V. HASIL DAN PEMBAHASAN
5.1. Identitas Responden
5.1.5. Tanggungan Keluarga
Jumlah tanggungan keluarga wanita tani berperan membantu dalam tenaga kerja, akan tetapi mengakibatkan tingginya biaya hidup dalam keluarganya. Para wanita tani didorong oleh banyaknya jumlah tanggungan keluarga karena mempunyai motivasi dalam mengcukupi kebutuhan hidupnya. Untuk mengetahui jumlah petani responden berdasarkan tanggungan keluarga pada petani jagung hibrida di Desa Bangkalaloe Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto dapat dilihat pada Tabel 10.
Tabel 10. Jumlah Petani Responden Berdasarkan Tanggungan Keluarga pada Petani Jagung di Desa Bangkalaloe Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto
Tanggungan Keluarga Jumlah
(orang) Persentase
2 - 4 (%) 5 - 6 7 – 8
255 2
78,13 15,62
Jumlah 32 100,006,25
Sumber : Data primer setelah diolah, 2014.
Tabel 10 menunjukkan bahwa petani responden terbanyak berdasarkan tanggungan keluarga di Desa Bangkalaloe adalah antara 2-4 petani responden (78,13 %) dan yang terendah antara 7-8 yang hanya 2 orang (6,24%). Peranan wanita tani dalam berusahatani jagung dipengaruhi oleh jumlah tanggungan keluarga karena dapat dijadikan tenaga kerja serta memberi semangat untuk wanita tani tersebut.
5.2. Peranan Wanita Tani dalam Berusahatani
Wanita tani yang ada di Desa Bangkalaloe Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto sudah memiliki pengalaman berusahatani karena dididik sejak kecil oleh kedua orang tuanya, sehingga peranan wanita tani sejauh ini sudah sangat berperan dalam berusahatani jagung. Oleh sebab itu para wanita tani di Desa Bangkalaloe sudah memiliki bekal untuk peningkatan hasil produksinya nanti.
Kegiatan usahatani para wanita tani di Desa Bangkalaloe Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto tidak mengganggu kegiatan dalam urusan rumah tangganya, bahkan membantu keluarga dalam menghasilkan pendapatan.
keluarganya. Sehingga wanita tani yang ada di Desa Bangkalaloe sangat berperan dalam kegiatan-kegiatan usahatani jagung dan juga berperan dalam kebutuhan ekonomi keluarganya.
5.3. Peranan Wanita Tani dalam Usahatani Jagung
Wanita tani di Desa Bangkalaloe Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto berperan dalam kegiatan usahatani jagung karena berpengaruh terhadap kebutuhan ekonominya, para wanita tani ini selain bisa membantu keluarganya dalam ekonomi juga membuat kehidupan wanita tani lebih sejahtera. Untuk melihat peranan wanita tani dalam usahatani jagung di Desa Bangkalaloe Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto dapat dilihat pada Tabel 11.
Tabel 11. Peranan Wanita Tani dalam Usahatani Jagung di Desa Bangkalaloe Kecamatn Bontoramba Kabupaten Jeneponto Tahun 2014
No. Kegiatan Rata-Rata
Hal yang pertama dilakukan dalam melakukan kegiatan usahatani ialah persiapan bibitnya, di mana kita terlebih dahulu menyiapkan bibitnya sebelum melakukan penanaman. Varietas jagung yang digunakan oleh wanita tani di Desa Bangkalaloe adalah jangung hibrida. Selain mutunya yang bagus pertumbuhan
jagung hibrida susah terkena hama. Tabel 11 menunjukkan bahwa dalam persiapan bibit di Desa Bangkalaloe Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto termasuk dalam kategori sedang dengan nilai rata-rata 2,30. Wanita tani yang ada di Desa Bangkalaloe Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto menganggap bahwa dalam persiapan bibit wanita tani mudah melakukannya, sehingga para petani lain hanya mempersiapkan dalam pengolahan lahannya saja.
Wanita tani di desa bangkalaloe hanya bisa mempersiapkan bibit jagung untuk ditanmi karna wanita tani beranggapan itu pengerjaan yang mudah dilakukan tanpa bantuan dari petani lain.
