• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tata Cara Lelang Benda Jaminan

BAB 3 KETENTUAN EKSEKUSI DAN LELANG JAMINAN

3.9 Tata Cara Lelang Benda Jaminan

Ada 4 (empat) tahap dalam tata cara lelang benda jaminan, yaitu pertama, persiapan lelang ; kedua, pelaksanaan lelang; ketiga, risalah lelang; dan keempat, administrasi dan pelaporan

1. Persiapan Lelang

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam Persiapan Lelang.

a. Permohonan lelang

Permohonan lelang ini diajukan oleh penjual atau Pemilik Barang kepada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) atau melalui Balai Lelang setempat. Permohonan ini diajukan secara tertulis oleh penjual untuk dimintakan jadwal pelaksanaan lelang disertai dokumen-dokumen persyaratan lelang kepada Kepala KPKNL atau Pejabat Lelang Kelas II. 246 Di sini Kepala KPKNL atau Pejabat Lelang Kelas II tidak boleh menolak permohonan lelang yang diajukan kepadanya sepanjang dokumen persyaratan lelang sudah lengkap dan telah memenuhi legalitas formal subyek dan obyek lelang. 247

b. Penjual / Pemilik Barang

Penjual / Pemilik Barang bertanggung jawab terhadap : 1) Keabsahan kepemilikan barang ;

2) Keabsahan dokumen persyaratan lelang ;

3) Penyerahan barang bergerak dan atau barang tidak bergerak ; 4) Dokumen kepemilikan kepada Pembeli ;

5) Gugatan perdata ataupun tuntutan pidana yang timbul akibat tidak dipenuhinya peraturan perundang-undangan di bidang lelang ;

6) Tuntutan ganti rugi terhadap kerugian yang timbul karena ketidakabsahan barang dan dokumen persyaratan lelang ;

246 Republik Indonesia, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 93/PMK 06/2010, op. cit, pasal 10 ayat 1 juncto pasal 11 ayat 1

247 Ibid, pasal 12

7) Penjual / Pemilik Barang harus menguasai fisik barang bergerak yang akan dilelang, kecuali barang tak berwujud termasuk tetapi tidak terbatas pada saham tanpa warkat, hak, tagih, hak cipta, merek atau hak paten ; 8) Untuk barang tak berwujud, Penjual / Pemilik Barang harus menyebutkan

jenis barang yang dilelang dalam surat permohonan lelang. 248

c. Tempat Pelaksanaan Lelang

Pada dasarnya tempat pelaksanaan lelang harus dilakukan dalam wilayah kerja Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) atau wilayah jabatan Pejabat Lelang Kelas II tempat barang berada.249 Namun tidak menutup kemungkinan bahwa pelaksanaan lelang dapat dilakukan di luar wilayah Kantor Lelang setelah mendapat persetujuan tertulis dari pejabat yang berwenang. Pejabat yang berwenang itu tediri dari pertama, Direktur Jendral atas nama Menteri untuk barang yang berada di luar wilayah Republik Indonesia. Kedua, Direktur Lelang atas nama Direktur Jendral untuk barang yang berada dalam wilayah antar Kantor Wilayah. Ketiga, Kepala Kantor Wilayah setempat untuk barang yang berada dalam wilayah Kantor Wilayah setempat.250 Persetujuan berlaku untuk jangka waktu 6 (enam) bulan sejak tanggal persetujuan dan dilampirkan pada Surat Permohonan Lelang. 251

d. Waktu Pelaksanaan Lelang

Waktu pelaksanaan lelang ditetapkan oleh Kepala KPKNL atau Pejabat Lelang kelas II. Waktu pelaksanaan lelang dilakukan pada jam dan hari kerja KPKNL, kecuali untuk Lelang Noneksekusi Sukarela, dapat dilaksanakan di luar jam dan hari kerja dengan persetujuan tertulis Kepala Kantor Wilayah setempat. Surat permohonan persetujuan pelaksanaan lelang di luar jam dan

