• Tidak ada hasil yang ditemukan

Berisikan data-data seputar tapak yang dipilih sebagai lokasi pembangunan Hotel Bisnis tersebut.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tinjauan Hotel

2.1.1 Pengertian Hotel

Pengertian Hotel menurut SK Menparpostel Nomor: KM34 / HK 103 / MPPT 1987, hotel adalah suatu jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian atau seluruh bangunan untuk menyediakan jasa pelayanan penginapan, makanan, dan meinuman, serta jasa lainnya untuk umum, yang dikelola secara komersial serta memenuhi persyaratan yang ditetapkan di dalam keputusan pemerintah.

Menurut R.S. Damardjati dalam bukunya yang berjudul Istilah-Istilah Dunia Pariwisata, hal 42; hotel adalah perusahaan yang menyediakan jasa-jasa dalam bentuk akomodasi (penginapan) serta menyajikan hidangan dan fasilitas lainnya dalam hotel untuk umum, yang memenuhi syarat-syarat comfort dan bertujuan komersial.

2.1.2 Klasifikasi Hotel

Klasifikasi hotel ialah sistem pengelompokan hotel-hotel kedalam berbagai kelas atau tingkatan dengan ukuran standar tertentu yang disesuaikan dengan kebutuhan, diantaranya ialah pelayanan hotel, yang ditentukan dalam 5 golongan kelas (bintang) berdasarkan kelengkapan dan kondisi bangunan, perlengkapan dan pengelolahan, serta mutu pelayanan. (Keputusan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata No.KM 3/HK 001/MKP 02). Kategori hotel Indonesia tersebut adalah :

• Hotel murah : Hotel Bintang 1 • Hotel ekonomi : Hotel Bintang 2 • Hotel kelas menengah : Hotel Bintang 3 • Hotel kelas satu : Hotel Bintang 4 • Hotel mewah : Hotel Bintang 5

Berdasarkan tujuan kedatangan tamu, jenis hotel dibagi menjadi sebegai berikut:

 Bussiness Hotel

Merupakan hotel yang dirancang untuk mengakomoasi tamu yang mempunyai tujuan berbisnis.

 Pleasure Hotel

Merupakan hotel yang sebagian besar fasilitasnya ditujukan untuk memfasilitasi tamu yang bertujuan berekreasi. Sebagai fasilitas pendukung aktivitas rekreasi, hotel seperti ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk bersantai dan relaksasi.

 Country Hotel

Merupakan hotel khusus bagi tamu antar negara. Hotel seperti ini sangant memerlukan privasi dan kemanan yang sangat tinggi. Biasanya lokasi hotel tersebut berada di pusat kota agar dekat dengan pusat pemerintahan suatu negara, atau berada jauh dari pusat kota tetapi lokasi tersebut mempunyai nilai lebih seperti pemandangan yang indah sehingga tamu daapt beristirahat dengan nyaman.

 Sport Hotel

Merupakan hotel yang fasilitasnya ditujukan terutama untuk melayani tamu yang bertujuan untuk berolahraga.

2.1.3 Klasifikasi Hotel Bintang 4

Berikut adalah persyaratan hotel bintang 4 berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jendral Pariwisata tahun 1988:

 Jumlah kamar standar minimal 50 kamar  Jumlah kamar suite minimal 3 kamar  kamar mandi di dalam

 luas kamar standar minimum 24 m2  luas kamar suite minimum 48 m2  Memiliki minimal 2 ruang restoran

 Memiliki minimal 1 ruang bar dan coffe shop  Memiliki minimal 1 Pre Function Room

 Memiliki ruang rekreasi dan olah raga berupa kolam renang dan dianjurkan 2 sarana lainnya

 Memiliki minimal 3 ruang yang disewakan  Memiliki taman

 Memiliki lounge 2.1.4 Sistem Utilitas Hotel

1. Sistem elektrikal

Bangunan lebih dari 3 lantai menggunakan energi yang besar. Sumber energi pada umumnya adalah melalui PLN atau melalui generator. Oleh karena itu dibutuhkan ruangan panel untuk menampung panel listrik utama dan meterannya, genset dan kelengkapannya, termasuk ruang teknisinya. Setiap lantai sebaiknya diberi ruang elektrikal yang berisi panel-panel pembagi untuk ruangan di lantai tersebut. Ruangan sebaiknya tidak diakses untuk umum karena sifatnya servis. Sebisanya, manfaatkan sistem alami untuk mengurangi penggunaan energi listrik berlebihan. Sebisanya pisahkan panel untuk kebutuhan pencahayaan, kebutuhan peralatan/mesin besar, dan kebutuhan lingkungan.

