BAB II JAMINAN FIDUSIA
H. PejabatLelang
I. Tata Cara Lelang Benda Jaminan
Ada 4 (empat) tahap dalam tata cara lelang benda jaminan, yaitu pertama, persiapan lelang; Kedua, pelaksanaan lelang; ketiga, risala lelang; dan keempat, administrasi dan pelaporan.
1. Persiapan Lelang
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam persiapan lelang : a. Permohonan lelang
Permohonan lelang ini diajukan oleh penjual atau Pemilik Barang kepada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKN) atau melalui Balai Lelang setempat.Permohonan ini diajukan secara tertulis oleh penjual untuk dimintakan jabwal pelaksanaan lelang disertai dokumen-dokumen persyatan lelang kepada Kepala KPKNL atau Pejabat Lelang Kelas II.156 Di sini Kepala KPKNL atau Pejabat Lelang Kelas II tidak boleh menolak permohonan lelang yang diajukan kepada sepanjang dokumen persyaratan lelang sudah lengkap dan telah memenuhi legalitas formil subyek dan obyek lelang.157
b. Penjualan/Pemilikan Barang
Penjual/Pemilik Barang bertanggung jawab terhadap : 1. keabsahan pemilikan barang ;
155 Ibid, Pasal 15.
156Republik Indonesia, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 93/PMK.06/2010. Op. Cit, Pasal 10 Ayat 1 juncto Pasal 11 ayat 1.
157 Ibid, Pasal 12.
2. Keabsahan dokumen persyaratan lelang ;
3. Penyerahan barang bergerak dan atau barang tidak bergerak ; 4. Dokumen kepemilikan kepada pembeli ;
5. Gugatan perdata atau tuntutan pidana yang timbul akibat tidak dipenuhinya peraturan perundang-undangan di bidang lelang ;
6. Tuntutan ganti rugi terhadap kerugianyang timbul karena ketidakabsahan barang dan dokumen persyaratan lelang ;
7. Penjual / Pemilik Barang harus menguasai Fisik barang bergerak yang akan dileleng, kecuali barang tak berwujud tidak termasuk tetapi tidak terbatas pada saham tanpa warkat, hak, tagih, hak cipta, merek, atau hak paten ,Untuk barang tak terwujud, Penjual / Pemilik Barang harus menyebutkan jenis yang dilelang dalam surat permohonan lelang.158
c. Tempat Pelaksanaan Lelang
Pada dasarnya tempat pelaksanaan lelang harus dilakukan dalam wilayah Kerja Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) atau Pejabat Lelang Kelas II di tempat barang berada.159 namun tidak menutup kemungkinan bahwa pelaksanaan lelang dapat dilakukan di luar wilayah Kerja Kantor Lelang setelah mendapat persetujuan tertulis dari pejabat yang berwenang. Pejabat yang berwenang itu terdiri dari pertama, Direktur Jendral atas nama Menteri untuk barang yang berada diluar wilayah Republik Indonesia. Kedua, Direktur Lelang atas nama Direktur Jenderal untuk barang yang berada dalam wilayah antar Kantor Wilayah. ketiga, Kepala Kantor wilayah setempat untuk barang yang
158 Ibid, Pasal 16.
159 Ibid, Pasal 19.
berada dalam wilayah Kantor wilayah setempat.160 Persetujuan berlaku untuk untuk jangka waktu 6(enam) bulan sejak taggal persetujuan dan dilampirkan pada Surat Permohonan Lelang.161
d. Waktu Pelaksanaan Lelang
Waktu pelaksanaan lelang ditetapkan oleh Kepala KPKNL atau Pejabat lelang Kelas II. Waktu pelaksanaan lelang dilakukan pada jam dan hari kerja KPKNL kecuali untuk lelang Nonekekusi Sukara. Dapat dilaksanakan di luar jam dan hari kerja dengan persetujuan tertulis, Kepala Kantor Wilayah setempat. Surat permohonan persetujuan pelaksanaan lelang diluar jam dan di hari kerja diajukan oleh Penjual/Pemilik Barang. Suarat Perstujuan dilampirkan disurat pada Surat Permohonan Lelang.162
e. Surat Keterangan Tanah
Pelaksanaan lelang atas tanah atau bangunan wajib dilengkapi dengan surat keterangan Tanah dan Kantor Pertanahan setempat. Dalam hal tanah atu bangunan akan dilelang belum terdaftar di Kantor Pertanahan setempat. Kepala KPKNL atau Pejabat lelang Kelas II mensyaratkan kepada penjual untuk meminta Surat Keterangan dari Lurah/Kepala Desa yangmenerangkan status kepemilikan, Biaya pengurusan Surat Keterangan Tanah menjadi tanggung jawab Penjual/Pemilik Barang.163