248 Ibid, pasal 16

249 Ibid, pasal 19

250 Ibid, pasal 20 ayat 1 dan 2

251 Ibid, pasal 20 ayat 4

hari kerja diajukan oleh Penjual / Pemilik Barang. Surat persetujuan dilampirkan pada Surat Permohonan Lelang. 252

e. Surat Keterangan Tanah

Pelaksanaan lelang atas tanah atau bangunan wajib dilengkapi dengan Surat Keterangan Tanah dari Kantor Pertanahan setempat. Dalam hal tanah atau tanah dan bangunan akan dilelang belum terdaftar di Kantor Pertanahan setempat, Kepala KPKNL atau Pejabat Lelang Kelas II mensyaratkan kepada Penjual untuk meminta Surat Keterangan dari Lurah / Kepala Desa yang menerangkan status kepemilikan. Biaya pengurusan Surat Keterangan Tanah menjadi tanggung jawab Penjual / Pemilik Barang. 253

f. Pembatalan Sebelum Lelang

Lelang yang akan dilaksanakan hanya dapat dibatalkan dengan permintaan Penjual atau penetapan provisional atau putusan dari lembaga peradilan umum.254 Pembatalan lelang dengan putusan atau penetapan pengadilan disampaikan secara tertulis dan harus sudah diterima oleh Pejabat Lelang paling lama sebelum dimulai. Penjual dan Pejabat Lelang harus mengumumkan kepada Peserta Lelang pada saat pelaksanaan lelang.255

Untuk pembatalan lelang atas permintaan Penjual harus diperhatikan ketentuan-ketentuan sebagai berikut :

1) Penjual harus menyampaikan secara tertulis kepada Pejabat Lelang dan harus diterima oleh Pejabat Lelang paling lama 3 (tiga) hari kerja sebelum pelaksanaan lelang kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan;

252 Ibid, pasal 21

253 Ibid, pasal 22

254 Ibid, pasal 24

255 Ibid, pasal 25

2) Penjual harus mengumumkan pembatalan pelaksanaan lelang paling lama 2 (dua) hari sebelum pelaksanaan lelang, kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan ;

3) Pengumuman pembatalan pelaksanaan lelang harus diumumkan dalam surat kabar harian yang sama dalam hal Pengumuman Lelang dilakukan melalui surat kabar harian.256

Pembatalan pelaksanaan lelang dapat juga dilakukan oleh Pejabat Lelang dalam hal :

1) Surat Keterangan Tanah umtuk pelaksanaan lelang tanah atau tanah dan bangunan belum ada ;

2) Barang yang akan dilelang dalam status sita pidana, khusus Lelang Eksekusi ;

3) Terdapat gugatan atau rencana pelaksanaan Lelang Eksekusi berdasarkan Pasal 6 Undang-undang Hak Tanggungan dari pihak lain selain debitur / suami atau istri debitur / tereksekusi ;

4) Barang yang akan dilelang dalam status Sita Jaminan / Sita Eksekusi / Sita Pidana, khusus Lelang Noneksekusi ;

5) Tidak memenuhi legalitas formal subyek dan obyek lelang karena terdapat perbedaan data pada dokumen persyaratan lelang ;

6) Penjual tidak dapat memperlihatkan atau menyerahkan asli dokumen kepemilikan kepada Pejabat Lelang ;

7) Penjual tidak hadir pada saat pelaksanaan lelang, kecuali lelang yang dilakukan melalui internet ;

8) Pengumuman Lelang yang dilaksanakan Penjual tidak dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan ;

9) Keadaan memaksa / Kahar ;

256 Ibid, pasal 26

10) Nilai Limit yang dicantumkan dalam Pengumuman Lelang tidak sesuai dengan surat penetapan Nilai Limit yang dibuat oleh Penjual / Pemilik Barang ;

11) Penjual tidak menguasai secara fisik barang bergerak yang dilelang.257

Dalam hal terjadi pembatalan lelang di atas, Peserta Lelang yang telah menyetorkan Uang Jaminan Penawaran Lelang tidak berhak menuntut ganti rugi. 258

g. Uang Jaminan Penawaran Lelang

Setiap lelang disyaratkan adanya uang jaminan penawaran lelang. Penyetoran Uang Jaminan Penawaran Lelang dilakukan :

1) Melalui rekening KPKNL atau langsung ke Bendahara Penerima KPKNL atau Pejabat Lelang Kelas I untuk lelang yang diselenggarakan oleh KPKNL ;

2) Melalui rekening Balai Lelang atau langsung ke Balai Lelang untuk jenis Lelang Noneksekusi Sukarela yang diselenggarakan oleh Balai Lelang dan dilaksanakan oleh Pejabat lelang Kelas I / Pejabat Lelang Kelas II ;

3) Melalui rekening khusus atau nama jabatan Pejabat Lelang kelas II atau langsung ke Pejabat Lelang Kelas II untuk lelang yang diselenggarakan oleh Pejabat Lelang Kelas II.

