BAB V PENUTUP
9. Tata rias penari pria, wanita dan pasukan drakula
4.5.4 Musik Iringan Tari
Musik iringan dalam sebuah garapan tari merupakan salah satu unsur penunjang yang penting. Hal ini dikarenakan musik iringan tari tidak saja hanya sebagai pelengkap, tetapi juga sebagai penentu suasana, tema, dan karakter yang diinginkan. Agar gerak tari dan musik dapat berjalan selaras, maka gerak tari dapat disesuaikan dengan ritme dan tempo yang terdapat pada musik iringan, sehingga dapat mewujudkan suasana yang diinginkan. Instrumen yang digunakan dalam garapan tari Takdir yaitu keyboard, jimbe, suling, bongos, rebana, simbal,
kantil, gong dan jublag. Musik iringan ditata oleh I Wayan Ary Wijaya dan
didukung oleh Palawara Music Company Denpasar beserta mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Udayana.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan sebelumnya maka dapat ditarik kesimpulan, bahwa garapan karya tari kontemporer yang berjudul Takdir adalah sebuah karya tari yang bertemakan percintaan yang terinspirasi dari sebuah film DVD yang berjudul Twilight. Alur yang digunakan adalah cerita fiksi yang mengisahkan sebuah percintaan dua makhluk yang berbeda, yaitu drakula dan manusia.
Pesan yang disampaikan dalam garapan ini lebih memfokuskan pada aspek sosial yakni pemahaman terhadap sebuah pakem atau norma, bahwa dalam diri setiap manusia pastilah memiliki rasa cinta, baik itu pada keluarga maupun kekasih dan sebuah perbedaan bukanlah penghalang terjalinnya sebuah hubungan yang dilandasi rasa cinta. Jika dihadapkan pada kehidupan sosial masyarakat sekarang ini, banyak orang yang menilai hubungan berdasarkan kasta atau tingkat kehidupan yang berbeda sering kali dijadikan permasalahan dalam menjalin sebuah hubungan. Penggambaran seperti ini tercermin pada adegan bagian ke-III, yaitu peperangan yang terjadi akibat kisah cinta seorang drakula dengan manusia yang ditentang oleh kelompoknya.
Garapan kontemporer Takdir berbentuk garapan kelompok yang terwujud dengan menggunakan 4 babak, 9 desain lantai dengan durasi garapan ±15 menit. Garapan ini menggunakan set panggung dengan 5 trap hitam yang terletak di
stage bagian belakang, serta layar hitam belakang. Sedangkan musik iringan yang
digunakan merupakan musik kolaborasi antara instrumen diatonis dengan unsur gamelan tradisional yang ditata sedemikian rupa agar sesuai dengan tema garapan. Kostum juga dirancang agar menambah kesan indah di panggung dengan perpaduan warnanya agar sesuai dengan tema garapan.
Secara koreografi garapan ini lebih mengutamakan sebuah kebebasan dalam menginterprestasikan tari itu sendiri, baik itu dalam pengolahan tubuh sebagai media utama, pencarian jati diri dalam upaya mencari kebaruan inovatif dan mampu berkomunikasi dalam sebuah garapan. Alasannya karena garapan tari Takdir merupakan tari kontemporer yang lebih menonjolkan kebebasan untuk mengekspresikan jiwa dari penciptanya. Di samping itu pula dalam karya tari ini akan lahir sebuah garapan baru yang memiliki identitas pribadi.
5.2 Saran-saran
Dalam mewujudkan sebuah garapan tentunya muncul berbagai rintangan yang menghambat suatu proses kreativitas, karena tidaklah mungkin di dalam menciptakan sebuah karya seni selalu dapat berjalan sesuai dengan keinginan. Hal terpenting dalam mewujudkan sebuah garapan adalah dengan tetap sabar karena semua itu merupakan suatu proses yang harus dilewati.
