BAB IV. VISI, MISI DAN TUJUAN
4.4 Target Utama Balai Besar Penelitian dan Pengembangan
Dalam lima tahun ke depan (2010 – 2014), Badan Litbang Sumbedaya Lahan Pertanian mempunyai beberapa target utama diberbagai bidang penelitian dan diseminasi, yaitu:
1. Peta sumberdaya lahan tingkat tinjau dan semi detil untuk pengembangan komoditas unggulan dan sawah bukaan baru.
2. Peta lahan sub optimal/lahan rawa, lahan terlantar dan terdegradasi.
3. Peta tematik status hara, kalender tanam, peta kekeringan, peta rawan banjir, peta residu pestisida, peta cemaran logam berat, dan peta salinitas.
4. Prediksi dan sistem informasi iklim.
5. Sistem peringatan dini ancaman bencana (banjir, kekeringam, dan organisme pengganggu tanaman).
6. Perangkat uji cepat tanah, pupuk, dan hara tanaman.
7. Formula pupuk anorganik, pupuk organik dan pupuk hayati, dan pembenah tanah.
8. Teknologi pengelolaan kesuburan, konservasi tanah, dan pengelolaan air.
9. Teknologi reklamasi dan remediasi lahan terdegrasi/tercemar.
10. Rekomendasi kebijakan pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya lahan.
11. Rekomendasi kebijakan antisipasi, adaptasi, dan mitigasi perubahan iklim.
12. Publikasi IPTEK sumberdaya lahan pertanian.
43 BAB V. ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI
Arah kebijakan dan strategi Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan Renstra Badan Litbang Pertanian 2010-2014 khususnya yang terkait langsung dengan Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian yaitu Sub Program Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Pertanian, Subprogram Pengkajian dan Percepatan Inovasi Pertanian, Sub Program Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi, Peningkatan Efisiensi dan Nilai Tambah dan Sub Program Pengembangan Kelembagaan dan Komunikasi Hasil Litbang. Dalam hal ini arah kebijakan dan strategi Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian merupakan penjabaran lebih lanjut dari program tersebut.
5.1 Arah Kebijakan dan Strategi Badan Litbang Pertanian
Arah kebijakan dan strategi Litbang Pertanian disusun dengan mempertimbangkan sasaran pembangunan pertanian 2010-2014 melalui peningkatan penguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang inovatif, efisien dan efektif dengan mengedepankan kaidah ilmiah dan berkontribusi terhadap perkembangan iptek. Kebijakan tersebut diimplementasikan melalui pemanfaatan sumberdaya penelitian yang ada secara optimal dan meningkatkan jejaring kerjasama dengan institusi lain baik nasional maupun internasional. Dalam upaya mendukung pencapaian sasaran pembangunan pertanian dan perwujudan visi Litbang Pertanian, rumusan arah kebijakan litbang pertanian dikelompokkan dalam empat kategori sesuai dengan 4 (emapat) target sukses Kementerian Pertanian, yaitu: (1) Pencapaian swasembada dan swsembada berkelanjutan, (2) Peningkatan diversifikasi pangan; (3) Peningkatan nilai tambah, daya sainh dan ekspor; (4) Peningkatan kesejahteraan petani.
5.1.1. Arah Kebijakan dan Strategi Badan Litbang Pertanian
1. Memfokuskan penciptaan inovasi teknologi benih/bibit unggul, pupuk, alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk mendukung pencapaian sasaran
44 pembangunan pertanian, yaitu: (1) pemantapan swasembada beras, jagung, daging ayam, dan gula konsumsi; (2) pencapaian swasembada kedelai, daging sapi, gula industri; dan (3) peningkatan produksi susu segar, buah, sayur, bunga, tanaman perkebunan dan produk-produk pertanian substitusi impor.
2. Memprioritaskan penyediaan inovasi teknologi untuk optimalisasi pemanfaatan sumberdaya lahan pertanian dan adaptasinya terhadap dampak perubahan iklim di sektor pertanian.