5.3.2. Pengolahan Lahan
Pengelolahan lahan yang dilakukan oleh wanita tani seperti menyuruh suami atau menyewa petani lain untuk mencangkul tanahnya agar pertumbuhan jangung miliknya bertumbuh dengan baik. Kemudian setelah selesai menyiapkan bibitnya maka wanita tani menyiapan bibit untuk ditanami dilahan yang sudah mereka siapkan. Berdasarkan tabel 11 menunjukkan bahwa dalam pengolahan lahan yang dilakukan oleh wanita tani yang ada di Desa Bangkalaloe Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto termasuk dalam kategori rendah dengan nilai rata-rata 1,25.
Wanita tani tidak bisa melakukan pengolahan lahan tanpa bantuan dari suami mereka sehingga pengolahan lahan dalam berusahatani mereka di serahkan kepada suami atau wanita tani menyewa buruh tani untuk mengelola tanah untuk ditanami jagung.
5.3.3. Penanaman
Penanaman dilakukan setelah pemilihan bibit dan pengolahan lahan telah selesai dilakukan maka wanita tani melakukan penanaman jangung ada yang 2 sampai 3 hari dengan bantuan dari petani lain untuk menanam jangung juga untuk meratakan pertumbuhan jagung karna apa bila jagung yang ditanam oleh petani samarata pertumbuhanya maka pertumbuhan jagung nantinya akan samarata dalam pemanenan. Berdasarkan Tabel 11 menunjukkan bahwa dalam penanaman yang dilakukan oleh wanita tani yang ada di Desa Bangkalaloe Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto dalam hal penanaman termasuk dalam kategori sedang dengan nilai rata-rata 2,26. Dalam penanaman yang dilakukan oleh wanita tani yang ada di Desa Bangkalaloe Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto juga menyewa para wanita tani yang lain untuk membantu penanaman jagungnya agar dalam penanaman dapat terselesaikan dengan cepat, sehingga wanita tani selalu bekerjasama dalam penanaman jagung guna untuk pertumbuhan tanaman jagung samarata agar meningkatkan produksi yang didapatnya meningkat.
5.3.4. Pemeliharaan
Usahatani apapun pasti memerlukan pemeliharaan agar tidak agar tanaman jangung tidak terserang hama dan penyakit sehingga tanaman jangung dapat tumbuh sehat sehingga hasil dari dari tanaman jangung pun bagus. Tabel 11 memperlihatkan bahwa dalam pemeliharaan yang dilakukan oleh wanita tani yang ada di Desa Bangkalaloe Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto dalam hal pemeliharaan termasuk dalam kategori sedang dengan nilai rata-rata 1,96.
Petani di Desa bangkalaloe sering memiliha tanaman jangung miliknya agar pertumbuhan jangungnya bertumbuh dengan baik dan nantinya memiliki hasil produksi yang tinggi untuk memantu kebutuhan keluarga wanita tani tersebut.
5.3.5. Panen
Panen merupakan pengambilan buah dari tanaman jagung. Pemanenan dilakukan ketika tanaman jagung sudah berumur 3-4 bulan. Tabel 11 menunjukkan bahwa dalam pemanenan yang dilakukan oleh wanita tani yang ada di Desa Bangkalaloe Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto dalam hal panen termasuk dalam kategori tinggi dengan nilai rata-rata 2,38. Wanita tani yang ada di Desa Bangkalaoe Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto turut serta dalam pemanenan tanaman jagung dan bekerjasama dengan petani lainnya.
Wanita tani tidak mampu bekerja sendiri dalam panen jangung miliknya mereka butuh bantuan petani lain atau menyewa buruh tani untuk membantu dalam hal panen jangung miliknya.
5.3.6. Pasca Panen
Pasca panen merupakan proses pengelolaan terhadap buah jagung yang telah dipanen, pengelolaan tersebut meliputi penjemuran dan pengilingan kemudian dimasukan kedalam karung lalu dijual. Tabel 11 menunjukkan bahwa dalam pasca panen yang dilakukan oleh wanita tani yang ada di Desa Bangkalaloe Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto dalam hal pasca panen termasuk dalam kategori tinggi dengan nilai rata-rata 2,44. Wanita tani terlibat dalam pasca
panen sampai penjualan tanaman jangung mereka selalu ikut dalam melakuan segala hal dalam proses penanaman sampai penjualan jagung miliknya.
5.3.7. Produksi
Produksi adalah hasil akhir dari seluruh kegiatan usaha tani. Berdasarkan tabel 11 menunjukkan bahwa dalam produksi yang dilakukan oleh wanita tani yang ada di Desa Bangkalaloe Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto dalam hal produksi termasuk dalam kategori tinggi dengan nilai rata-rata 2,67.
