BAB II : EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA KERJA DINAS
2.5 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan
Dinas Tata Kota, Bangunan dan Pemukiman Kota Tangerang Selatan terdiri dari satu Bagian dan empat Bidang Teknis. Pelayanan teknis dinas sesuai dengan tugas dan fungsi dinas adalah sebagai berikut:
1. Bidang Tata Kota menyelenggarakan pelayanan terkait perencanaan, pelaksanaanpembinaandankoordinasi sertapengawasan dan pengendalian program bidangpemanfaatandanruang, informasi danbina masyarakat, perencanaantata kota, data dan informasi. Terkait dengan tugas tersebut, dinas harus mampu meningkatkan kualitas perencanaan dan penerapan tata ruang, bangunan dan lingkungan kawasan perkotaan untuk mencegah dan atau mengatasi kesemrawutan wajah fisik perkotaan di wilayah Kota Tangerang Selatan.
2. Bidang Perumahan dan Pemukiman menyelenggarakan pelayanan terkait penyusunan bahan perumusan kebijakan umum, penyelenggaraan, fasilitasi dan pembinaan di Bidang Perumahan dan Pemukiman. Terkait dengan tugas tersebut, dinas dituntut untuk dapat mengembangkan perumahan dan pemukiman penduduk yang layak, khususnya di kawasan pemukiman kumuh.
3. Bidang Bangunan menyelenggarakan pelayanan terkait perencanaan, pelaksanaan pembinaan dan koordinasi serta pengawasan dan pengendalian tata bangunan. Terkait dengan tugas tersebut, dinas dituntut untuk:
− Meningkatkan kualitas dan kuantitas bangunan Pemerintahan dan sarana pelayanan dasar, masyarakat yaitu bangunan sekolah, dan bangunan pelayanan dasar lainnya yang masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
RENCANA KERJA TAHUN 2017 42 − Meningkatkan kualitas konstruksi bangunan oleh penyelenggara/penyedia jasa konstruksi. Konstruksi bangunan sesuai dengan ketentuan, harus dapat memenuhi aspek keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kemudahan bagi orang yang menggunakan bangunan tersebut. Dengan kondisi bangunan yang berkualitas ini, maka orang yang bekerja di dalamnya akan merasa aman dan nyaman sehingga dapat meningkat produktivitasnya.
− Meningkatkan kualitas penegakan hukum dalam pengendalian bangunan untuk menjaga keselamatan, kenyamanan, kesehatan dan kemudahan pengguna bangunan, dan menjaga keindahan fisik perkotaan di wilayah Kota Tangerang Selatan. Bangunan yang telah diijinkan untuk didirikan sesuai dengan ketentuan, dalam pelaksanaan konstruksinya, bangunan yang didirikan dapat saja berbeda dengan yang telah disetujui. Untuk itu diperlukan pengawasan yang memadai.
4. Bidang Teknik mempunyai fungsi penyusunan bahan perumusan kebijakan umum, penyelenggaraan fasilitasi, pembinaan dan koordinasi perencanaan di Bidang Teknik. Terkait dengan tugas tersebut, dinas dituntut untuk menyusun perencanaan teknis bangunan pemerintah secara efisien, berkualitas dan sesuai kebutuhan, serta melaksanakan pengawasan atas pelaksanaan pembangunan gedung/bangunan negara sesuai dengan rencana teknik yang ditetapkan.
2.6 Isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi SKPD
Permasalahan yang harus ditangani pada tahun-tahun ke depan berdasarkan tugas dan fungsi Dinas Tata Kota, Bangunan dan Pemukiman Kota Tangerang Selatan dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Fluktuasi Harga sebagai akibat Pengaruh Ekonomi Global
Memasuki awal tahun 2015, harga-harga barang berfluktuasi sebagai akibat pengaruh ekonomi global. Fluktuasi harga tersebut mengakibatkan nilai pendanaan pada infrastruktur jalan dan sumber daya air menjadi tidak pasti.