Dalam setiap pelaksanaan lelang, 1 (satu) penyetoran Uang Jaminan Penawaran Lelang hanya berlaku untuk 1 (satu) barang atau paket barang yang ditawar. Besarnya Uang Jaminan Penawaran Lelang ditentukan oleh Penjual / Pemilik Barang paling sedikit 20% (dua puluh persen) dari Nilai Limit dan paling banyak sama dengan Nilai Limit.259

257 Ibid, pasal 27

258 Ibid, pasal 28

259 Ibid, pasal 32

h. Nilai Limit

Setiap pelaksanaan lelang disyaratkan adanya Nilai Limit. Penetapan Nilai Limit menjadi tanggung jawab Penjual / Pemilik Barang. Persyaratan adanya Nilai Limit dapat tidak diberlakukan pada Lelang Noneksekusi Sukarela atas barang bergerak milik orang atau badan hukum / badan usaha swasta.

Dalam menetapkan Nilai Limit, Penjual / Pemilik Barang harus berdasarkan penilaian oleh Penilai atau penaksiran oleh Penaksir / Tim Penaksir. Penilai merupakan pihak yang melakukan penilaian secara independen berdasarkan kompetensi yang dimilikinya. Sedangkan Penaksir merupakan pihak yang berasal dari instansi atau perusahaan Penjual yang melakukan penaksiran berdasarkan metode yang dapat dipertanggungjawabkan termasuk kurator untuk benda seni dan benda antik / kuno.

Nilai Limit pada Lelang Noneksekusi Sukarela atas barang bergerak milik orang, badan hukum / badan usaha swasta yang menggunakan Nilai Limit ditetapkan oleh Pemilik Barang

Nilai Limit dibuat secara tertulis dan diserahkan oleh Penjual kepada Pejabat Lelang paling lambat sebelum lelang dimulai. 260

i. Pengumuman Lelang

Penjualan secara lelang wajib didahului dengan Pengumuman Lelang yang dilakukan oleh Penjual dan harus menyerahkan bukti Pengumuman Lelang sesuai ketentuan kepada Pejabat Lelang.

Dalam Pengumuman Lelang paling sedikit memuat : 1) Identitas penjual ;

2) Hari, tanggal, waktu, dan tempat pelaksanan lelang dilaksanakan ; 3) Jenis dan jumlah barang ;

260 Ibid, pasal 35- 40

4) Lokasi, luas tanah, jenis hak atas tanah, dan ada atau tidak adanya bangunan, khusus untuk barang tidak bergerak berupa tanah dan atau bangunan ;

5) Spesifikasi barang khusus untuk barang bergerak ; 6) Waktu dan tempat melihat barang yang akan dilelang ;

7) Uang Jaminan Penawaran Lelang meliputi besaran, jangka waktu, cara dan tempat penyetoran, dalam hal dipersyaratkan adanya Uang Jaminan Penawaran Lelang ;

8) Nilai Limit, kecuali Lelang Kayu dan Hasil Hutan Lainnya dari tangan pertama dan Lelang Noneksekusi Sukarela untuk barang bergerak ;

9) Cara penawaran lelang ;

10) Jangka waktu Kewajiban Pembayaran Lelang oleh Pembeli.

