A . Dokumen Kualifikasi yang akan dievaluasi harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1. formulir isian kualifikasi ditandatangani oleh:
a.
direktur utama/ pimpinan perusahaan;b.
penerima kuasa dari direktur utama/ pimpinan perusahaan yang nama penerima kuasanyatercantum dalam akta pendirian atau perubahannya;
c.
kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor pusat yang dibuktikan dengan dokumenotentik;
d.
pejabat yang menurut perjanjian kerja sama berhak mewakili perusahaan yang bekerja sama; ataue.
peserta perorangan.2. memiliki izin usaha sesuai dengan peraturan perundang-undangan;
3. menyampaikan pernyataan/ pengakuan tertulis bahw a perusahaan yang bersangkutan dan
manajemennya atau peserta perorangan tidak dalam pengaw asan pengadilan, tidak pailit, kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan dan/ atau direksi yang bertindak untuk dan atas nama perusahaan, atau peserta perorangan tidak sedang dalam menjalani sanksi pidana;
4. salah satu dan/ atau semua pengurus dan badan usahanya atau peserta perorangan tidak masuk dalam
5. memiliki NPWP dan telah memenuhi kew ajiban perpajakan tahun pajak terakhir (SPT Tahunan) serta memiliki laporan bulanan PPh Pasal 21, PPh Pasal 23 (bila ada transaksi), PPh Pasal 25/ Pasal 29 dan PPN (bagi Pengusaha Kena Pajak) paling kurang 3 (tiga) bulan terakhir dalam tahun berjalan. Peserta dapat mengganti persyaratan ini dengan menyampaikan Surat Keterangan Fiskal (SKF);
6. memperoleh paling sedikit 1 (satu) pekerjaan sebagai penyedia dalam kurun w aktu 4 (empat) tahun
terakhir, baik di lingkungan pemerintah maupun swasta termasuk pengalaman subkontrak;
7. memiliki kemampuan pada sub bidang pekerjaan yang sesuai;
8. memiliki kemampuan menyediakan fasilitas dan peralatan serta personil yang diperlukan untuk
pelaksanaan pekerjaan;
9. menyampaikan daftar perolehan pekerjaan yang sedang dikerjakan;
10. memiliki surat keterangan dukungan keuangan dari bank pemerintah/ swasta untuk mengikuti
pengadaan pekerjaan konstruksi paling kurang 10% (sepuluh perseratus) dari nilai total HPS;
11. dalam hal peserta akan melakukan kemitraan/ KSO:
a.
peserta w ajib mempunyai perjanjian Kerja Sama Operasi/ kemitraan yang memuat persentasekemitraan/ KSO dan perusahaan yang mewakili kemitraan/ KSO tersebut;
b.
evaluasi persyaratan pada angka 1 sampai dengan angka 10 dilakukan untuk setiap perusahaanyang melakukan kemitraan/ KSO;
12. untuk usaha non-kecil, memiliki Kemampuan Dasar (KD) pada pekerjaan yang sejenis dan kompleksitas
yang setara, dengan ketentuan:
a.
KD = 3 NPtNPt = Nilai pengalaman tertinggi pada sub bidang pekerjaan yang sesuai dalam 10 (sepuluh)
tahun terakhir;
b.
dalam hal kemitraan/ KSO yang diperhitungkan adalah KD dari perusahaan yang mew akilikemitraan/ KSO;
c.
KD sekurang-kurangnya sama dengan nilai total HPS;d.
pengalaman perusahaan dinilai dari sub bidang pekerjaan, nilai kontrak dan status peserta padasaat menyelesaikan kontrak sebelumnya;
e.
nilai pengalaman pekerjaan dapat dikonversi menjadi nilai pekerjaan sekarang (present value)menggunakan perhitungan sebagai berikut:
NPs = Nilai pekerjaan sekarang
Npo = Nilai pekerjaan keseluruhan termasuk eskalasi (apabila ada) saat serah terima
pertama
Io = Indeks dari Biro Pusat Statistik (BPS) pada bulan serah terima pertama
Is = Indeks dari BPS pada bulan penilaian prakualifikasi (apabila belum ada, dapat
dihitung dengan regresi linier berdasarkan indeks bulan-bulan sebelumnya) Indeks BPS yang dipakai adalah indeks yang merupakan komponen terbesar dari pekerjaan;
13. mempunyai Sisa Kemampuan Paket (SKP), dengan ketentuan:
a.
