• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

H. Instrumen penelitian

I. Tata cara penelitian

Sebelum melakukan penelitian, peneliti menentukan masalah ya ng berhubungan dengan penelitian dan mengumpulkan informasi mengenai kemungkinan bisa tidaknya diadakan penelitian ini. Peneliti melakukan pemilihan lokasi dan melihat keseharian dari responden yang akan menjadi responden. Masyarakat yang sesuai dengan kriteria diberikan penjelasan mengenai sindrom metabolik dan jika mau diajak bekerjasama kemudian diberikan surat pernyataan yang berisi tentang kesediaan masyarakat untuk menjadi responden. Sebelum penelitian dilaksanakan, dilakukan perizinan. Perizinan dimulai dari tingkat propinsi yaitu ke bagian perizinan Bappeda Sleman, Komite Etik, hingga ke tingkat dusun. 2. Pembuatan kuisioner

Pembuatan kuisioner berdasarkan tujuan penelitian, perumusan masalah, dan definisi operasional. Kuisioner terdiri dari tiga bagian yaitu pengetahuan, sikap, dan tindakan. Kuisioner yang digunakan berdasarkan skala Likert yang merupakan metode penskalaan pernyataan sikap yang menggunakan distribusi respons sebagai dasar penentuan nilai skalanya. Kuisioner terdiri dari 38 item pernyataan. Setiap butir pernyataan diberi 4 empat alternatif jawaban, yaitu: sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju (STS). Responden diwajibkan memilih salah satu jawaban pada setiap pernyataan tersebut. Distribusi pernyataan dapat dilihat pada tabel II. Pada tabel ditunjukkan bahwa untuk variabel pengetahuan terdapat 21 item, variabel sikap terdapat 15 item, dan untuk variabel tindakan terdapat 14 item.

Tabel II. Distribusi Item Skala Sindrom Metabolik Sebelum Uji Coba Pernyataan Nomor item dalam kuisioner total Pernyataan pengetahuan 1,4,7,11,12,13,15,16,18,19,26,29,31,32,34,36,

38,39,40,42,50 21

Pernyataan sikap 2,3,6,8,10,14,17,20,22,25,27,33,37,41,45 15 Pernyataan tindakan 5,9,21,23,24,28,30,35,43,44,46,47,48,49 14

Pernyataan pada kuisioner ini terdiri dari dua sifat, yaitu: favourable dan

unfavourable. Hal ini bertujuan untuk menghindari stereotype jawaban. Menurut Azwar (1995), suatu pernyataan sikap dapat berisi hal-hal positif mengenai obyek sikap yaitu berisi pernyataan yang mendukung atau memihak pada obyek sikap. Pernyataan ini disebut favourable. Sebaliknya pernyataan sikap dapat berisi hal- hal negatif mengenai obyek sikap. Hal negatif dalam pernyataan sikap ini bersifat tidak memihak atau tidak mendukung terhadap obyek sikap, dan karenanya disebut dengan pernyataan unfavourable.

Pemberian skor pada kuisioner berdasarkan pada penilaian dalam skala Likert. Penilaian pada item favourable dalam skala ini dimulai dari empat sampai dengan satu, sebaliknya untuk item unfavourable dimulai dari angka satu sampai empat. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel III berikut ini:

Tabel III. Skor Berdasarkan Kategori Jawaban

Jawaban Favourable Unfavourable

Sangat Setuju 4 1

Setuju 3 2

Tidak Setuju 2 3

Sangat Tidak Setuju 1 4

a. Uji validitas

Kuisioner yang telah disusun kemudian diuji validitasnya. Menur ut Sugiyono (2006), instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan

data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur. Untuk memenuhi syarat ketepatukuran, dilakukan uji validitas pada kuisioner. Uji validitas yang dilakukan adalah uji validitas isi atau content. Validitas isi merupakan validitas yang diestimasi lewat pengujian terhadap isi tes dengan analisis rasional atau lewat profesional judgement

(Azwar, 1999). Pada penilaian ini, dosen pembimbing dianggap sebagai profesional judgement. Hasil dari uji validitas isi yang dilakukan, menyatakan bahwa seluruh butir pernyataan dalam kuisioner ini adalah valid.

b. Uji reliabilitas

Uji reliabilitas dalam penelitian ditinjau dari segi pemahaman bahasa dari kuisioner apakah sudah dimengerti oleh responden atau belum. Dilakukan dengan cara mengujikan kuisioner pada responden sebagai uji coba sebanyak 20 orang. Reliabilitas adalah sejauh mana pengukuran dapat dipercaya, yaitu sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten bila dilakukan pengukuran kembali terhadap responden yang sama (Azwar 2000). Uji reliabilitas skala pada penelitian ini menggunakan teknik Alpha dari program statistik. Peneliti menggunakan program ini karena teknik

Alpha merupakan dasar dalam pendekatan konsistensi internal dan merupakan perkiraan yang baik terhadap reliabilitas pada banyak situasi pengukuran.

