AKUNTABILITAS KINERJA
(%) Target Realisasi
Target Realisasi
Persentase
terpenuhinya kebutuhan sarana dan prasarana
perhubungan % 15% 50% 50% 100% angka kecelakaan lalu lintas
Capaian kinerja melalui sasaran strategi Tersedianya sarana dan prasarana pada sektor Perhubungan yang merupakan salah satu tolak ukur pencapaian indikator kinerja misi pertama dalam dokumen renstra yaitu “Mewujudkan Percepatan Pembangunan Infrastruktur pada sektor Perhubungan”. Sasaran strategi ini dilaksanakan oleh Bidang Perhubungan darat, Bidang Perhubungan Laut dan Bidang Prasarana dan Keselamatan Transportasi. Dari tabel diatas terlihat, bahwa dari 3 Indikator dari 1 sasaran trategis ini salah satunya tidak mencapai target 75%
sedangkan salah satunya mencapai target 100% sedangkan salah satu indikator target 0 dikarenakan tidak dimasukkan pada PK Perubahan dengan rata-rata mencapai 77% dengan kriteria penilaian Tinggi.
1. Persentase Terpenuhinya Kebutuhan Sarana dan Prasarana Perhubungan Persentase terpenuhinya kebutuhan sarana dan prasarana merupakan salah satu indikator sasaran dalam pencapaian sasaran strategis pertama. Untuk tahun 2017 target yang ingin di capai sebesar 50% pemenuhan kebutuhan akan sarana dan prasarana perhubungan. Terdapat 30% kenaikan dari tahun sebelumnya sebesar 20%. Pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana ini di buat dasarkan pada kebutuhan utama yang dibutuhka oleh Dinas Perhubungan dalam pencapaian Tujuan yang telah dibuat. Adapun Sarana dan Prasarana yang dibutuhkan dalam pencapaian tujuan :
Gedung Terminal
Balai Pengujian Kendaraan Bermotor
Alat Pengujian Kendaraan Bermotor
Shelter BUS
BUS angkutan Publik
Pos Retribusi
Rambu-rambu Lalu Lintas
Marka Jalan
Kebutuhan sarana dan prasarana tersebut kemudian di bagi berdasarkan pemenuhan kebutuhan berdasarkan persentasi. Untuk tahun sebelumnya telah direalisasikan sebesar 20% dari tingkat kebutuhan sarana dan prasarana antara lain pembangunan Pos Retribusi, Rambu-rambu Lalu Lintas dan Marka Jalan. Maka pada tahun 2017 ditargetkan pemenuhan kebutuhan sarana dan prasaran perhubungan meningkat menjadi 50% dengan rincian sebagai berikut :
Tabel Kebutuhan sarana dan prasarana Perhubungan Tahun 2017 NO Sarana dan Prasarana
Perhubungan
% Target Realisasi
1 Pengadaan BUS Perhubungan 10 3 Unit 3 Unit
2 Pembangunan Shelter 10 5 Buah 5 Buah
3 Pengecatan Marka Jalan 5 8.814 Meter 8.814 Meter 4 Pengadaan Rambu-rambu Lalin 5 1 Buah 1 Buah
Jumlah 30 4 Jenis 4 Jenis
Sumber : Dinas Perhubungan Kab. Bone Bolango
Berdasarkan tabel diatas maka untuk menghitung persentase kebutuhan saran dan prasarana Perhubungan tahun 2017 mengunakan rumus :
% 𝐾𝑒𝑏𝑢𝑡𝑢ℎ𝑎𝑛 =𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑎𝑟𝑎𝑛𝑎 𝑑𝑎𝑛 𝑝𝑟𝑎𝑠𝑎𝑟𝑎𝑛𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑎𝑑𝑎𝑘𝑎𝑛
𝐾𝑒𝑏𝑢𝑡𝑢ℎ𝑎𝑛 𝑠𝑎𝑟𝑎𝑛𝑎 𝑑𝑎𝑛 𝑝𝑟𝑎𝑠𝑎𝑟𝑎𝑛𝑎 𝑥 100%
% 𝐾𝑒𝑏𝑢𝑡𝑢ℎ𝑎𝑛 = 4
4 𝑥 100% = 100%
Dari tabel diatas terlihat terjadi penambahan 30% pemenuhan kebutuhan saran dan prasaraana perhubungan yang tahun sebelumnya 20% bertambah mennjadi 50%. Adapun rinciannya sebagai berikut :
Tabel Capaian sarana dan prasarana Perhubungan hingga Tahun 2017 NO Sarana dan
3 Pembangunan Shelter
Capaian hingga 2017 50
Sumber : Dinas Perhubungan Kab. Bone Bolango
Tabel Rencana Pemenuhan Kebutuhan sarana dan prasarana Perhubungan N
3 Pembangunan Shelter
8 2 5
4 Pengecatan Marka Jalan
1 1 1 1 1 1
5 Pengadaan Rambu-rambu Lalin
1 1 1 1 1 1
6 Pengadaan Gedung Terminal
6 7 Pengadaan Balai Uji
Kendaraan
6 2 2
% capaian 20 50 60 70 80 90 Sumber : Dinas Perhubungan Kab. Bone Bolango
Adapun Program dan Kegiatan yang termasuk dalam Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran tahun 2017 yang mendukung pencapaian target yaitu :
1. Program Pembangunan Sarana dan Prasarana Perhubungan dengan target persentase sarana dan prasarana perhubungan yang dibangun sebesar 50% dengan pagu anggaran Rp 1.981.060.000 dengan realisasi target 50% atau 100%. Adapun kegiatan yang terdapat dalam program pembangunan sarana dan prasarana perhubungan yaitu :
Kegiatan Pembangunan Gedung Terminal, dengan output berupa 5 unit Shelter dan 3 Unit Bus Perhubungan.