Wanita tani selalu mengambil bagian atau selalu berperan aktif terhadap segala yang berkaitan dengan usahatani jagung miliknya.
Berdasarkan uraian yang telah di jelaskan sebelumnya, Tabel 11.
menunjukkan peranan wanita tani dalam usahatani jagung di Desa Bangkalaloe Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto yaitu pada persiapan bibit memiliki rata-rata skor 2,3 yang berarti termasuk dalam kategori sedang karena wanita tani di Desa Bangkalaloe ikut berpartisipasi dalam persiapan bibit sehingga wanita tani ikut melaksanakan persiapan bibit, kemudian untuk pengelolahan lahan memiliki rata-rata skor 2,67 yang berarti termasuk dalam kategori sedang, untuk penanaman memiliki rata-rata skor 2,26 yang berarti termasuk dalam kategori tinggi, dalam pemeliharaan memiliki rata-rata skor 2,89 yang berarti termasuk dalam kategori tinggi, panen memiliki rata-rata skor 2,38 yang berarti termasuk dalam kategori tinggi, pasca panen memilki rata-rata 2,67 yang berarti termasuk dalam kategori tinggi, dan pada produksi memiliki rata-rata skor 2,67 yang berarti termasuk kategori tinggi. Oleh karena itu peranan wanita tani dalam usahatani jagung yaitu pada saat persiapan bibit penanaman dan pemeliharaan wanita tani
ini berperan aktif karena termasuk dalam kategori sedang, sedangkan lainnya, pengelolahan lahan dikategorikan renda. Dikategorikan tinggi dalam usahatani jagung. Hal ini disebabkan karena proses panen, pasca panen, dan produksi dianggap penting dalam produktivitas usahatani jagung.
V. KESIMPULAN DAN SARAN
6.1. Kesimpulan
Hasil yang didapatkan pada saat penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa peranan wanita tani dalam usahatani jagung di Desa Bangkalaloe Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto yaitu pada saat persiapan bibit dengan nilai 2,30 dengan kategori sedang, pengolahan lahan dengan nilai 1,25 dengan kategori rendah, penanaman dengan nilai 2,26 dengan kategori sedang, pemeliharaan dengan nilai 1,96 dengan kategori sedang, panen dengan nilai 2,38 dengan kategori tinggi, pasca panen dengan nilai 2,44 dengan kategori tinggi, dan produksi dengan nilai 2,67 dengan kategori tinggi.
6.2. Saran
1. Diharapkan kepada para wanita tani yang ada di Desa Bangkalaloe Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto untuk mempertahankan usahatani jagungnya, dan untuk wanita tani yang masih tidak berperan dalam berusahataninya supaya ditingkatkan agar produksi meningkat untuk kesejahteraan hidupnya.
2. Diharapkan kepada pemerintah untuk melakukan pembinaan penguatan kelembagaan kepada petani secara berkesinambungan agar petani dapat melaksanakan perannya demi meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2004. Budidaya Jagung (Zea Mays L.). Sinar Baru. Bandung.
_______. 2006. Pembangunan di Bidang Ekonomi Sangat Berkaitan dengan Industri dan Pertanian. Sulawesi Selatan.
_______. 2007. Pengembangan Produksi Hortikultura. Dinas Pertanian Tanaman Pangan. Provinsi Sulawesi Selatan.
_______. 2008. Pertanian di Indonesia Memiliki Berbagai Jenis Komoditas Hortikultura. Sulawesi Selatan.
BPS. 2010. Peranan Wanita Tani dalam Usahatani Jagung. Kabupaten Jeneponto.
Estu, Rahayu. 2000. Jagung Budidaya. PT Penebar Swadaya. Jakarta.
Handayaningra. 2000. Pengantar Studi Ilmu Administrasi dan Manajemen. CV Haji Mas Agung. Jakarta.
Hartono. 2008. Peningkatan Pemahaman Wanita Tani dalam Bidang Pertanian.
Yogyakarta.
Ihromi. 2008. Kebangkitan Peranan Wanita Tani. Jakarta.
Kartasapoetra. 2000. Pemasaran Produk-Produk Pertanian. LP3ES. Jakarta.
Kristanto. 2008. Ekonomi Keluarga dan Peranan Wanita dalam Keluarga dan Rumah Tangga. Jakarta.
Mikklesen. 2001. Metode Penelitian Partisipatoris dan Upaya-Upaya Pemberdayaan. Yayasan Obor. Indonesia.
