• Tidak ada hasil yang ditemukan

TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK (GOOD CORPORATE GOVERNANCE (“GCG”))

Dalam dokumen PENJAMIN PELAKSANA EMISI EFEK (Halaman 61-65)

Struktur kepemilikan Perseroan sebelum penawaran umum, adalah sebagai berikut:

D. PENGURUS DAN PENGAWASAN PERSEROAN

3. TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK (GOOD CORPORATE GOVERNANCE (“GCG”))

No. Nama Jabatan Sifat Hubungan Kekeluargaan

1. Freddy Santoso Komisaris Utama Merupakan ayah kandung dari Anton

Santoso

2. Anton Santoso Direktur Utama Merupakan suami dari Anita Marta, dan ayah kandung dari Nicholas Santoso

3. Anita Marta Komisaris Merupakan Istri dari Anton Santoso, dan

Ibu kandung dari Nicholas Santoso

4. Nicholas Santoso Direktur Merupakan anak kandung dari Anton

Santoso dan Anita Marta

3. TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK (GOOD CORPORATE GOVERNANCE (“GCG”))

Perseroan berkomitmen untuk melaksanakan nilai-nilai Good Corporate Governance (“GCG”) hal ini sejalan dengan perubahan status Perseroan menjadi perusahaan terbuka, dan Perseroan dalam menjalankan kegiatan usahanya dengan berpedoman pada anggaran dasar serta ketentuan dan peraturan yang berlaku khususnya di bidang Pasar Modal.

Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan menerapkan tata kelola perusahaan yang baik

(Good Corporate Governance “GCG”). GCG dijadikan oleh Perseroan sebagai pedoman dalam

mengambil keputusan agar tujuan Perseroan dapat tercapai, serta menjamin penggunaan sumberdaya se-efisien mungkin. Penerapan GCG pada Perseroan bertujuan untuk meningkatkan transparansi , kemandirian, akuntabilitas, pertanggungjawaban, serta kewajaran dalam memenuhi hak-hak pemegang saham sehingga Perseroan dapat menjalankan usahanya dengan berperilaku bijak dengan prinsip kehati-hatian.

Perseroan juga telah memiliki perangkat-perangkat sebagai perusahaan yang menerapkan GCG sesuai dengan ketentuan pasar modal, antara lain telah memiliki Komisaris Independen dan Direksi independen sesuai dengan POJK 33/2014, serta satu orang Sekretaris Perusahaan yang telah sesuai dengan POJK 35/2014. Perseroan juga telah membentuk Komite Audit yang akan membantu Dewan Komisaris dalam melakukan penelaahan, pelaporan dan memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai laporan keuangan Perseroan yang mencakup didalamnya keterbukaan informasi, sistem pengendalian internal dan manajemen risiko, sesuai dengan POJK 55/2015, dan telah membentuk dan menyusun piagam unit audit internal, yang telah sesuai dengan POJK 56/2016, serta telah membentuk komite nominasi dan remunerasi yang telah sesuai dengan POJK 34/2014.

Sekretaris Perusahaan

Sebagai memenuhi ketentuan POJK 35/2014 tanggal 8 Desember 2014 tentang Sekretaris Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik, Perseroan telah mengeluarkan Surat Keputusan No.003/CC/II/2018 pada tanggal 6 Februari 2018 tentang Pembentukan Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary), dimana Perseroan telah menunjuk Nicholas Santoso untuk melaksanakan fungsi Sekertaris Perusahaan (Corporate Secretary), Nicholas Santoso merupakan Direktur Perseroan dan juga menjabat sebagai Sekertaris Perusahaan pada Perseroan.

Fungsi sekretaris perusahaan melaksanakan tugas paling kurang:

a. Mengikuti perkembangan Pasar Modal khususnya peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang Pasar Modal;

b. Memberikan masukan kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atau Perusahaan Publik untuk mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal;

c. Membantu Direksi dan Dewan Komisaris dalam pelaksanaan tata kelola perusahaan yang meliputi:

1. Keterbukaan informasi kepada masyarakat, termasuk ketersediaan informasi pada Situs Web Emiten atau Perusahaan Publik; 2. Penyampaian laporan kepada Otoritas Jasa Keuangan tepat waktu; 3. Penyelenggaraan dan dokumentasi Rapat Umum Pemegang Saham; 4. Penyelenggaraan dan dokumentasi rapat Direksi dan/atau Dewan Komisaris; dan 5. Pelaksanaan program orientasi terhadap perusahaan bagi Direksi dan/atau Dewan Komisaris. d. Sebagai penghubung antara Perseroan atau Perusahaan Publik dengan pemegang saham