Kriteria pemilihan item didasarkan pada korelasi item total dengan batasan =0,30. Azwar (2000) menyebutkan bahwa hal tersebut memiliki daya diskriminasi yang memuaskan, jadi jika ada item yang memiliki koefisien korelasi item total =0,30 maka item tersebut dinyatakan tidak sahih dan dianggap gugur. Namun bila

dapat mempertimbangkan untuk dapat me nurunkan sedikit batas kriteria 0,30 menjadi 0,27 atau 0,25 sehingga jumlah item yang diinginkan dapat tercapai.

Berdasarkan perhitungan yang tela h dilakukan maka diperoleh koefisien korelasi item total yang berkisar antara -0,019 sampai dengan 0,745. Dari hasil perhitungan tersebut diperoleh 38 item yang sahih dan 12 item yang gugur. Item-item

yang gugur tersebut diantaranya adalah item nomer 1, 3, 5, 11, 12, 13, 15, 20, 30, 38, 39, 44. Dalam skala ini tidak didapati aspek yang hilang akibat seluruh itemnya gugur. Item dipilih dengan kriteria item total dengan batasan skor =0,25. Berikut ini disajikan distribusi item-item yang sahih pada tabel IV

Tabel IV. Distribusi Item Skala Sindrom Metabolik Setelah Uji Coba Pernyataan Nomor item dalam kuisioner total Pernyataan pengetahuan 3,4,7,11,12,15,21,20,24,25,26,30,35,37 14

Pernyataan sikap 1,2,6,8,13,32,28, 5,10, 16, 19,27,38 13 Pernyataan tindakan 9,14,17,18,22,33,34,36, 23, 29,31 11

Reliabilitas skala sindrom metabolik dihitung dengan menggunakan teknik

Alpha cronbach dari program statistik. Dari perhitungan tersebut diperoleh angka koefisien realiabilitas alpha sebesar 0,941. Berikut ini disajikan distribusi pernyataan yang favourable dan unfavourable setelah uji reliabilitas dan validitas isi pada tabel V

Tabel V Distribusi Pernyataan Favourable dan Unfavourable yang Terdapat dalam Kuisioner

Nomor item dalam kuisioner Total Pernyataan

favourable unfavourable favourable unfavourable

Pengetahuan 3,4,7,11,12,15,21, 24,25,26,30,37 20,35 12 2 Sikap 1,2,6,8,13,32,28 5,10, 16, 19,27,38 7 6 Tindakan 9,14,17,18,22,33, 34,36 23, 29,31 8 3

3. Pembuatan informasi tertulis atau leaflet

Leaflet adalah salah satu bentuk penyampaian informasi atau pesan kesehatan melalui lembaran yang dilipat (Notoatmodjo,2002). Leaflet berfungsi sebagai media pemberian edukasi tentang sindrom metabolik pada responden. Berisi tentang hal- hal yang terkait dengan sindrom metabolik, dibuat menarik, jelas, singkat dan lengkap. Selain berisi informasi tersebut, pada leaflet juga dicantumkan gambar-gambar yang mendukung informasi tersebut.

4. Penyebaran kuisioner

Kuisioner ditujukan kepada responden, dengan melakukan pendekatan-pendekatan terlebih dahulu. Kuisioner diberikan sebelum dan sesudah pemberian edukasi oleh peneliti. Penyebaran kuisioner tidak dilakukan oleh peneliti sendiri karena peneliti tergabung dalam satu tim penelitian yang terdiri dari 5 orang dengan kajian yang berbeda, tetapi responden penelitian sama. Kuisioner disebarkan di Dusun Krodan dan kampus Universitas Sanata Dharma.

Penyebaran kuisioner dilakukan 2 kali pada responden yaitu: sebelum pemberian edukasi (pretest) dan setelah pemberian edukasi (posttest) dengan kuisioner yang sama. Pemberian kuisioner pada pretest dimulai pada awal bulan Januari 2008, dan pemberian kuisioner pada posttest dilakukan pada awal bulan April 2008. Pada pretest, kuisioner disebarkan pada 80 responden dan pada posttest

kuisioner disebarkan pada 78 responden. Pengisian kuisioner dilakukan sendiri oleh responden, responden diberi kesempatan mengerjakan kuisioner saat itu juga dan langsung dikembalikan. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari responden mengakses sumber-sumber informasi mengenai pengetahuan tentang sindrom

metabolik. Peneliti mendampingi responden pada saat pengisian kuisioner untuk menghindari kesalahan pada saat pengisian kuisioner dan memeriksa kelengkapan karakteristik responden.