3. Adaptasi dan mitigasi terhadap dampak perubahan iklim.
4. Meningkatkan kuantitas dan kualitas pengkajian teknologi dan adaptasi inovasi teknologi spesifik lokasi untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya pertanian nasional yang beragam.
5. Mendukung percepatan diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal melalui penyediaan inovasi teknologi.
6. Mempercepat penyediaan inovasi teknologi untuk pengembangan bio-energi berbasis bahan baku lokal terbarukan untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat khususnya di pedesaan dan mensubstitusi BBM.
7. Mempercepat penyediaan inovasi teknologi untuk pengembangan bio-energi berbasis bahan baku lokal terbarukan untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat khususnya di pedesaan dan mensubstitusi BBM.
8. Memberikan bantuan benih/bibit dan bimbingan teknologi kepada petani/
kelompok tanah di pedesaan.
9. Optimalisasi pemanfaatan data/informasi dan inovasi IPTEK yang sudah ada.
10. Meningkatkan inovasi pupuk, bio pestisida/bio kontrol, vaksin, alsintan dan pengolahan infrastruktur pertanian.
11. Meningkatkan intensitas pendampingan, magang, pelatihan, dan konsultasi agribisnis.
45 12. Optimalisasi sumber daya penelitian dalam rangka memacu peningkatan produktivitas dan kualitas penelitian (scientific recognition), dan produk berwawasan lingkungan, aman, sehat, utuh dan halal serta dihasilkan dalam waktu yang singkat, efisien dan berdampak luas (impact recognition) melalui kegiatan diseminasi yang intensif.
13. Meningkatkan kerja sama penelitian dan pengembangan dengan lembaga nasional dan internasonal.
14. Meningkatkan promosi dan diseminasi hasil penelitian kepada seluruh stakeholders nasional maupun internasional untuk mempercepat proses pencapaian sasaran pembangunan pertanian (impact recoqnition) pengakuan ilmiah internasional (scientific recognation) dan perolehan sumber-sumber pendanaan penelitian lainnya diluar APBN (eksternal fundings).
15. Meningkatkan kuantitas, kualitas dan kapabilitas sumberdaya penelitian melalui perbaikan sistem rekruitmen dan pelatihan SDM, penambahan sarana dan prasarana, dan struktur penganggaran yang sesuai dengan kebutuhan institusi litbang yang berkelas dunia.
16. Mendorong inovasi teknologi yang mengarah pada pengakuan dan perlindungan HaKI (Hak Kekayaan Intelektual) secara nasional dan internasional.
17. Menyempurnakan manajemen penelitian dan pengembangan pertanian yang akuntabel, dan good governance.
18. Memanfaatkan teknologi yang bersifat high technology untuk penelitian sumberdaya lahan, seperti Portable Gas Chromatography (GC) dan Infra Red Gass Analyzer (IRGA) untuk mengukur emisi gas rumah kaca di lapangan dalam rangka mengantisipasi perubahan iklim, Liquid Chromatography-Mass Spectrometry (LCMS) untuk deteksi residu laboratorium, dll.
46 19. Menyusun dan meningkatkan pemanfaatan rekomendasi kebijakan antisipatif dan responsif untuk memecahkan berbagai masalah dan isu-isu aktual dalam pembangunan pertanian.
5.2. Arah Kebijakan dan Strategi Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian
5.2.1. Arah Kebijakan Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (Fokus Pada Litbang SDL)
Arah kebijakan penelitian dan pengembangan sumberdaya lahan pertanian dalam mendukung program Badan Litbang Pertanian terkait dengan empat sukses pembangunan pertanian difokuskan kepada:
1. Dukungan terhadap program intesifikasi sumberdaya lahan eksisting produktif:
a. Memfokuskan pada penciptaan inovasi teknologi pengelolaan lahan dan pemupukan, baik pupuk organik, an-organik, hayati dan pembenah tanah, pemulihan lahan serta teknologi inovasi pengelolaan air dan iklim.
b. Memprioritaskan penyediaan dan diseminasi inovasi teknologi tanah dan pemupukan, efisiensi air dan kesesuaian iklim untuk peningkatkan produktivitas sumberdaya lahan.