Perseroan atau Perusahaan Publik, Otoritas Jasa Keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya. Alamat Sekretaris Perusahaan Menara Sudirman Lt.8, Jl. Jend. Sudirman Kav.60 Jakarta 12190, Indonesia Tel. +6221 5226488, Fax. +6221 5226518 Komite Remunerasi Dan Nominasi Berdasarkan Keputusan Dewan Komisoner OJK, POJK 34/2014 Tanggal 8 Desember 2014. Perseroan membentuk Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan berdasarkan Surat Keputusan Perseroan No.004/CC/II/2018 pada tanggal 6 Februari 2018.

Dewan Komisaris menyetujui untuk menunjuk Fandy Wijaya selaku Komisaris Independen Perseroan untuk juga bertindak selaku Ketua Komite Remunerasi dan Nominasi Perseroan terhitung sejak tanggal Surat Keputusan tersebut, dengan susunan anggota sebagai berikut:

a. Freddy Santoso yang merupakan Komisaris Utama Perseroan, juga bertindak sebagai anggota Komite Remuerasi dan Nominasi pada Perseroan

b. Deslyn Natalia sebagai Anggota Riwayat pekerjaan:

• Sejak Januari 2018 sampai dengan saat ini menjabat sebagai HRD Manager.

• Sejak Januari 2018 sampai dengan saat ini, menjabat sebagai anggota komite Remunerasi dan Nominasi pada Perseroan.

Adapun tugas dan tanggung jawab dan wewenang Komite Nominasi dan Remunerasi Pedoman dan Tata Tertib Kerja Komite Remunerasi dan Nominasi adalah sebagai berikut : a. Terkait dengan fungsi Nominasi: 1) memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai: a) komposisi jabatan anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris; b) kebijakan dan kriteria yang dibutuhkan dalam proses Nominasi; dan c) kebijakan evaluasi kinerja bagi anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris; 2) membantu Dewan Komisaris melakukan penilaian kinerja anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris. berdasarkan tolok ukur yang telah disusun sebagai bahan evaluasi; 3) memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai program pengembangan

kemampuan anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris; dan 4) memberikan usulan calon yang memenuhi syarat sebagai anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan kepada RUPS. b. Terkait dengan fungsi Remunerasi: 1) memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai: a) struktur Remunerasi; b) kebijakan atas Remunerasi; dan c) besaran atas Remunerasi; 2) membantu Dewan Komisaris melakukan penilaian kinerja dengan kesesuaian Remunerasi yang diterima masing-masing anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris.

Komite Audit

Perseroan telah mempunyai Komite Audit sesuai dengan Keputusan Dewan Komisoner OJK, POJK 55/2015 Tanggal 23 Desember 2015 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit, serta Peraturan PT Bursa Efek Indonesia No.1-A Tentang Pencatatan Saham dan Efek bersifat Ekuitas Selain Saham Yang DIterbitkan Oleh Perusahaan Tercatat dengan Lampiran I dari Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia No. KEP-00001/BEI/01-2014 tanggal 20 Januari 2014. Berdasarkan Surat Keputusan No. 001/CC/II/2018 tanggal 6 Februari 2018, berikut adalah susunan keanggotaan Komite Audit Perseroan: - Fandy Wijaya, yang merupakan komisaris independen, bertindak sebagai Ketua Komite Audit. - Inggrid Feliciany, Anggota Komite Audit Warga Negara Indonesia, 27 Tahun, pada tahun 2015 lulus dari Universitas Tarumanagara, Jurusan Manajemen, Jakarta. Riwayat Pekerjaan: - Menjabat sebagai Finance pada Computrade Technology International pada tahun 2016 sampai dengan 2017

- Menjabat sebagai Komite Audit, pada Perseroan, sejak 1 Februari 2018 sampai dengan sekarang.

- James Leonardo Djoni, Anggota Komite Audit

Warga Negara Indonesia, 20 Tahun, pada tahun 2014 lulus dari Jakarta International Collage, Jakarta, Indonesia. Pada tahun 2016 lulus dari Australia Bachelor of Business in Banking Finance 7 Business.

