• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODELOGI PENELITIAN

3.4 Tata Cara Penelitian

3.4.1 Alur Pelaksanaan Penelitian

Alur penelitian alur mengikuti alur penelitian seperti diagram alir yang tersedia pada Gambar 3.15

3.4.2 Pembuatan Mesin Pengering Kaos Kaki

Langkah-langkah yang dilakukan dalam pembuatan mesin pengering kaos kaki yaitu seperti pada Gambar 3.16 :

a. Merancang bentuk dan model pengering kaos kaki.

b. Membuat rangka mesin pengering dan lemari pengering dari besi hollow. c. Memasang papan kayu (triplek) sebagai alas komponen siklus kompresi uap,

seperti : kompresor, evaporator, kondensor, dan kipas.

d. Pemasangan tampungan air dari evaporator dan pemasangan kipas.

e. Pemasangan komponen siklus kompresi uap yang terdiri dari evaporator, kondensor, filter, dan kompresor.

Gambar 3.16 Pemasangan komponen.

f. Pemasangan pipa kapiler, pipa-pipa tembaga, dan pengelasan sambungan antar pipa.

g. Pemasangan pressure gauge. h. Pemasangan pintu.

i. Pemasangan komponen kelistrikan dan perkabelan mesin pengering. j. Pembuatan lemari pengering kaos kaki.

k. Pemasangan kipas exhaust.

3.4.3 Proses Pengisian Refrigeran R134a

Sebelum pengisian refrigeran diperlukan beberapa proses yaitu proses pemetilan dan pemvakuman agar mesin pengering dapat digunakan.

3.4.3.1 Proses Pemetilan

Pemberian metil pada pipa kapiler yang telah dipasang dengan cara yaitu : a. Mengidupkan kompresor dan tutup pentil tersebut.

b. Menuangkan metil kira-kira 1 tutup botol.

c. Meletakkan 1 tutup botol metil tersebut pada ujung pipa kapiler, kemudian dihisap oleh pipa kapiler tersebut sampai habis.

d. Matikan kompresor dan mengelas ujung pipa kapiler pada lubang keluar filter. 3.4.3.2 Proses Pemvakuman

Merupakan proses menghilangkan uap air, udara, dan kotoran yang terjebak dalam siklus mesin pengering. Berikut adalah langkah-langkah pemvakuman mesin pengering:

a. Mempersiapkan pressure gauge serta selang berwarna biru (low pressure) yang dipasang pada pentil yang sudah dipasang pada dopnya dan selang berwarna merah (high pressure), yang dipasang pada tabung refrigeran.

b. Pada saat pemvakuman, kran manifold diposisikan terbuka dan kran refrigeran diposisikan tertutup.

c. Menghidupkan kompresor, maka secara otomatis udara yang terjebak pada siklus akan keluar melalui potongan pipa kapiler yang telah dilas dengan lubang keluar filter.

d. Memastikan udara yang terjebak dalam siklus sudah habis. Untuk memastikan udara yang terjebak telah habis dengan cara menyalakan korek api dan ditaruh di depan ujung potongan pipa kapiler.

e. Mengecek jarum pressure gauge akan menunjukkan angka 20 psi.

f. Mengecek kebocoran pada sambungan-sambungan pipa dan dan katup dangan busa sabun. Jika terdapat gelembung-gelembung udara maka sambungan tersebut masih mengalami kebocoran.

g. Setelah dipastikan tidak terjadi kebocoran, langkah selanjutnya mengelas ujung potongan pipa kapiler tersebut.

3.4.3.3 Proses Pengisian Refrigeran R134a

Langkah-lagkah pengisian refrigeran pada mesin pengering :

a. Pasang salah satu selang pressure gauge berwarna biru pada katup pengisian (katup tengah) pressure gauge seperti Gambar 3.17, kemudian ujung selang pressure gauge satunya pada katup refrigeran R134a.