2. Dukungan terhadap upaya optimalisasi sumberdaya lahan terlantar dan terdegradasi (bongkor, lahan tidur) dan lahan sawah bukaan baru:
a. Memfokuskan pada penciptaan inovasi teknologi pengeloaan lahan, reklamasi, pemupukan dan pengeloaan air untuk perbaikan dan peningkatan kesuburan lahan.
b. Menyediakan infomasi potensi dan karakteristik sumberdaya lahan terlantar, terdegradasi dan sawah bukaan baru.
c. Memprioritaskan penyediaan dan diseminasi inovasi teknologi tanah dan pemupukan, efisiensi air dan kesesuaian iklim untuk peningkatkan
47 produktivitas sumberdaya lahan terlantar, terdegdradasi dan sawah bukaan baru.
3. Dukungan terhadap upaya pengamanan produksi pertanian akibat ancaman variabilitas dan perubahan iklim serta bencana lainnya:
a. Memfokuskan pada penciptaan inovasi teknologi pengeloaan lahan dan air adaptif untuk adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dan bencana lainnya.
b. Mengembangkan sistem informasi iklim, sistem informasi geografi (GIS) dan remote sensing sumberdaya lahan wilayah rentan dan rawan bencana.
c. Memprioritaskan penyediaan dan diseminasi inovasi teknologi pengelolaan tanah, pemupukan, dan air yang adaptif terhadap perubahan iklim dan ancaman bencana lainnya.
4. Dukungan terhadap program ekstensifkasi dan pengembangan sumber daya lahan pertanian
a. Memfokuskan pada pembangunan data dan informasi tabular dan spasial (peta) karakteristik dan potensi sumberdaya lahan potensial untuk pengembangan pertanian.
b. Mengembangkan sistem data base, teknologi remeote sensing dan sistem informasi geografi (GIS) sumberdaya lahan potensial.
c. Memprioritaskan penyediaan dan penyebarluasan data dan informasi tabular dan spasial (peta) karekteristik dan potensi sumberdaya lahan potensial untuk pengembangan pertanian.
5.2.2. Strategi Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian
1. Pendekatan penelitian dimulai dengan menetapkan luaran yang akan dihasilkan (output oriented). Luaran yang dihasilkan harus mempunyai nilai tambah ilmiah dan komersial, dihasilkan dalam waktu singkat serta dapat dimanfaatkan oleh pengguna.
48 2. Menyempurnakan manajemen penelitian dari mulai perencanaan sampai
mencapai hasil penelitian yang akuntabel dan good governance.
3. Meningkatkan jaringan kerjasama dengan lembaga penelitian, dunia usaha dan mitra kerja lainnya perlu dilakukan dalam rangka menggali dan meningkatkan dana penelitian; pengakuan ilmiah internasional (scientific recognation) .
4. Mempercepat dan meningkatkan diseminasi, promosi serta penjaringan umpan balik inovasi teknologi dan kebijakan sumberdaya lahan dalam rangka meningkatkan manfaat dan dampak inovasi teknologi yang dihasilkan.
5. Meningkatkan kuantitas, kualitas dan kapabilitas sumberdaya penelitian melalui pelatihan SDM, penambahan sarana dan prasarana, dan struktur penganggaran yang sesuai dengan kebutuhan institusi litbang sumberdaya lahan yang berkelas dunia.
6. Mendorong inovasi teknologi yang mengarah pada pengakuan dan perlindungan HaKI (Hak Kekayaan Intelektual) secara nasional dan internasional.
Selanjutnya berdasarkan kekuatan atau potensi dan kendala/kelemahan, serta peluang dan tantangan, strategi litbang sumberdaya lahan dipilah atas:
1. Penguatan inovasi teknologi dan informasi SDLP yang berorientasi ke depan, memecahkan masalah SDL, berwawasan lingkungan, serta dihasilkan dalam waktu yang relatif cepat, efisien dan berdampak luas (ST).
