Semester I Mata Kuliah
TATA TERTIB A. Tata Tertib Perkuliahan
1. Mahasiswa wajib menghadiri perkuliahan sesuai dengan jadwal yang ditentu-kan.
2. Setiap semester mahasiswa wajib mengikuti seluruh bentuk kegiatan serta seluruh komponen kegiatan dan komponen evaluasi setiap mata kuliah. Untuk perkuliahan, mahasiswa wajib mengikuti kegiatan tatap muka minimal 75% dari seluruh tatap muka yang diselenggarakan oleh dosen (antara 12 s/d 16 tatap muka). Perhitungan presensi dimulai sejak tatap muka pertama sampai dengan tatap muka terakhir sebelum UAS.
3. Mahasiswa harus berpakaian sopan dan bersepatu.
4. Mahasiswa tidak diijinkan makan, minum dan merokok selama menghadiri kuliah.
5. Menaati kesepakatan bersama antara mahasiswa dan dosen dalam hal tata cara perkuliahan, pembuatan tugas, jadwal, dan lain-lain.
B. Tata Tertib Ujian
1. Peserta ujian harus hadir di kampus 15 menit sebelum waktu ujian dan me-masuki ruang ujian, dan menempati kursi dengan urutan dan nomor yang telah ditentukan. Peserta ujian tidak diperkenankan untuk pindah tempat duduk tanpa ijin dari pengawas ujian.
2. Peserta ujian yang datang sesudah ujian dimulai, akan ditolak untuk mengikuti ujian. Perkecualian hanya dapat diberikan oleh pejabat yang sedang bertugas.
3. Peserta ujian tidak diperkenankan:
a. Untuk meminjam atau meminjamkan apapun selama ujian berlangsung.
b. Untuk menggunakan programmable calculator, handphone, laptop atau netbook, kecuali bila diijinkan secara tertulis dalam naskah ujian.
c. Untuk membawa buku/tas ke tempat duduk kecuali sifat ujian adalah buku terbuka (open book).
d. Untuk memakai kertas lain selain kertas bercap yang dibagi oleh penga-was.
e. Untuk meninggalkan ruangan ujian, kecuali bila didesak oleh kebutuhan badani. Untuk keperluan itu peserta ujian harus meminta ijin kepada peng-awas.
f. Untuk bekerja sama/saling membantu/saling berdiskusi/saling berkomuni-kasi dengan peserta lain dan menyontek.
4. Sebelum mengerjakan soal, peserta ujian wajib terlebih dahulu memeriksa kelengkapan naskah ujian yang diterimanya, dan segera meminta penggantian bila naskah yang diterima tidak lengkap.
5. Setelah ujian dinyatakan selesai peserta ujian wajib untuk memeriksa kembali lembaran jawabannya apakah sudah dibubuhi nomor ujian, NIM, nama leng-kap, tanda tangan, mata kuliah, tanggal ujian dan lain-lain. Peserta ujian harus menyerahkan sendiri hasil pekerjaannya kepada pengawas dan dilarang untuk meninggalkan berkas ujian begitu saja di atas meja.
6. Bagi peserta ujian yang oleh karena sesuatu berhalangan mengikuti UAS tidak diberikan ujian susulan kecuali telah mendapat persetujuan dari program studi.
7. Peserta ujian UAS adalah mahasiswa yang telah memenuhi ketentuan ad-ministrasi perkuliahan mata kuliah yang bersangkutan dan telah melunasi biaya SPP.
C. Sanksi Terhadap Pelanggaran Tata Tertib Ujian
1. Mahasiswa yang terbukti melakukan pelanggaran tata tertib butir 3.f di atas akan :
a. Mendapat nilai E (tidak lulus) untuk mata kuliah yang bersangkutan.
b. Hanya dapat menempuh maksimum 14 sks pada semester berikutnya.
2. Pelanggaran tata tertib ujian yang dilakukan sebanyak dua kali selama masa studi akan menyebabkan peserta yang bersangkutan diusulkan kepada Rektor untuk tidak diterima lagi sebagai mahasiswa Universitas.
3. Semua akibat dari sanksi, menjadikan mahasiswa yang bersangkutan tidak dapat meminta kembali biaya studi yang telah dibayarkan.
4. Keputusan sanksi akan ditempel di papan pengumuman dan dikirim kepada orangtua/wali mahasiswa yang bersangkutan.
D. Larangan
Larangan untuk mahasiswa yang mengikuti kegiatan akademik maupun ekstra kurikuler yang diselenggarakan oleh sivitas akademika adalah:
1. Menggunakan pakaian dan berpenampilan yang melanggar norma kesopanan, misalnya mengenakan pakaian tidak berlengan, mengenakan sandal,dll.