f. Pembatalan Sebelum Lelang
160 Ibid, Pasal 20 ayat 1 dan 2.
161 Ibid, Pasal 20 ayat 4.
162Ibid, Pasal 21.
163 Ibid, Pasal 22.
Lelang yangakan dilaksanakan hanya dapat dibatalkan dengan permintaan penjual dan penetapan provisional atau putusan dari lembaga peradilan umum.164 pembatalan lelang dengan putusan atau penetapan pengadilan disampaikan secara tertulis dan harus sudah diterima oleh Pejabat Lelang paling lama sebelum dimulai. Penjualan dan Pejabat harus mengumumkan kepada Peserta Lelang harus mengumumkan kepada peserta Lelang pada saat melaksanakan lelang.165
Untuk pembatalan lelang atas permintaan penjual harus diperhatikan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
1. Penjual harus menyampaikan secara tertulis kepada Pejabat Lelang dan harus diterima oleh pejabat lelang paling lam 3 (tiga) hari kerja sebelum pelaksanaan lelang kecuali ditemtukan lain oleh peraturan perundang-undangan;
2. Penjual harus mengumukan pembatalan pelaksanaan lelang, kecuali ditantukan lain oleh peraturan perundang-undanga ;
3. Pengumulan pembatalan pelaksanaan lelang harus diumulan dalam surat kabar harian yang sama dalam hal pengumuman Lelang dialkukan melalui surat kabar harian.166
Pembatalan pelaksanaan lelang dapat juga dilakukan oleh Pejabat Lelang dalam hal:
1. Untuk Surat Keterangan Tanah untuk pelaksanaan lelang tanah atau banguan belum ada;
2. Barang yang akan dilelang dalam status sita pidana , khusus Lelang Eksekusi;
164 Ibid, Pasal 24.
165 Ibid, Pasal 25.
166 Ibid, Pasal 26.
3. Terdapat gugatan atau rencana pelaksanaan Lelang Eksekusi berdasarkan Pasal 6 Undang-undang Hak Tanggungan dari pihak lain selain debitur/suami atau istri debitur/tereksekusi;
4. Barang yang akan dilelang dalam status Sita Jaminan/Sita Eksekusi/Sita Pidana, Khusus Lelang Noneksekusi;
5. Tidak memenuhi legalitas formal subyek dan obyek lelang karena terdapat perbedaan data pada document persyaratan lelang;
6. Penjual tidak dapat memperlihatkan atau menyerahkan asli dokumen kepemilikan kepada Pejabat lelang;
7. Penjual tidak hadir pada saat pelaksanaan lelang, kecuali lelang yang dilakukan melalui internet;
8. Pengumuman Lelang yang dilakukan Penjual tidak dilaksankan sesuai peraturan perundang-undangan;
9. Keadaan memaksa / mahar;
10. Nilai Limit yang dicantumkan dalam pengumuman lelang tidak sesuai dengan surat penetapan Nilai Limit yang dibuat oleh Penjual / Pemilik Barang;
11. Penjual tidak menguasai secara fisik barang bergerak yang dilelang.167
Dalam hal terjadi pembatalan lelang di atas, Peserta Lelang yang telah menyetorkan Uang Jaminan Penawaran Lelang tidak berhak menuntut ganti rugi.168
g. Uang Jaminan Penawaran Lelang
Setiap lelang disyaratkan adanya uang jaminan penawaran lelang, Penyetoran Uang Jaminan Penawaran Lelang dilakukan:
167 Ibid, Pasal 27.
168 Ibid, Pasal 28.
1) Melalui rekening KPKNL atau langsung ke Bendahara Penerima KPKNL atau Pejabat Lelang Kelas I untuk lelang yang diselemggarakan oleh KPKNL.
