• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

4. Tanggung Jawab Single Parent Ayah dalam Pengasuhan

Anak merupakan amanah dari illahi yang menjadi tanggung jawab orang tua untuk mengasuhnya. Bagaimana pun tanggung jawab orang tua sangat diharapkan bagi anak yang berarti ada perhatian dari orang tua pada anak. Adapun tanggung jawab orang tua single parent ayah dalam penelitian ini meliputi.

a. Tanggung Jawab Materiil

1) Kebutuhan Makan dan Pakaian Anak

Usia anak 6-12 tahun merupakan usia anak yang masih sangat diperhatikan dalam pemenuhan kebutuhan anak. Seperti kebutuhan makan dan pakain anak. Seperti keterangan single parent ayah bapak Sunarto (41 tahun), pekerjaan sebagai penebas padi dan pendidikan terakhir SD ini, bahwa ketika orang tua single parent ayah sedang kerja dan tidak berada di rumah mengenai pemenuhan kebutuhan makan anak, yaitu anak di suruh makan di warung, kalau makan siang dan malam dikasih oleh nenek. Hal ini dikarenakan pekerjaan single parent ayah ketika di luar kota, sampai dua hari tidak pulang, karena mengurusi bisnis pembelian padi. Jika single parent ayah di rumah, maka yang memasak adalah single parent ayah sendiri yang dibantu oleh anak.

Bersarkan keterangan orang tua single parent ayah bapak Purwanto (37 tahun), bekerja sebagai petani dan berpendidikan terkahir

64

SD mengungkapkan bahwa kalau masalah menu makan saya tidak memperhatikan apakah harus memakai lauk ikan atau daging. Bagi single parent ayah, menu makanan yang penting ada lauknya. Bagi orang tua single parent ayah sudah makan merupakan rezeki yang luar biasa dari Tuhan yang harus disyukuri. Makan apa adanya yang penting sehat dan setiap hari bisa makan.

Hal ini sesuai keterangan Rohmah Maulina kelas 7 MTs anak dari single parent ayah bapak Sutrisno bahwa kalau makan, nasi sudah disiapkan oleh ayah. Single parent ayah mulai memasak untuk anak mulai dari pulang kerja seperti keterangan dari single parent ayah bapak Sukari (41 tahun), penjaga TK mengungkapkan bahwa ketika pagi hari single parent ayah hanya memasak nasi, lauknya dengan membeli sayur lodeh atau kering di warung terdekat. Sepulang dari kerja baru memasak untuk persiapan makan siang anak setelah pulang sekolah. Selain itu, terkadang single parent ayah sepulang kerja membelikan makanan untuk anak dari warung. Cara lain single parent ayah untuk memenuhi kebutuhan makan anak, yaitu dengan memesan pada kerabat atau nenek terlebih dahulu untuk memasakan makanan anak setelah pulang sekolah. Sebelumnya single parent ayah, memberikan uang belanja agar dibelanjakan oleh kerabat atau nenek yang memasak. Waktu makan malam, sore hari single parent ayah dibantu anak, memasak dari lauk pauk yang dibelikan oleh kerabat atau nenek.

Masalah menu makanan yang dimasak single parent ayah dapat dikatakan sederhana. Hanya saja, memasak dengan menu yang enak, ketika anak meminta sendiri menu makanan yang diinginkan. Baru single parent ayah keesokan harinya memesan titipan lauk pada kerabat sesuai pesanan anak untuk makan siang dan malam nanti.

Selain kebutuhan makan anak, kebutuhan lainnya yaitu pakaian baru anak. Seperti keterangan pada orang tua single parent ayah bapak Sukari (40 Tahun), bekerja sebagai penjaga TK di Dukuh Ngelo, dan tingkat pendidikan terakhir SD. Anak di ajak single parent ayah ke toko baju terdekat yang ada di Dukuh Kaliyoso. Jika anak belum menemukan pilihan pakaian yang cocok, anak di ajak single parent ayah ke Pasar Undaan. Namun sebelum membelikan baju baru untuk anak, single parent ayah melihat model baju terlebih dahulu. Menurut single parent ayah, model baju harus sesuai dengan sopan santun.

66

2) Biaya Kebutuhan Sekolah Anak

Sekolah merupakan tempat anak untuk menuntut ilmu. Agar anak memperoleh pendidikan yang baik, maka tanggung jawab seorang orang tua adalah menyekolahkan anak. Tanggung jawab tersebut meliputi pembiayaan kebutuhan sekolah anak.

