BAB III PROFIL TPQ PESONA IMAN DAN METODE QIRA’ATÎ
B. Metode Qira’atî
3) Target Pencapaian
Sesuai dengan Visi dan Misi Metode Qira’atî target pencapaian untuk bisa membaca al-Qur’an secara baik dan benar maka biasanya dibagi menjadi beberapa kelas. Pada awalnya terdapat 10 jilid dan telah dirubah menjadi 6 jilid. Hal ini bukan meringkas tapi mengutamakan kemudahan bagi setiap murid yang belajar membaca al-Qur’an.
Perlu diketahui pula kenaikan setiap jilid/kelas pada metode Qira’ati ditentukan oleh koordinator lembaga. Sehingga setiap murid harus mengikuti tes bacaan jika murid lulus akan dinaikkan ke kelas berikutnya dan apabila murid tersebut belum lulus maka akan belajar kembali dengan gurunya. Koordinator lembaga akan memberi penjelasan kenapa murid belum lulus serta menegaskan guru untuk lebih tegas dalam menaikkan halaman murid.
Penulis akan membahas target pencapaian pada metode Qira’atî melalui tingkatan kelas Qira’atî dengan menggunakan jilid Qira’ati di antaranya yaitu:
1. Jilid/Kelas Qira’atî Pra TK
Misi Qira’atî Pra TK ialah membrantas bacaan yang kurang jelas dengan cara membuka mulut. Pada jilid ini murid harus sudah bisa membaca huruf-huruf hijaiyah yang diacak menjadi satu baik itu 2 huruf atau tiga huruf hijaiyah yang berharakat fathah. Jilid ini terdapat 3 kelas yang dibagi sesuai dengan huruf-huruf hijaiyah yaitu:
a. Pra TK A dari huruf alif/
ا
sampai huruf ra’/ر.
halaman b. Pra TK B dari huruf za/ز
sampai huruf fa’/ف.
halaman c. Pra TK C dari huruf qaf/ق
sampai huruf ya’/ي.
halamanPada jilid ini tidak memperkenalkan huruf lam alif/
لا
dan ta’marbȗṭa/
ة
.1 42. Jilid/Kelas Qira’atî 1
Misi Qira’atî 1 ialah membrantas bacaan yang kurang jelas (nggremeng) dengan cara buka mulut. Jilid ini dibagi menjadi 2 kelas yaitu: a. Qira’atî 1A dari halaman 1 sampai dengan halaman 30. Pokok materi di kelas ini sama dengan kelas Qira’atî Pra TK yaitu bisa membaca huruf berharakat fathah serta sudah memperkenalkan 29
huruf asli hijaiyah.1 5
b. Qira’atî 1B dari halaman 31 sampai dengan halaman 44. Pokok materinya meningkat dari kelas 1A yaitu sudah bisa membaca huruf yang ditulis sambung baik di awal tengah dan akhir. Guru
1 Dachlan Salim Zarkasyi, Metode Praktis Membaca Al-Qur’an, jilid Pra TK 4
(Semarang: Yayasan Pendidikan Al-Qur’an Raudhatul Mujawwidin, 1990), 44.
1 Dachlan Salim Zarkasyi, Metode Praktis Membaca Al-Qur’an, jilid 1 (Semarang: 5
tidak dibolehkan menjelaskan hanya meminta murid untuk memperhatikan jumlah dan letak titik karena bila bentuk huruf bisa berubah namun bila letak dan jumlah titik akan selalu tetap. Dalam kelas 1B meperkenalkan hurf lam alif/
لا
sehingga total semuahuruf hijaiyah berjumlah 30 huruf.1 6
3. Jilid/Kelas Qira’atî 2
Misi pada Qira’atî 2 ialah membrantas bacaan yang asal-asalan dengan membaca harakat dengan benar. Jilid ini dibagi menjadi 2 kelas yaitu:
a. Qira’atî 2A dari halaman 1 sampai dengan halaman 22. Jilid ini sudah memperkenalkan nama harakat.1 Harakat tersebut 7 dikenalkan dengan cara seperti berikut:
َ َ
Coret di atas Namanya Fathah Bersuara Aَ َ
Coret di bawah Namanya Kasrah Bersuara Iَ َ
Harakat seperti koma Namanya Dhummah Bersuara Uَ َ
Coret dua di atas Namanya Fathahtainatau fathah tanwin
Bersuara AN
َ َ
Coret dua di bawah Namanya Kasrahtainatau kasrah tanwin
Bersuara IN
َ َ
Seperti koma Namanya Dhummatain atau dhummah tanwin Bersuara UN Tabel 1.Dalam memperkenalkan harakan fathatain diperkenalkan pula dengan
tulisan alif sehingga ditulis
ابِ – ا اب.