RENCANA KERJA TAHUN 2017 43 2. Perubahan Iklim
Sepuluh tahun terakhir terjadi kenaikan suhu sebagai akibat pemanasan global. Pemanasan global yang terjadi ini juga dipengaruhi oleh kegiatan manusia dan diperkirakan akan terus mengalami peningkatan secara signifikan jika tidak ada upaya untuk menanganinya. Dampak yang dirasakan saat ini adalah terjadinya perubahan iklim dan peningkatan frekuensi dan intensitas iklim ekstrim. Hujan yang terus menerus dengan intensitas tinggi mengakibatkan sebagian wilayah di Kota Tangerang Selatan terkena bencana banjir akibat meluapnya sungai dan juga dapat menyebabkan longsor di beberapa lokasi sehingga berdampak pada rusaknya jaringan transportasi jalan yang ada, serta rusaknya infrastruktur sumber daya air seperti jebolnya tanggul sungai.
Pada tahun 2015 jumlah titik banjir sebanyak 24 titik, megalami penurunan sebanyak 7 titik banjir dari semula sebanyak 31 titik banjir.
titik rawan banjir tersebut yakni di kawasan Serpong Utara di antaranya, Perumahan Villa Mutiara Kayu I, Kecamatan Pondok Aren di Perumahan Sekretaris Negara, Pondok Maharta, Taman Mangu Permai, Pondok Pucung Indah II dan Kawasan Makam ABRI. Kecamatan Ciputat di antaranya, Perumahan Pondok Payung Mas, Inhutani, Pondok Hijau, Cirendeu, Bukit Nusa Indah, Griya Bintaro, Ciputat Baru, Jalan Arya Putra, RoosWood Garden, Jalan Raya Maruga Puri Bintaro Indah, dan Kecamatan Serpong ruas Tol BSD KM.8”.
Untuk di Kecamatan Setu ada potensi terjadi longsor yang berdekatan dengan pemukiman warga.
Banjir tersebut mengakibatkan kerusakan pada jalan Kota Tangerang Selatan, diantaranya jalan Cirendeu Raya, Jalan Raya Pamulang, jalan
antara Parakan dan Bundaran Pamulang, ruas jalan Jombang - Ciputat,
terutama di dekat perempatan sektor 9 Bintaro menuju Pasar Jombang atau menuju Pasar Ciledug yang sering dikeluhkan warga. Kerusakan jalan tersebut mengakibatkan kemacetan lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari, yang berdampak pada inefisiensi biaya transportasi masyarakat.
RENCANA KERJA TAHUN 2017 44 Tidak hanya jalan, jembatan pun berpotensi rusak akibat tergerusnya pondasi jembatan sebagai akibat arus air yang sangat deras, atau karena keausan komponen pembentuk jembatan seperti besi-besi jembatan dan juga beton jembatan.
3. Sistem Jaringan Transportasi yang Belum Terpadu
Moda transportasi yang menggunakan prasarana jalan masih menjadi andalan utama transportasi di wilayah Kota Tangerang Selatan. Sistem jaringan jalan dan spesifikasi penyediaan parasarana jalan antara Jalan Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/Kota di wilayah Kota Tangerang Selatan pada beberapa koridor belum sinergis, sehingga memberikan kendala pada sarana transportasi yang dipergunakan. Salah satu kendala belum tersinerginya Jalan Nasional dan Jalan Sub-Nasional dikarenakan adanya pemisahan tegas yang tertera dalam Undang-Undang No.38/2004 tentang Jalan yang berdasarkan pemikiran desentralisasi bidang jalan. Padahal, pada kenyataan di lapangan, seluruh jalan tanpa terkecuali merupakan bagian dari sektor transportasi, jika jalan Kota Tangerang Selatan sudah mantap sementara sementara jalan nasional dan jalan provinsi tidak mantap, akhirnya biaya transportasi tetap tinggi karena ada bagian dari jalan yang rusak kondisinya.
4. Pertumbuhan Kebutuhan Layanan Transportasi
Pertumbuhan kebutuhan layanan transportasi diantaranya adalah kebutuhan aksesibilitas di wilayah terisolir, terpencil, dan tertinggal, kebutuhan akses di kawasan produksi dan industri, kebutuhan mobilitas di wilayah berkembang dan lintas utama, dan kebutuhan aksesibilitas dan
mobilitas mendukung domestic connectivity dan pusat kegiatan ekonomi
kreatif.
