BAB III. METODOLOGI PENELITIAN
G. Tata Cara Penelitian
Tahap perijinan dilakukan untuk mendapatkan ijin melakukan penelitian
pada populasi penelitian yaitu mahasiswi Fakultas Farmasi USD Yogyakarta.
Proses perijinan dimulai dengan memasukkan permohonan ijin dan proposal
penelitian kepada Kepala Program studi Fakultas Farmasi dengan tembusan
Dekan Fakultas Farmasi USD. Sampel yang digunakan adalah mahasiswi.
2. Penelusuran data populasi
Penelusuran data populasi dilakukan melalui sekretariat Fakultas
Farmasi. Melalui bagian ini ditelusuri data mengenai populasi penelitian yang
meliputi daftar dan jumlah mahasiswi Fakultas Farmasi USD angkatan
2009-2011.
3. Pembuatan kuesioner
Proses pembuatan kuesioner terdiri dari 3 tahap :
a. Pembuatan kuesioner. Kuesioner terdiri dari 2 bagian, bagian pertama
memuat mengenai karakteristik demografi responden meliputi nama,
umur, alamat rumah, nama universitas, status pernikahan, bidang
pekerjaan orang tua, uang saku per bulan, nomor yang dapat dihubungi,
latar belakang informasi tentang kanker payudara dan SADARI. Bagian
kedua mengukur pengetahuan dan sikap responden yang berhubungan
merupakan pernyataan tertutup yang disusun berdasarkan skala Likert.
Untuk memudahkan responden menjawab diberikan 4 pilihan jawaban,
yaitu sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS), dan sangat tidak
setuju (STS). Dalam pemberian skor item favourable diberi nilai SS= 4, S= 3, TS=2, STS= 1 Sebaliknya, untuk item unfavourable SS= 4, S= 3, TS=2, STS= 1 (Azwar, 2003). Pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner
dibuat berdasarkan acuan kuesioner NCI (2007) dan Henderson (2009).
Tabel III. Panduan kuesioner kanker payudara NCI 2007 dan Henderson 2009
NO PERNYATAAN
1. Pengukuran aspek pengetahuan
a. Definisi kanker payudara b. Penyebab kanker payudara c. Tanda dan gejala kanker payudara
d. Cara deteksi dini dan perawatan kanker payudara e. Faktor risiko kanker payudara
f. Manfaat deteksi dini kanker payudara g. Rekomendasi jadwal melakukan SADARI h. Usia yang tepat untuk mulai melakukan SADARI i. Cara melakukan SADARI
j. Kelebihan dan kekurangan SADARI
2. Pengukuran aspek sikap
a. Pendapat tentang faktor risiko kanker payudara b. Upaya pencegahan kanker payudara
c. Pendapat tentang SADARI
d. Pendapat tentang peran tenaga kesehatan saat melakukan SADARI
e. pendapat tentang pentingnya SADARI
f. pendapat tentang tindak lanjut melakukan SADARI
Kuesioner dibuat dalam bahasa indonesia yang baik dan benar serta
sederhana sehingga mudah dipahami dan tidak terjadi perbedaan penafsiran yang
Pernyataan meliputi kedua aspek (pengetahuan dan sikap) tersebut
ditunjukkan oleh tabel:
Tabel IV. Butir Aspek Pengetahuan dan Sikap Kuesioner Aspek Favourable Unfavourable Pengetahuan 1, 3, 8, 9, 11 2, 4, 5, 6, 7, 10, 12
Sikap 14, 15, 17, 22, 23, 26 13, 16, 18, 19, 20, 21, 24, 25
b. Uji Validitas. Uji validitas kuesioner dilakukan kepada
mahasiswi Fakultas Farmasi USD Yogyakarta angkatan 2008 yang tidak
menjadi bagian dari kelompok perlakuan maupun kontrol. Uji ini
dilakukan agar kuesioner yang diberikan pada responden memang benar
dapat mengukur pengetahuan dan sikap terhadap Kanker payudara dan
deteksi dini (Purwanto, 2010). Uji validitas pertama menggunakan 40
pernyataan. Hasil kemudian diuji secara statistik menggunakan program
komputer dan dilihat nilai Pearson product moment. Tingkat kepercayaan adalah 95% dengan df 18 dan nilai yang diharapkan di atas 0,444. Uji validitas dilakukan pada 20 responden angkatan 2008 Fakultas
Farmasi Universitas Sanata Dharma. Dari 40 pernyataan didapat yang
memenuhi persyaratan validitas adalah 18 butir pernyataan. Beberapa
poin penting dalam pengetahuan dan sikap yang belum terwakili oleh
pernyataan kemudian dilakukan penyesuaian (adjustment) oleh ahli dan ditambahkan dari kuesioner penelitian sebelumnya yang sudah divalidasi.