1 8
1 Dachlan Salim, jilid 1, 23-44. 6 1 Dachlan Salim, jilid 2, 1-22. 7 1 Dachlan Salim, jilid 2, 10. 8
Diperkenalkan pula dengan ta’ marbȗṭa/
ة
namun guru hanya meminta murid untuk memperhatikan letak dan jumlah titiknya bukan bentukhurufnya. Guru tidak boleh menjelaskan ta ta’nis/
ت
dan ta’ marbȗṭa/ة
.1 9 Murid juga diperkenalkan dengan angka dalam tulisan Arab darisatuan sampai puluhan.
b. Qira’atî 2B dimulai dari halaman 23 sampai dengan halaman 44.
Materi pokok kelas ini ialah bacaan panjang atau mâd.2 Bacaan 0 panjang atau mâd yang dikenalkan ialah :
- Setiap fathah diikuti alif dibaca panjang.
- Fathah panjang atau fathah berdiri dibaca panjang sama seperti panjangnya fathah diikuti alif.
- Setiap kasrah diikuti ya’ sukun dibaca panjang sama seperti panjangnya fathah diikuti alif.
- Setiap dhummah diikuti wawu’ sukun dibaca panjang sama seperti panjangnya fathah diikuti alif.
4. Jilid/Kelas Qira’atî 3
Misi Qira’atî 3 ialah membrantas bacaan yg tawalud. Jilid ini dibagi menjadi 2 kelas yaitu:
a. Qira’atî 3A dimulai dari halaman 1 sampai dengan halaman 25. Materi pokok tersebut ialah:
-
ْو نا ك = اْو نا ك
Dhummah diikuti wawu ada alif atau tidak adaalif dibaca sama panjangnya2 1
1 Dachlan Salim, jilid 2, 22. 9 2 Dachlan Salim, jilid 2, 23-44. 0 2 Dachlan Salim, jilid 3, 1. 1
- َ هَ ٖهَ ٰه
fathah berdiri kasrah berdiri dan dhummah terbalikdibaca sama panjangnya dengan fathah diikuti alif2 2
- د حا وْل ا = ْل ا – ا
setiap huruf sukun supaya ditekanmembacanya2 3
- ْلا و = ْل و
setiap alif lam sukun dibaca seperti membaca lamsukun2 4
- مْو ي – مْو ي
dhummah diikuti wawu sukun beruara U dibacapanjang fathah diikuti wawu bersuara AU dibaca pendek2 5
-
Diperkenalkan dengan huruf-huruf pembuka surat-
Diperkenalkan dengan tulisan angka Arab ratusan b. Qira’atî 3B- ِ دَِلا ْوَ ْلااَوِ=ِ دَلا ْوَاِْلاَو
lamnya sukun alifnya fathah2 6- لْي ل – لْو ل
fathah diikuti wawu sukun bersuara AU dibaca pendek dan jika fathah diikuti ya’ sukun bersuara AI dibacapendek2 7
- ٌم سْر م – م # ااب حْر م – م
bacaan ra’ tafkhîm dan tarqîq2 8
2 Dachlan Salim, jilid 3, 2. 2 2 Dachlan Salim, jilid 3, 4. 3 2 Dachlan Salim, jilid 3, 6. 4 2 Dachlan Salim, jilid 3, 19. 5 2 Dachlan Salim, jilid 3, 26. 6 2 Dachlan Salim, jilid 3, 28. 7 2 Dachlan Salim, jilid 3, 31. 8
-
Perbedaan melafalkan huruf ‘aîn sukun/ْع
dan hamzahsukun/
ْء
2 9-
Bacaan hurufع
dengan suara yang tepat-
Murid mampu membaca bacaan huruf sukun walau semua huruf tidak dicontohkan-
Murid sudah bisa membaca tulisan panjang satu baris 5. Jilid/Kelas Qira’atî 4Misi Qira’atî 4 ialah membrantas bacaan yang tidak bertajwid. Pada metode Qira’atî guru tidak boleh menjelaskan nama hukum bacaan pada ilmu tajwid. Guru hanya mencontohkan cara membaca dan harus tegas mendisiplinkan bacaan murid. Pada Qira’atî 4 terdapat 2 kelas yaitu
a. Qira’atî 4A dimulai dari halaman 1 sampai dengan halaman 24. Materi-materi yang terdapat pada jilid ini ialah:
-
ك دْن ع – تْن ا – ْن
setiap nun sukun dibaca dengung selama 6 harakat. Dalam dengung ditegaskan mendengung selama mungkin untuk membiasakan dengung yang lama. Tidak juga dijelaskan hukum tajwid bacaan. Begitu juga dengan bacaantanwin harus juga dibaca dengung.3 0
- Murid mampu membaca huruf-huruf pembuka surat yang sudah diberi tanda panjang 6 harakat (biasanya dikenal dengan
harakat bendera).3 1
2 Dachlan Salim, jilid 3, 35. 9 3 Dachlan Salim, jilid 4, 1. 0 3 Dachlan Salim, jilid 4, 3. 1
-
ءٓا ج - دا ج
setiap ada tanda coret panjang di atas supaya dibacapanjang 2½ kali dari panjang biasanya3 2
- Perbedaan melafalkan huruf sîn/
س
dan syîn/ش
3 3- Setiap huruf Nun bertasdid/
َ ن
dan mim bertasydid/َ م
harusdibaca dengung yang lama3 4
- Murid mampu membaca huruf-huruf pembuka surat dengan
sangat baik bacaan yang sesuai dengan hukum tajwid3 5
- Perbedaan melafalkan huruf ḥa/
ح
dan khâ/خ
3 6-
َّل ع
=ل ْل ع
huruf yang bertasydid harus ditekan saatmembacanya3 7
-
ءٓا َّسَّ و
=ءٓا مَّسلا و
semua huruf bertasydid apabila didahului aliflam maka huruf alif lamnya tidak dibaca3 8
b. Qira’atî 4B
- ك ئٓهل ا
=ك ئٓهلو ا
setiap huruf wawu yang tidak ada sukunnya makawawunya tidak dibaca3 9
3 Dachlan Salim, jilid 4, 7. 2 3 Dachlan Salim, jilid 4, 10. 3 3 Dachlan Salim, jilid 4, 12-13. 4 3 Dachlan Salim, jilid 4, 14. 5 3 Dachlan Salim, jilid 4, 18. 6 3 Dachlan Salim, jilid 4, 19. 7 3 Dachlan Salim, jilid 4, 23. 8 3 Dachlan Salim, jilid 4, 25. 9
- اْو قهل م ْم َّنَّ ا
#اْو نا ك ْم َّنَّ ا
semua mim sukun tidak dibaca dengung kecualimim sukun berhadapan dengan huruf mim4 0
- اَّم ْم م
=اَّم ْن م
nun sukun atau tanwin jika berhadapan dengan hurufmim suara nun sukun ataun tanwin berubah menjadi mim sukun4 1
- كْن د ل ْل م
=كْن دَّل ْن م
membaca nun sukun atau tanwin jika berhadapan huruf lam/لَ
suara nun sukun atau tanwin ditukardengan suara lam/
ل
4 2- َّر م
=َّر ْن م
nun sukun atau tanwin jika berhadapan huruf ra’/ر
suaranun sukun atau tanwin ditukar dengan suara ra’/
ر
4 36. Jilid/Kelas Qira’atî 5
Misi Qira’atî 5 ialah membrantas bacaan yang tidak bertajwid dan tidak tartil. Pada jilid ini murid sudah bisa membaca al-Qur’an dengan baik dan guru menegaskan murid untuk tadarus di rumah. Jilid ini dibagi menjadi 2 kelas yaitu:
a. Qira’atî 5A dari halaman 1 sampai dengan halaman 22. Pokok materinya yaitu:
4 Dachlan Salim, jilid 4, 30. 0 4 Dachlan Salim, jilid 4, 32. 1 4 Dachlan Salim, jilid 4, 36. 2 4 Dachlan Salim, jilid 4, 39. 3
-
ْم ه ئٓا رَّو ْن م
nun sukun/َ ن
atau tanwin jika berhadapan dengan huruf wawu/و
suara nun sukun atau tanwin masuk ke hurufwawu/
و
dan dibaca dengung4 4- ۞
ْنْو د بْع ت
=نْو د بْع ت
bacaan waqaf ini tidak dijelaskan guru langsung mencontohkan dan murid mempraktekkan. Bacaanwaqaf ini panjangnya 6 harakat4 5
-
یهرَّ ي ْن م ل
nun sukun atau tanwin jika berhadapan dengan huruf ya’/ي