5. Pemberian edukasi/informasi

Edukasi dilakukan untuk memberikan pengetahuan tentang sindrom metabolik yang berupa leaflet atau informasi tertulis. Diberikan secara berulang untuk mengingatkan responden. Pemberian edukasi dimulai setelah responden mengisi kuisioner pada pretest yaitu pada awal bulan Januari 2008 hingga awal April 2008. Edukasi selama 3 bulan yang diberikan 2 minggu sekali dengan topik yang berbeda-beda ya itu follow up leaflet, diabetes mellitus, hipertensi, kolesterol, serta menjawab pertanyaan-pertanyaan responden tentang kesehatan yang dapat meningkatkan pengetahuan responden dan kualitas hidup yang lebih baik. Edukasi diberikan secara personal atau berkelompok.

6. Wawancara terstruktur

Wawancara penelitian adalah suatu metode penelitian yang meliputi pengumpulan data melalui interaksi verbal secara langsung antara pewawancara dan responden (Sevilla, dkk, 1993). Wawancara dilakukan dengan bantuan kerangka atau garis-garis besar yang dibutuhkan dan berkaitan dengan permasalahan, melalui pembicaraan informal dan pembicaraan yang dikaitkan dengan permasalahan. Wawancara ini bertujuan untuk mendukung hasil dari kuisioner. Wawancara hanya dilakukan pada 10 responden yang dianggap sudah mewakili ke-78 responden karena wawancara digunakan untuk mempertegas kuisioner. Pada saat wawancara peneliti menggunakan bantuan tape recorder. Keuntungan penggunaan tape recorder adalah

peneliti dapat mendokumentasikan hasil wawancara sama seperti saat wawancara berlangsung, dan peneliti dapat memutar ulang hasil wawancara, namun kerugiannya responden menjadi sungkan dan canggung menjawab pertanyaan dari peneliti. 7. Pengolahan data

Pengolahan data dilakukan dengan cara mengkategorisasikan data sejenis, yaitu menyusun data dan menggolongkannya dalam kategori-kategori. Setelah itu dilakukan interpretasi.

Pengolahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara menjumlahkan angka dari setiap item pernyataan yang dijawab dengan benar oleh responden, kemudian dianalisis dengan menggunakan uji statistik yang tepat. Selain itu, peneliti mengelompokkan item pernyataan dalam kuisioner berdasarkan variabel- variabel yang akan diteliti yaitu variabel pengetahuan, sikap, dan tindakan. Hasil yang diperoleh disajikan dalam bentuk persentase dan dianalisis dengan menggunakan statistika analitik.

8. Analisis data penelitian

Analisis data yang digunakan dua metode yaitu metode statistik non parametrik dan analisis kualitatif. Metode statistik non parametrik menggunakan uji

Mann-Whitney dengan taraf kepercayaan 90% yang bertujuan untuk melihat signifikansi perubahan nilai pengetahuan, sikap, dan tindakan pada responden di Dusun Krodan tentang sindrom metabolik dengan membandingkan hasil data pretest

dengan hasil data posttest .

Peneliti melakukan uji normalitas terlebih dahulu. Uji normalitas data dilakukan dengan program statistik menggunakan uji Kolmogorov Smirnov.

Pengambilan keputusan didasarkan pada besaran probabilitas (p). Jika p>0,1 maka sebaran dinyatakan normal sebaliknya jika p<0,1 maka sebaran dinyatakan tidak normal. Uji hipotesis menggunakan Mann-Whitney melihat nilai signifikansi (p). Apabila nilai signifikansi (p) lebih besar dari 0,1 maka hipotesis nol (Ho) diterima atau kedua rata-rata populasi sama, tetapi apabila nilai signifikansi (p) lebih kecil dari 0,1 maka hipotesis nol (Ho) ditolak atau kedua rata-rata populasi tidak sama (Triton, 2006).

Analisis data juga dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pemberian edukasi terhadap pengetahuan, sikap, dan tindakan, dihubungkan dengan nilai kuisioner.

Gambar 7. Analisis Hubungan Edukasi Dengan Perilaku

Analisis dengan metode kualitatif digunakan untuk melihat perubahan nilai kuisioner berdasarkan usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan. Analisis dengan metode kualitatif juga digunakan untuk melihat persentase perubahan perilaku responden berdasarkan selisih nilai kuisioner. Analisis data dilakukan dengan menghitung selisih antara nilai posttest dan pretest yang kemudian dicari nilai

rata-edukasi edukasi pengetahuan sikap tindakan edukasi

ratanya (mean). Hasil dari rata-rata dibagi dengan jumlah item pernyataan dan dibuat dalam bentuk persentase.

Keterangan:

P : Persentase

X: Rata- rata nilai selisih antara posttest dan pretest

N: Jumlah item pernyataan

Dokumen terkait