PANCASILA SEBAGAI SUMBER HUKUM
D. Tantangan Hukum Pancasila di Masa yang akan datang
Sejarah mengatakan bahwa pancasila disusun dan terbentuk berdasarkan pemikiran serta keilmuan yang dimiliki para bapak-bapak bangsa (founding father), dari berbagai pemikiran banyak kepala yang dituangkan dalam sebuah pedoman dasar dan pokok aturan bangsa serta memiliki tujuan yang sama dengan demikian terlahirlah sebuah ideology bangsa Indonesia yang disebut dengan “pancasila”.
Pancasila merupakan pedoman dasar Bangsa Indonesia yang didalamnya telah tertuang nilai-nilai luhur serta akan terus berkembang relevansinya seiring dengan perkembangan zaman dan juga sifat pancasila yang tidak kontekstual atau bisa dibilang berlakunya tidak berdasarkan waktu. Desain khusus dari para pemikir bangsa menunjukan bahwa pancasila akan terus berlaku sejak zaman dahulu hingga sekarang dan bahkan masa yang akan datang atau masa mendatang eksistensi pancasila akan terus ada karena pancasila merupakan jiwa kepribadian bangsa.
Dengan desain khusus yang ada pada pancasila maka hakikatnya setiap permasalahan yang muncul dan yang sedang atau akan dihadapi oleh
128
bangsa ini semua solusi, penyelesaian dan pemecahan dari permasalahan tersebut terkandung atau ada dalam pancasila.
Permasalahan-permasalahan yang dihadapi pancasila sebagai ideologi bangsa dari awal dideklarasikannya Indonesia sebagai Negara yang merdeka, Negara yang terbebas dari penjajahan atau kolonialisasi yaitu pada tanggal 17 Agustus 1945 yang merupakan tanggal bersejarah dan akan terus dikenang sepanjang masa serta permasalahan-permasalahan yang muncul pada zaman modern sekarang ini dan juga tantangan dimasa yang akan datang akan semakin kompleks.
Permasalahan tersebut yang kemudian menjadi suatu tantangan dimana tantangan tersebut muncul untuk menguji kekokohan pondasi pancasila serta kekuatan yang terkandung dalam pancasila yang menjadi jati diri bangsa.
Dalam era modernisasi sekarang ini pancasila dihadapkan dengan berbagai tantangan baik dari dalam (internal) maupun luar (eksternal). Adapun tantangan dari dalam di antaranya berupa berbagai gerakan separatis yang hendak memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang mengakibatkan munculnya disintegrasi serta mentalitas bangsa. Penanganan yang tidak tepat dan tegas dalam menghadapi gerakan-gerakan tersebut akan menjadi ancaman serius bagi tetap eksisnya Pancasila di Indonesia. Bahkan, bisa jadi akan mengakibatkan Indonesia tinggal sebuah nama.
Selain tantangan-tantangan yang muncul dari dalam, tantangan juga muncul dari luar yaitu arus globalisasi yang masuk dan menggerus budaya dan kepribadian masyarakat serta sedikit banyak sudah mulai berpindah haluan dan bahkan merangkak bergeser dari budaya asli masyarakat menjadi budaya asing yang tidak sesuai dengan jati diri pancasila serta kepribadian bangsa.
129
Jadi, untuk menyelesaikan segala permasalahan dan tantangan yang ada, seyogyanya dalam penyelesaian tersebut harus mengacu kepada pedoman dasar yaitu Pancasila, karena Pancasila merupakan ideologi yang menjadi pokok dasar aturan Bangsa yang didesain secara khusus oleh para pemikir Bangsa yang didalamnya tertuang nilai-nilai luhur dan menjadi solusi atau sebuah penyelesaian permasalahan-permasalahan yang dihadapi baik internal maupun eksternal serta relevan dengan kemajuan zaman dan bahkan mampu mengatasi tantangan-tantangan kedepannya nanti, tinggal bagaimana nanti pengimplementasian para petinggi Negara untuk mengkaji kembali serta merelevankan Pancasila terhadap kemajuan zaman yang begitu pesat pergerakannya dan perkembangannya.