SKP = KP – jumlah paket yang sedang dikerjakanKP = Kemampuan menangani paket pekerjaan
untuk usaha non kecil KP = 6 atau KP = 1,2 N
N = Jumlah paket pekerjaan terbanyak yang dapat ditangani pada saat bersamaan
selama kurun w aktu 5 (lima) tahun terakhir;
b.
dalam hal kemitraan/ KSO, yang diperhitungkan adalah SKP dari semua perusahaan yangbermitra/ KSO;
B. Pokja ULP memeriksa dan membandingkan persyaratan dan data isian peserta dalam Dokumen Isian
Kualifikasi dalam hal:
1. kelengkapan Dokumen Isian Kualifikasi; dan
2. pemenuhan persyaratan kualifikasi.
C. Formulir Isian Kualifikasi yang tidak dibubuhi materai tidak digugurkan, peserta diminta untuk membubuhi
materai senilai Rp.12.000,00 (dua belas ribu rupiah).
D. A pabila ditemukan hal-hal dan/ atau data yang kurang jelas maka Pokja ULP dapat meminta peserta untuk
menyampaikan klarifikasi secara tertulis namun tidak boleh mengubah substansi formulir isian kualifikasi.
E. Evaluasi kualifikasi sudah merupakan kompetisi, maka data yang kurang tidak dapat dilengkapi.
B. TAHAPAN PELAKSANAAN PENILAIAN KUALIFIKASI
Untuk pelelangan umum dengan pasca kualifikasi penilaian dokumen kualifikasi dilakukan setelah evaluasi dokumen penawaran, sedangkan untuk pelelangan umum dengan prakualifikasi penilaian dokumen kualifikasi dilakukan sebelum pemasukan dokumen
penawaran. Penilaian kualifikasi dilakukan berdasarkan kriteria yang ditetapkan dalam dokumen kualifikasi dengan tahapan sebagai berikut:
1). Penelitian administrasi (lulus/gugur)
Penelitian administrasi dilakukan terhadap pemenuhan kelengkapan persyaratan kualifikasi penyedia jasa. Untuk pasca
kualifikasi apabila data tidak lengkap dinyatakan gugur, sedangkan untuk prakualifikasi apabila data tidak lengkap dapat
dilengkapi sampai dengan batas waktu yang ditentukan panitia pengadaan. Untuk penilaian prakualifikasi, apabila panitia pengadaan merasa kurang yakin terhadap kebenaran data dalam isian formulir kualifikasi, dapat mencari informasi dari pihak-pihak terkait kecuali dari penyedia jasa. Yang gugur pada penelitian administrasi tidak dilakukan penilaian selanjutnya.
Pemberian nilai keuangan dan teknis ditetapkan oleh panitia pengadaan dan disahkan oleh pengguna jasa, disesuaikan dengan tingkat kesulitan teknis dan kompleksitas pekerjaan yang akan dilaksanakan.
2). Penilaian Keuangan
Nilai : 10
Dukungan Bank (DB)
Penyedia jasa yang tidak menyerahkan dukungan bank sekurang-kurangnya 10% nilai paket yang akan dilelangkan (perkiraan nilai pekerjaan dari pengumuman pelelangan), dinyatakan gugur dan selanjutnya tidak dinilai.
Untuk pekerjaan konstruksi Dukungan keuangan yang dikeluarkan oleh bank pemerintah/swasta sekurang-kurangnya 10% dari nilai paket yang akan dilelangkan. Bila total nilai Dukungan Bank < 10, dinyatakan gugur.
Yang gugur pada penilaian keuangan tidak dilakukan penilaian selanjutnya.