suara nun sukun atau tanwin masuk ke huruf ya’/ي
dandibaca dengung4 6
- ۞
ْْيْ ب م
=ٌْيْ ب م
۞ا نْ ي ب م
=اانْ ي ب م
setiap fathah tain/ََ
atau fathah berdiri/ََٰ
waqafnya dibaca panjang. Selain fathah tanwin/ََ
waqafnya sukun4 7
- Guru menegaskan bacaan huruf
َ ھ اَ ھ اَ ھ اَ#َ ھَ ھَ ھ
4 8-
َ هاللَّٰ ل و س ر
َ#َ هاللَّٰ ل و س ر
َ#َ هاللَّٰ ل و س ر
sebelum lafaẓ Allah/َهاللّٰ
didahului kasrah/
َ َ
dibaca Tarqîq jika didahului fathah/َ َ
ataudhummah/
َ َ
dibaca Tafkhîm4 9
4 Dachlan Salim, jilid 5, 1. 4 4 Dachlan Salim, jilid 5, 3. 5 4 Dachlan Salim, jilid 5, 4. 6 4 Dachlan Salim, jilid 5, 6. 7 4 Dachlan Salim, jilid 5, 7. 8 4 Dachlan Salim, jilid 5, 8. 9
- ۞
َ ر ذ ن
َ=َ ر ذ ن
َ۞َ ر و ذ ن
َ=ََ ر و ذ ن
sebelum huruf terakhir dibaca panjang waqafnya bersuara panjang. Dan jika sebelumnyahuruf terakhir dibaca pendek waqafnya bersuara pendek.5 0
-
دْع ب ْم م
=دْع ب ْن م
setiap nun sukun/َ ن
atau tanwin jika berhadapan dengan huruf ba’/ب
suara nun sukun atau tanwinditukar dengan suara mim/
م
dan dibaca dengung5 1- Qalqalah. Huruf yang diperkenalkan pada kelas ini hanya 3
hurufnya yaitu:
د ب
danج
5 2- Guru menegaskan bacaan huruf
ْث م ْث م ْث م # ث ث ث
5 3b. Qira’atî 5B dimulai dari halaman 23 sampai halaman 44. Pokok materi ajarannya yaitu:
- َ۞
ْه ْير ث ك
=ٌة ْير ث ك
–ٍة ْير ث ك
–اة ْير ث ك
Ta’ marbuṭah/ة
berharakat apa sajajika dibaca waqaf suaranya ditukar dengan Ha sukun/
َ ه
5 4- Qalqalah. Huruf qalqalah sudah lengkap yaitu:
ط ق ج د ب
5 5- Guru menegaskan bacaan huruf
ْغ م ْغ م ْغ م # غ غ غ
5 6
5 Dachlan Salim, jilid 5, 11. 0 5 Dachlan Salim, jilid 5, 12 dan 14. 1 5 Dachlan Salim, jilid 5, 16 dan 18. 2 5 Dachlan Salim, jilid 5, 20. 3 5 Dachlan Salim, jilid 5, 23-29. 4 5 Dachlan Salim, jilid 5, 24. 5 5 Dachlan Salim, jilid 5, 26 6
-
ٌة ع شا خ ۨ ٍذ ئ مْو ي
setiap tanda nun kecil dibaca jelas tidak bolehdibaca dengung5 7
-
ًّلا... آ ض = ًّلاآ ض
guru langsung memberi contoh dan muridmempraktekan.5 8
7. Jilid/Kelas Qira’atî Juz 27
Misi Qira’atî Juz 27 ialah membrantas bacaan tidak bertajwid dan tidak tartil. Materi pada jilid yang digunakan ialah al-Qur’an juz 27 ada juga buku jilidnya namun banyak murid yang kesulitan membaca dikarenakan
cetakan atau tulisan al-Qur’an juz 27 dengan Cetakan Menara Kudus.5 9 Pada jilid ini murid sudah harus mempraktekkan bacaan waqaf wa al ibtida’
(memulai bacaan setelah waqaf) serta iẓhâr dengan tanda nun kecil
diatasnya.6 0
8. Jilid/Kelas Qira’atî 6
Misi Qira’atî 6 ialah membrantas bacaan tidak bertajwid dan tidak tartil. Pokok materi ini ialah:
- Iẓhâr halqi6 1
-
ىهل ع َّلا ا
۞نْو ظ فهح
semua tulisan illa/َّلا ا
dibaca terus atau waṣal6 2-
ن ا
=نَ ا
semua tulisanنَ ا
na-nya panjang dibaca pendenk6 3
5 Dachlan Salim, jilid 5, 34. 7 5 Dachlan Salim, jilid 5, 38. 8
5 Tulisan al-Qur’an pada Qira’atî juz 27 menggunakana tulisan Cetakan Menara 9