2) Melalui rekening Balai Lelang atau langsung ke Balai Lelang untuk Lelang Noneksekusi Sukarela yang diselenggarakan oleh Balai Lelangdan dilaksanakan oleh Pejabat Lelang Kelas I / Pejabat Lelang Kelas II ;
3) Melalui rekening khusus atau nama jabatan Pejabat Lelang kelas II atau langsung ke Pejabat Lelang yang diselenggarakan oleh Pejabat Lelang Kelas II.
Dalam setiap pelaksanaan lelang, 1 (satu) penyetoran Uang Jaminan Penawaran Lelang hanya berlaku untuk 1 (satu) barang atau paket barang yang ditawar. Besarnya Uang Jaminan Penawaran Lelang ditentukan oleh Penjual / Pemilik Barang yang sedikit 20% (dua puluh persen) dari Nilai Limit dan paling banyak sama dengan Nilai Limit.169
h. Nilai Limit
Setiap pelaksanaan lelang disyaratkan adanya Nilai Limit.Penetapan Nilai Limit menjadi tanggung jawab Penjual / Pemilik barang.Persyaratan adanya Nilai Limit dapat tidak diberlakukan pada Lelang Noneksekusi Sukarela atas barang bergerak milik orang atau badan hukum / badan usaha swasta.
Dalam menetapkan Nilai Limit, Penjual / Pemilik Barang harus berdasarkan penilaian oleh penilai atau Penafsiran oleh Penafsir.Penilai merupakan pihak yang melakukan penilaian secara indepensen berdasarkan konpetensi yang dimilikinya, sedangkan penafsiran merupakan pihak yang berasal dari instansi atau perusahaan penjual yang melakukan penafsiran yang berdasarkan metode yang dapat
169 Ibid, Pasal 32.
dipertanggungjawabkan termasuk kurator untuk benda seni dan benda antik / kuno.
Nilai Limit pada lelang noneksekusi sukarala atas barang bergerak milik orang, badan hukum / badan usaha swasta yang mengunakan Nilai Limit di tetapkan olehPemilik Barang.
Nilai Limit dibuat secara tertulis dan diserahkan oleh Penjual kepada Pejabat Lelang paling lambat sebelum lelang dimulai.170
i. Pengumuman Lelang
Penjualan secara lelang wajib di dahulu dengan pengumuman Lelang yang dilakukan oleh penjual dan harus menyerahkan bukti pengumuman lelang sesuai ketentuan kepada Pejabat Lelang.
Dalam Pengumuman Lelang paling sedikit memuat:
1) Identitas Penjual;
2) Hari, tanggal, waktu, dan tempat pelaksanaan lelang dilaksakan;
3) Jenis dan jumlah barang;
4) Lokas, luas tanah, jenis ha katas tanah, dan ada atau tidak adanya bangunan, khusus untuk barang tidak bergerak berupa tanah dan atau bangunan;
5) Spesifikasi barang khusus untuk barang bergerak;
6) Waktu dan tempat melihat barang yang akan dilelang;
7) Uang Jaminan Penawaran Lelang meliputi besaran, jangka waktu, cara dan tempat penyetoran, dalam hal dipersyaratkan adanya Uang Jaminan Penawaran Lelang;
170 Ibid, Pasal 35-40.
8) Nilai Limit, kecuali lelang kayu dan hasil hutan lainnya dari tangan pertama dan Lelang Noneksekusi Sukarela untuk barang bergerak ;
9) Cara penawaran lelang ;
10) Jangka waktu Kewajiban Pembayaran Lelang oleh Pembeli.