Adanya wilayah tertinggal, terisolir dan terpencil salah satunya disebabkan minimnya aksesibilitas masyarakat pada wilayah tersebut untuk mencapai pusat-pusat kegiatan untuk memasarkan produk ataupun memenuhi kebutuhan hidupnya.
RENCANA KERJA TAHUN 2017 45 Belum seluruh ruas jalan Kota Tangerang Selatan memiliki spesifikasi penyediaan prasarana jalan sesuai standar, masih ada ruas jalan yang dibangun dengan sub-standar sehingga meningkatkan resiko keselamatan pengguna jalan. Hal tersebut dapat menyebabkan inefisiensi penggunaan bahan bakar dan juga berdampak pada peningkatan emisi. Di samping itu, kerusakan dini akibat kegagalan konstruksi memberikan dampak negatif terhadap keselamatan jalan.
6. Penggunaan jalan tidak sesuai dengan kelas jalan
Masih dijumpai penggunaan jalan yang tidak sesuai dengan kelas jalan. Jalan kolektor kelas sekunder yang menghubungkan kawasan sekunder kedua dan ketiga seharusnya tidak boleh dilalui oleh kendaraan berat, tetapi kenyataannya jalan tersebut sering dilalui kendaraan berat milik pengembang perumahan di wilayah Kota Tangerang Selatan. Hal tersebut mengakibatkan jalan dan juga jembatan menjadi lebih cepat mengalami kerusakan.
7. Akses terhadap air bersih dan air minum
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, akses penduduk terhadap air bersih dan air minum tahun 2014 sebesar 71%. Kementerian pekerjaan umum menargetkan akses penduduk terhadap air minum sebesar 100%, dan akses terhadap air bersih sebesar 85% pada tahun 2019. Pengembangan air baku diperlukan untuk mendukung kinerja Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam mendukung target nasional tersebut.
8. Keterbatasan Pendanaan
Untuk membangun/rehabilitasi seluruh jalan dan infrastruktur sumber daya air Kota Tangerang Selatan yang berkualitas, dibutuhkan dana dalam jumlah yang sangat besar. Keterbatasan pendanaan menjadi kendala umum pembangunan jalan/rehabilitasi jalan dan jembatan dan infratruktur sumber daya air.
RENCANA KERJA TAHUN 2017 46
a. Adanya jalan, jembatan dan infrastruktur SDA dengan kemampuan
struktur yang minimal meskipun sudah dapat berfungsi.
b. Penyelenggaraan jalan, jembatan dan infrastruktur SDA tidak dapat
memenuhi standar dan dapat menganggu aksesibilitas, mobilitas dan tingkat keselamatan pengguna jalan dan mengganggu fungsi infrastruktur SDA.
c. Dukungan prasarana jalan terhadap transportasi terpadu
(intermoda) belum maksimal.
d. Sebagian besar usulan kebutuhan pembangunan jalan, jembatan
dan infrastruktur SDA baru, belum dapat dipenuhi.
2.7 Reviu Terhadap Rancangan Awal RKPD
Ada 7 (tujuh) permasalahan pokok yang menjadi masalah mendesak di Kota Tangerang Selatan, yaitu:
Permasalahan utama yang menjadi isu strategis dan masalah mendesak adalah sebagai berikut:
Kemiskinan dan pengangguran;
Permasalahan
Pokok
Tingkat
pendidikan
belum
optimal Pertumbuhan ekonomi
belum
meningkatkan
daya beli
Layanan
kesehatan
masih
tergolong
mahal
Perumahan layak huni belum terjangkau masyarakat luas Jaringan dan kualitas jalan belum mendukung pada fungsi kotaLingkungan
perkotaan
belum
tertata
dengan baik
Pelayanan
publik yang
belum optimal
RENCANA KERJA TAHUN 2017 47 Sumber daya manusia;
Perekonomian daerah;
Infrastruktur dasar dan kawasan perkotaan;
Tata kelola pemerintahan.