Kudus, namun di akhir halaman Qira’atî juz 27 tidak diakhiri dengan penghabisan ayat atau sering dikenal dengan istilah “ayat pojok” artinya tidak ada ayat yang bersambung ke halaman berikutnya. https://lpmq.inuxpro.com/artikel/322-mushaf-al-qur-an-standar-bahriyah diakses pada tanggal 20 Mei 2020 jam 06.08 WIB
6 Dachlan Salim, jilid juz 27. 0 6 Dachlan Salim, jilid 6, 1-21. 1 6 Dachlan Salim, jilid 6, 22. 2 6 Dachlan Salim, jilid 6, 22. 3
- Surat al-Ḍuḥâ sampai dengan al-Nâs6 4 - Surat-surat dalam al-Qur’an yang diawali dengan huruf pembuka
surat seperti
َ ٓص ٓق ٓن رٓ مٓلا ٓسط ٓمح هط
dan lainnya6 5 9. Kelas Al-Qur’anMisi dalam Kelas Al-Qur’an yaitu membaca al-Qur’an dengan Faṣaḥaḥ dan Tartîl. Karakteristik dari faṣaḥaḥ meliputi mura’atu al huruf mura’atu al harakat mura’atu al ṣifât dan volume suara yang keras dan cepat. Karakteristik dari tartîl meliputi mura’atu tajwid mura’atu kalimah waqâf wa al ibtida’ tanaffus serta kelancaran bacaan (bacanya tidak terbata-bata untuk orang normal).
Kelas al-Qur’an harus mengkhatamkan al-Qur’an setidaknya satu kali sebelum lanjut ke kelas Qira’atî Gharib. Sehingga jika semakin banyak seorang murid membaca al-Qur’an maka semakin cepat murid tersebut untuk lanjut ke kelas Gharib. Hal inilah yang harus diperhatikan
orangtua/wali murid untuk selalu membaca al-Qur’an di rumah.6 6
10. Jilid/Kelas Qira’atî Gharib
Sesuai dengan pengertian kata gharib yang memiliki arti aneh atau nyeleneh jilid ghorib membahas penjelasan khusus mengenai bacaan-bacaan yang ghorib dalam al-Qur’an. Misi pada jilid ini ialah mengetahui bacaan-bacaan gharib-musykilat dan hati-hati dalam al-Qur’an- yang
terdapat dalam al-Qur’an secara menyeluruh.6 7
Pada jilid gharib terdapat 42 materi yang harus dihafalkan murid. Materi-materi ghorib tersebut bisa meliputi tulisan pada al-Qur’an dan cara
6 Dachlan Salim, jilid 6, 30. 4 6 Dachlan Salim, jilid 6, 31-44. 5 6 Ruwaidah, Wawancara. 6 6 Dachlan Salim, jilid Gharib, 1. 7
membacanya atau penjelasan singkat mengenai pengertian kata-kata ghorib
dalam al-Qur’an beserta letak surat ayat dan juz dalam al-Qur’an.6 8
11. Jilid/Kelas Qira’atî Tajwid
Mempelajari ilmu tajwid hukumya fardu kifayah sedangkan membaca al-Qur’an dengan menggunakan tajwid hukumya fardu ‘ain. Maka menyesuaikan dengan hukum sebaiknya seorang guru mengajarkan fardu ‘ain dan menegaskan membaca sesuai dengan tajwidnya. Misi pada
jilid ini ialah mengetahui ilmu tajwid yang terdapat di dalam al-Qur’an.6 9 Materi pada jilid tajwid ada 13 pelajaran ilmu tajwid. Semua materi
ini harus dihafalkan beserta dengan contoh bacaan tajwidnya. Murid yang sudah mempelajari tajwid berarti murid telah menyelesaikan semua materi-materi poko pembelajaran yang ada dan layak melanjutkan ke kelas berikutnya yaitu kelas Finishing.
12. Kelas Finishing
Misi pada kelas ini ialah pengulangan dan pemantapan bacaan al-Qur’an materi Gharib dan Tajwid serta materi tambahan dalam rangka persiapan Imtihan Akhir Santri (IMTAS).