Penyediaan fasilitas berupa gedung dan studio sebagai tempat latihan sangat berperan penting. Mengingat fasilitas tempat latihan yang terbatas, sangat menyulitkan para peserta ujian untuk memaksimalkan penggunaan fasilitas tersebut. Hal ini diperparah dengan dipersulitnya proses penggunaan atau
peminjaman sarana dan prasarana yang akan dipakai oleh peserta ujian. Oleh karena itu, diharapkan untuk tahun-tahun berikutnya peserta ujian lebih bebas dalam penggunaan fasilitas kampus, berkaitan dengan penggunaan gedung Natya Mandala, Green Room, dan studio tari.
Sebagai seniman akademis, mahasiswa ISI Denpasar hendaknya ikut serta dalam melestarikan dan mengembangkan seni di Bali khususnya seni kontemporer dengan menciptakan karya-karya seni yang kreatif dan inovatif.
DAFTAR PUSTAKA
Dibia, I Wayan. Festival Seni Masa Kini. Denpasar:STSI Denpasar. 1993.
______. Makalah Seminar Sehari Seni Pertunjukan Kontemporer. Denpasar: STSI Denpasar. 1993.
______. Direktori Seni Pertunjukan dan Art Line. Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia. 1999.
______. Bergerak Menurut Kata Hati:Metoda Baru Dalam Menciptakan Tari (terjemahan dari Moving From Within:A New Method for Dance Making oleh Alma M. Hawkins). Jakarta:Ford Foundation dan Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia. 2003.
Djelantik, AAM. Pengantar Dasar Ilmu Estetika. Denpasar:Sekolah Tinggi Seni Indonesia Denpasar. 1990.
______. Estetika Sebuah Pengantar. Bandung:MSPI. 1999.
Institut Seni Indonesia. Pedoman Tugas Akhir. Fakultas Seni Pertunjukan. Denpasar. 2009.
Kamala Subramaninan. Mahabharata. Alih Bahasa Iga Dewi Paramita. Surabaya:Paramita. 2004.
MSPI dan Art, Line. Direktori Seni Pertunjukan Kontemporer. Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia. 1999.
Murgianto, Sal. Koreografi. Jakarta:Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1983.
Poerwardarminta, W.J.S, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta:Balai Pustaka. 1984.
Soedarsono. Komposisi Tari, Elemen-elemen Dasar (terjemahan dari Dance
Composition, The Basic Element oleh La Mery). Yogyakarta:Akademi
Seni Tari Indonesia. 1975.
______. Notasi Laban. Jakarta:Direktorat Pembinaan Kebudayaan. Dirjen Kebudayaan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1979.
Suda Supartha, I Nyoman. Penuntun Belajar Agama Hindu 1. Bandung:Ganeca Exact. 1994.
Sukraka, I Gde, “Tata Teknik Pentas”, Denpasar:Institut Seni Indonesia Denpasar. 2007.
Sumandiyo Hadi, Y. Mencipta Lewat Tari (terjemahan dari Creating Through
Dance oleh Alma M. Hawkins). Yogyakarta:Institut Seni Indonesia
Yogyakarta. 1990.
Tim Penulis Kamus Indonesia. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta:PT. Balai Pustaka. 2002.
Sumber Audiovisual
Meyer, Stephenie, “Twilight”, Maverick / Imprint, 2003.