Kegiatan Pengadaan BUS Perhubungan Kegiatan Pengadaan Shelter BUS
2. Program Pengendalian dan Pengamanan Lalu Lintas dengan target persentase penurunan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 7% dengan realisasi target 53%. Adapun kegiatan yang terdapat dalam program pengendalian dan pengamanan lalu lintas yaitu :
Kegiatan Pengadaan Rambu-rambu Lalu lintas, dengan output berupa 1 buah Warning Ligth dan 8.814 meter pengecatan marka jalan.
Adapun faktor-faktor yang mendukung keberhasilan pencapaian target indikator sasaran persentase pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana perhubungan yaitu :
1. Terbangunnya sarana dan prasarana Perhubungan sesuai dengan Perencanaan yang telah dibuat.
2. Adanya komitmen yang kuat dengan Kepala Dinas dan Kepala Daerah mengenai pembanguna sarana dan prasarana yang dibutuhkan.
Adapun Hambatan dan Masalah yang dihadapi dalam pencapaian target indikator sasaran persentase pemenuhan kebutuhan saran dan prasarana perhubungan yaitu :
1. Belum meratanya pembanguna rambu-rambu lalu lintas diseluruh wilayah kabupaten Bone Bolango.
2. Adanya rambu-rambu lalu lintas yang rusak dikarenakan adanya pelebaran median jalan.
3. Terbatasnya Pagu anggaran yang diberikan pada program pembangunan sarana dan prasarana perhubungan.
Dari faktor-faktor yang mendukung pencapaian target indikator sasaran serta hambatan dan masalah yang dihadapi maka dapat disimpulkan solusi yang akan dilakukan untuk mengatasi hambatan serta masalah tersebut, anatara lain :
1. Adanya monitoring kembali mengenai tingkat kebutuhan sarana dan prasarana perhubungan.
2. Adanya pengalokasian dana yang lebih maksimal pada Program Pembangunan Sarana dan Prasarana Perhubungan dalam upaya perawatan sarana dan prasarana perhubungan serta pengadaan selanjutnya.
2. Persentase jumlah kendaraan yang memenuhi kelaikan pengoperasian kendaraan bermotor
Persentase jumlah kendaraan bermotor yang memenuhi kelaikan pengoperasian kendaraan bermotor merupakan salah satu indikator sasaran dalam pencapaian sasaran strategi pertama. Pada awal tahun 2017 ditargetkan sebesar 40%
kendaraan yang memenuhi kelaikan pengoperasian kendaraan bermotor. Akan tetapi pada bulan kedua triwulan I Kementerian Perhubungan mengeluarkan surat
mengenai Revitalisasi Pengujian Kendaraan Bermotor. Dimana daerah yang melaksanakan pengujian harus memiliki Balai Uji beserta peralatannya. Sedangkan Pada Dinas Perhubungan Kabupaten Bone Bolango belum memiliki balai uji sehingga Pengujian Kendaraan di Kabupaten Bone Bolango dialihkan ke daerah yang memiliki balai uji.
Berdasarkan aturan tersebut maka pada Perjanjian Kinerja 2017 Perubahan Indikator kinerja Persentase jumlah kendaraan yang memenuhi kelaikan pengoperasian kendaraan bermotor di hilangkan karena tidak dapat diukur hasil kinerjanya.
