HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Tantangan Harian Rakyat Sulsel di Era Digitalisasi
Berdasarkan hasil penelitian pada Surat Kabar Harian Rakyat Sulsel Makassar, dapat dijelaskan bahwa tantangan Surat Kabar Harian Rakyat Sulsel di era digitalisasi sebagai mana diketahui bahwa Harian Rakyat Sulsel merupakan salah satu media cetak di Makassar yang terbit pada tahun 2012
yang merupakan koran politik pertama di Indonesia timur yang fokus pada berita – berita politik. Beberapa tantangan Harian Rakyat Sulsel yang dilihat dari tolak ukur konvergensi media yaitu:
1. Teknologi canggih
Di tengah banyaknya media – media online tidak bisa dipungkiri untuk berfokus pada media cetak saja. Seiring dengan berkembangnya teknologi saat ini muncul berbagai pesaing media online yang membuat Harian Rakyat Sulsel lebih bersemangat lagi untuk berbenah dan menghadirkan berita – berita unggulan khususnya di berita – berita politik, serta masih tetap konsisten di dalam dunia cetak seperti yang dikatakan oleh Daswar M Rewo selaku Wakil Direktur Harian Rakyat Sulsel di bawah:
“Harian Rakyat Sulsel masih konsisten di dalam dunia cetak karena masih banyak customer atau instansi pemerintahan yang butuh untuk disosialisasikan program dan kinerja terbaiknya, seperti pada pemuatan iklan lelang bagi customer perbankan.”
(Hasil wawancara pada tanggal 14 Agustus 2020).
Hasil wawancara di atas menjelaskan bahwa tantangan pertama Harian Rakyat Sulsel yang dilihat dari tolak ukur konvergensi yaitu dengan munculnya berbagai pesaing – pesaing media cetak. Tetapi meski telah memiliki portal namun Harian Rakyat Sulsel juga tetap bertahan mengembangkan media cetak demi menarik perhatian pembaca yang dari kalangan pemerintahan maupun pengusaha.
Adapun upaya untuk berbenah dan mengimbangi pesaing – pesaingnya khususnya media – media online. Harian Rakyat Sulsel kini
tidak lagi berfokus pada media cetak saja, namun setahun setelah media ini resmi didirikan, Harian Rakyat Sulsel menghadirkan konvergensi media berupa website dengan nama domain Rakyatsulsel.com guna untuk mengimbangi pesaing – pesaingnya, khususnya media – media online saat ini begitu banyak di Makassar karena sekarang buat media online sudah sangat gampang. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Rakyat Sulsel untuk bertahan di era digitalisasi yaitu dalam menyampaikan sebuah berita khususnya pada website www.Rakyatsulsel.co mereka selalu mengutamakan kecepatan berita sementara pada versi cetak atau surat kabar yaitu dengan mengkaji tentang kedalaman isu atau memberikan informasi yang lebih dalam dan lebih actual dibanding yang diberitakan pada media online. Kedua upaya tersebut diperkuat dengan petikan wawancara oleh Lukman Maddu, Pemimpin Redaksi Harian Rakyat Sulsel dibawah ini:
“Upaya untuk berbenah pada media cetak, Rakyat Sulsel punya media online untuk mengimbangi pesaing – pesaingnya khususnya media media online saat ini yang kalau diibaratkan sudah seperti jamur di musim hujan. Sudah begitu banyak khususnya di kota Makassar. Makanya di online kita bertarung dari sisi kecepatan, karena media online yang cepat menyampaikan sebuah berita itu memiliki nilai plus tersendiri dibanding dengan media online yang lain. Makanya kita terus berbenah paling tidak, bisa bersaing dengan media online lainnya dalam hal kecepatan berita.” (Hasil wawancara pada tanggal 27 Juli 2020).
Dari uraian wawancara di atas dapat dijelaskan bahwa upaya Harian Rakyat Sulsel dalam mengimbangi pesaing – pesaing media online di era digitalisasi sekarang ini yaitu melakukan konvergensi dan bersaing melalui media online dari segi kecepatan dalam menyampaikan berita atau
sebuah informasi. Sebagaimana diketahui bahwa konvergensi media adalah suatu keadaan yang seutuhnya mesti disesuaikan oleh penerbit media cetak melalui peningkatan SDM perusahaan industri pers dalam pemberian informasi dan penguasaan teknologi (Kompas dalam Sugiya, 2012).