Isu kemiskinan dan pengangguran ini terkait dengan perluasan lapangan pekerjaan, termasuk didalamnya penguatan serta pengembangan usaha berbasis masyarakat. Isu sumber daya manusia ini terkait dengan peningkatan layanan dasar pendidikan dan kesehatan untuk meningkatkan kualitas SDM Kota Tangerang Selatan sehingga dapat berperan aktif dalam pembangunan. Isu perekonomian daerah ini terkait dengan pengembangan Kota Tangerang Selatan sebagai kota perdagangan dan jasa serta peningkatan iklim investasi. Isu infrastruktur dasar dan kawasan
perkotaan ini terkait dengan penataan jaringan jalan dan infrastruktur dasar
lainnya, serta pelestarian lingkungan. Dan isu tata kelola pemerintahan ini terkait dengan peningkatan layanan publik, penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bersih, serta peningkatan pendapatan daerah dari pajak dan retribusi.
RENCANA KERJA TAHUN 2017 48
3.1. Telaahan Terhadap Kebijakan Pemerintah Daerah
Visi Walikota Tangerang Selatan Berdasarkan RPJMD Kota Tangerang Selatan
tahun 2016-2021 adalah:
“Terwujudnya Tangsel Kota Cerdas, Berkualitas dan Berdaya Saing Berbasis Teknologi dan Inovasi”
Dalam rangka mewujudkan visi maka perlu ditetapkan enam misi Kota Tangerang Selatan, yaitu:
Misi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
Mengembangkan sumber daya manusia yang
Meningkatkan pembangunan manusia seutuhnya agar daya saingnya meningkat, serta mampu mendukung pencapaian tujuan SDGs menuju kota yang maju dan
• Mengembangkan Sumber Daya Manusia yang Handal dan Berdaya Saing
Misi 1
• Meningkatkan Infrastruktur Kota yang Fungsional
Misi 2
• Menciptakan Kota Layak Huni yang berwawasan Lingkungan
Misi 3
• Mengembangkan Ekonomi Kerakyatan berbasis Inovasi dan Produk Unggulan
Misi 4
• Meningkatkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Berbasis Teknologi Informasi
Misi 5
BAB III
RENCANA KERJA TAHUN 2017 49
handal dan berdaya saing;
sejahtera.Prioritas pembangunan diharapkan pada
tercapainya peningkatan kualitas sumber daya manusia yang semakin unggul dan berkarakter, ditopang dengan kualitas pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan yang makin baik serta penghayatan dan pengamalan nilai-nilai luhur budaya dan agama.
Meningkatkan jangkauan layanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas khususnya bagi masyarakat miskin dengan harapan mampu menahan dan menekan tingkat kemiskinan dan pengangguran. Meningkatkan kondisi sosial dan budaya masyarakat yang bermoral, beretika, berbudaya, beretos kerja, berkemampuan, sehat, dan cerdas berbasis pada nilai-nilai luhur bangsa dan agama dalam rangka pencapaian masyarakat yang sejahtera lahir dan batin.
Meningkatkan infrastruktur kota yang fungsional;
Meningkatkan kondisi infrastruktur kota yang memadai dan berkelanjutan sehingga dapat menunjang seluruh aktifitas masyarakat Kota Tangerang Selatan dengan aman dan nyaman.
Menciptakan kota layak huni yang berwawasan lingkungan;
Sarana dan prasarana wilayah mantap, transportasi
memadai pemanfaatan ruang terkendali, ramah
lingkungan dan menjadi sebuah kota yang tertata dan berkelanjutan. Mengembangkan ekonomi kerakyatan berbasis inovasi dan produk unggulan;
Mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang akseleratif dan
kokoh berbasis pada ekonomi kerakyatan yang
berwawasan lingkungan (green economy) dan
berkeadilan. Pengembangan potensi sektor unggulan daerah yang berdaya saing dengan memperhatikan kearifan lokal dalam rangka meningkatkan daya saing dan kemandirian daerah, dengan prioritas pembangunan diharapkan pada sektor basis daerah akan menjadi pondasi perekonomian daerah, makin besarnya peranan
RENCANA KERJA TAHUN 2017 50
usaha mikro, menengah dan koperasi dalam
perekonomian daerah yang berbasis pada partisipasi aktif segenap pemangku kepentingan.Pada sisi yang lain pertumbuhan penduduk terkendali dan pemenuhan kebutuhan dasar serta timbulnya masalah-masalah sosial dapat terantisipasi dengan baik, sehingga rasa nyaman dan aman dapat tercipta yang pada akhirnya berdampak pada pertumbuhan ekonomi.