Penelitian yang diambil pernyataannya adalah penelitian Chandra (2009).
c. Uji Reliabilitas. Hopkin dan Antes dalam Purwanto (2010)
diperoleh dari pencatatan berulang. Uji Reliabilitas menggunakan teknik
belah dua dimana 40 pertanyaan yang telah disusun dibelah menjadi dua.
Kuesioner diberikan kepada 20 responden dan dihitung validitas
masing-masing pertanyaannya. Pernyataan yang valid dihitung sedangkan
pertanyaan yang tidak valid dibuang. Pernyataan dinyatakan reliabel jika
nilai Alpha Cronbach’s lebih dari 0,60 (Nugroho, 2005). Hasil yang diperoleh dari pengujian koefisien reliabilitas 0,876 jadi kuesioner
dinyatakan reliabel.
4. Pelaksanaan intervensi
a. Publikasi kegiatan. Publikasi kegiatan dilakukan dengan cara mengirim
undangan kepada mahasiswi yang bersangkutan dan mahasiswi yang
akan ikut mengisi formulir.
b. Pelaksanaan intervensi dengan film. Intervensi dilakukan kepada
kelompok film. Pelaksanaan dimulai dengan pembagian pretest,
dilanjutkan dengan intervensi yaitu pemutaran film oleh peneliti
dilanjutkan dengan tanya jawab singkat tentang materi. Setelah itu
dilakukan post-test kepada responden untuk mengukur pengetahuan dan
sikap setelah intervensi.
c. Pelaksanaan intervensi dengan leaflet. Intervensi dilakukan kepada
kelompok leaflet. Pelaksanaan dimulai dengan pembagian pretest,
dilanjutkan intervensi dengan pemberian leaflet dan penjelasan singkat
mengenai poin-poin yang terdapat dalam leaflet. Setelah itu dilakukan
d. Pelaksanaan kontrol. Pada kelompok kontrol, tidak ada pemberian
intervensi tetapi hanya dilakukan dengan memberikan kuesioner yang
digunakan untuk pretest sekaligus post-test pertama kepada kelompok
kontrol.
e. Post-test satu bulan setelah intervensi. Post-test kedua diberikan satu
bulan setelah intervensi pada masing-masing kelompok baik responden
yang mendapat intervensi film, intervensi leaflet maupun kelompok
kontrol. Post test ini dilakukan untuk melihat peningkatan pengetahuan dan sikap satu bulan setelah pemberian intervensi. Jika menunjukkan
hasil yang tetap bagus seperti setelah perlakuan maka pengetahuan dan
sikap yang diberikan akan berlanjut pada tingkat perilaku. Penelitian
yang pernah dilakukan sebelumnya menggunakan waktu satu bulan jadi
penelitian ini juga digunakan post test kedua sehingga bisa dibandingkan hasilnya. Pemberian post test dilakukan dengan mendatangi masing-masing responden dan memberikan kuesioner untuk diisi.
f. Pengambilan data. Pretest pada kelompok intervensi dilakukan sebelum
responden menerima intervensi baik berupa film maupun leaflet,
kemudian setelah intervensi responden mengisi posttest. Untuk kelompok
kontrol pengisian post test dilakukan dengan mendatangi ke kelas masing-masing. Post test satu bulan setelah intervensi dilakukan untuk melihat peningkatan pengetahuan dan sikap setelah satu bulan intervensi.
Post test satu bulan intervensi dilakukan dengan mendatangi responden ke kelas masing-masing.