Riwayat Pekerjaan:

- Menjabat sebagai PR & Marketing Assistant pada Altitude Group – Akira Back Jakarta ppada tahun 2017 - Menjabat sebagai komite audit perseroan sejak 1 Februari 2018 Tugas dan Tanggung Jawab Komite Audit: Adapun tugas dan tanggung jawab Komite Audit sesuai dengan Piagam Komite Audit adalah sebagai berikut :

a. Melakukan penelaahan atas informasi keuangan yang akan dikeluarkan Perseroan kepada publik dan/atau pihak otoritas antara lain laporan keuangan, proyeksi, dan laporan lainnya terkait dengan informasi keuangan Perseroan; b. Melakukan penelaahan atas ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan kegiatan Perseroan; c. Memberikan pendapat independen dalam hal terjadi perbedaan pendapat antara manajemen dan Akuntan atas jasa yang diberikannya;

d. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai penunjukan Akuntan yang didasarkan pada independensi, ruang lingkup penugasan, dan fee;

e. Melakukan penelaahan atas pelaksanaan pemeriksaan oleh auditor internal dan mengawasi pelaksanaan tindak lanjut oleh Direksi atas temuan auditor internal;

f. melakukan penelaahan terhadap aktivitas pelaksanaan manajemen risiko yang dilakukan oleh Direksi, jika Perseroan tidak memiliki fungsi pemantau risiko di bawah Dewan Komisaris;

g. Menelaah pengaduan yang berkaitan dengan proses akuntansi dan pelaporan keuangan Perseroan; h. Menelaah dan memberikan saran kepada Dewan Komisaris terkait dengan adanya potensi

benturan kepentingan; dan

i. Menjaga kerahasiaan dokumen, data dan informasi Perseroan.

Unit Audit Internal

Sesuai dengan Keputusan Dewan Komisoner OJK, POJK 56/2015 Tanggal 23 Desember 2015 tentang Pembentukan Dan Pedoman Penyusunan Piagam Audit Internal, Perseroan telah membentuk Unit Audit Internal berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 002/CC/II/2018 tanggal 6 Februari 2018, Adapun anggotanya adalah sebagai berikut:

- Sri Gustina Hasibuan, Kepala Unit Audit Internal. Warga Negara Indonesia, 23 tahun, lulus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia. Riwayat singkat pekerjaan : • Menjabat sebagai Accountant pada PT Colcorindo Raya, tahun 2015 - 2016 • Menjabat sebagai Komite Audit pada PT Protech Mitra Perkasa Tbk, tahun 2016 - Sekarang • Menjabat sebagai Audit Internal pada Perseroan sejak 1 Februari 2018 - sekarang Tugas dan Tanggung Jawab Unit Audit Internal :

Adapun tugas dan tanggung jawab unit audit internal sesuai dengan Piagam Audit Internal adalah sebagai berikut :

1. Menyusun dan melaksanakan program kerja audit internal tahunan;

2. Menguji dan mengevaluasi pelaksanaan pengendalian internal dan sistem manajemen resiko seuai dengan kebijakan Perusahaan;

3. Melakukan pemeriksaan dan penilaian atas efisiensi dan efektifitas di bidang keuangan, proyek, pemasaran, akuntansi, operasional dan sumber daya manusia, pemasaran, teknologi informasi dan kegiatan lainnya;

4. Memberikan saran perbaikan dan informasi yang objektif tentang kegiatan yang diperiksa pada semua tingkat manajemen;

5. Membuat laporan hasil audit dan menyampaikan laporan tersebut kepada Direktur Utama dan Dewan Komisaris;

6. Memantau, menganalisis, serta melaporkan pelaksanaan tindak lanjut perbaikan yang telah disarankan;

7. Bekerjasama dengan Komite Audit;

8. Menyusun program untuk mengevaluasi mutu kegiatan audit internal yang dilakukannya; 9. Melakukan pemeriksaan khusus apabila diperlukan.

Perseroan telah menguraikan sistem pengendalian internal yang diterapkan oleh Emiten dan uraian mengenai pelaksanaan pengawasan internal

Saat ini sistem pengendalian internal yang diterapkan Perseroan, masih dalam sebatas kebijakan manajemen Perseroan antara lain: - Efektifitas dan efisiensi operasional - Reliabilitas pelaporan keuangan - Kepatuhan atas hukum dan peraturan yang berlaku Uraian pelaksanaan pengawasan internal dilakukan oleh unit audit internal yang disebut dalam tugas dan tanggung jawab unit audit internal. Struktur Organisasi Perseroan

Dalam dokumen PENJAMIN PELAKSANA EMISI EFEK (Halaman 61-65)

Dokumen terkait