Meningkatkan tata kelola
pemerintahan yang baik berbasis teknologi informasi.
Mewujudkan pemerintahan yang baik, meningkatkan kapasitas daerah, dan jaringan kerjasama dalam rangka optimalisasi kinerja pelayanan publik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam suasana politik yang demokratis berdasarkan pada semangat penegakan supremasi hukum dan HAM, daerah yang kondusif, aman, tertib dan tentram. Dengan prioritas pembangunan yang tepat diharapkan terjadi perbaikan yang signifikan
dalam kinerja penyelenggaraan pemerintahan,
ditunjukkan dengan meningkatnya kemampuan keuangan daerah, dan meningkatnya kualitas aparatur daerah. Tata kelola pemerintahan lebih professional, modern, maju dan akuntabel, sehingga layanan terbaik kepada masyarakat mampu diberikan.
3.2. Telaah Visi dan Misi RPJMD yang Terkait dengan Tupoksi SKPD
1. Telaah terhadap Visi dalam RPJMD yang Terkait dengan Tupoksi SKPD
Terkait visi Kota Tangerang Selatan tersebut di atas, peran Dinas Bangunan dan Penataan Ruang dalam mendukung pewujudan visi tersebut adalah dengan pewujudan penataan ruang yang harmonis dan sinergis, serta bangunan yang representatif, sehat, aman dan nyaman.
Penataan ruang yang harmonis dan sinergis dimaknai sebagai kehendak Dinas Bangunan dan Penataan Ruang untuk mewujudkan adanya penataan
RENCANA KERJA TAHUN 2017 51 dan pemanfaatan ruang yang serasi, selaras dan seimbang antar berbagai aspek yaitu ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan hidup. Penataan ruang yang sinergis dimaknai adanya penataan dan pemanfaatan ruang yang mendukung keterpaduan pembangunan wilayah.
Bangunan yang representatif, sehat, aman dan nyaman dimaknai adanya bangunan sesuai kebutuhan, dengan pencahayaan dan sirkulasi udara yang memadai sehingga dapat menjaga dan melindungi kesehatan pengguna, struktur bangunan yang kuat sehingga menjamin keamanan pengguna selama berada dalam bangunan, dan memiliki sarana yang mencukupi sehingga memberikan kenyamanan bagi penggunanya.
2. Telaah terhadap Misi dalam RPJMD yang Terkait dengan Tupoksi SKPD
Terkait dengan lima misi Kota Tangerang Selatan periode 2016-2021 tersebut di atas, peran Dinas Bangunan dan Penataan Ruang terutama mendukung penyelenggaraan misi ke-3 yaitu Menciptakan kota layak huni yang berwawasan lingkungan. Kontribusi Dinas Bangunan dan Penataan Ruang dalam Menciptakan kota layak huni yang berwawasan lingkungan,diberikan melalui Perencanaan tata ruang yang harmonis
dan sinergis, pembinaan dan pengendalian pemanfaatan ruang yang optimal, dan Pembangunan dan pemeliharaan gedung pemerintah untuk mewujudkan bangunan pemerintahan yang representatif, serta pengendalian bangunan untuk mewujudkan wajah fisik perkotaan yang indah. Penyelenggaraan tugas dan fungsi
Dinas Bangunan dan Penataan Ruang tersebut dikembangkan berbasis teknologi informasi serta inovasi.
Dinas Bangunan dan Penataan Ruang berperan merencanakan tata ruang yang serasi dan terpadu, serta menyelenggarakan pembinaan dan pengendalian pemanfaatan ruang agar pemanfaatan ruang Kota Tangerang Selatan teratur, serasi sehingga dapat saling mendukung antar berbagai aspek yaitu ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan hidup, serta mendukung keterpaduan pembangunan wilayah.