3). Penilaian teknis
Nilai maksimum 90, nilai minimum 42,5
Penilaian teknis dilakukan terhadap pemenuhan persyaratan:
a). Kemampuan Dasar (KD) (lulus/gugur)
Untuk usaha kecil KD tidak dihitung. Untuk usaha non kecil KD = 3NPt
NPt diambil dari data pengalaman perusahaan tertinggi pada subbidang pekerjaan yang sesuai dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir.
Apabila KD kurang dari nilai paket yang akan dilelangkan, maka dinyatakan gugur.
NPt dapat dikonversi menjadi nilai pekerjaan sekarang dengan present value menggunakan rumus : NPs = NPo x Is/Io
NPs = Nilai Pekerjaan sekarang
Npo = Nilai pekerjaan keseluruhan termasuk eskalasi (bila ada) saat penyerahan pertama (PHO) Is = Indeks dari BPS pada bulan penilaian kualifikasi (bila belum ada dapat dihitung dengan linier) Io = Indeks dari BPS pada bulan PHO
Indeks BPS yang dipakai adalah indeks perdagangan besar barang-barang konstruksi atau lainnya yang merupakan komponen (total harga bahan) terbesar dari pekerjaan.
Yang gugur pada penilaian KD tidak dilakukan penilaian selanjutnya.
b). Pengalaman perusahaan (scoring)
Nilai maksimum 60, nilai minimum 30
Penilaian dilakukan terhadap pengalaman pekerjaan yang pernah dikerjakan selama 4 (empat) tahun terakhir. Tiga unsur yang dinilai, yaitu:
(1). Bidang pekerjaan Nilai maksimum 25
(a). Pekerjaan yang bidang dan subbidangnya sama dengan pekerjaan yang akan dilelangkan mendapat bobot nilai 100%; ((Kriteria panitia : 2 (dua) pekerjaan mendapat nilai 100 %, 1(satu) pekerjaan mendapat nilai 50 %))
(b). Pekerjaan yang bidangnya sama, tetapi sub bidangnya berbeda dengan pekerjaan yang akan dilelangkan mendapat bobot nilai 50%; ((Kriteria panitia : 2 (dua) pekerjaan mendapat nilai 50 %, 1(satu) pekerjaan mendapat nilai 25 %))
(c). Pekerjaan yang bidangnya berbeda dengan pekerjaan yang akan dilelangkan tidak mendapat bobot nilai. (2). Penilaian besarnya nilai kontrak
Nilai maksimum 25
Bila nilai pekerjaan yang akan dilelangkan sebesar X, maka untuk: (a). Nilai kontrak > X, mendapat bobot nilai 100%;
(b). 0,5 X < Nilai kontrak < X , mendapat bobot nilai 50%; (c). Nilai kontrak < 0,5 X, tidak mendapat bobot nilai. (3). Status penyedia jasa
Nilai maksimum 10
(a). Sebagai penyedia jasa utama/lead firm J.O. mendapat bobot nilai 100%; (b). Sebagai sub penyedia jasa/anggota J.O. mendapat bobot nilai 30%.
Bila total nilai pengalaman yang diperoleh < 30, maka dinyatakan gugur dan tidak dilakukan penilaian selanjutnya.
c). Personil
Nilai maksimum 10, nilai minimum 5
(a). Panitia pengadaan menyusun daftar tenaga inti minimal yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan yang akan dilelangkan sbb : Lihat LDP
(b). Penilaian personil ditentukan oleh panitia pengadaan; -Bagi yang tidak memiliki fotocopy ijazah dan KTP tidak dinilai.
-Bagi yang tidak memiliki CV dan Surat Kesanggupan ditugaskan/ditempatkan tidak dinilai. -Bagi yang tidak memiliki SKA/SKT tidak dinilai.
SKA/SKT yang disyaratkan hanya untuk Site Engineer, Pelaksana Teknis Sipil, dan Staff teknis. Untuk Staff Administrasi tidak dipersyaratkan.
