• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN

E. Tata Cara Penelitian

1. Ekstraksi

Satu kilogram buah tomat segar dicuci dengan air mengalir kemudian

diblender hingga halus. Buah tomat yang telah diblender kemudian

dimasukkan ke dalam 4 buah Erlenmeyer 500 mL masing-masing 250 gram.

Dilakukan penambahan 250 mL pelarut etil asetat ke dalam masing-masing

Erlenmeyer. Kemudian tabung Erlenmeyer dilapisi dengan alumunium foil

untuk mencegah terjadinya reaksi oksidasi likopen karena pengaruh cahaya.

Setelah itu, dilakukan maserasi dengan cara pendiaman selama 7 hari dan

dilakukan penggojogan berkala setiap harinya.

Maserat dikeluarkan dari tabung Erlenmeyer, lalu ekstrak cair

dipisahkan dari ampas dengan menggunakan saringan. Ekstrak cair yang

diperoleh kemudian dimasukkan ke dalam corong pisah untuk memisahkan

antara fase etil asetat dan fase air. Fase etil asetat diambil, kemudian etil asetat

yang terkandung dalam ekstrak diuapkan dengan menggunakan vaccum

rotary evaporator pada tekanan rendah dan suhu 40-60oC hingga tidak ada

pelarut yang menetes lagi dan hingga terbentuk ekstrak kental (Narendran

dkk., 2013).

Ekstrak kental yang diperoleh kemudian dicampurkan dengan talkum

(ekstrak kental : talkum = 1 : 5) lalu diaduk hingga homogen. Kemudian

ekstrak kering yang didapat disimpan pada tempat yang terlindung dari cahaya

2. Uji Kualitatif Antioksidan

Ekstrak kental tomat diteteskan pada bagian tengah kertas Whattmann.

Kemudian diteteskan pula larutan DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) 0,2%

pada seluruh bagian dari kertas Whattmann. Ditunggu beberapa saat dan

diamati perubahan yang terjadi. Warna ungu pada bagian tengah kertas

Whattmann akan memudar menunjukkan bahwa ekstrak kental tomat memiliki

aktivitas antioksidan (Elya dkk., 2013).

3. Formula Sediaan Krim

Formula yang digunakan dalam pembuatan krim ekstrak etil asetat

tomat mengacu pada formula dalam Formularium Medicamentorium Selectum

(Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia, 1971). Komposisi dari formula dapat

dilihat pada tabel III.

Tabel III. Formula acuan (Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia, 1971)

Formula Komposisi Asam stearat 14,2 g Trietanolamin 1 g Gliserol 10 g Boraks 0,25 g Nipagin 0,1 g Nipasol 0,05 g Aquadest ad 100 mL

Formula modifikasi berdasarkan hasil orientasi untuk formula krim

100 gram dapat dilihat pada tabel IV.

Tabel IV. Formula modifikasi

Formula Komposisi

Asam Stearat 20 gram Trietanolamin 1,35 gram PEG 6000 2 - 6 gram Texapon® N70 1 – 2,5 gram Metil Paraben 0,2 gram Propilen Glikol 5 gram Aquadest 60 mL Ekstrak kering tomat 6 gram

Formula seperti pada tabel IV dibuat krim ekstrak etil asetat tomat

dengan surfaktan Texapon® N70 dan basis PEG 6000. Level rendah Texapon®

N70 adalah 1 gram dan level tinggi Texapon® N70 adalah 2,5 gram.

Sedangkan level rendah PEG 6000 adalah 2 gram dan level tinggi PEG 6000

adalah 6 gram. Penggunaan level rendah dan level tinggi tersebut berdasarkan

Tabel V. Rancangan formula desain faktorial Formula 1 (g) a (g) b (g) ab (g)

Ekstrak Etil Asetat Tomat 6 6 6 6 Asam Stearat 20 20 20 20 Trietanolamin 1,35 1,35 1,35 1,35 PEG 6000 2 2 6 6 Texapon® N70 1 2,5 1 2,5 Metil Paraben 0,2 0,2 0,2 0,2 Propilen Glikol 5 5 5 5 Aquadest 60 60 60 60 Total 95,55 97,05 99,55 101,05

4. Pembuatan Krim Ekstrak Etil Asetat Tomat

Asam stearat dilelehkan diatas waterbath pada suhu 70°C. PEG 6000

juga dilelehkan diatas waterbath pada suhu 70°C. Setelah PEG 6000 meleleh

lalu dimasukkan Texapon® N70, trietanolamin, propilen glikol, dan metil

paraben. Kemudian fase minyak (asam stearat) dan fase air (campuran PEG

6000, Texapon® N70, trietanolamin, propilen glikol, dan metil paraben)

dituang ke dalam mortar hangat lalu diaduk dengan menggunakan mixer

dengan kecepatan konstan, lalu ditambahkan ekstrak etil asetat tomat dan

aquadest, lalu aduk hingga homogen dan terbentuk masa krim (Young, 1972).

Setelah terbentuk basis krim yang homogen kemudian ditunggu hingga dingin.

5. Orientasi Formula Krim Ekstrak Etil Asetat Tomat

Beberapa macam krim dibuat dengan membuat variasi pada jumlah

Texapon® N70 berturut-turut 0,5 gram, 1 gram, 1,5 gram, 2 gram, dan 2,5

gram. Masing-masing krim kemudian dilihat respon viskositas dan ukuran

droplet setelah 48 jam. Irisan dari jumlah terkecil dan terbesar Texapon® N70

dari kedua respon yang masih memberikan perubahan yang linear akan

menjadi level rendah dan level tinggi pada penelitian ini.