2. Outsourcing pendanaan dan tenaga ahli melalui aliansi strategis/kerjasama penelitian dan pengembangan dengan lembaga internasional/nasional dalam rangka memacu peningkatan produktivitas dan kualitas penelitian untuk memenuhi peningkatan kebutuhan pengguna dan pasar (WO).
49 3. Optimalisasi sumberdaya penelitian SDL dalam rangka memacu peningkatan produktivitas dan kualitas penelitian untuk mendukung peningkatan produktivitas komoditas unggulan (SO).
4. Optimalisasi kapasitas unit kerja untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas penelitian SDL dalam rangka menghasilkan produk penelitian dan pengembangan SDL yang berwawasan lingkungan serta dihasilkan dalam waktu yang singkat, efisien dan berdampak luas (WT).
5. Peningkatan efektifitas rekomendasi kebijakan antisipatif dan responsif SDLP dalam kerangka pembangunan pertanian untuk memecahkan berbagai masalah dan isu-isu pembangunan pertanian/SDLP yang sedang berkembang (WT).
50 BAB VI. PROGRAM, KEGIATAN DAN INDIKATOR KINERJA UTAMA 6.1. Program dan Kegiatan
Pada periode 2010-2014 Badan Litbang Pertanian menetapkan kebijakan alokasi sumberdaya Litbang menurut komoditas prioritas ditetapkan oleh Kementerian Pertanian terdiri dari Padi, Jagung, Kedelai, Sapi, dan Tebu.
Sementara yang termasuk dalam 35 fokus komoditas yaitu: Pangan (padi, kedele, jagung, ubi kayu dan kacang tanah), hortikultura (kentang, cabe merah, bawang merah, mangga, manggis, pisang, anggrek, durian, rimpang dan jeruk), Perkebunan (kelapa sawit, karet, kelapa, kakao, kopi, lada, jambu mete, tanaman serat, tebu, tembakau, dan cengkeh), serta Peternakan (sapi potong, kambing, domba, babi, ayam buras dan itik).
Berdasarkan orientasi outputnya, program penelitian dan pengembangan di masing-masing unit kerja penelitian diarahkan pada 2 kategori, sebagai berikut:
a. Program Bertujuan Nilai Tambah Ilmiah (Scientific Recognition) adalah kegiatan untuk menghasilkan inovasi teknologi, diseminasi dan kelembagaan pendukung untuk peningkatan produksi 5 komoditas prioritas, dan 30 fokus komoditas pertanian.
b. Program Bertujuan Nilai Tambah Komersial (Impact Recognition) adalah kegiatan Litbang untuk mendukung program strategis Kementerian Pertanian.
Berdasarkan sasarannya, maka dalam pelaksanaannya, program litbang sumberdaya lahan pertanian dipilah atas tiga koridor atau kalster utama, yaitu :
a. Program Penelitian “in house” yang lebih hulu dan berientasi untk meghasilkan invensi, paten dan produk-prkduk ilmiah termasuk Karaya Tulis Ilmiah (KTI).
b. Program Penelitian dan Pengembangan untuk mendukung Program Empat Sukses Pembangunan Pertaian.
51 c. Program Penelitian dan Pengembangan untuk memecahkan masalah- masalah strategis dan global, seperti fenomena Perubahan Iklim, krisis energi dll.
Prioritas penelitian yang akan dikerjakan oleh Balai Besar Litbang SDLP dan keempat balai koordinasinya adalah identifikasi, karakterisasi, evaluasi, dan pengelolaan sumberdaya lahan pertanian (tanah, iklim, rawa, dan lingkungan pertanian), serta teknologi dan pengelolaan pupuk, untuk mendukung Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, Peternakan.