2. Sistem mekanikal

Yang dimaksud sistem mekanikal disini adalah sistem penghawaan AC, air bersih, air kotor, air limbah dan air buangan.

a. Air Conditioning (AC) Ada 2 sistem, yaitu :

1) Sentral, yaitu menggunakan Chiller, AHU, Ducting, FCU, Cooling Tower (utk sistem water to water). Sistem ini berguna untuk bangunan-bangunan besar seperti kantor dan mall.

2) Split, yaitu yang menggunakan indoor unit dan outdoor unit (seperti AC rumah biasa). Sistem ini cocok untuk bangunan seperti apartemen dan hotel.

b. Air Bersih

Sumber air adalah berasal dari PAM, atau menggunakan sumur dalam, yang kemudian ditampung dalam reservoir atau tanki. Tanki ini bisa diletakkan di atas atau di bawah, atau di keduanya. Ada dua sistem distribusi yang digunakan untuk air bersih, yaitu :

1) Sistem Up Feed

yaitu air dipompakan dari bawah ke outlet air. 2) Sistem Down Feed

yaitu air dipompakan dari bawah ke reservoir atas, untuk kemudian

disalurkan ke outlet air secara gravitasi.

Kebutuhan pompa akan tergantung dari tinggi/jarak dari sumber penampungan air di bawah ke sumber penampungan air di atas / outlet air. Pipa untuk air bersih biasanya di cat biru.

c. Sistem Air Kotor

Sumber air kotor kita kenal dengan toilet, dimana limbah padat dari toilet yang harus dikeluarkan menuju septic tank. Panduannya adalah usahakan toilet selalu dalam posisi yang sama tiap lantainya, agar tidak terjadi pembelokan pipa yang bisa berakibat kebocoran. Selain itu harus ditambahkan pipa pembuangan gas agar tidak terjadi desakan gas dari sumber ke septic tank yang dapat menimbulkan resiko septic tank meledak karena penuh gas. Pipa untuk air kotor biasanya di cat hitam.

d. Sistem air limbah

Air limbah juga biasa dikenal dengan grey water. Biasanya grey water akan disaring sebelum dikeluarkan ke tempat pembuangan akhirnya. Hal ini dilakukan agar tidak mencemari lingkungan.

e. Sistem air buangan/limpasan

Biasanya air buangan/limpasan ini adalah untuk pembuangan air hujan yang jatuh di atap bangunan. Air ini sebaiknya ditampung untuk cadangan air bangunan, Kalaupun mau dibuang, bisa langsung dibuang ke riol atau saluran terbuka karena pada dasarnya air ini masih bersih. Yang perlu

diperhatikan adalah saluran untuk air buangan/limpasan ini harus cepat tersalurkan ke bawah, karena kalau volume nya besar akan menimbulkan beban bagi bangunan.

3. Sistem Penanggulangan Bahaya Kebakaran

Pada dasarnya ada .... hal yang harus diperhatikan dalam penanggulangan bahaya kebakaran, yaitu :

a. Deteksi, bisa menggunakan smoke detector atau fire detector

b. Pemadaman, biasanya dengan tabung pemadam atau dengan sprinkler dan hydrant

c. Evakuasi, biasanya dengan tangga darurat dan koridor dengan hydrant 4. Sistem transportasi

Untuk bangunan lebih dari 3 lantai, tentu saja dibutuhkan lift. Sebaiknya menggunakan lift yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, supaya tidak boros energi karena lift menggunakan listrik yang besar. Selain itu lift juga disarankan dibuat zona-zona dan dibuat lift express (yang hanya singgah di lantai-lantai tertentu).