2. Persentase Penurunan Angka Kecelakaan Lalu Lintas
Persentase penurunan angka kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu indikator sasaran dalam pencapaian sasaran strategi pertama. Untuk tahun 2017 target penuruna yang ingin dicapai sebesar 7% dari tahun sebelumnya. Pada Tahun 2017 terjadi kenaikan sebesar 5% di banding tahun lalu yaitu sebanyak 120 kejadian lakalantas di Kabupaten Bone Bolango. Adapun rinciannya sebai berikut :
Tabel Rekapitulasi Kecelakaan Lalu lintas Tahun 2017
No Bulan Jumlah Kategori Laka Kerugian
Material
MD LB LR RM
1. Januari 18 4 3 9 2 Rp. 33.100.000
2. Februari 13 2 1 10 - Rp. 28.600.000
3. Maret 12 1 - 10 1 Rp. 12.000.000
4. April 10 1 2 7 - Rp. 5.200.000
5. Mei 14 - 1 12 1 Rp. 15.700.000
6. Juni 4 - - 3 1 Rp. 23.750.000
7. Juli 10 3 - 7 - Rp. 12.350.000
8. Agustus 16 1 1 14 - Rp. 4.750.000
9. September 8 - 2 6 - Rp. 4.650.000
10. Oktober 4 - - 3 1 Rp. 1.300.000
11. November 5 - - 5 - Rp. 12.700.000
12. Desember 6 3 - - 3 Rp. 14.800.000
JUMLAH 120 15 10 86 9 Rp. 168.900.000
Sumber : Polres Kabupaten Bone Bolango
Tabel Perbandingan jumlah kecelakaan lalu lintas tahun 2016 dan tahun 2017
Tahun 2016 Tahun 2017
Jumlah Laka : 114 Meninggal Dunia : 13 Luka Berat : 9
Luka Ringan : 96 Rugi Material : 6
Kerugian Material : Rp. 276.700.000
Jumlah Laka : 120 Meninggal Dunia : 15 Luka Berat : 10 Luka Ringan : 86 Rugi Material : 9
Kerugian Material : Rp. 168.900.000
Berdasarkan tabel diatas maka untuk menghitung persentase penurunan jumlah kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Bone Bolango menggunakan rumus sebagai berikut :
% 𝑃𝑒𝑛𝑢𝑟𝑢𝑛𝑎𝑛 =𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑒𝑐𝑒𝑙𝑎𝑘𝑎𝑎𝑛 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 2017 − 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝐾𝑒𝑐𝑒𝑙𝑎𝑘𝑎𝑎𝑛 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 2016
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑒𝑐𝑒𝑙𝑎𝑘𝑎𝑎𝑛 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 2016 𝑥 100%
% 𝑃𝑒𝑛𝑢𝑟𝑢𝑛𝑎𝑛 = 120 − 114
114 𝑥 100% = 5%
Berdasarkan hasil tersebut pada tahun 2017 terjadi kenaikan persentase angka kecelakaan lalu lintas sebanyak 5%
dibandingkan dengan tahun 2016. Adapun Program Kegiatan yang mendukung pencapaian pada indikator tersebut yaitu :
1. Program Pengendalian dan Pengamanan Lalu Lintas dengan target persentase penurunan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 7%
dengan realisasi target 53%. Adapun
kegiatan yang terdapat dalam program pengendalian dan pengamanan lalu lintas yaitu :
Kegiatan Pengadaan Rambu-rambu Lalu lintas, dengan output berupa 1 buah Warning Ligth dan 8.814 meter pengecatan marka jalan.
Kegiatan Pengadaan Warning Ligth
2. Program Peningkatan Pelayanan Angkutan dengan target Persentase jumlah kendaraan yang memenuhi kelaikan pengoperasian kendaraan bermotor sebesar 100% dengan realisasi sebesar 23%. Adapun kegiatan yang terdapat dalam program peningkatan pelayanan angkutan yaitu :
Kegiatan Pengendalian Disiplin Pengoperasian Kendaraan Bermotor, dengan output berupa
12 Dokumen hasil operasi kendaraan.
Kegiatan Koordinasi dalam Peningkatan Pelayanan Angkutan, dengan output berupa 4 Dokumen hasil Forum Lalu Lintas.
Adapun hambatan dan masalah sehingga mengakibatkan tidak tercapainya target yang diinginkan yaitu :
1. Tidak terlaksananya kegiatan sosialisasi ditahun 2017 sehingga kurang mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas.
2. Adanya surat dari Kementerian Perhubungan mengenai pemberhentian Pelakasanaan Uji Kendaraan Bermotor bagi daerah yang belum memiliki Balai Uji Kendaraan Bermotor.
3. Masih Kurangnya SDM di bagian pengujian kendaraan bermotor.
Dari faktor-faktor yang mendukung pencapaian target indikator sasaran serta hambatan dan masalah yang dihadapi maka dapat disimpulkan solusi yang akan dilakukan untuk mengatasi hambatan serta masalah tersebut, anatara lain :
1. Segera membangun Balai Uji Kendaraan Bermotor serta Gedung Terminal.
2. Mengaktifkan kembali kegiatan Sosialisasi agar dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai keselamatan berlalu lintas di jalan raya.
3. Meningkatkan kompetensi SDM melalui kegiatan-kegiatan Diklat dan Bimbingan Teknis.
B. Perbandingan anatara Realisasi Kinerja serta Capaian Kinerja Tahun ini dengan Tahun lalu dan beberapa Tahun Terakhir
Adapun perbandingan hasil capaian kinerja tahun ini dengan tahun lalu dapat dilihat ditabel berikut :
3.2.2.Tabel perbandingan antara realisasi kinerja tahun ini dengan tahun lalu SASARAN STRATEGIS
Tersedianya Sarana dan Prasarana pada Sektor Perhubungan
Indikator Sasaran
Tahun 2016 Capa ian
Tahun 2017 Capa ian