Dalam lima tahun mendatang Balai Besar Litbang SDLP, berinisiatif untuk juga mengambil peran di depan dalam merespons berbagai isu sumberdaya lahan dan lingkungan hidup. Antsipasi, adaptasi dan mitigasi Perubahan Lingkungan Pertanian ditujukan mengantisipasi perubahan lingkungan pertanian karena pencemaran lingkungan pertanian, perubahan iklim global dan lahan terdegradasi. Seluruh kegiatan penelitian tersebut dilaksanakan oleh UPT di lingkup Balai Besar Litbang SDLP.
6.1.1. Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian
a. Inventarisasi dan Evaluasi Potensi Sumberdaya Lahan Pertanian meliputi pemetaan tanah sistematis dan pemetaan tematik di lokasi terpilih, yang dilakukan dengan memanfaatkan citra satelit, digital elevation model (DEM) berbasis GIS.
b. Penelitian Optimalisasi Pemanfaatan Sumberdaya Lahan, berupa pengembangan inovasi teknologi pengelolaan sumberdaya lahan pertanian (sawah, lahan kering, lahan rawa, iklim dan air), formulasi pupuk (anorganik, organik dan hayati) dan formulasi pembenah tanah, mendukung P2BN, tanaman pangan lainnya.
c. Program Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Lingkungan Pertanian terdiri dari perakitan teknologi mengantasipasi pencemaran lingkungan pertanian, perubahan iklim global dan degradasi lahan, mendukung program strategis dan hortikultura.
52 6.1.2. Pengkajian dan Percepatan Diseminasi Inovasi Pertanian
Program pengkajian dan percepatan diseminasi inovasi pertaian diharapkan dapat menjembatani apa yang dilaksanakan Puslit/BB dengan apa yang dibutuhkan pengguna di berbagai tingkatan di daerah. Upaya memadukan apa yang dihasilkan berbagai UK/UPT litbang dengan lokal genius yang dikembangkan masyarakat merupakan inti dari program pengkajian dan percepatan diseminasi inovasi pertanian, sehingga dapat meningkatkan diseminiasi hasil-hasil penelitian sumberdaya lahan (Tanah, Air, Pupuk, Iklim, dan Lingkungan Pertanian).
6.1.3. Pengembangan Kelembagaan dan Komunikasi Litbang
Kegiatan pengembangan kelembagaan mencakup pengembangan budaya kerja inovatif, reformasi birokrasi, pengembangan sumber daya Litbang (SDM, sarana dan prasarana) diikuti pengembangan standardisasi dan akreditasi lembaga dan pranata Litbang. Guna memicu output optimal, maka diperlukan pengembangan manajemen teknologi informasi dan sistem informasi serta koordinasi jaringan kerjasama penelitian dan pengkajian. Reformasi perencanaan dan penganggaran, penyempurnaan sistem monitoring dan evaluasi.
a. Pengembangan Sumberdaya Manusia Bidang Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian
b. Pengembangan Sarana dan Prasarana Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian.
c. Pengembangan Sistem Informasi, Komunikasi dan Umpan Balik Inovasi Penelitian Sumberdaya Lahan (Tanah, Air, Pupuk, Iklim, Lingkungan Pertanian).
d. Peningkatan Kapasitas Penerbitan Publikasi dan Dokumentasi Hasil-hasil Penelitian Sumberdaya Lahan (Tanah, Air, Pupuk, Iklim, Lingkungan Pertanian).
53 e. Kegiatan Pengembangan Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi
Pertanian.