Ndraha. 2001. Pembangunan Masyarakat, Mempersiapkan Masyarakat Landas Tinggal. Rineka. Jakarta.
Pudjiwati. 2000. Perkembangan Wanita Tani dalam Usaha Tani. Rineka Cipta.
Yogyakarta.
Rahman, Abdul. 2000. Manajemen Usahatani. Penebar Swadaya. Jakarta.
Ramlah, Siti. 2008. Persepsi dan Partisipasi Wanita Meningkatkan Pendapatan Rumah Tangga. Skripsi. Universitas Muslim Indonesia. Makassar.
Rahayu. 2000. Perkembangan Pengelolahan Tanah. Penekar Swadaya. Jakarta.
Sarwono. 2000. Psikologi Lingkungan. PT Gramedia Widiasarana. Indonesia.
Sastroputro. 2000. Partisipasi Komunikasi, Persepsi, dan Disiplin dalam Pembangunan Nasional. Alumni. Bandung.
Sunarjono. 2000. Penanganan Pasca Panen Usahatani Jagung. Sanata Dharma.
Jakarta.
Suratiah. 2006. Ilmu Usahatani. CV Yasa Guna. Jakarta.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. CV Aneka Bandung.
Soekarwati. 2008. Peranan dalam Bidang Pertanian. Bumi Aksara. Jakarta Soerjono. 2002. Peranan Memiliki suatu Peristiwa. CV Aneka. Bandung.
LAMPIRAN
Lampiran 1. Kuesioner Penelitia
Peranan Wanita Tani dalam Usaha Tani Jagung di Desa Bangkalaloe Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto
A. Identitas Responden
Nama : ...
Umur : ...
Jenis kelamin : ...
Tingkat pendidikan : ...
Luas lahan : ...
Pengalaman bertani : ... tahun sampai tahun ...
B. Pertanyaan Terbuka
1. Sejauh mana ibu berperan dalam berusahatani ?
Jawab : ...
...
2. Apakah dengan terlibatnya ibu sebagai petani tidak mengganggu aktivitas dalam keluarga seperti mengurus rumah, dan lain-lain ?
Jawab : ...
...
C. Pertanyaan Tertutup a. Persiapan Bibit
1. Apakah ibu terlibat dalam persiapan bibit pada usahatani jagung ?
a. Ya (3)
b. Kadang-kadang (2)
c. Tidak (1)
Alasan : ...
...
2. Apakah ibu juga melaksanakan persiapan bibit pada usahatani jagung ?
a. Ya (3)
b. Kadang-kadang (2)
c. Tidak (1)
Alasan : ...
…...
3. Apakah fungsi ibu berpengaruh dalam persiapan bibit pada usahatani jagung ?
a. Ya (3)
b. Kadang-kadang (2)
c. Tidak (1)
Alasan : ...
…...
.
b. Pengelolahan Lahan
1. Apakah ibu terlibat dalam pengelolahan lahan pada usahatani jagung ?
a. Ya (3)
b. Kadang-kadang (2)
c. Tidak (1)
Alasan : ...
…...
2. Apakah ibu juga melaksanakan dalam pengelolahan lahan pada usahatani jagung ?
a. Ya (3)
b. Kadang-kadang (2)
c. Tidak (1)
Alasan : ...
…...
3. Apakah fungsi ibu berpengaruh dalam pengelolahan lahan pada usahatani jagung ?
a. Ya (3)
b. Kadang-kadang (2)
c. Tidak (1)
Alasan : ...
…...
c. Penanaman
1. Apakah ibu terlibat dalam penanaman jagung d Desa Bangkalaloe ?
a. Ya (3)
b. Kadang-kadang (2)
c. Tidak (1)
Alasan : ...
…...
2. Apakah ibu juga melaksanakan penanaman dalam usahatani jagung ?
a. Ya (3)
b. Kadang-kadang (2)
c. Tidak (1)
Alasan : ...
…...
3. Apakah fungsi ibu berpengaruh dalam penanaman dalam usahatani jagung ?
a. Ya (3)
b. Kadang-kadang (2)
c. Tidak (1)
Alasan : ...
…...
d. Pemeliharaan
1. Apakah ibu terlibat dalam pemeliharaan dalam usahatani jagung ?
a. Ya (3)
b. Kadang-kadang (2)
c. Tidak (1)
Alasan : ...
…...
2. Apakah ibu juga melaksanakan pemaliharaan dalam usahatani jagung ?
a. Ya (3)
b. Kadang-kadang (2)
c. Tidak (1)
Alasan : ...