Seperti hasil wawancara orang tua single parent ayah dengan bapak Sunarto (41 Tahun), bekerja sebagai penebas padi, dan tingkat pendidikan terakhir SD ini mengungkapkan bahwa:

“…masalah sangu wes tak jatah mas. Seminggu satus ewu. Tapi biasane wes cukup kok bocah semunu kwi, tak luwih sangune yo tak kon nglebokke celengan mas. terus buku-buku tulis y owes tak sediake pak-pakan mas ben bocah gak tuka-tuku meneh. Dadi kabeh wes paketan mas modelku”. ( mengenai uang saku sudah saya jatah, satu minggu seratus ribu mas. Uang segitu sudah cukup mas biasanya, kalau uangnya lebih ya saya suruh untuk menyisihkan uangnya untuk ditabung di celengan. Terus kalau kebutuhan buku-buku itu sudah saya belikan satu kardus buku-buku, biar anak tidak beli-beli buku lagi mas), (wawancara 26 Juli 2012).

Berdasarkan keterangan di atas, bentuk tanggung jawab single parent ayah dalam pembiayaan kebutuhan sekolah anak yaitu dengan memberikan uang jatah saku seratus ribu per minggu. Uang saku seratus ribu tersebut meliputi uang saku untuk sekolah dasar, uang jajan sehari-hari dan uang saku sekolah madrasah. Single parent ayah menyuruh anak untuk memasukkan celengan atau menabung di rumah jika uang sakunya lebih.

Mengenai kebutuhan anak untuk membeli buku tulis dan peralatan tulis sudah disiapkan single parent ayah. Buku dan peralatan tulis yang disiapkan single parent ayah tersebut dalam bentuk paketan atau kardus yang berisi buku satu pak dan alat tulis. Menurut single parent ayah, langkah tersebut untuk mengantisipasi anak jika meminta buku, sedangkan saat itu ayah tidak ada di rumah.

3) Kesehatan Anak

Hadirnya anak merupakan dambaan bagi setiap orang tua, karena hadirnya anak akan membuat lengkap bagi suatu keluarga. Orang tua yang baik, akan selalu memperhatikan keadaan anak setiap saat. Hal yang paling dikhawatirkan dari orang tua adalah jika tiba-tiba kondisi anak kurang sehat.

Berdasarkan pengamatan 27 Juli 2012, tempat pengobatan di Dukuh Kaliyoso yang terdekat adalah bidan. Sehingga salah satu, alternatif pengobatan terdekat warga Kaliyoso adalah bidan.

Berdasarkan keterangan orang tua single parent ayah mengenai kesehatan anak, dengan bapak Sukari (40 Tahun), bekerja sebagai penjaga TK di Dukuh Ngelo, dan tingkat pendidikan terakhir SD ini, mengungkapkan bahwa:

“Tak anakku lagi rak penak awake, bali teko kerjo langsung tak jak neng bidan mas. Soale pengobatan sing cedak kene mung bidan. Tak gak ngono yo tak telponke bu bidan, soale bu bidane yo gelem kon moro kok mas”. (kalau anak saya sedang tidak enak badan, sepulang kerja langsung saya bawa ke bidan terdekat sini mas. Kadang saya telpon bu bidan suruh datang ke rumah, masalahnya

68

bu bidan juga mau menerima panggilan ke rumah-rumah mas), (wawancara 28 Juli 2012).

Jika kondisi badan anak tiba-tiba sakit, orang tua single parent ayah langsung memberobatkan anak ke bidan terdekat. Hal ini karena satu-satunya bidan adalah tenaga medis yang terdekat dan berada di Dukuh Kaliyoso. Selain itu, bidan juga mau menerima panggilan lewat telepon, baik pagi, siang maupun malam. Sehingga pasien tinggal menunggu bidan datang ke rumah. Bidan sebagai alternatif pengobatan terdekat, karena jika ke puskesmas letak yang lumayan jauh sekitar 2 km yang berada di Dukuh Ngelo. Perhatian yang diberikan orang tua single parent ayah pada kesehatan anak diperhatikan baik. Hal ini mengingat di rumah tidak ada ibu atau istri yang merawat anak. Sehingga bagaimanapun seorang ayah dituntut dapat berperan menggantikan tugas istri di rumah, mendampingi ketika keadaan anak tidak sehat.

b. Tanggung Jawab Spiritual

Tanggung jawab orang tua single parent ayah di lihat dari segi spiritual meliputi tanggung jawab seperti berikut:

1) Perhatian Belajar dan Hubungan Anak dengan Ibu

Berdasarkan pengamatan 28 Juli 2012, orang tua sesekali menyempatkan untuk menemani anak belajar. Dengan duduk di samping anak, orang tua mendampingi anak belajar.

