BAB III. METODE PENELITIAN
H. Instrumen Penelitian
I. Tata Cara Penelitian
Tahap Observasi III ini dilakukan dengan mengumpulkan informasi mengenai kemungkinan bisa tidaknya diadakan penelitian dan juga dilakukan persiapan penelitian dengan permohonan izin pada Komisi Etik Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada dan BAPPEDA Sleman Yogyakarta. Proses perijinan mulai dilakukan pada awal hingga akhir bulan Mei 2008, tetapi proses pencarian responden tidak lagi dilakukan dalam penelitian ini karena telah dilakukan oleh kelompok peneliti sebelumnya (tahap I), yang peneliti lakukan hanyalah pendekatan kembali kepada responden untuk bersedia menjadi responden dalam penelitian ini.
2. Pembuatan Kuesioner a. Pembuatan Kuesioner
Pembuatan kuisioner sesuai dengan tujuan penelitian, perumusan masalah, dan definisi operasional yang dalam pembuatannya ada beberapa item yang disusun berkelompok terkait dengan variabel penelitian yang ingin
diketahui meliputi pengetahuan, sikap, tindakan. Pembuatan kuesioner sudah dilakukan oleh kelompok peneliti sebelumnya.
Jumlah pernyataan yang terdapat didalam kuesioner sebanyak 38 nomor, sebanyak 27 item termasuk jenis favourable dan 11 item termasuk jenis non favourable, isi pernyataan mencakup perilaku (pengetahuan, sikap dan tindakan) responden terkait sindrom metabolik. Menurut Azwar (1995), suatu pernyataan sikap dapat berisi hal-hal positif mengenai obyek sikap yang berisi pernyataan yang mendukung atau memihak pada obyek sikap (favorable), dan pernyataan sikap dapat berisi hal-hal negatif mengenai obyek sikap yang berisi pernyataan yang tidak mendukung atau tidak memihak terhadap obyek sikap (nonfavorable). Tabel IV merupakan distribusi variabel pengetahuan,sikap dan tindakan.
Tabel IV. Distribusi pernyataan favorable dan nonfavorable yang terdapat dalam kuesioner
Cakupan Sikap pernyataan Nomor soal
Pengetahuan Favorable 3, 4, 7, 11, 12, 15, 21, 24, 25, 6, 30, 37 Nonfavorable 20, 30 Sikap Favorable 1, 2, 6, 8, 13, 32, 28 Nonfavorable 5, 10, 16, 19, 27, 38 Tindakan Favorable 9, 14, 17, 18, 22, 33, 34, 36 Nonfavorable 23, 29, 31
Respon responden kami nilai dari jawaban pernyataan yang dibagi menjadi 4 kategori yang bersifat obyektif antara lain: sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS), sangat tidak setuju (STS). Pemberian skor untuk setiap jawaban pernyataan untuk jenis item yang favorable dimulai dari skor 4 (untuk jawaban SS), skor 3 (untuk jawaban S), skor 2 (untuk jawaban TS) dan skor 19untuk jawaban STS). Sedangkan untuk jenis item nonfavorable berlaku hal
yang sebaliknya yaitu skor 4 (untuk jawaban STS), skor 3 (untuk jawaban TS), skor 2 (untuk jawaban S), dan skor 1(untuk jawaban SS).
b. Uji coba kuesioner
Responden untuk uji coba adalah yang memiliki karakteristik hampir sama dengan responden untuk penelitian (Notoatmodjo, 2002), dengan jumlah responden untuk uji coba paling sedikit 20 orang agar diperoleh nilai distribusi hasil pengukuran mendekati normal. Uji coba kuesioner sudah dilakukan oleh kelompok sebelumnya pada masyarakat yang tinggal dan atau menetap di dusun Krodan, Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta.
c. Uji validitas
Uji validitas dilakukan setelah kuesioner dibuat. Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid (Sugiyono, 2006). Valid berarti instrument tersebut digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur. Uji validitas sudah dilakukan oleh kelompok penelitian sebelumnya dan uji validitas yang dilakukan adalah uji validitas isi atau content. Validitas isi merupakan validitas yang diestimasi lewat pengujian terhadap isi tes dengan analisis rasional atau lewat professional judgement (Azwar, 1999). Pada penelitian ini, dosen pembimbing dianggap sebagai professional judgement. Hasil dari uji validitas isi yang dilakukan menyatakan seluruh butir pernyataan dalam kuesioner adalah valid.
d. Uji realibilitas
Reliabilitas adalah sejauh mana pengukuran dapat dipercaya, yaitu sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten bila dilakukan pengukuran kembali terhadap responden yang sama (Azwar, 2000). Uji reliabilitas dalam penelitian ini dilihat dari pemahaman bahasa yang digunakan dalam kuesioner apakah mudah dimengerti oleh responden atau tidak. Hal ini dilakukan agar pernyataan yang diajukan nantinya benar-benar dipahami oleh responden sehingga responden dapat memberikan jawaban yang sesuai dengan informasi yang diinginkan. Agar diperoleh distribusi nilai hasil pengukuran mendekati normal, maka jumlah responden untuk uji coba paling sedikit 20 orang. Responden untuk uji coba adalah yang memiliki karakteristik hampir sama dengan responden untuk penelitian (Notoatmodjo, 2002). Namun responden uji yang digunakan dalam uji reliabilitas ini tidak digunakan lagi sebagai responden penelitian. Uji reliabilitas dalam penelitian ini sudah dilakukan oleh kelompok peneliti sebelumnya.