Media dari tahun ke tahun semakin berkembang, sehingga di era digital yang semakin canggih ini media otomatis dituntut untuk terus berbenah, dan melihat potensi para sumber daya manusianya. Seperti yang diungkapkan oleh Lukman Maddu yang juga sebagai Penanggung Jawab Harian Rakyat Sulsel Makassar bahwa:
“Caranya itu para SDM kita ini harus melihat teknologi, apalagi saat ini teknologi yang semakin canggih. Kita harus khususnya Rakyat Sulsel, tentunya kita harus kembangkan juga media portal atau media online kita yang berbasis daring. Bagaimana bisa aksesnya cepat dan servernya tidak down karena biasanya kalau server down itu website tidak bisa terbuka sehingga itu bisa membuat kita bisa ditinggal oleh pembaca.” (Hasil wawancara pada tanggal 27 Juli 2020).
Dari hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa SDM Rakyat Sulsel atau wartawan Rakyat Sulsel harus bisa mengikuti perkembangan teknologi dan memanfaatkan segala fasilitas termasuk di era digitalisasi sekarang serta lebih mengembangkan website Rakyat Sulsel agar selalu banyak pengunjung sehingga tidak down. Menurut Asep Syamsul Rhomli dalam buku jurnalistik : Panduan mengelola Media Online (Nuansa, Bandung, 2012) mengatakan bahwa media online merupakan media massa yang dimuat secara online di situs website.
Rhomli juga mengatakan bahwa media online adalah media massa
“generasi ketiga” setelah media cetak (Printed media) koran, tabloid, majalah, buku dan media elektronik. Media online adalah produk jurnalistik online. Jurnalistik online disebut juga Cyber Journalisme yang diproduksi dan didistribusikan melalui internet.
Harian Rakyat Sulsel mulai beradaptasi dengan media online sejak dihadirkannya portal Rakyat Sulsel pada tahun 2013, saat itu media online di Makassar masih kurang, sehingga media – media online sekarang yang justru beradaptasi. Harian Rakyat Sulsel beradaptasi dari sisi berita, agar berita yang dimuat pada surat kabar atau media online berbeda dengan dengan yang dimuat oleh pesaingnya. Hal tersebut merupakan bagian dari upaya untuk menarik perhatian pembacanya, seperti diungkapkan oleh Humaerawati Wartawan Harian Rakyat Sulsel Makassar di bawah:
“Cara beradaptasi tentunya dari sisi berita, maksudnya dari sisi berita itu, kita berupaya agar berita yang kita muat di koran dan di portal kita itu berbeda dengan berita yang dimuat oleh media – media online lainnya. Itu bagian dari upaya untuk menarik pembaca. Karena saat ini kita sudah punya pembaca tersendiri sehingga target kita sebenarnya orang – orang dari dari kalangan politik, pengusaha, akademik. Pokoknya kita berupaya menarik simpati semua kalangan dengan menghadirkan berita – berita yang berbeda”. (Hasil wawancara pada tanggal 28 Juli 2020).
Sejalan dengan yang diungkapkan Pimimpin Redaksi Harian Rakyat Sulsel Makassar bahwa cara beradaptasi ditengah gempuran media online yaitu dengan menghadirkan atau memberikan informasi yang berbeda dengan media pesaingnya, hal tersebut adalah upaya agar dapat menarik hati para pembaca.
Tantangan media cetak di era digitalisasi seperti sekarang ini jika dilihat dari tolak ukur konvergensi media. Sebagaimana diketahui bahwa konvergensi media dan telekomunikasi digitalisasi mengacu pada format yang diketahui selaku komunikasi multimedia. Dimana multimedia diketahui sebagai suatu kumpulan media, yang dideskripsikan secara umum yang sedang menyatukan beberapa bentuk (Fiddler, 2003:39).
2. Menampik Berita Hoax
Sebagaimana yang telah dilakukan Harian Rakyat Sulsel yaitu dengan menggabungkan dua bentuk media yakni media cetak dan media online. Berita yang disampaikan dari setiap reporter yang dimuat di online berbeda atau tidak seutuhnya. Sementara berita seutuhnya dengan data – data yang lengkap dimuat pada media cetak. Bukan hanya itu, wartawan juga dibekali dan diwajibkan langsung ke narasumber premium demi untuk menampik berita hoax. Tantangan terbesar yang dihadapi Harian Rakyat Sulsel di era sekarang ini adalah banyaknya media – media online yang menjadi pesaing baru di era persaingan media yang semakin sengit.