Pada Era globalisasi dan modernisasi seperti sekarang ini tentu tantangan-tantangan yang akan dihadapi Bangsa Indonesia akan semakin kompleks dan beragam, mulai dari tantangan yang muncul dari dalam yaitu semakin rentannya terjadi disintegrasi dari Negara Kesatuan Republik Indonesia serta tantangan-tantangan dari luar yaitu arus modern dan westerisasi yang menggerus budaya serta menjadikan lunturnya nilai-nilai luhur bangsa serta jati diri nasional.
Seperti halanya tantangan yang dihadapi bangsa di era ini adalah bagaiman mempertahankan kesatuan dan keutuhan wilayah teritori Negara, yang mana mulai maraknya gerakan-gerakan separatis yang ingin memisahkan diri dari kesatuan Indonesia yang nantinya menimbulkan disintegrasi bangsa. Sealain itu kesadaran akan pentingnya pengamalan jiwa nasionalisme dari berbagai elemen bangsa sudah mengalami penurunan greget dan kurang bergairah. Serta ditambah lagi kurangnya komitmen dan implementasi untuk mengamalkan nilai pancasila yang menjadi pedoman dasar dalam berbangsa dan bernegara.
Pancasila sebagai ideologi bangsa yang merupakan jiwa kepribadian serta dasar pokok aturan yang sedemikian lengkapnya juga mengalami
130
penurunan moral nasional secara drastis di Era globalisasi sekarang ini pasalnya dimasa perkembangan dan kemajuan teknologi yang sangat pesat secara langsung maupun tidak langsung moral dan budaya bangsa yang yang menjadi cerminan dari kepribadian bangsa ikut mengalami pergeseran-pergeseran yang mana perubahan tersebut tidak sesuai lagi dengan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila.
Demikian halnya tantangan yang muncul dari dalam juga terdapat tantangan yang datangnya dari luar, seperti Era globalisai sekarang ini yang membawa budaya barat atau yang disebut westernisasi berduyun-duyun masuk menggerogoti budaya asli masyarakat Indonesia yang mana memunculkan perilaku-perilaku yang tidak cinta lagi terhadap budaya sendiri yaitu budaya asli yang secara turun-temurun telah diwariskan oleh para leluhur.
Maka dari itu untuk mengatasi tantangan-tantangan dari luar maupun dari dalam perlu diadakannya pengkajian kembali nilai-nilai yang ada dalam pancasila serta setidaknya ada dua hal fundamental yang harus dilakukan, Pertama, penanaman kembali kesadaran bangsa tentang eksistensi Pancasila sebagai ideologi bangsa. Penanaman kesadaran tentang keberadaan Pancasila sebagai ideologi bangsa mengandung pemahaman tentang adanya suatu proses pembangunan kembali kesadaran akan Pancasila sebagai identitas nasional. Upaya ini memiliki makna strategis manakala realitas menunjukkan bahwa dalam batas-batas tertentu telah terjadi proses pemudaran kesadaran tentang keberadaan Pancasila sebagai ideologi bangsa. Salah satu langkah terbaik untuk mendekatkan kembali atau membumikan kembali Pancasila ke tengah rakyat Indonesia tidak lain adalah melalui pembangunan kesadaran sejarah. Kedua, perlu adanya kekonsistenan dari seluruh elemen bangsa, khususnya para pemimpin negeri ini untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam berpikir dan bertindak. Jangan sampai Pancasila ini hanya sekadar wacana di atas mulut saja yang disampaikan secara berbusa-busa
131
hingga menjadi basi sementara di lapangan penuh dengan perilaku hipokrit. Dengan demikian, penghayatan dan pengamalan sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sudah merupakan suatu kesadarn moral bagi tetap tegaknya Pancasila sebagai ideologi bangsa