Selain itu tangga darurat juga dibutuhkan, hal ini sama dengan evakuasi untuk bahaya kebakaran. Tangga darurat sebaiknya langsung mengarah keluar bangunan. Selain lift dan tangga, ada juga tangga berjalan (eskalator) maupun ramp (lantai datar yang miring), atau pun conveyor (semacam ramp tapi mekanis).

5. Sistem Telekomunikasi

Bangunan lebih dari 3 lantai tentu membutuhkan sistem komunikasi internal agar bisa menghemat biaya. sistem ini seperti jaringan telepon, interkom, internet, dan tata suara. Ruangan komunikasi sebaiknya diletakkan di lantai satu. Tersedia shaft tersendiri yang terpisah dari shaft elektrikal dan mekanikal untuk sistem ini.

6. Sistem Jaringan Sampah

Hotel harus memiliki bak penampungan sampah atau semacam gudang sampah. Gudang sampah harus dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas seperti :

a. Kran air untuk pembersihan

b. Sprinkle untuk mencegah kebakaran c. Lampu sebagai penerangan

Sampah ini perlu dibedakan jenisnya seperti sampah padat dan sampah cair.

Sistem yang biasa digunakan bisa disebut dengan carry out system yaitu dengan cara mengumpulkan dulu samapah secara horisontal, kemudian dikumpulkan secara vertikal melalui lift barang untuk kemudian di buang atau ditampung di bak penampungan sampah di bangunan tersebut . Setelah cukup banyak baru diangkut keluar bangunan untuk dibuang di tempat pembuangan sampah.

7. Sistem Penangkal Petir

Ada 3 bagian utama sistem penangkal petir yaitu: a. Batang penangkal petir (finial atau splitzer).

Bagian ini berada di bagian luar gedung. Batang penangkal petir ditempatkan di atas atap bangunan. Ujung dari batang tersebut dibuat runcing untuk mengkonsentrasikan muatan pada ujung batang penangkal petir. Umumnya bagian ini terbuat dari batang baja yang ujungnya runcing namun ada juga terbuat dari bahan radioaktif (early streamer) yang bertujuan untuk mempercepat pelepasan muatan oleh bahan radioaktif tersebut.

b. Kawat pembumian penangkal petir (down conductor).

Batang penangkal petir (finial) harus dihubungkan ke tanah melalui kawat pembumian penangkal petir. Jadi fungsi utama dari kawat pembumian penangkal petir ini adalah untuk menyalurkan arus dari batang penangkal petir ke tanah.

c. Pembumian (grounding).

Tujuan dibuatnya pentanahan adalah untuk membuang arus petir ke tanah. Besar tahanan pentanahan dipengaruhi oleh jenis tanah dan kedalaman elektroda pembumian ditanam. Semakin dalam elektroda pembumian ditanam maka tahanan pembumian semakin kecil. Tahanan jenis tanah sangat dipengaruhi oleh besarnya kedapan air di dalam tanah tersebut.

2.2 Pendekatan Green Design 2.2.1 Pengertian

Green Design

Arsitektur yang berwawasan lingkungan dan berlandaskan kepedulian tentang konservasi lingkungan global alami dengan penekanan pada efisiensi energi (energy-efficient), pola berkelanjutan (sustainable) dan pendekatan holistik (holistic

approach).(Jimmy Priatman, ”ENERGY-EFFICIENT ARCHITECTURE” PARADIGMA DAN MANIFESTASI ARSITEKTUR HIJAU)

Arsitektur Hijau (Green Architecture)

Sebuah proses perancangan dengan mengurangi dampak lingkungan yang kurang baik,meningkatkan kenyamanan manusia dengan efisiensi dan pengurangan

penggunaan sumber daya energi, pemakaian lahan dan pengelolaan sampah efektif dalam tatanan arsitektur (Futurarch 2008, “Paradigma Arsitektur Hijau”, green lebih dari sekedar hijau,)

2.2.2 Prinsip Green Design 1. Conserving energy

A building should be constructed so as to minimized the need for fossil fuels to run it. (Sebuah bangunan seharusnya didesain / dibangun dengan pertimbangan operasi bangunan yang meminimalisir penggunaan bahan bakar dari fosil.)