…...
3. Apakah fungsi ibu berpengaruh dalam pemeliharaan usahatani jagung ?
a. Ya (3)
b. Kadang-kadang (2)
c. Tidak (1)
Alasan : ...
…...
e. Panen
1. Apakah ibu terlibat dalam panen dalam usahatani jagung ?
a. Ya (3)
b. Kadang-kadang (2)
c. Tidak (1)
Alasan : ...
…...
2. Apakah ibu juga melaksanakan panen dalm usahatani jagung ?
a. Ya (3)
b. Kadang-kadang (2)
c. Tidak (1)
Alasan : ...
…...
3. Apakah fungsi ibu berpengaruh dalm panen dalam usahatani jagung ?
a. Ya (3)
b. Kadang-kadanng (2)
c. Tidak (1)
Alasan : ...
…...
f. Pasca Panen
1. Apakah ibu terlibat dalam pasca panen jagung pada usahatani tersebut ?
a. Ya (3)
b. Kadang-kadang (2)
c. Tidak (1)
Alasan : ...
…...
2. Apakah ibu juga melaksanakan pasca panen dalam usahatani jagung ?
a. Ya (3)
b. Kadang-kadang (2)
c. Tidak (1)
Alasan : ...
…...
3. Apakah fungsi ibu berpengaruh dalam pasca panen dalam usahatani jagung ?
a. Ya (3)
b. Kadang-kadang (2)
c. Tidak (1)
Alasan : ...
…...
g. Produksi
1. Apakah ibu terlibat dalam produksi jagung dalam usahatani jagung ?
a. Ya (3)
b. Kadang-kadang (2)
c. Tidak (1) Alasan : ...
…...
2. Apakah fungsi ibu berpengaruh dalam produksi dalam usahatani jagung ?
a. Ya (3)
b. Kadang-kadang (2)
c. Tidak (1)
Alasan : ...
…...
3. Apakah dalam melaksanakan produksi ibu turut membantu dalam usahatani jagung ?
a. Ya (3)
b. Kadang-kadang (2)
c. Tidak (1)
Alasan : ...
…...
Lampiran 2. Identitas Responden di Desa Bangkalaloe Kecamatan Bontoramba
Jumlah 1.231 502 106
Rata-rata 38,46 15,68 1,31
Lampiran 3. Daftar Jawaban Responden di Desa Bangkalaloe Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto
\
No. Nama
Responden
Peranan Wanita Tani dalam Usahatani Jagung Persiapan Bibit Pengolahan Lahan Penanaman
I II III I II III I II III
Rata- rata 2.30 1.25 2.26
Peranan Wanita Tani dalam Usahatani Jagung
Peranan Wanita Tani dalam Usahatani Jagung
Pemeliharaan Panen Pasca Panen Produksi
I II III I II III I II III I II III
5.89 2.38 2.44 2.67
Keterangan :
Kategori Tinggi : 2,34 - 3,00 Kategori Sedang : 1,67 - 2,33 Kategori Rendah : 1,00 - 1,66
Lampiran 4. Peta Wilayah Desa Bangkalaloe Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto
Lampiran 5. Dokumentasi Penelitian di Desa Bangkalaloe Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto
Komoditi Jagung
Kegiatan Wawancara
Kegiatan Wawancara
Persiapan bibit
Pengolahan lahan
Penanaman Jagung
Pemeliharaan
Panen Jagung
Pasca Panen
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Sri Wahyuni lahir pada tanggal 05 Juni 1991 di Pokobulo Desa Bangkalaloe Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto, merupakan anak pertama dari dua bersaudara dari pasangan bapak Saripuddin dan ibu Haspia.
Pendidikan formal yang sudah dilewati yakni tamat Sekolah Dasar Negeri 17 Pokobulo pada tahun 2004, tamat Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Bontoramba tahun 2007, tamat Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 6 Jeneponto tahun 2010, melanjutkan pendidikan S1 di Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar pada tahun 2010.
Selama mengikuti perkuliahan penulis juga aktif menjadi pengurus Himpunan Mahasiswa Agribisnis periode 2011/2012, pengurus Himpunan Mahasiswa Turatea periode 2011/2012 dan periode 2012/2013. Tugas akhir dalam pendidikan tinggi diselesaikan dengan menulis skripsi yang berjudul “Peranan Wanita Tani dalam Usahatani Jagung di Desa Bangkalaloe Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto”.