3. Pembuatan Leaflet (Informasi Tertulis)
Leaflet berfungsi sebagai media pemberian edukasi dan berisi hal-hal terkait sindrom metabolik mulai dari ciri, risiko dan dampak dari sindrom metabolik serta cara mencegah keparahan sindrom metabolik. Leaflet dibuat singkat, jelas dan lengkap dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan menarik agar mudah dipahami oleh responden.
Leaflet pada penelitian ini dibuat dengan 4 seri edukasi dengan urutan edukasi sebagai berikut: pola makan, olahraga, cek kesehatan rutin (general
medical check up), dan review dari seluruh edukasi yang telah dilakukan sebelumnya.
4. Penyebaran Kuesioner
Kuesioner diberikan sebelum dan sesudah pemberian edukasi dan ditujukan kepada responden dengan melakukan pendekatan-pendekatan terlebih dahulu. Setiap responden memperoleh kuesioner dan diberikan sebanyak 3 kali, yaitu pada observasi awal, observasi I dan observasi III dengan kuesioner yang sama. Pemberian kuesioner pada observasi awal (Januari 2008) dan observasi I (April 2008) dilakukan oleh kelompok peneliti sebelumnya. Pemberian kuesioner pada observasi III (Oktober 2008) dilakukan bersamaan dengan saat pengambilan sampel darah dan pemeriksaan fisik terakhir dilakukan kepada 66 responden sesudah pemberian edukasi (tahap 2) oleh peneliti.
5. Pemberian Edukasi/Informasi
Leaflet atau informasi tertulis dilakukan untuk memberikan pengetahuan tentang Sindrom Metabolik. Pemberian edukasi dilakukan selama kurang lebih 6 bulan (rentang waktu dilaksanakan observasi I dengan observasi III) dengan rincian kegiatan 2 bulan tanpa pemberian edukasi dan 4 bulan dilakukan edukasi sebanyak sebulan sekali. Materi edukasi yang diberikan berbeda-beda tiap pertemuan, dilakukan dengan cara door to door, dan dengan 4 seri materi edukasi yaitu bulan pertama tentang pola makan, bulan kedua tentang olahraga, bulan ketiga tentang cek kesehatan rutin (general medical check up), dan bulan keempat review dari kesuluruhan materi.
6. Wawancara Terstruktur
Wawancara dilakukan dengan pembicaraan informal dan pembicaraan yang dikaitkan dengan permasalahan dengan bantuan kerangka atau garis-garis besar yang dibutuhkan dan berkaitan dengan permasalahan. Wawancara dalam penelitian ini berfungsi untuk mempertegas dari jawaban kuesioner yang telah diisi responden pada waktu pemeriksaan fisik dan pengambilan sampel darah. Wawancara dilakukan bersamaan dengan pembagian hasil pengukuran kadar gula darah dan kadar kolesterol total kepada 10 responden yang termasuk dalam kelompok perlakuan dengan jumlah 20 pertanyaan, dilakukan dalam bahasa yang sederhana dan mudah dipahami responden. Peneliti menggunakan tape recorder
sama dengan kelompok peneliti sebelumnya agar memudahkan peneliti untuk mendengarkan kembali hasil wawancara dengan responden.
7. Pengukuran parameter a. Berat badan dan tinggi badan
Pengukuran berat badan dilakukan dengan cara responden berdiri tegak diatas timbangan tanpa menggunakan alas kaki dan tidak menyentuh benda yang berada disekitarnya, timbangan yang digunakan menggunakan timbangan injak merk Camry®. Alat pengukur tinggi badan dipasang pada tembok yang rata, responden berdiri tegak di bawah alat pengukur tinggi badan membelakangi tembok tanpa mengenakan alas kaki dan atau penutup kepala yang dapat mempengaruhi pengukuran.
b. Lingkar pinggang dan lingkar pinggul
Pengukuran lingkar pinggang menggunakan meteran merk Butterfly® dilakukan dengan mengukur keliling perut melalui pertengahan krista iliaka dengan tulang iga terbawah (Gotera, Aryana, Suastika, Santoso, dan Kuswardhani, 2006). Responden dianjurkan untuk menarik nafas seperti biasa, tidak diperbolehkan menahan nafas atau menarik otot perut pada saat pengukuran dan meteran tidak perlu ditarik kuat-kuat atau jangan menekan jaringan lunak (Ridjab, Ridwan, Judio, dan Hermansjah, 2006). Lingkar pinggul diukur pada diameter terbesar dari bokong (Anonim, 2003). Pada saat pengukuran, responden tetap mengenakan pakaian (kaos/hem, celana panjang kain/jeans/rok, ikat pinggang) sesuai dengan pakaian yang dikenakan responden, namun diusahakan untuk meminimalkan pengaruh pakaian terhadap pengukuran.
8. Pengolahan data
Dilakukan dengan cara dikategorisasi variabel yang meliputi pengetahuan, sikap dan tindakan dari setiap item pada kuesioner dan dijumlahkan. Setelah itu dilakukan interpretasi.