Pengumuman Lelang dilaksanakan melalui surat kabar harian yang terbit di Kota / Kabupaten tempat barang berada. Dalam hal tidak ada surat kabar harian yang terbit di Kota / Kabupaten tempat barang berada maka Pengumuman Lelang diumumkan dalam surat kabar yang terbit di Kota / Kabupaten terdekat atau di Ibukota Propinsi atau Ibukota Negara dan beredar di wilayah kerja KPKNL atau wilayah jabatan Pejabat Lelang Kelas II tempat barang akan dilelang. 261

2. Pelaksanaan Lelang

Ada beberapa hal yang terkait dalam pelaksanaan lelang. Pertama, Pemandu Lelang. Dalam pelaksanan lelang, Pejabat Lelang dapat dibantu oleh Pemandu Lelang. Pemandu Lelang dapat berasal dari Direktorat Jendral Kekayaan Negara atau dari luar Direktorat Jendral Kekayaan Negara. Pemandu Lelang dapat membantu pelaksanaan lelang yang dilakukan oleh Pejabat Lelang Kelas I / Pejabat Lelang Kelas II dan diberitahukan secara tertulis oleh Penjual / Balai Lelang kepada Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang

261 Ibid, pasal 42 - 43

atau Pejabat Lelang Kelas II paling singkat 3 (tiga) hari sebelum pelaksanaan lelang. Dalam hal pelaksanaan lelang dibantu oleh Pemandu Lelang, Pemandu Lelang mendapat kuasa khusus secara tertulis dari Pejabat Lelang untuk menawarkan barang dengan ketentuan Pejabat Lelang harus tetap mengawasi dan memperhatikan pelaksanaan lelang dan atau penawaran lelang oleh Pemandu Lelang.262

Kedua, Penawaran Lelang. Dalam Penawaran Lelang Langsung dan atau Penawaran Lelang Tidak Langsung dilakukan dengan cara :

a. Lisan, semakin meningkat atau semakin menurun ; b. Tertulis ;

c. Tertulis dilanjutkan dengan lisan dalam hal penawaran tertinggi belum mencapai Nilai Limit. 263

Dalam Penawaran Lelang Langsung, Peserta Lelang yang sah atau kuasanya pada saat pelaksanaan lelang harus hadir di tempat pelaksanaan lelang.

Sedangkan dalam Penawaran Lelang Tidak Langsung, Peserta Lelang yang sah atau kuasanya pada saat pelaksanaan lelang tidak diharuskan hadir di tempat pelaksanan lelang dan penawarannya dilakukan dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi.264

Setiap Peserta Lelang wajib melakukan penawaran dan penawaran tersebut paling sedikit sama dengan Nilai Limit dalam hal lelang dengan Nilai Limit diumumkan. Penawaran yang telah disampaikan oleh Peserta Lelang kepada Pejabat Lelang tidak dapat diubah atau dibatalkan oleh Peserta Lelang. Dalam hal Peserta Lelang tidak melakukan penawaran, dikenakan sanksi tidak diperbolehkan mengikuti lelang selama 3 (tiga) bulan di wilayah kerja Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang yang melaksanakan lelang. 265

262 Ibid, pasal 53

263 Ibid, pasal 54

264 Ibid, pasal 55

265 Ibid, pasal 60

Dalam hal terdapat beberapa Peserta Lelang yang mengajukan penawaran tertinggi secara lisan semakin menurun atau tertulis dengan nilai yang sama dan atau telah mencapai atau melampaui Nilai Limit dalam lelang yang menggunakan Nilai Limit, Pejabat Lelang berhak mengesahkan Pembeli dengan cara :

a. Melakukan penawaran lanjutan hanya terhadap Peserta Lelang yang mengajukan penawaran sama, yang dilakukan secara lisan semakin meningkat atau tertulis berdasarkan persetujuan Peserta Lelang bersangkutan ;

b. Melakukan pengundian di antara Peserta Lelang yang mengajukan penawaran sama. 266

Pada prinsipnya Pemohon Lelang / Penjual menentukan cara penawaran lelang dengan mencantumkan dalam Pengumuman Lelang. Namun apabila Pemohon Lelang / Penjual tidak menentukan cara penawaran lelang maka Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang / Pejabat Lelang Kelas I atau Pejabat Lelang Kelas II berhak menentukan sendiri cara penawaran lelang. 267

Ketiga, Bea Lelang dan Uang Miskin. Setiap pelaksanaan lelang dikenakan Bea Lelang dan Uang Miskin sesuai Peraturan Pemerintah tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kementerian Keuangan. 268