Lampiran 1
DAFTAR PENDUKUNG TARI DAN IRINGAN
Penata dan Pendukung Tari :
1. Eka Laksana S. : Penata Tari
2. Gusti Ayu Sri Widhya Ningsih : Mahasiswa Semester VI /Seni Tari 3. I Gusti Ngurah Gede Oka Wiratmaja : Mahasiswa Semester II/Seni Tari 4. Kadek Sudianto : Mahasiswa IKIP PGRI Bali 5. I Made Gunastra : Mahasiswa IKIP PGRI Bali 6. I Nyoman Suprianto : Mahasiswa IHDN Denpasar 7. Dewa Putu Selamat Raharja : Siswa SMKN 3 Sukawati
Penata Iringan :
I Wayan Ary Wijaya, S.Sn
Pendukung Iringan :
Palawara Music Company Denpasar dan Mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Udayana
Lampiran 2
SUSUNAN STAF PRODUKSI PELAKSANA UJIAN AKHIR FAKULTAS SENI PERTUNJUKAN ISI DENPASAR
TAHUN AKADEMIK 2010/2011
Penanggung Jawab : I Ketut Garwa, S.Sn.,M.Sn (Dekan)
Ketua Pelaksana : I Dewa Ketut Wicaksana, SSP.,M.Hum (Pembantu Dekan I) Wakil Ketua : Ni Ketut Suryatini, SSKar., M.Sn (Pembantu Dekan II)
Dr. Ni Luh Sustiawati, M.Pd (Pembantu Dekan III) Sekretaris : Dra. A.A. Istri Putri Yonari
Seksi-seksi
1. Sekretariat : I Nyoman Alit Buana. S.Sos (Koordinator) Putu Sri Wahyuni Ermawatiningsih, SE Ni Made Astari, SE
Dewa Ayu Yuni Marhaeni I Gusti Putu Widia
I Gusti Ngurah Oka Ariwangsa, SE 2. Keuangan : Ni Ketut Suprapti
Gusti Ayu Sri Handayani, SE
3. Tempat dan Dekorasi : I Wayan Budiarsa, S.Sn (Koordinator) Ni Wayan Ardini, S.Sn., M.Si
4. Publikasi/Dokumentasi : Ni Ketut Dewi Yulianti, SS., M.Hum (Koordinator) Luh Putu Esti Wulaningrum, SS
Ida Bagus Candrayana, S.Sn I Made Rai Kariasa, S.Sos Ketut Hery Budiyana, A.Md I Putu Agus Junianto, ST Ida Bagus Praja Diputra
5. Konsumsi : Ni Made Narmadi, SE (Koordinator) Ni Nyoman Nik Suasthi, S.Sn Putu Gede Hendrawan
I Wayan Teddy Wahyudi Permana, SE Putu Liang Piada, A.Md
6. Keamanan : H. Adi Sukirno, SH Staf Satpam
7. Pagelaran
7.1 Operator Lighting : I Gede Sukraka, SST., M.Hum (Koordinator) Sound System dan : I Gst. Ngurah Sudibya
Rekaman Audiovisual : I Wayan Wiruda
I Made Lila Sardana, ST I Nyoman Tri Sutanaya
I Ketut Agus Darmawan, A.Md I Ketut Sadia Kariasa
I Made Agus Wigama, A.Md
7.2 Protokol : Ni Putu Tisna Andayani, SS (Koordinator) A.A.A. Ngurah Sri Mayun Putri, SST 7.3 Penanggungjawab Tari : I Nyoman Cerita, SST., M.FA
Drs. Rinto Widyarto, M.Si 7.4 Penanggungjawab : I Wayan Suharta, SSKar., M.Si
Karawitan Wardizal, S.Sen., M.Si 7.5 Penanggungjawab : Drs. I Wayan Mardana, M.Pd
Pedalangan I Nyoman Sukerta, SSP., M.Si 7.6 Stage Manager : Ni Ketut Yuliasih, SST., M.Hum
a. Asisten Stage
Manager : Ida Ayu Wimba Ruspawati, SST., M.Sn
b. Stage Crew : Pande Gde Mustika, SSKar., M.Si (Koordinator) Ida Bagus Nyoman Mas, SSKar
I Nyoman Sudiana, SSKar., M.Si I Ketut Partha, SSKar., M.Si
I Nyoman Pasek, SSKar., M.Si A.A.A. Mayun Artati, SST., M.Sn Ni Komang Sekar Marhaeni, SSP I Gede Oka Surya Negara, SST., M.Sn I Gede Mawan, S.Sn I Ketut Sudiana, S.Sn., M.Sn I Wayan Suena, S.Sn I Ketut Budiana, S.Sn I Ketut Mulyadi, S.Sn I Nyoman Japayasa, S.Sn 8. Upakara/Banten : A.A. Ketut Oka Adnyana, SST
Luh Kartini
Ketut Adi Kusuma, S.Sn
Dekan,
I Ketut Garwa, S.Sn.,M.Sn NIP. 19681231 199603 1 007
Lampiran 3