2. Working with climate

Building should be design to work with climate and natural energy resources. (Bangunan seharusnya didesain untuk bekerja dengan baik dengan iklim dan sumber daya energi alam.)

3. Minimizing new resources

A building should be designed so as to minimized the use of resources and at the end of its useful life to form the resources for other architecture.

(Bangunan seharusnya didesain untuk meminimalisir penggunaan sumber daya dan pada akhir penggunaannya bisa digunakan untuk hal (arsitektur) lainnya.)

4. Respect for users

A green architecture recognizes the importance of all people envolved with it. (Green architecture mempertimbangkan kepentingan manusia didalamnya ) 5. Respect for site

A building will touch the earth lightly.

(Bangunan didesain dengan sesedikit mungkin merusak alam.) 6. Holism

All the green principles need to be embodied in a holistic approach to build environment.

(Semua prinsip diatas harus secara menyeluruh dijadikan sebagai pendekatan dalam membangun sebuah lingkungan.)

BAB III

DATA DAN ANALISA

3.1 Data Hotel Bintang 4 di Kota Semarang

Data hotel bintang 4 yang ada berdasarkan data dari situs agoda.com. 3.1.1 Hotel Novotel Semarang

Alamat

Jalan Pemuda 123, Glodok Kota, Semarang, Indonesia

50132

Jumlah Lantai 8 lantai

Jumlah Kamar 173 kamar & suite Tipe Kamar

Kamar Standard Queen Kamar Superior Queen

Kamar Superior Twin Tarif Rp. 553.000 – Rp.1.320.000

Gambar 3.1: Hotel Novotel Semarang

Sumber: agoda.com

Gambar 3.2: Peta Hotel Novotel Semarang

Sumber: maps.google.com

Gambar 3.3: Interior Kamar

Gambar 3.4: Interior ruang Hotel Novotel Semarang

Sumber: agoda.com

Kamar Standard Queen Kamar Superior Queen Kamar Superior Twin

3.1.2 Star Hotel Semarang

Alamat

Jalan MT Haryono No.972, Simpang Lima, Semarang,

Indonesia 30242

Jumlah Lantai 31 Lantai

Jumlah Kamar 129 Kamar

Tipe Kamar

Kamar Superior Kamar Deluxe Tarif Rp. 475.000 – Rp. 2.09.000

Gambar 3.5: Star Hotel Semarang

Sumber: agoda.com

Gambar 3.6: Peta Star Hotel Semarang

Sumber: maps.google.com

Gambar 3.7: Sky Pool

Sumber: agoda.com

3.1.3 Hotel Horizon Semarang

Alamat

Jl KH Ahmad Dahlan No 2, Simpang 5, Simpang Lima,

Semarang, Indonesia

Jumlah Lantai 14 Lantai

Jumlah Kamar 165 Kamar

Tipe Kamar

Kamar Superior Twin Kamar Superior King Kamar Deluxe Twin Tarif Rp. 720.000 – Rp. 850.000

Ruang Rapat Restaurant Pub / Lounge Gambar 3.8: Interior Star Hotel Semarang

Sumber: agoda.com

Gambar 3.9: Hotel Horizon Semarang

Gambar 3.10: Peta Hotel Horizon Semarang

Sumber: maps.google.com

Gambar 3.11: Interior kamar

Sumber: agoda.com

Kamar Deluxe Kamar Superior Twin Kamar Superior King

Kolam Renang Restaurant Ruang Rapat Gambar 3.12: Interior Hotel Horizon Semarang

3.1.4 Oak Tree Emerald Hotel

Alamat

Palm Hill Estate, Jl. Palm 6 Papandayan, Gajahmungkur,

Semarang, Indonesia 50232

Jumlah Lantai 12 Lantai

Jumlah Kamar 172 Kamar

Tipe Kamar

Kamar Deluxe Kamar Executive Tarif Rp. 720.000 – Rp. 850.000

Gambar 3.13: Oak Tree Emerald Hotel Semarang

Gambar 3.14: Peta hotel

Sumber: maps.google.com

Gambar 3.15: Lobby hotel

Sumber: agoda.com

Kamar Deluxe Kamar Executive Kamar Mandi

Kolam Renang Restaurant Ruang Rapat Gambar 3.16: Interior Hotel

3.2 Data Pengunjung Hotel

Berikut merupakan data statistik hotel berdasarkan Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah.