Pembatalan terhadap rencana pelaksanaan lelang yang dilakukan oleh Penjual dalam jangka waktu kurang dari 5 (lima) hari kerja sebelum hari pelaksanaan lelang dikenakan Bea Lelang Batal kecuali lelang Barang Milik Negara / Daerah. Bea Lelang Batal dibayar oleh Penjual. Bea Lelang tidak dikenakan dalam hal terdapat pembatalan lelang karena adanya putusan / penetapan lembaga peradilan atau pembatalan oleh Pejabat Lelang. 269

Keempat, Pembeli. Pejabat Lelang mengesahkan penawar tertinggi yang telah mencapai atau melampaui Nilai Limit sebagai Pembeli, dalam pelaksanaan

266 Ibid, pasal 61

267 Ibid, pasal 62

268 Ibid, pasal 64

269 Ibid, pasal 65

lelang yang menggunakan Nilai Limit. Pejabat Lelang mengesahkan penawar tertinggi sebagai Pembeli dalam pelaksanaan Lelang Noneksekusi Sukarela yang tidak menggunakan Nilai Limit. Sebagai pengecualian, apabila dalam pelaksanaan Lelang Noneksekusi Sukarela yang penawar tertinggi tidak mencapai Nilai Limit, Pejabat Lelang dapat mengesahkan penawar sebagai Pembeli setelah mendapat persetujuan tertulis dari Pemilik Barang. 270

Pembeli dilarang mengambil atau menguasai barang yang dibelinya sebelum memenuhi Kewajiban Pembayaran Lelang dan pajak atau pungutan sah lainnya sesuai peraturan perundang-undangan. 271

Sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di bidang pertanahan, bank sebagai kreditur dapat membeli agunannya melalui lelang dengan ketentuan menyampaikan surat pernyataan dalam bentuk Akta Notaris bahwa pembelian tersebut dilakukan untuk pihak lain yang akan ditunjuk kemudian dalam jangka waktu 1 (satu) tahun terhitung mulai tanggal pelaksanaan lelang. Dalam hal jangka waktu telah terlampaui, bank ditetapkan sebagai Pembeli. 272

Kelima, pembayaran dan penyetoran. Pembayaran Harga Lelang dan Bea Lelang harus dilakukan secara tunai atau cek atau giro paling lama 3 (tiga) hari kerja setelah pelaksanaan lelang. Sebagai pengecualian dalam hal jangka waktu hanya diberikan untuk pembayaran Harga Lelang setelah Penjual mendapat izin tertulis dari Direktur Jendral atas nama Menteri dan harus dicantumkan dalam pengumuman lelang. Dalam hal Pembayaran Lelang dilakukan melebihi 3 (tiga) hari kerja, penyetoran Bea Lelang tetap dilakukan paling lama 3 (tiga) hari kerja setelah pelaksanaan lelang. 273

Pelunasan Kewajiban Pembayaran Lelang oleh Pembeli dilakukan melalui rekening Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang / Balai Lelang / rekening khusus atas nama jabatan Pejabat Lelang Kelas II atau secara langsung

270 Ibid, pasal 66

271 Ibid, pasal 67

272 Ibid, pasal 70

273 Ibid, pasal 71

kepada Bendahara Penerimaan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang / Pejabat Lelang Kelas I / Balai Lelang / Pejabat Lelang Kelas II. Dalam hal pembayaran dilakukan dengan cek atau giro, pembayaran harus sudah diterima efektif pada rekening Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang / Balai Lelang / rekening khusus atas nama jabatan Pejabat Lelang Kelas II paling lama 3 (tiga) hari kerja setelah pelaksanaan lelang. Setiap pelunasan kewajiban Pembayaran Lelang oleh Pembeli harus dibuatkan kuitansi atau tanda bukti pembayaran oleh Bendahara Penerima Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang / Pejabat Lelang Kelas I / Balai Lelang / Pejabat Lelang Kelas II. 274

Dalam hal Pembeli tidak melunasi Kewajiban Pembayaran Lelang, pada hari berikutnya Pejabat Lelang harus membatalkan pengesahannya sebagai Pembeli dengan membuat Pernyataan Pembatalan. Pembeli yang tidak dapat memenuhi kewajibannya setelah disahkan sebagai Pembeli Lelang tidak diperbolehkan mengikuti lelang di seluruh wilayah Indonesia dalam waktu 6 (enam) bulan. 275