Menurut keterangan pada orang tua single parent ayah dengan bapak Sukari (40 Tahun), bekerja sebagai penjaga TK di Dukuh Ngelo, dan tingkat pendidikan terakhir SD ini, bahwa single parent ayah selalu menasehati agar anak selalu ingat tugas anak sekolah adalah belajar. Hal tersebut dimaksudkan single parent ayah, supaya anak rajin belajar. Karena yang paling penting bagi single parent untuk anak adalah meninggalkan kepintaran untuk masa depan kelak. Bagi single parent ayah anak harus lebih pintar dari orang tuanya. Jangan sampai pekerjaan single parent ayah sama dengan orang tuanya. Kalau bisa pekerkaan anak lebih baik dari orang tuanya.

Selain sebagai kepala keluarga dan mengasuh anak setiap hari, single parent ayah dapat dikatakan mampu membagi tugas orang tua dan perhatian pada anak. Karena memang hanya ayah lah anak mendapat perhatian di rumah. Kalaupun ada kerabat dari keluarga itu pun hanya sebatas saja.

Hal ini sesua keterangan anak dari orang tua single parent ayah Karnoto Sutar yaitu Ahmad Mustari (10 tahun) mengungkapkan bahwa:

“Kadang sinaune di kancani pak’e mas, neng ruang tamu, tak pak’e kesel yo ditinggal turu pak’e”.(kadang kala ketika belajar di temani ayah di ruang tamu mas. Tapi kalau ayah lagi lelah ya ditinggal ayah tidur), (wawancara 28 Juli 2012).

70

Single parent ayah terkadang menemani anak belajar. Hal tersebut sesuai kondisi orang tua saat itu. Ketika orang tua single parent ayah lelah seharian bekerja sebagai buruh serabutan, single parent ayah cukup menemani belajar anak sebentar, kemudian anak disuruh belajar sendiri.

Gambar 6. Oorang tua single parent ayah sedang menemani belajar anak Selain wujud perhatian single parent ayah dalam belajar anak, perhatian lainnya adalah ketika anak kangen dengan ibunya. Seperti keterangan mengenai tanggung jawab orang tua single parent ayah, ketika anak ingin bertemu dengan ibunya, dengan bapak Sutrisno (32 tahun), bekerja sebagai sopir angkut dan pendidikan terakhir MTs Undaan. Ketika anak kangen dengan ibunya tindakan single parent ayah yaitu dengan menelponkan langsung pada ibunya yang berada di luar negeri. Setiap hari kadang bisa lewat telpon ataupun lewat sms. Menurut single parent ayah, lebih murah telepon soalnya biayanya beda sedikit dengan telepon.

Bagi anak, kangen atau rindu dengan seorang ibu adalah sesuatu yang wajar. Ingin bertemu dengan ibu yang lama meninggalkan keluarga karena tuntutan kerja menjadi TKW di luar negeri. Seperti keterangan pada seorang anak TKW, anak dari single parent ayah bapak Sutrisno yaitu Rohmah Maulina (12 tahun), status pendidikan baru masuk MTs Undaan Lor kelas 7 bahwa ketika anak merasa kangen langsung ditelponkan ayahnya. Bahkan sehari anak bisa menelpon ibunya sampai 4 kali.

2) Perkembangan Rokhani Anak

Berdasarkan pengamatan 28 Juli 2012, setiap sore anak-anak mengikuti sekolah madrasah. Tujuan utama dari sekolah madrasah adalah untuk menambah pengetahuan agama pada anak. Karena penegetahuan agama merupakan aspek yang penting yang harus ditanamkan pada anak sejak kecil.

72

Berdasarkan keterangan single parent ayah bapak Sunarto (42 tahun), pekerjaan penebas padi (pembeli padi). Orang tua memang kurang begitu mengerti banyak tentang pengetahuan agama. Single parent ayah hanya mengetahui tentang agama dalam kehidupan sehari-hari yang ada di masyarakat. Agar anak mendapatkan pengetahuan yang lebih luas tentang agama, maka single parent ayah meyekolahkan anak di sekolah madrasah. Ketika anak sekolah madrasah, maka anak akan mendapat pengatahuan tentang agama dari guru madrasahnya yang mengajar. Sehingga keterbatasan pengetahuan agama dari orang tua dapat diatasi dengan menyekolahkan anak ke madrasah.

Gambar 7. Salah satu anak single parent ayah sekolah madrasah di sore hari

Selain itu, untuk lebih menanamkan agama, seperti keterangan pada single parent ayah dengan bapak Karnoto Sutar (48 tahun), pekerjaan serabutan. Masalah agama orang tua memang kurang begitu paham dan mengerti banyak, sehingga anak disuruh mengaji di musholla menjelang magrib bersama teman-temannya.

Upaya-upaya single parent ayah agar anak menjadi pribadi yang baik telah diterapkan oleh single parent. Walaupun begitu adanya, usaha single parent ayah selalu yang terbaik bagi anak.

5. Hambatan-hambatan Single Parent Ayah dalam Mengasuh Anak TKW

Dokumen terkait