan kriteria interpretasi data dari Tabel 4.12, responden yang menyatakan setuju sikap pustakawan yang ramah dapat mempengaruhi minat pengguna untuk memanfaatkan fasilitas yang tersedia di perpustakaan, berjumlah 74 responden (83,2%). Sedangkan responden yang sangat tidak setuju berjumlah 15 responden (16,8%).
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pada umumnya responden menyatakan setuju sikap pustakawan yang ramah dapat mempengaruhi minat pengguna untuk memanfaatkan fasilitas yang tersedia di Perpustakaan UMN.
Pada pernyataan nomor 20 menunjukkan bahwa 19 responden (21,3%) menyatakan sangat setuju bahwa sikap pustakawan terhadap pengguna merupakan indikator untuk mengukur pelayanan perpustakaan, 55 responden (61,8%) menyatakan setuju, 14 responden (15,7%) menyatakan tidak setuju, dan 1 responden (1,1%) menyatakan sangat tidak setuju.
Berdasarkan kriteria interpretasi data dari Tabel 4.12, responden yang menyatakan setuju sikap pustakawan terhadap pengguna merupakan indikator untuk mengukur pelayanan perpustakaan, berjumlah 74 responden (83,1%). Sedangkan responden yang sangat tidak setuju berjumlah 15 responden (16,8%).
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pada umumnya responden menyatakan setuju sikap pustakawan terhadap pengguna merupakan indikator untuk mengukur pelayanan perpustakaan pada Perpustakaan UMN.
Pada pernyataan nomor 21 menunjukkan bahwa 32 responden (36,0%) menyatakan sangat setuju untuk meningkatkan citra perpustakaan perlu diciptakan hubungan yang baik antara pustakawan dengan pengguna perpustakaan, 46 responden (51,7%) menyatakan setuju, 10 responden (11,2 %) menyatakan tidak setuju, dan 1 responden (1,1%) menyatakan sangat tidak setuju.
Berdasarkan kriteria interpretasi data dari Tabel 4.12, responden yang menyatakan setuju untuk meningkatkan citra perpustakaan perlu diciptakan hubungan yang baik antara pustakawan dengan pengguna perpustakaan, berjumlah 78 responden (87,7%). Sedangkan responden yang sangat tidak setuju berjumlah 11 responden (12,3%). Dari uraian di atas dapat disimpulkan pada umumnya seluruh responden menyatakan setuju untuk meningkatkan citra perpustakaan perlu diciptakan hubungan yang baik antara pustakawan dengan pengguna perpustakaan pada Perpustakaan UMN.
4.5 Pengolahan Data