Penggunaan Lelang dilaksanakan melalui surat kabar harian yang terbit di kota / kabupaten tempat barang berada dalam. Dalam hal tidak ada surat kabar harian yang terbit di Kota / Kabupaten terdekata atau di Ibukota Propinsi atau Ibukota Negara dan beredar diwilayah kerja KPKNL atau Wilah jabatan Pejabat Lelang Kelas II tempat barang akan dilelang.171
2. Pelaksanaan Lelang
Ada beberapa hal yang terkait dalam pelaksanaan lelang. pertama, Pemandu Lelang.dalam pelaksanaan lelang, pejabat lelang dapat dibantu oleh pemandu lelang. Pemandu lelang dapat berasal dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara atau dari luar Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Pemandu Lelang dapat membantu pelaksanakan lelang yang di lakukan oleh Pejabat Lelang Kelas I/Pejabat Lelang Kelas II dan dilakukan secara tertulis oleh Penjual/Bali Lelang kepada Kepala kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang atau Pejabat Lelang Kelas II paling singkat 3 (tiga) hari sebelum pelaksanaan lelang di bantu oleh pemandu lelang , Pemandu Lelang mendapat khuasa khusus secara tertulis dari Pejabat Lelang untuk menawarkan barang dengan ketentuan Pejabat Lelang.172
Kedua, Penawaran Lelang. Dalam Penawaran Lelang Langsung dan atau Penawaran Lelang Tidak Langsung dilakukan dengan cara:
171 Ibid, Pasal 42-43.
172 Ibid, Pasal 53.
a. Lisan, semakin meningkat atau semakin menurun ; b. Tertulis ;
c. Tertulis dilanjutkan dengan lisan dalam hal penawaran tertinggi belum mencapai Nilai Limit.173
Dalam Penawaran Lelang Langsung, peserta lelang yang sah atau kuasanya pada saat pelaksanakan lelang harus hadir di tempat pelaksanaan lelang.
sedangkan Penawaran Lelang Tidak Langsung, PesertaLelang yang sah atau kuasanya pada saat pelaksanaan lelang dan penawarannya dilakukan dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi.174
Setiap Peserta Lelang wajib melakukan penawaran dan penawaran tersebut paling sedikit sama dengan Nilai Limit dalam hal lelang dengan Nilai Limit diumumkan. Penawaran yang dilakukan oleh Peserta Lelang kepada Pejabat Lelang tidak dapat diubah dan dibatalkan oleh Peserta Lelang. Dalam hal ini Peserta Lelang tdak melakukan penawaran, dikenakan sanksi tidak diperbolehkan mengikuti lelang selama 3(tiga) bulan di wilayah kerja kantor pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang yang melaksanakan lelang.175
Dalam hal terdapat beberapa Peserta Lelang yangmengajukan penawaran tertinggi secara lisan semakin menurun atau tertulis dengan nilai yang sama dan atau telah mencapai melampaui Nilai Limit dalam lelang yang menggunakan Nilai Limit, Pejabat Lelang yang berhak mengesahkan pembeli dengan cara :
a. Melakukan penawaran lanjutan hanya terhadap Peserta Lelang yang mengajukan penwaran sama, yang dilakukan secara lisan semakin meningkat atau tertulis berdasarkan persetujuan Peserta Lelang bersangkutan ;
173 Ibid, Pasal 54.
174 Ibid, Pasal 55.
175 Ibid, Pasal 60.
b. Melakukan pengundian di antara Peserta Lelang yang mengajukan penawaran sama.176
Pada Prinsip Pemohon Lelang/Penjual menentukan cara penawaran lelang dengan mencantumkan dalam Pengumuman Lelang. Namun apabila Permohonan Lelang/Penjual tidak menentukan cara penawaran lelang maka kepala Kantor Pelayanan KekayaanNegara dan Lelang/Pejabat Lelang Kelas I dan Pejabat Lelang Kelas II berhak menentukan sendiri cara penawaran lelang.177
Ketiga, Bea Lelang dan Uang Miskin.Setiap pelaksanaan lelang dikenakan Bea Lelang dan Uang Miskin sesuai Peraturan Pemerintah tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kementerian Keuangan.178
Pembatalan terhadap rencana pelaksanaan lelang yang dilakukan oleh Penjual dalam jangka waktu kurang dari 5 (lima) hari kerja sebelum hari pelaksanaan lelang dikenakan Bea Lelang Batal kecuali Lelang Barang Milik Negara/Daerah. Bea Lelang Batal dibayar oleh Penjual.Bea Lelang tidak dikenakan dalam dalam hal terdapat pembatalan lelang karena adanya putusan/penetapan lembaga peradilan atau pembatalan oleh Pejabat Lelang.179
Keempat, Pembeli. Pejabat Lelang mengesahkan penawaran tertinggi yang telah mencapai atau melampaui Nilai Limit sebagai pembeli, dalam pelaksanaan lelang yang menggunakan Nilai Limit sebagai Pembeli, dalam Pelaksanaan lelang yang menggunakan Nilai Limit. Pejabat Lelan mengesahkan penawar tertinggi sebagai pembeli dalam pelaksanaan Lelang Noneksekusi Sukarela yang tidak