Keenam, Penyerahan Dokumen Kepemilikan Barang. Dalam hal Penjual / Pemilik Barang menyerahkan asli dokumen kepemilikan kepada Pejabat Lelang, Pejabat Lelang harus menyerahkan asli dokumen kepemilikan dan atau barang yang dilelang kepada Pembeli, paling lama 1 (satu) hari kerja setelah Pembeli menunjukkan bukti pelunasan pembayaran dan menyerahkan bukti setor Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan. Dalam hal Penjual / Pemilik Barang tidak menyerahkan asli dokumen kepemilikan kepada Pejabat Lelang, Penjual / Pemilik Barang harus menyerahkan asli dokumen kepemilikan dan atau barang yang dilelang kepada Pembeli paling lama 1 (satu) hari kerja setelah Pembeli menunjukkan bukti pelunasan pembayaran dan menyerahkan bukti setor Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan. 276

274 Ibid, pasal 72

275 Ibid, pasal 73

276 Ibid, pasal 76

3. Risalah Lelang

Pejabat Lelang yang melaksanakan lelang wajib membuat Berita Acara Lelang yang disebut Risalah Lelang. Risalah Lelang dapat dikategorikan sebagai Akta Otentik karena Risalah Lelang mengandung unsur Akta Otentik berdasarkan pasal 1868 dan Pasal 1870 Kitab Undang-undang Hukum Perdata, yaitu bentuknya ditentukan oleh undang-undang, dibuat oleh atau di hadapan Pejabat Umum yang berwenang, dibuat di wilayah kerja Pejabat Umum yang bersangkutan dan memiliki kekuatan pembuktian yang material dan merupakan pembuktian yang sah serta sempurna bagi para pihak (Penjual dan Pembeli) kecuali dapat dibuktikan sebaliknya.

Risalah Lelang dibuat dalam Bahasa Indonesia dan diberi nomor urut. Risalah Lelang terdiri dari Bagian Kepala, Bagian Badan, dan Bagian Kaki. 277 Bagian Kepala Risalah Lelang memuat :

a. Hari, tanggal, dan jam lelang ditulis dengan huruf dan angka ; b. Nama lengkap dan tempat kedudukan Pejabat Lelang ;

c. Nomor / tanggal Surat Keputusan Pengangkatan Pejabat Lelang dan nomor / tanggal surat tugas khusus untuk Pejabat Lelang Kelas I ;

d. Nama lengkap, pekerjaan dan tempat kedudukan / domisili Penjual ; e. Nomor/ tanggal surat permohonan lelang ;

f. Tempat pelaksanaan lelang ;

g. Sifat barang yang dilelang dan alasan barang tersebut dilelang ;

h. Dalam hal yang di lelang barang tidak bergerak berupa tanah atau tanah dan bangunan harus disebutkan:

1) Status hak atau surat-surat lain yang menjelaskan bukti kepemilikan ; 2) Surat Keterangan Tanah dari Kantor Pertanahan ;

3) Keterangan lain yang membebani apabila ada.

i. Dalam hal yang dilelang barang bergerak harus disebutkan jumlah, jenis, dan spesifikasi barang ;

j. Cara Pengumuman Lelang yang telah dilaksanakan oleh Penjual ;

277 Ibid, pasal 77

k. Cara Pengawasan Lelang ; l. Syarat-syarat lelang. 278

Bagian Badan Risalah Lelang paling kurang memuat : a. Banyaknya penawaran lelang yang masuk dan sah ;

b. Nama / merek / jenis / tipe dan jumlah barang yang dilelang ;

c. Nama, pekerjaan, dan alamat Pembeli atas nama sendiri atau sebagai kuasa atas nama orang lain ;

d. Bank kreditur sebagai Pembeli untuk orang atau badan hukum / usaha yang akan ditunjuk namanya dalam hal bank kreditur sebagai Pembeli Lelang ; e. Harga lelang dengan angka dan huruf ; dan

f. Daftar barang yang laku terjual maupun yang ditahan disertai dengan nilai, nama, dan alamat peserta lelang yang menawar tertinggi. 279