RENCANA KERJA TAHUN 2017 52 Sebagai perangkat daerah yang ditugasi melaksanakan pembangunan gedung pemerintah Kota Tangerang Selatan, Dinas Bangunan dan Penataan Ruang berperan melaksanakan pembangunan dan pemeliharaan gedung pemerintah Kota Tangerang Selatan guna mewujudkan bangunan pemerintah yang representatif dalam rangka mendukung penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat Kota Tangerang Selatan. Bangunan pemerintah yang dibangun dan dipelihara meliputi bangunan pusat pemerintah Kota Tangerang Selatan, bangunan kantor perangkat daerah, bangunan kantor kelurahan, rumah sakit umum daerah, bangunan sekolah, dan bangunan pemerintah Kota Tangerang Selatan lainnya.
Tugas dan fungsi Dinas Bangunan dan Penataan Ruang dalam mendukung Misi ke-3 Kota Tangerang Selatan akan dikembangkan melalui teknologi informasi, serta inovasi agar penyelenggaraan tugas dan fungsi dapat terlaksana dengan lebih efektif dan efisien.
Sistem informasi yang dikembangkan dapat berupa aplikasi pemantauan pemanfaatan ruang, aplikasi pelayanan perijinan pemanfaatan ruang, dan atau aplikasi lain yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan. Inovasi yang dikembangkan dapat berupa desain bangunan pemerintah yang kuat, indah, efisien, hemat energi (berorientasi lingkungan/eco building), dengan biaya pembangunan serta biaya pemeliharaan bangunan yang murah sehingga akan menghemat anggaran.
3.3. Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan
Mempertimbangkan visi dan misi, serta hasil analisis berdasarkan balanced scorecard, maka ditetapkan tujuan dan sasaran jangka menengah (tujuan/ sasaran strategis) Dinas Bangunan dan Penataan Ruang beserta indikator sasaran dan targetnya sebagai berikut:
1. Tujuan
a. Meningkatkan kualitas akuntabilitas kinerja dan keuangan Dinas;
b. Meningkatkan kualitas bangunan pemerintah Kota Tangerang Selatan dan tertib bangunan di wilayah Kota Tangerang Selatan;
RENCANA KERJA TAHUN 2017 53 c. Meningkatkan kualitas pemanfaatan ruang yang sesuai dengan aturan, perijinan, fungsi dan peruntukannya di wilayah Kota Tangerang Selatan. 2. Sasaran Strategis
a. Meningkatnya kualitas pengelolaan keuangan; b. Meningkatnya kualitas SDM;
c. Meningkatnya kualitas sarana prasarana;
d. Meningkatnya kualitas perencanaan dan evaluasi;
e. Meningkatnya kualitas data dan informasi pendukung bangunan dan tata ruang
f. Meningkatnya kualitas pengawasan dan pengendalian bangunan;
g. Meningkatnya kualitas bangunan gedung perkantoran Pemerintah Kota Tangerang Selatan;
h. Meningkatnya kualitas bangunan gedung non perkantoran Pemerintah Kota Tangerang Selatan;
i. Meningkatnya kualitas perencanaan dan pengendalian tata ruang. 3. Strategi dan Kebijakan
Untuk mencapai tujuan dan sasaran strategis yang dirumuskan tersebut, strategi dan kebijakan yang akan dijalankan adalah sebagai berikut:
Tabel 3.1
Strategi dan Arah Kebijakan
No STRATEGI ARAH KEBIJAKAN
1 Pengembangan kualitas layanan
dukungan dinas yang meliputi
pengembangan kapasitas SDM,
sarpras, perencanaan, data dan
informasi, serta dukungan keuangan
Penyediaan anggaran pelaksanaan kegiatan yang sesuai kebutuhan dan tepat waktu serta
pertanggungjawaban keuangan yang
akuntabel
Koordinasi yang intensif dengan Pemerintah
Pusat, Provinsi Banten, dan Bappeda Kota
Tangerang Selatan untuk mendukung
pembiayaan pembangunan ruang kelas
sekolah negeri di wilayah Kota Tangerang Selatan Pengembanganberkelanjutankapasitasseluruh SDM Dinassesuaidengantugasmasing-masingpersonel Pemenuhansaranadanprasaranasesuaikebutu handanmempertahankankondisisarpras agar dalamkeadaanselalusiapuntukdigunakan