176 Ibid, Pasal 61.
177 Ibid, Pasal 62.
178 Ibid, Pasal 64.
179 Ibid, Pasal 65.
mengunakan Nilai Limit. Sebagai prngecualian, apabila dalam pelaksanaan Lelang Noneksekusi Sukarela yang penawaran tertinggi tidak mencapai Nilai Limit, pejabat lelang dapat mengesahkan penawaran sebagai Pembeli setelah mendapat pesetujuan tertulis dari Pemilik Barang.180
Pembeli dilarang mengambil atau menguasai barang yang dibelinya sebelum memenuhi Kewajiban Pembayaran Lelang dan pajak atau pungutan sah lainnya sesuai peraturan perundang-undangan.181
Sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di bidang pertanahan, bank sebagai kreditur dapat membeli agunannya melalui lelang dengan ketentuan menyampaikan surat pernyataan dalam bentuk Akta Notaris bahwa pembelian tersebut dilakukan untuk pihak lainyang akan ditunjuk kemudian dalam jangka waktu 1 (satu) tahun terhitung mulai tanggal pelaksanaan lelang. Dalam hal jangka waktu telah terlampaui, bank ditetapkan sebagai pembeli.182
Kelima, pembayaran dan penyetoran.Pembayaran Harga Lelang dan Bea Lelang harus dilakukan secara tunai atau cek maupun giro paling lama 3 (tiga) hari kerja setelah pelaksanaan lelang.sebagai pengecualian dalam hal jangka waktu hanya diberikan untuk pembayaran Harga Lelang setelah penjual mendapatkan izin tertulis dari Direktur Jenderal atas nama Menteri dan harus di cantumkan dalam pengumuman lelang. Dalam Pembayaran Lelang. Dalam hal Pembayaran Lelang dilakukan melebihi 3 (tiga) hari kerja setelah pelaksanaan lelang.183
180 Ibid, Pasal 66.
181 Ibid, Pasal 67.
182 Ibid, Pasal 70.
183 Ibid, Pasal 71.
Pelunasan kewajiban Pembayaran Lelang oleh Pembeli dilakukan melalui rekening Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang/Balai Lelang/rekening khusus atas nama jabatan Pejabat Lelang Kelas II atau secara langsung kepada Bendahara Penerima Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang/Pejabat Lelang Kelas I/Balai Lelang/Pejabat Lelang Kelas II. Dalam hal pembayaran dilakukan dengan cek atau giro, pembayaran harus sudah diterma efektif pada rekening Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang/Balai Lelang/rekening khusus atas nama jabatan Pejabat Lelang Kelas II paling lama 3 (tiga) hari setelah pelaksanaan lelang. Setiap pelunasan kewajiban Pembayaran Lelang oleh Pembeli harus dibuakan kuitansi atau tanda bukti pembayaran oleh Bendahara Penerima Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang/Pejabat Lelang Kelas I/Balai Lelang/Pejabat Lelang Kelas II.184
Dalam hal Pembeli tidak melunasi kewajiban Pembayaran Lelang, pada hari berikutnya Pejabat Lelang harus membatalkan pengesahannya sebagai Pembeli dengan membuat Pernyataan Pembatalan.Pembeli yang tidak dapat memenuhi kewajiabanya setelah disahkan sebagai Pembeli Lelang tidak diperbolehkan mengikuti lelang di seluruh wilayah Indonesia dalam waktu 6 (enam) bulan.185
Keenam, Penyerahan Dokumen Kepemilikan Barang. Dalam hal Penjual/Pemilik barang menyerahkan asli dokumen kepemilikan kepada Pejabat Lelang, Pejabat Lelang harus menyerahkan asli dokumen kepemilikan dan atau barang akan dilelang kepada Pembeli paling lama 1 (satu) hari kerja setelah Pembelian menunjukan bukti pelunasan pembayaran dan menyerahkan bukti setor