Tahun Hotel Bintang (Star Hotel) Hotel Melati (Non Star Hotel)

Unit Kamar Unit Kamar

2011 36 3387 61 1367

2012 35 3314 56 1350

Tabel Data Jumlah hotel dan Kamar di Kota Semarang. Sumber: BPS Provinsi Jawa Tengah

Tahun

Turis Asing Turis Domestik Jumlah

2011 23468 71792 95260

2012 22047 746196 96243

Tabel Data Jumlah wisatawan yang menginap di hotel di Kota Semarang. Sumber: BPS Provinsi Jawa Tengah

Tahun

Hotel Bintang Hotel Non Bintang

2011 52,25 52,24

2012 62,12 49,38

Tabel Data tingkat hunian hotel berbintang & non bintang Sumber: BPS Provinsi Jawa Tengah

3.3

Data Hotel

3.3.1 Struktur Organisasi Hotel

Organisasi merupakan suatu wadah yang diperlukan oleh perusahaan untuk mencapai tujuannya. Dalam suatu organisasi selalu ada hirarki yang sering kita sebut sebagai struktur organisasi. Struktur organisasi merupakan pencerminan lalu lintas wewenang dan tanggungjawab baik secara vertikal maupun horizontal. Jadi harus terdapat suatu sasaran yang dinamis dalam pembagian tugas, wewenang, dan tanggung jawab dalam alur penguraian jabatan setiap individu yang ada dalam organisasi. Berikut adalah stuktur organisasi hotel:

3.3.2 Pola Aktivitas Dalam Hotel

Pola ktivitas dalam hotel didapat dari menganalisis pola-pola pelaku pengguna

hotel itu sendiri. Secara garis besar pengguna hotel dibedakan menjadi 5 jenis

yaitu: pengunjung hotel, tamu hotel, staff dan pengelola, dan pimpinan hotel .

Berikut adalah pola kegiatan yang dilakukan oleh ketiga pelaku tadi:

 Tamu Hotel

Tamu hotel adalah seseorang yang datang ke hotel untuk menggunakan

jasa akomodasi pada hotel. Aktifitas tamu hotel yaitu:

 Pengunjung

Pengunjung adalah seseorang yang datang ke hotel hanya untuk melakukan

rapat, seminar atau kegiatan bisnis lainnya tanpa menginap di hotel.

Pengunjung hotel yaitu:

Datang  Parkir Lobby

Check In Istirahat Lavatory Olah Raga Pub/Bar Restauran t Rapat/Seminar Rekreasi Check Out

Datang  Parkir Lobby

Check In Pub/Bar Restauran t Rapat/Seminar Check Out

 Staff dan Pengelola

Staff dan pengelola adalah orang yang datang ke hotel untuk bekerja. Staff

merupakan pekerja hotel yang bekerja dibidang administrasi, accounting,

engineering, marketing dan personalia. Sedangkan pengelola adalah

pekerja yang bertugas mengelola keperluan hotel, seperti pada bagian

housekeeping dan bagian food and beverage

 Pimpinan Hotel

Pimpinan hotel terdiri dari President Manager dan General Manager.

President manager bertanggung jawab atas pekerjaan-pekerjaan

bidang-bidang dibawahnya. Sedangkan General Manager merupakan pimpinan

tertinggi di hotel yang bertanggung jawab terhadap pemilik hotel.

Datang  Parkir Berganti Pakaian

Bekerja Di Divisi Masing-Masing Housekeepin

g Keamanan Kontrol/Personal

Marketing Food And Beverage (F&B)

Front Office Engineering

Ke Pantry Ke Toilet

Datang  Parkir Bekerja Dikantor

Menghadiri Rapat

3.3.3 Tabel Kegiatan Dan Kebutuhan Ruang

Dari perbandingan jumlah kamar hotel bintang empat di Semarang, yaitu Hotel Novotel sebanyak 172 kamar, Star Hotel sebanyak 129 kamar, Hotel Horison sebanyak 165 kamar, dan Oak Tree Hotel sebanyak 172 kamar, maka diambil rata-rata dari keempat hotel tersebut.