Hal tersebut diperkuat pada hasil wawancara bersama Pemimpin Redaksi Harian Rakyat Sulsel Makassar, Lukman Maddu di bawah:
“Tantangan yang paling menonjol, tentu dengan banyaknya sekarang media online, itu menjadi tantangan tersendiri buat kita di Harian Rakyat Sulsel khususnya dalam menyajikan berita – berita yang menarik. Tantangan sebenarnya ada pada kecepatan dan akurasi data. Otomatis semua media pasti berlomba – lomba ingin menjadi yang pertama memberitakan sebuah peristiwa. Nah itulah yang menjadi tantangan tersendiri kita untuk mencoba bersaing
dengan media lain dalam hal kecepatan dalam memuat dan mengupload berita”. (Hasil wawancara pada tanggal 27 Juli 2020) Dari hasil wawancara di atas dapat diungkapkan bahwa tantangan terbesar bagi media cetak harian Rakyat Sulsel di era digital yaitu terletak pada kecepatan dalam menyampaikan suatu informasi serta membekali para wartawan sebagai upaya untuk menapik berita hoax. Di era sekarang ini, bukan hanya media yang dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman (multitasking). Namun bagaimana cara wartawan mengadaptasi diri di era digitalisasi khususnya dalam mengupdate informasi. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Humaerawati Wartawan Harian Rakyat Sulsel Makassar sebagai berikut:
“Wartawan saat ini harus bisa beradaptasi di era yang semakin canggih, agar dapat menghasilkan produk jurnalistik yang baik tanpa ketinggalan zaman dan menambah ilmu agar nanti berita yang disiarkan sesuai dengan harapan masyarakat.” (Hasil wawancara pada tanggal 15 Agustus 2020).
Berdasarkan wawancara tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa bukan hanya media yang dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman, namun wartawan juga diharapkan mampu untuk mengikuti perkembangan teknologi agar dapat menyesuaikan diri di era digitalisasi.
3. Berita cepat diterima
Tantangan media cetak dari tolak ukur konvergensi yaitu di era digitalisasi sekarang ini berita dapat lebih cepat tersampaikan kepada khalayak melalui media online atau social media. Berbeda dengan surat
kabar yang harus menunggu esok hari untuk sampai kepada pembacanya. namun ditengah persaingan media tersebut membuat Harian Rakyat dapat mempertahankan eksistensi media cetak Harian Rakyat Sulsel Makassar ditengah persaingan media online. Seperti yang dikemukankan oleh Direktur Utama Harian Rakyat Sulsel Makassar, Faisal Palapa mengatakan bahwa :
“Tidak bisa dipungkiri sekarang media cetak di seluruh Indonesia khususnya di Sulawesi Selatan terpengaruh dengan menjamurnya media online yang ada sekarang, meski demikian media cetak khususnya Harian Rakyat Sulsel mempunyai pembaca tersendiri, karena yang pertama koran Harian Rakyat Sulsel punya segmentasi tersendiri. Khususnya ditengah gempuran media online sekarang tentunya Harian Rakyat Sulsel sekarang harus bersiap menyiapkan berita – berita yang berbeda dari media yang lainnya serta menyelaraskan diri dengan bersaing menggunakan versi online agar berita cepat diterima oleh pembaca. (Hasil Wawancara pada tanggal 10 Agustus 2020).
Dari hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa tantangan media cetak dari tolak ukur konvergensi yang ketiga yaitu berita cepat diterima dengan tetap mempertahankan eksistensi media, Harian Rakyat Sulsel Makassar yang nota benenya memiliki segmentasi tersendiri khususnya di bidang politik membuat Harian Rakyat Sulsel Makassar harus memberikan berita – berita yang berbeda dari media lainnya yang mudah diterima dan dimengerti oleh pembacanya terskhusus bagi orang – orang politisi, akademisi maupun para pelajar dan mahasiswa.
4. Murah
Membaca atau mengakses berita yang bersumber dari media online maupun social media merupakan tantangan terbesar bagi Harian Rakyat Sulsel dapat mengurangi peminat media cetak karena berita dari media online mudah diakses dan murah tanpa harus mengeluarkan uang setiap hari untuk membaca berita, hanya bermodalkan smartphone sudah bisa membaca berita. Seperti yang dikatakan oleh Pemimpin Redaksi Harian Rakyat Sulsel, Lukman Maddu sebagai berikut:
“Jadi sebenarnya, selain mempunyai dampak posistif, media online ini juga mempunyai dampak negative bagi media cetak khususnya Harian Rakyat Sulsel. Sebab dengan munculnya media – media online sekarang ini, pembaca media cetak kian menurun disebabkan dengan peralihan pembaca yang dari media cetak koran beralih ke media online yang lebih murah” (Hasil Wawancara pada tanggal 1 November 2020)
Dari hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa tantangan media cetak dari segi murah yaitu selain mempunyai segudang dampak posistif, media online memberikan dampak negative bagi media cetak jika lihat dari sisi pembaca surat kabar.
Dalam semua hasil wawancara, observasi dan dokumentasi di atas dapat diketahui bahwa tantangan media cetak Harian Rakyat Sulsel di era digitalisasi yaitu terus berbenah dan mengembangkan media online untuk menyelaraskan diri dengan pesaing - pesaingnya, di mana sekarang memiliki tantangan yang paling dominan bagi Harian Rakyat Sulsel Makassar adalah bagaimana cara menyajikan sebuah berita yang aktual
dan menarik ditengah persaingan media serta dapat menyampaikan berita dengan cepat kepada pembaca.