SKA yang disyaratkan hanya untuk keahlian jasa sipil/konstruksi. Keahlian yang bukan jasa konstruksi seperti ahli hukum, ahli ekonomi, dll. tidak dipersyaratkan mempunyai SKA.
SKT yang disyaratkan hanya untuk keterampilan jasa sipil/konstruksi. Untuk keterampilan yang bukan jasa konstruksi tidak dipersyaratkan mempunyai SKT.
Bila total nilai personil yang diperoleh < 5, atau salah satu item personil tidak ada atau tidak dinilai, maka dinyatakan gugur dan tidak dilakukan penilaian selanjutnya.
d). Peralatan
Nilai maksimum 15, nilai minimum 7,5
Peralatan yang dinilai hanya yang kondisinya tidak kurang dari 70%. Kepemilikan peralatan dinilai sebagai berikut: (1). Milik sendiri dengan bukti, mendapat bobot nilai 100%;
(2). Sewa beli dengan bukti, mendapat bobot nilai 100%;
(3). Sewa jangka panjang dengan bukti, mendapat bobot nilai 90%; (4). Sewa jangka pendek dengan bukti, mendapat bobot nilai 50%. (a). Panitia pengadaan menyusun kebutuhan peralatan
minimum yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan yang dilelangkan, sbb :lihat LDP
(b). Penilaian peralatan ditentukan oleh panitia pengadaan
Bila total nilai peralatan yang diperoleh < 7,5 atau salah satu item peralatan tidak ada atau tidak dinilai, maka dinyatakan gugur dan tidak dilakukan penilaian selanjutnya.
e). Manajemen Mutu
Nilai 5
Untuk penyedia jasa yang menyampaikan program mutu diberi nilai 5, yang tidak menyampaikan dinilai 0 dan tidak gugur. Bila total nilai kemampuan teknis < 42,5 dinyatakan gugur.
Bagi penyedia jasa yang lulus penilaian keuangan dan teknis harus dinilai terhadap persyaratan ambang lulus (passing grade). Bagi penyedia jasa yang baru berdiri kurang dari 3 (tiga) tahun tidak dilakukan penilaian pengalaman perusahaan.
Ambang Lulus (passing grade)
Panitia pengadaan harus menentukan nilai ambang lulus.
Ambang Lulus kualifikasi untuk pekerjaan tidak kompleks adalah : 70
Ambang Lulus kualifikasi untuk pekerjaan kompleks adalah : 60
Bagi penyedia jasa yang memenuhi nilai ambang lulus, masih harus dilakukan penilaian terhadap kemampuan untuk melaksanakan paket pekerjaan dengan menilai Sisa Kemampuan Paket (SKP).
Sisa Kemampuan Paket (SKP)
Untuk penyedia jasa usaha kecil KP = 5
Untuk penyedia jasa usaha non kecil KP = 6 atau KP = 1,2 N SKP = KP – (jumlah paket yang sedang dikerjakan)
dimana:
KP = Kemampuan menangani paket pekerjaan
N = Jumlah paket pekerjaan terbanyak yang dapat ditangani pada saat yang bersamaan selama kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir.
Bagi penyedia jasa yang masih mempunyai SKP dinyatakan lulus penilaian kualifikasi. Bagi penyedia jasa yang lulus penilaian kualifikasi harus dilakukan pembuktian kualifikasi.
f. Pembuktian kualifikasi
Terhadap penyedia jasa yang akan diusulkan sebagai pemenang dan pemenang cadangan, dilakukan verifikasi terhadap semua data dan informasi yang ada dalam formulir isian kualifikasi dengan meminta rekaman atau asli dokumen yang sah dan bila diperlukan dilakukan konfirmasi dengan instansi terkait.
Apabila dalam pembuktian kualifikasi ditemui hal-hal yang tidak benar/palsu, maka penyedia jasa dinyatakan gugur dan dikenakan sanksi administrasi yaitu dimasukkan daftar hitam perusahaan dalam jangka waktu tertentu dan sanksi perdata dan pidana sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.