Sumber :http://seputarsemarang.com/tag/hotel-bintang-4/ Jumlahkamar = 172+129+165+172 4 = 638 4 = 159. 5 = ±159 kamar

Perbandingan kamar standart : deluxe : suite = 12 : 2 : 1 Jumlah kamar standart =12

15∗ 159 = + 127 kamar Jumlah kamar deluxe = 2

15∗ 159 = + 21 kamar Jumlah kamar suite = 1

15∗ 159 = + 11 kamar

Ruang Analisa Kebutuhan Kapasitas

Kelompok Ruang Penerimaan

Hall Asumsi menampung 100%

jumlah kamar

Ruang penerimaan, drop off, drop in

159 orang

Front Office Disesuaikan dengan kebutuhan pengelola Counter desk - resepsionis, reservasi - operator - informasi 1 unit 2 orang 1 orang 1 orang Lobby and Lounge Asumsi menampung 20%

jumlah kamar (20% x 159) = 31.6 Dibulatkna 32 orang

Ruang duduk 32 orang

Lavatory Asumsi untuk masing-masing 1untuk pengunjung pria dan wanita

Lavatory 2 unit

Parkir Asumsi 80% pengunjung datang menggunakan

Parkir mobil pengunjung

mobil, 1 mobil 2 orang (80% X 159):2 = 63,2 mobil Dibulatkan 63 mobil 20% menggunakan kendaraan umum Asumsi 50% pengelola datang menggunakan mobil, 1 mobil 2 orang (50% x 28 ) : 2 = 7 mobil

50% menggunakan kendaraan umum

Parkir mobil pengelola 7 mobil

Security Asumsi untuk pintu masuk dan pintu keluar

Security manager Pos Jaga

1 orang 2 unit Kelompok Kegiatan Utama

Ruang Inap Terdapat 3 jenis ruang inap, yaitu standart, deluxe, dan suite

- Standart Room - Deluxe Room - Suite Room 60 unit 10 unit 5 unit

Gym Asumsi 15% pengunjung

melakukan aktivitas gym (15% x 159 ) = 23.7 Dibulatkan 24 orang

- alat gym - trainer

- loker dan ruang ganti

24 unit 2 orang 2 unit

Spa and Massage Asumsi 20% pengunjung melakukan aktivitas spa and massage

(20% x 159) = 31.6 orang Dibulatkan 32 orang Dibagi menjadi 2, pria (16) dan wanita (16)

Spa

- kolam air panas - sauna

- ruang pendinginan - ruang bilas

- loker dan ruang ganti

Massage - privat massage - couple massage 2 unit 2 unit 2 unit 2 unit 2 unit 2 unit 1 unit

- lavatory 3 unit Swimming Pool

Indoor

Asumsi 20% pengunjung melakukan aktivitas renang (20% x 159) = 31.6 orang Dibulatkan 32 orang

- Kolam renang - Ruang bilas

- loker dan ruang ganti

1 unit 2 unit 2 unit

Bussines Center Dapat menampung 80% pengunjung untuk

melakukan aktivitas bisnis di hotel (75% x 159) = 118.5 Dibulatkan 120 orang - internet hotspot - printer - scanner - desk 120 orang

Restaurant Asumsi dapat menampung 50% dari total pengunjung (50% x 159) = 79 orang Dibulatkan 80 orang

- main dinning room - kasir - coffe shop - mini stage - lavatory - dapur - gudang - staff room - lavatory 80 orang 1 unit 1 unit 1 unit 2 unit 1 unit 1 unit 8 orang 2 unit Meeting Room Asumsi ruang meeting

besar dapat menampung 30% dari total pengunjung (30% x 159) = 47.4 orang Dibulatkan 48 orang Asumsi ruang meeting kecil dapat menampung 10 % dari total pengunjung (10% x 159) = 15.9 orang Dibulatkan 16 orang