Gambar 3.17 Katup pengisian refrigeran.

b. Hidupkan kompresor dan buka keran pada katup tabung refrigeran secara perlahan-lahan. Setelah tekanan pada high pressure gauge mencapai tekanan yang diinginkan, tutup keran pada katup tabung refrigeran.

c. Setelah refrigeran terisi kedalam siklus mesin, lepaskan selang pressure gauge. Cek lubang katup, sambungan pipa-pipa dengan busa sabun untuk mengetahui terjadinya kebocoran.

3.4.4 Skematik Pengambilan Data

Untuk mempermudah pemahaman tentang kerja mesin pengering kaos kaki dan sistem kerjanya ditampilkan dalam skematik mesin pengering kaos kaki yang diteliti tersaji pada Gambar 3.18 :

Gambar 3.18 Skematik pengambilan data. Keterangan pada Gambar 3.18 skematik mesin pengering kaos kaki : a. Termokopel (Tin)

Termokopel berfungsi sebagai pengukur suhu udara kering sebelum masuk mesin pengering.

b. Termokopel (T1)

Termokopel berfungsi sebagai pengukur suhu udara kering setelah melewati evaporator.

c. Termokopel (T2)

Termokopel berfungsi sebagai pengukur suhu udara kering setelah melewati kompresor.

d. Termokopel (T3)

Termokopel berfungsi sebagai pengukur suhu udara kering setelah melewati kondensor.

e. Termokopel (T4)

Termokopel berfungsi sebagai pengukur suhu udara kering yang masuk kedalam lemari pengering.

f. Termokopel (T5)

Termokopel berfungsi sebagai pengukur suhu udara kering yang keluar lemari pengering

g. Anemometer (v)

Anemometer berfungsi mengukur kecepatan aliran udara pada sambungan antara mesin pengering dan lemari pengering pakaian.

3.4.4.1 Cara Pengambilan Data

Langkah langkah pengambilan data, dilakukan dengan cara sebagai berikut :

a. Penelitian dilakukan ditempat terbuka dan pada musim kemarau. Perubahan suhu sekitar dan kelembaban dala penelitian ini diabaikan, karena suhu sekitar dan kelembabannya selalu berubah-ubah sesuai cuaca.

b. Memastikan bahwa termokopel dan timbangan digital yang digunakan sudah dikalibrasi.

c. Memastikan bahwa kipas bekerja.Serta pastikan saluran pembuangan air tidak tersumbat.

d. Meletakan alat bantu penelitian pada tempat yang sudah ditentukan. e. Menyalakan mesin pengering kaos kaki, kipas 1, dan kipas 2.

f. Mencatat massa kosong ( rangka dan hanger). Selanjutnya timbang dan catat massa kaos kaki kering (MKK)

g. Menutup semua pintu lemari pengering dan tunggu sampai 30 menit guna mesin mencapai suhu kerja yang konstan.

h. Membasahi dan peras kaos kaki sampai air tidak menetes kembali. Kemudian menimbang dan catat massa kaos kaki basah (MKB).

i. Mengecek tekanan P1 dan P2, kemudian tutup semua pintu. j. Data yang perlu dicatat per 15 menit, antara lain :

MKBt : Massa kaos kaki basah saat t, (kg).

Tin : Suhu udara kering sebelum masuk mesin pengering, (˚C).

T1 : Suhu udara kering setelah melewati evaporator, (˚C).

T2 : Suhu udara kering setelah melewati kompresor, (˚C).

T3 : Suhu udara kering setelah melewati kondensor, (˚C). T4 : Suhu udara kering didalam lemari pengering, (˚C).

v : Kecepatan aliran udara, (m/s).

P1 : Tekanan refrigeran yang masuk kompresor, (Psig). P2 : Tekanan refrigeran yang keluar kompresor, (Psig).

k. Hasil data yang diperoleh kemudian dijumlahkan hasil kalibrasi alat bantu dan jumlah massa kaos kaki dikurangi massa hanger.

Tabel 3.1 Tabel yang dipergunakan untuk pengisian data Waktu t Massa kaos kaki kering awal Massa kaos kaki basah saat t=0 (mt) Massa kaos kaki basah saat –t (mt + Δt) Perbedaan Massa Δm = mt - (mt + Δt) Kondisi udara Luar Tdb Twb menit kg Kg kg kg ˚C ˚C 15

Dokumen terkait