f. Peningkatan kerjasama penelitian dan pengembangan dengan lembaga internasional/nasional
6.1.4. Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi dan Analisis Kebijakan Akan menghasilkan hasil analisis kebijakan pemanfaatan sumberdaya lahan pertanian untuk menentukan kebijakan pengelolaan sumberdaya lahan yang akan ditetapkan oleh pemerintah. Isu dan permasalah yang diperkirakan akan mengemuka berkaitan dengan sumberdaya lahan pertanian di masa akan datang adalah: perubahan iklim global, emisi gas rumah kaca, perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan, degradasi lahan dan lahan terlantar, masalah pencemaran lingkungan pertanian, kekeringan dan banjir. Kegiatannya adalah :
a. Analisis dan Sintesis Kebijakan Peruntukkan, pemanfaatan dan pengelolaan Sumberdaya Lahan Pertanian
b. Analisis dan Sintesis Kebijakan Pupuk dan Pemupukan
c. Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Sumberdaya Lahan
6.2. Indikator Kinerja Utama
Untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, telah disusun Program Utama 2010-2014 dengan rencana tindak dan indikator kinerja utama (IKU) seperti disajikan pada Tabel 12.
Tabel 12. Langkah Operasional dan Indikator Kinerja Utama Rencana Tindak Indikator Kinerja Utama
Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya lahan
Jumlah peta potensi sumberdaya lahan tingkat tinjau di P. Papua dan P. Kalimantan serta semi detail di P. Kalimantan, P. Sulawesi, P. Nusa
54 Rencana Tindak Indikator Kinerja Utama
pertanian Tenggara, P. Sumatera, P. Maluku, dan P. Papua.
Jumlah peta data serta informasi potensi sumberdaya lahan untuk pembukaan sawah baru, status hara, lahan terdegradasi dan terlantar serta rawan banjir, dan peningkatan IP.
Jumlah informasi dan paket komponen teknologi pengelolaan SDL (lahan kering, lahan sawah, dan lahan rawa, air, teknologi adaptasi, mitigasi perubahan lingkungan pertanian) mendukung P2BN dan tanaman pangan lainnya
Jumlahformula pupuk dan pembenah tanah, perangkat uji, dan perangkat lunak .
Pengkajian dan
Meningkatnya penggunaan dan pemanfaatan tujuh kebun percobaan
Tersusun standar baku SDM di 5 UPT lingkup BBSDLP
Terselenggaranya reformasi birokrasi, perencanaan dan penganggaran di 5 UPT lingkup BBSDLP
Diperolehnya dan dipertahankannya sertifikasi ISO 9001 2008 di 5 UPT lingkup Balai Besar Litbang SDLP
100 % laboratorium di Balit & BB terakreditasi ISO/IEC 17025: 2005
55 Rencana Tindak Indikator Kinerja Utama
Analisis dan Kebijakan Pemanfaatan Sumberdaya Lahan Pertanian
Jumlah rekomendasi (Policy Brief) tentang kebijakan sumberdaya lahan pertanian
Jumlahmakalah kebijakan tentang isu-isu mutakhir bidang sumberdaya lahan pertanian diantaranya masalah perubahan iklim, model pengembangan lahan kering beriklim kering.
56 BAB III. PENUTUP
Renstra Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, 2010-2014 merupakan implementasi dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN 2010-2014) bidang penelitian dan pengembangan pertanian, khususnya bidang litbang sumberdaya lahan pertanian. Proses penyusunannya, mencakup sinkronisasi dan konsolidasi manajemen litbang sumberdaya lahan pertanian sehingga menciptakan sistem koordinasi dan kondisi kondusif bagi berfungsinya mandat pelaksanaan kegiatan litbang sumberdaya lahan oleh seluruh sumberdaya dan lima balai di lingkup Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan.
Dokumen Renstra ini selanjutnya dijadikan acuan dan arahan bagi lima Unit kerja di lingkup Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian dalam merencanakan dan melaksanakan penelitian dan pengembangan sumberdaya lahan pertanian periode 2010-2014 secara menyeluruh, terintegrasi, efisien dan sinergi baik di dalam maupun antar sub-sektor/sektor terkait. Reformasi perencanaan dan penganggaran 2010-2014 mengharuskan Badan Litbang Pertanian untuk merestrukturisasi program dan kegiatan dalam kerangka performance based budgeting. Dokumen Renstra ini dilengkapi dengan indikator kinerja utama sehingga akuntabilitas pelaksana kegiatan beserta organisasinya dapat dievaluasi selama periode 2010-2014.
57
58
59