- meeting room besar - meeting room kecil

- 48 orang - 16 orang

Convention Hall Diasumsikan dapat menampung 250 orang

- Free function hall - Ballroom Area - Service room - Gudang 1 unit 250 orang 1 unit 1 unit

- Preparation room Toilet

Ruang rias

- Toilet dan mushola - Control Room - Panel Room 2unit 1 unit 1unit 1 unit Kelompok Pengelola

Ruang Manager Diasumsikan sebanyak perhitungan jumlah pengelola - R. General Manager - R. Asisten GM - Lavatory 1 orang 1 orang 2 unit R. Direksi Diasumsikan sebanyak

jumlah perhitungan pengelola - Divisi Manager - Ruang Rapat - Lavatory 8 orang 1 unit 2 unit R. Staff Diasumsikan sebanyak

jumlah perhitungan pengelola Office Staff Lavatory 8 orang 2 unit Kelompok Service House Keeping and Laundry

Diasumsikan sebanyak jumlah perhitungan

- House Keeping tiap lantai - Ruang Laundry - Shaft Tiaplantai 1 unit Tiaplantai ME Room Diasumsikan sebanyak

jumlah perhitungan

- ruang genset - ruang panel listrik - ruang pompa - ruang water treatment - shaft sampah 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit Kitchen Diasumsikan sebanyak

jumlah perhitungan - Dapur - Gudang - Lavatory - Loading Dock 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit

BAB IV

BESARAN RUANG

Didalam menentukan besaran ruang masing-masing kegiatan dipakai acuan standar perencanaan yang mengacu pada :

1. Ernest Neufert, Data Arsitek (DA)

2. Time Saver Standard of Building Type (TSS) 3. SK Dinas Pariwisata No 14/U/1988 (SK)

4. Hotel and Resort Planning Design and Refurbishment (HRP)

Ruang Standar Besaran Ruang Kapasitas Perhitungan Luas Sumber Kelompok Ruang Penerimaan

Hall 2.25 m2 / 3 orang 159 orang (159 x 2.25)3 = 119.25 m2 DA Drop off/drop in Radius putar 8 m2 1 unit 1 x 50 m2 = 50 m2 DA Total Luas + 40% sirkulasi 169.25 m2 + 67,7 m2 = 236,95 m2 Lobby and Lounge 1 m2 / kamar Kursi 0.6 m x 0.6 m Meja 0.5 m2 159 orang 32 unit 16 unit 1 m x 159 =159 m2 32 x 0.36 m2 = 11.52 m2 16 x 0.5 m2 = 8 m2 HRP DA

Front Office 0.65 m2 / kamar 159 kamar 159 x 0.65 m2 = 103,35 m2 HRP

Lavatory 3 m2 / orang 2 orang 2 x 3 m2 = 6 m2 DA

Security 4 m2 / unit 2 unit 2 x 4 m2 = 8 m2

Total Luas + 30% sirkulasi 295.87 m2 + 88.761 m2 = 384,63 m2 Kelompok Kegiatan Utama

Standar Room 24 m2 / kamar 127 unit 127 x 24 m2 = 3048 m2 SK Deluxe Room 32 m2 / kamar 21 unit 21 x 32 m2= 672 m2 SK Suite Room 48 m2/ kamar 11 unit 11 x 48 m2= 528 m2 SK Total Luas + 30% sirkulasi 4248 m2+ 1274,4 m2 = 5522,4 m2 Gym 5 m2 / unit alat

Loker dan ruang ganti Loker 0.45 m2 / 3 orang R. Ganti 1.5 m2 / orang 24 unit 24orang 24 orang 24 x 5 m2 = 120 m2 8 x 0.45 m2 = 3.6 m2 24 x 1.5 m2 = 36 m2 HRP DA DA Total luas + 100% sirkulasi 159.6 m2 + 159.6 m2 = 319.2 m2

Massage kolam air panas 1.75 m2 / orang sauna 25 m2/ unit ruang pendinginan ruang bilas 1.5 m2 / orang