Bagian Kaki Risalah Lelang paling kurang memuat :

a. Banyaknya barang yang ditawarkan / dilelang dengan angka dan huruf ; b. Banyaknya barang yang laku / terjual dengan angka dan huruf ;

c. Jumlah harga barang yang telah terjual dengan angka dan huruf ; d. Jumlah harga barang yang ditahan dengan angka dan huruf ;

e. Banyaknya dokumen / surat-surat yang dilampirkan pada Risalah Lelang dengan angka dan huruf ;

f. Jumlah perubahan yang dilakukan (catatan, tambahan, coretan dengan penggantinya) maupun tidak adanya perubahan ditulis dengan angka dan huruf ; dan

g. Tanda tangan Pejabat Lelang dan Penjual / kuasa Penjual, dalam hal lelang barang bergerak atau tanda tangan Pejabat Lelang, Penjual / kuasa Penjual dan Pembeli / kuasa Pembeli dalam hal lelang barang tidak bergerak. 280

278 Ibid, pasal 78

279 Ibid, pasal 79

280 Ibid, pasal 80

Minuta Risalah Lelang ditandatangani oleh Pejabat Lelang pada saat penutupan pelaksanaan lelang. 281 Minuta Risalah Lelang dibuat dan diselesaikan paling lama 3 (tiga) hari kerja setelah pelaksanaan lelang. Untuk Minuta Risalah Lelang yang dibuat oleh Pejabat Lelang Kelas I disimpan pada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang. Sedangkan Minuta Risalah Lelang yang dibuat oleh Pejabat Lelang Kelas II disimpan oleh yang bersangkutan. Jangka waktu simpan Minuta Risalah Lelang selama 30 (tiga puluh) tahun sejak pelaksanaan lelang. 282

Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang atau Pejabat Lelang Kelas II hanya dapat memperlihatkan atau memberitahukan Minuta Risalah Lelang kepada pihak yang berkepentingan langsung dengan Risalah Lelang, ahli warisnya atau orang yang memperoleh hak, kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan.283

Pihak yang berkepentingan meliputi :

a. Pembeli memperoleh Kutipan Risalah Lelang sebagai Akta Jual Beli untuk kepentingan balik nama atau Grosse Risalah Lelang sesuai kebutuhan ;

b. Penjual memperoleh Salinan Risalah Lelang untuk laporan pelaksanaan lelang atau Grosse Risalah Lelang sesuai kebutuhan ;

c. Pengawas Lelang memperoleh Salinan Risalah Lelang untuk laporan pelaksanaan lelang / kepentingan dinas ; atau

d. Instansi yang berwenang dalam balik nama kepemilikan hak obyek lelang memperoleh Salinan Risalah Lelang sesuai kebutuhan.284

4. Administrasi Perkantoran dan Pelaporan

Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang, Balai Lelang, dan Kantor Pejabat Lelang Kelas II menyelenggarakan administrasi perkantoran dan membuat laporan yang berkaitan dengan pelaksanaan lelang. 285

281 Ibid, pasal 82

282 Ibid, pasal 84

283 Ibid, pasal 85

284 Ibid, pasal 86 ayat 2

BAB 4

PELAKSANAAN PARATE EKSEKUSI JAMINAN FIDUSIA DI BANK ABC

4.1. Pelaksanaan Pemberian Jaminan Fidusia di Bank ABC

Jaminan Fidusia merupakan instrumen pengikatan jaminan untuk benda / barang yang digolongkan sebagai benda bergerak. Keunikan dari instrumen Jaminan Fidusia adalah tetap diberikannya hak kepada Pemberi Fidusia sebagai pemilik jaminan untuk menguasai secara fisik barang yang dijaminkan, walaupun secara

Jaminan Fidusia merupakan instrumen pengikatan jaminan untuk benda / barang yang digolongkan sebagai benda bergerak. Keunikan dari instrumen Jaminan Fidusia adalah tetap diberikannya hak kepada Pemberi Fidusia sebagai pemilik jaminan untuk menguasai secara fisik barang yang dijaminkan, walaupun secara

Dokumen terkait