184 Ibid, Pasal 72.
185 Ibid, Pasal 73.
Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan. Dalam hal Penjual / Pemilik Barang tidak menyerahkan asli dokumen kepemilikan kepada Pejabat Lelang, Penjual / Pemilik Barang harus menyerahkan asli dokumen kepemilikan dan atau barang yang dilelang kepada Pembeli paling lam 1 (satu) hari kerja setelah pembeli menunjukkan bukti pelunasan pembayaran dan menyerahkan bukti setor Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan.186
3. Risalah Lelang
Pejabat lelang yang melaksanakan lelang wajib membuat Berita Acara Lelang yang disebut Risalah Lelang. Risalah Lelang dapat dikatergorikan sebagai Akta Otentik kerana Risalah Lelang mengandung unsur Akta Otentik berdasarkan Pasal 1868 dan Pasal 1870 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, yaitu bentuknya ditentukan oleh undang-undang, dibuat oleh atau di hadapan Pejabat Umum yang berwenang, dibuat di wilayah kerja Pejabat umum yang bersangkutan dan memiliki kekuatan pembuktian yang material dan merupakan pembuktian yang sah dan serta sempurna bagi para pihak (Penjual dan Pembeli) kecuali dapat dibuktikan sebaliknya.
Risalah Lelang dibuat dalam Bahas Indonesia dan diberi nomor urut.Risalah Lelang terdiri dari Bagian Kepala, Bagian Badan, dan Bagian Kaki.187 Badian Kepala Risalah Lelang memuat:
a. Hari, Tanggal, dan jam lelang ditulis dengan huruf dan angka ; b. Nama lengkap dan tempat kedudukan Pejabat Lelang ;
c. Nomor / Tanggal Surat Keputusan Pengangkatan Pejabat Lelang dan nomor/tanggal surat tugas khusus untuk Pejabat Lelang Kelas I ;
186 Ibid, Pasal 76.
187 Ibid, Pasal 77.
d. Nama lengkap, pekerjaan dan tempat kedudukan/domisili penjual;
e. Nomor/tanggal surat permohonan lelang;
f. Tempat pelaksanaan lelang;
g. Sipat barang yang dilelang dan alasan barang tersebut dilelang;
h. Dalam hal yang di lelang barang tidak bergerak berupa tanah atau tanah dan bangunan harus disebutkan:
1) Status hak atau surat-surat lain yang menjelaskan bukti kepemilikan;
2) Surat Keterangan Tanah dari Kantor Pertanahan;
3) Keterangan lain yang membebani apabila ada.
i. Dalam hal yang dilelang barang bergerak harus disebutkan jumlah, jenis dan spesifikasi barang ;
j. Cara Pengumuman Lelang yang telah dilaksanakan oleh Penjual;
k. Cara Pengawasan Lelang ; l. Syarat-syarat lelang.188
Bagian Badan Bagian Kaki Risalah Lelang paling kurang memuat:
a. Banyaknya penawaran lelang yang masuk dan sah;
b. Nama/merek/jenis / tipe dan jumlah barang yang dilelang;
c. Nama, Pekerjaan dan alamat Pembeli atas nama sendiri atau sebagai kuasa atas nama orang lain;
d. Bank kreditur sebagai Pembeli untuk orang atau badan hukum/usaha yang akan ditunjuk namanya dalam hal bank kreditur sebagai pembeli Lelang;