Beberapa macam krim dibuat dengan membuat variasi pada jumlah

PEG 6000 berturut-turut 2 gram, 4 gram, 6 gram, 8 gram, dan 10 gram.

Masing-masing krim kemudian dilihat respon viskositas dan ukuran droplet

setalah 48 jam. Irisan dari jumlah terkecil dan terbesar PEG 6000 dari kedua

respon yang masih memberikan perubahan yang linear akan menjadi level

rendah dan level tinggi pada penelitian ini.

6. Evaluasi Formula Krim Etil Asetat Tomat

a. Pengujian organoleptis

Uji organoleptis dilakukan dengan mengamati bau, warna, dan

homogenitas sediaan krim pada 48 jam setelah pembuatan.

b. Pengujian tipe emulsi dengan metode pewarnaan

Sejumlah krim dioleskan pada gelas objek lalu ditambahkan satu

tetes methylene blue. Selanjutnya dilakukan pengamatan secara

bertipe M/A atau A/M. Jika menunjukkan warna seragam berarti tipe

emulsi M/A, karena air adalah fase luar.

c. Pengujian pH

Sejumlah krim dioleskan pada kertas pH universal dan kemudian

ditentukan pH dari sediaan krim tersebut.

d. Pengujian daya sebar

Uji daya sebar dilakukan setelah 48 jam pembuatan sediaan krim.

Uji dilakukan dengan cara menimbang krim seberat 1 gram, diletakkan di

tengah horizontal plate. Diatas krim diletakkan horizontal plate dan

pemberat sehingga total berat horizontal plate dan pemberat menjadi

125,0 gram, didiamkan selama 1 menit, kemudian diukur dan dicatat

diameter penyebaran krim.

e. Pengujian viskositas

Uji viskositas dilakukan 5 kali yaitu setelah 48 jam pembuatan

krim, pada penyimpanan krim 1 minggu, 2 minggu, 3 minggu, dan 1

bulan. Pengukuran viskositas dilakukan dengan menggunakan alat

Viscotester seri VT 04 (RION-JAPAN) dengan cara memasukkan krim ke

dalam wadah dan pasang pada portabel viscotester. Viskositas krim

diketahui dengan mengamati gerakan jarum penunjuk viskositas.

f. Pengujian mikromeritik (ukuran droplet)

Uji mikromeritik dilakukan 5 kali yaitu setelah 48 jam pembuatan

krim, pada penyimpanan krim 1 minggu, 2 minngu, 3 minggu, dan 1

lensa mikroskop. Cara pengujian mikromeritik yaitu sejumlah krim

dioleskan pada gelas objek kemudian diletakkan di meja benda pada

mikroskop. Diamati ukuran droplet yang terdispersi pada krim. Untuk

menentukan objek digunakan pembesar lemah kemudian diganti pembesar

kuat. Diameter droplet diukur sebanyak 500 droplet (Martin dkk., 1993).

Pengukuran ini dilakukan dengan metode mean.

g. Uji Iritasi Primer dengan Metode HET CAM

Telur ayam kampung yang digunakan adalah telur yang telah

tumbuh menjadi embrio (setelah dierami selama 8-12 hari). Kemudian

buka cangkang telur pada bagian yang memiliki rongga udara. Kontrol

positif (NaOH 0,1 N) dan kontrol negatif (NaCl 0,9%) diambil

menggunakan spuit sebanyak 0,3 mL kemudian disuntikkan pada daerah

pada membran yang dekat dengan pembuluh darah, kemudian amati

perubahan yang terjdi pada pembuluh darah. Sedangkan untuk formula

krim yang akan diuji diambil sebanyak 0,3 gram kemudian diletakkan

pada pada daerah pada membrane yang dekat dengan pembuluh darah,

kemudian amati perubahan pada pembuluh darah.

Pengamatan reaksi CAM (chorioallantoic membrane) dilakukan

selama 300 detik. Waktu timbulnya gejala diamati dan dicatat.

Gejala-gejala yang diamati adalah hemoragi (pendarahan), vascular lysis

(disintegrasi pembuluh darah), dan koagulasi (denaturasi protein ekstra

vaskular dan intra vaskular). Kemudian hasil yang diperoleh dimasukkan

I S= 301

300 5 + 301

300 7 + 301

300 9

Hemorage time yaitu dimulai dalam detik reaksi hemoragi atau

terjadi pendarahan pada CAM. Lysis time yaitu dimulai dalam detik lisis

pembuluh darah hingga pembuluh darah hilang pada CAM. Coagulation

time yaitu dimulai dalam detik pembentukan koagulan pada CAM

(Rudianto, 2010).

7. Validasi Formula Krim Ekstrak Etil Asetat Tomat

Validasi formula dilakukan dengan cara menentuakan daerah optimum

hasil optimasi, kemudian berdasarkan superimposed contour plot maka

diambil 1 titik untuk membuat formula validasi yaitu pada Texapon® N70 1,5

gram dan PEG 6000 5,5 gram. Setelah itu dibuat formula dengan komposisi

surfaktan dan basis yang telah ditentukan untuk dijadikan sebagai formula

validasi. Kemudian formula yang dibuat dilakukan replikasi 3 kali. Krim yang

telah terbentuk kemudian dilakukan pengujian viskositas dan ukuran droplet

pada 48 jam setelah pembuatan.

Dokumen terkait