RENCANA KERJA TAHUN 2017 54
No STRATEGI ARAH KEBIJAKAN
Pengembangansistemakuntabilitaskinerjainsta
nsipemerintah (SAKIP) yang berkualitas, denganmenyusundanmengimplementasikanre
ncanakegiatan yang
konsistendanselarasdenganrenstradinasdan RPJMD Kota Tangerang Selatan
Penyediaan data dan informasi pendukung sesuai kebutuhan dan up to date mengenai bangunan dan penataan ruang
2 Pengembangan pengawasan teknis
bangunan pemerintah dan bangunan non pemerintah yang berintegritas
Pengawasan teknis pembangunan/
rehabilitasi, bangunan pemerintah
berdasarkan kontrak pekerjaan
Pengawasan teknis pendirian bangunan non
pemerintah berdasarkan pedoman tata
bangunan
3 Pembangunan/rehabilitasi bangunan
perkantoran pemerintah secara efisien dan efektif
Pembangunan dan rehabilitasi
gedung/bangunan perkantoran pemerintah Kota Tangerang Selatan berdasarkan skala prioritas
4 Pembangunan/rehabilitasi bangunan
non perkantoran pemerintah secara efisien dan efektif
Pembangunan dan rehabilitasi
gedung/bangunan non perkantoran
pemerintah Kota Tangerang Selatan
berdasarkan skala prioritas
Pengembangan pendanaan bangunan
pemerintah di bidang pendidikan, dan bidang lainnya oleh pihak swasta melalui corporate social responsibility (CSR)
5 Perencanaan pengembangan wilayah
dan pembinaan tata ruang serta
pengawasan dan pengendalian
pemanfaatan ruang yang sesuai RTRW 2011-2031
Perencanaan pengembangan kawasan
berdasarkan skala prioritas mengacu pada RTRW 2011-2031 Kota Tangerang Selatan
Pengembangan pengawasan dan
pengendalian pemanfaatan ruang yang tegas dalam rangka mewujudkan keterpaduan, keterkaitan, keseimbangan perkembangan antar wilayah dan keserasian antar sektor
Strategi dan kebijakan yang telah dirumuskan tersebut akan mengarahkan program-program dan kegiatan-kegiatan yang perlu dilaksanakan dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran, dan dalam rangka mewujudkan visi Dinas Bangunan dan Penataan Ruang Kota Tangerang Selatan.
3.4. Program dan Kegiatan
Program SKPD merupakan program prioritas RPJMD yang sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD. Rencana program prioritas beserta indikator
RENCANA KERJA TAHUN 2017 55 keluaran program dan pagu per SKPD sebagaimana tercantum dalam rancangan awal RPJMD, selanjutnya dijabarkan SKPD kedalam rencana kegiatan untuk setiap program prioritas tersebut. Pemilihan kegiatan untuk masing-masing program prioritas ini didasarkan atas strategi dan kebijakan jangka menengah SKPD.
Mengacu pada tujuan dan sasaran jangka menengah, serta memperhatikan kebijakan dan strategi yang diperlukan untuk mencapai tujuan dan sasaran jangka menengah Dinas Bangunan dan Penataan Ruang Kota tangerang Selatan mempunyai program dan kegiatan Dinas adalah sebagai berikut:
1. Program
Program yang direncanakan Dinas Bangunan dan Penataan Ruang Kota Tangerang Selatan pada periode Tahun 2016 – 2021 sebanyak 10 program, sebagai berikut:
1) Program pengembangan pengelolaan keuangan daerah 2) Program pembinaan dan pengembangan aparatur 3) Program pelayanan administrasi perkantoran 4) Program perencanaan pembangunan daerah 5) Program Pengembangan data dan Informasi
6) Program Pengembangan Pusat-Pusat Pertumbuhan 7) Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 12 Tahun
8) Program Pembangunan Prasarana Dan Fasilitas Perhubungan 9) Program Perencanaan Tata Ruang
10) Program Pengedalian dan Pemanfaatan Ruang
2. Kegiatan
Kegiatan-kegiatan yang direncanakan Dinas Bangunan dan Penataan Ruang Kota Tangerang Selatan pada periode Tahun 2016 – 2021 sebanyak 54 kegiatan sebagai berikut:
1) Penyusunan Laporan Kinerja Keuangan dan Neraca Aset