e. Harga lelang dengan angka dan huruf; dan
188 Ibid, Pasal 78.
f. Daftar barang yang laku terjual maupun yang ditahan disertai dengan nilai, nama, dan alamat peserta lelang yang menawar tertinggi.189
Bagian Kaki Risalah Lelang paling kurang memuat:
a. Banyaknya barang yang ditawarkan/dilelang dengan angka dan huruf;
b. Banyaknya barang yang laku/terjual dengan angka dan huruf;
c. Jumlah harga barang yang telah terjual dengan angka dan huruf;
d. Jumlah harga barang yang ditahan dengan angka dan huruf;
e. Banyaknya dokumen/surat-surat yang dilampirkan pada Risalah Lelang dengan angka dan huruf;
f. Jumlah perubahan yang dilakukan (catatan, tambahan, coretan dengan penggantinya) maupun tidak adanya perubahan ditulis dengan angka dan huruf; dan
g. Tanda tangan Pejabat Lelang dan Penjual/Kuasa Penjual , dalam hal lelang baran bergerak atau tanda tangan Pejabat Lelang, Penjual/kuasa Penjual dan Pembeli/kuasa Pembeli dalam hal lelang barang tidak bergerak.190
Memuat Risalah Lelang ditandatangani oleh Pejabat Lelang pada saat penutupan pelaksanaan lelang.191 Minuta Risalah Lelang dibuat dan diselesaikan paling lama 3 (tiga) hari kerja setelah pelaksanaan lelang. Untuk Minuta Risalah Lelang yang Dibuat oleh Pejabat Lelang Kelas I disimpan pada kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang. Sedangkan minuta risalah yang dibuat Pejabat
189 Ibid, Pasal 79.
190 Ibid, Pasal 80.
191 Ibid, Pasal 82.
Lelang Kelas II disimpan oleh yang besangkutan.Jangka waktu disimpan Minuta Risalah Lelang selama 30 (tiga puluh) tahun sejak pelaksanaan lelang.192
Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang atau Pejabat Lelang Kelas II hanya dapat memperlihatkan atau memberitahu Minuta Risalah Lelang.ahli warisan atau orang yang memperoleh hak, kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan.193 Pihak yang berkepentingan meliputi:
a. Pembeli memperoleh Kutipan Risalah Lelang sebagai Akta Jual Beli untuk kepentingan balik nama atau Grosse Risalah Lelang sesuia kebutuhan;
b. Penjual memperoleh Salinan Risalah Lelang untuk laporan pelaksanaan lelang atau Grosse Risalah Lelang sesuia kebutuhan;
c. Pengawasan Lelang memperoleh salinan Risalah Lelang untuk laporan pelaksanaan lelang / kepentingan dinas; atau
d. Instansi yang berwenang dalam bali nama kepemilikan hak obyek lelang memperoleh salinan Risalah Lelang sesuia kebutuhan.
4. Administrasi Perkantoran dan Pelaporan
Kantor pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang, Balai Lelang dan Kantor Pejabat Lelang Kelas II menyelenggarakan administrasi perkatoran dan membuat laporan yang berkaitan dengan pelaksanaan lelang.194
192 Ibid, Pasal 84.
193 Ibid, Pasal 85.
194 Ibid, Pasal 82 ayat 2.
BAB IV
PELAKSANAAN EKSEKUSI OBYEK JAMINAN FIDUSIA KAITANNYA DENGAN PERKAPOLRI NO. 8 TAHUN 2011
(Studi PT. Bank X Di Medan)
A. Pelaksanaan Pemberian Jaminan Fidusia di Bank X
Ada banyak sekali kredit yang ditawarkan oleh Bank X, hampir setiap aspek kehidupan yang kita butuhkan terdapat kredit yang ditawarkan seperti:
kebutuhan tempat tinggal, kendraan, modal usaha, investasi. Banyak jenis kredit yang mengutungkan dan dapat memilih kredit yang paling sesuai dengan kebutuhan dan tujuan para debitur sehingga beban yang ditanggung tidak terlalu berat.
Pada perjanjian pinjam meminjam uang pada Bank X, langkah pertama adalah debitur harus mengetahui jenis kredit yang ditawarkan, kemudian memilih kredit yang paling cocok untuk kebutuhan dan tujuan, setelah itu langkah berikutnya debitur tinggal mendatangi bank X yang menjadi pilihannya.
Setelah debitur datang di Bank X dengan membawa syarat-syarat yang
Setelah debitur datang di Bank X dengan membawa syarat-syarat yang