Loker dan ruang ganti Loker 0.45 m2 / 3 orang R. Ganti 1.5 m2 / orang Massage privat massage Single bed 2 m2 couple massage Single bed 2 m2 Lavatory 3 m2 / orang 2 unit (32 orang) 2 unit 2 unit 2 unit 32 orang 32 orang 16 orang 16 orang 16 orang 16 x 1.75 m2 = 28 m2 x 2 = 56 m2 2 x 25 m2 = 50 m2 2 x 25 m2 = 50 m2 16 x 1.5 m2 = 24 m2 x 2 = 48 m2 11 x 0.45 m2 = 4.95 m2 32 x 1.5 m2 = 48 m2 16 x 2 m2 = 32 m2 16 x 2 m2 = 32 m2 16 x 3 m2 = 48 m2 DA DA DA DA DA DA DA DA DA Total Luas + 30% sirkulasi 368.95 m2 + 110.68 m2 = 479.63 m2 Swimming Pool Kolam renang

1.75 m2 / orang R. Bilas

1.5 m2 / orang

Loker dan ruang ganti Loker 0.45 m2 / 3 orang R. Ganti 1.5 m2 / orang 32 orang 32 orang 32 orang 32 orang 32 x 1.75 m2 = 56 m2 32 x 1.5 m2 = 48 m2 11 x 0.45 m2 = 4.95 m2 32 x 1.5 m2 = 48 m2 DA

Total Luas + 40% sirkulasi 156.95 m2 + 62.78 m2 = 219.73 m2 Bussines Center 1.5 m2 / orang 120 orang 120 x 1.5 m2 = 180 m2 DA Total Luas + 20% sirkulasi 180 m2 + 36 m2 = 216 m2

Restaurant Main Dinning Room 1.5 m2 / orang Kasir 2 m2 / orang Coffe Shop 16 m2 / unit Ministage 15 m2 / unit Lavatory 3 m2 / orang Gudang 20% dari ruang makan 80 orang 1 orang 1 unit 1 unit 4 unit 1 unit 80 x 1.5 m2 = 120 m2 1 x 2 m2 = 2 m2 1 x 16 = 16 m2 1 x 15 = 15 m2 4 x 3 m2 = 12 m2 20% x 120 = 24 m2 DA TSS SB SB DA HRP

Staffroom 1.5 m2 / orang 8 orang 8 x 1.5 m2 = 12 m2 DA Total Luas + 30% sirkulasi 201 m2 + 60.3 m2 = 261.3 m2

Meeting Room Meeting Room Besar Kursi 0.6 m x 0.6 m Meja 1.5 m x 0.75 m 48 unit 24 unit 48 x 0.36 m2 = 17.28 m2 24 x 1.125 m2 = 27 m2 DA DA Total Luas + 30% sirkulasi 44.28 m2 + 13.28 m2= 57.56 m2

Meeting Room Kecil Kursi 0.6 m x 0.6 m Meja 1.5 m x 0.75 m 16 unit 8 unit 16 x 0.36 m2 = 5.76 m2 8 x 1.125 m2 = 9 m2 DA DA Total Luas + 30% sirkulasi 14.76 m2 + 4.43m2 = 19.19 m2

Convention Hall 1.5 m2 / orang 250 orang 250 x 1.5 m2 = 375 m2 DA Total Luas + 100% sirkulasi 375 m2 + 375 m2= 750 m2

Kelompok Pengelola

Ruang Manager R. Kerja 4 m x 4 m Lavatory 3 m2 / orang 1 orang 1 orang 1 x 16 m2 = 16 m2 1 x 3 m2 = 3 m2 SB SB Total Luas + 30% sirkulasi 19 m2 + 5.7 m2 = 24.7 m2

Ruang Asisten Manager R. Kerja 4 m x 4 m Lavatory 3 m2 / orang 1 orang 1 orang 1 x 16 m2 = 16 m2 1 x 3 m2 = 3 m2 SB SB Total Luas + 30% sirkulasi 19 m2 + 5.7 m2 = 24.7 m2

Ruang Direksi 12 m2 / orang Meeting room 2 m2 / orang 8 orang 10 orang 8 x 12 m2= 96 m2 10 x 2 m2 = 20 m2 SB

Dalam dokumen LP3A Hotel Bintang 4 Di Semarang (Halaman 8-41)

Dokumen terkait