2. Merokok di ruang kuliah dan di kantor, maupun membuang puntung rokok di sembarang tempat.
3. Membentuk organisasi dan mengadakan rapat yang tidak ada hubungannya dengan kegiatan Universitas/Fakultas di dalam lingkungan kampus dan menggunakan nama atau atribut Universitas/ Fakultas (lembaga) tanpa seijin Rektor atau Dekan.
4. Melakukan perbuatan maupun kegiatan politik praktis di dalam kampus.
5. Berkelahi atau mengganggu ketertiban umum serta menghasut mahasiswa lain untuk melakukan hal-hal yang dapat menimbulkan kegaduhan dan keonaran baik di dalam dan di luar kampus, termasuk menghalang-halangi kegiatan akademik.
6. Mengganggu atau merusak barang milik Universitas/Fakultas atau perorangan.
Bila terjadi hal tersebut mahasiswa yang bersangkutan harus menggantinya sebesar dua kali lipat dari harga barang tersebut.
7. Membujuk atau mengancam atau melakukan segala upaya terhadap dosen maupun petugas administrasi/tata usaha untuk melakukan manipulasi nilai ujian.
8. Memasuki wilayah kampus dalam keadaan mabuk dan atau terpengaruh oleh narkoba.
9. Membawa, mengedarkan, menggunakan atau terlibat narkoba.
10. Membawa segala bentuk senjata tajam dan/ atau senjata api dalam bentuk apapun.
E. Sanksi Akademik
Sanksi/hukuman dapat berupa : 1. Anjuran menjalani cuti kuliah.
Anjuran menjalani cuti kuliah diberikan kepada mahasiswa: yang karena sesuatu hal tidak melakukan pendaftaran KRS/KPRS. Bila mahasiswa yang bersangkutan tidak mengambil cuti maka selama semester tidak aktif tersebut akan dihitung sebagai masa studi.
2. Penundaan waktu ujian.
Penundaan waktu ujian diberikan kepada mahasiswa yang karena suatu hal
terkena musibah (misalnya mengalami sakit, kecelakaan atau sebab lain yang dapat dipertanggungjawabkan) sehingga yang bersangkutan tidak dapat menempuh UTS dan atau UAS pada waktunya, diberi kesempatan untuk menempuh UTS dan atau UAS pada jadwal susulan atau pada semester berikutnya sesuai dengan program yang dilaksanakan program studi. Nilai Akhir mata kuliah yang belum tuntas ditempuh tersebut pada KHS untuk sementara dicantumkan nilai T (Kosong), sehingga tidak mempengaruhi Indeks Prestasi Semester. Apabila sakitnya berkepanjangan, mahasiswa yang bersangkutan dianjurkan mengambil cuti kuliah.
3. Peringatan akademik.
Peringatan akademik diberikan kepada mahasiswa yang memperoleh IPK kurang dari 2,00 atas hasil studi semester sebelumnya. Peringatan diberikan pada setiap semester, selama masa studi mahasiswa yang bersangkutan.
4. Anjuran pindah/alih studi.
Anjuran pindah/alih studi diberikan kepada mahasiswa:
a. yang lulus kurang dari 10 sks dan atau dengan IPS kurang dari 1,00 dari hasil studinya selama semester ganjil dan semester genap tahun pertama, b. yang tidak lulus dalam Evaluasi Tahap I, Evaluasi Tahap II atau Evaluasi
Tahap III.
5. Pembatalan nilai ujian.
Pembatalan ujian dilakukan terhadap mahasiswa yang terbukti tidak memenuhi kewajiban akademik suatu mata ujian secara lengkap.
6. Pembatalan hak tempuh suatu mata ujian.
Pembatalan hak tempuh suatu mata ujian diberikan kepada mahasiswa bila:
a. pada saat ujian berlangsung melakukan kecurangan atau pelanggaran tata tertib ujian yang telah ditetapkan oleh Universitas/Fakultas,
b. tidak memenuhi syarat untuk mengikuti ujian, seperti kehadiran yang kurang dari 75% jumlah tatap muka perkuliahan.
7. Pembatalan hak tempuh UTS dan UAS.
Pembatalan hak tempuh UTS dan UAS dilakukan terhadap mahasiswa yang dalam masa ujian tersebut terbukti melakukan kecurangan atau pelanggaran atas tata tertib ujian sebanyak lebih dari satu mata ujian atau mengulang pelanggaran yang sama pada semester berikutnya.
8. Pembatalan hak tempuh Ujian Skripsi dan pembatalan Ujian Tugas Akhir.
Pembatalan dilakukan terhadap mahasiswa yang terbukti melakukan kecurangan dengan tidak menjalankan tugas kewajibannya secara mandiri atau tidak sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Universitas/Fakultas dan Jurusan/Program Studi.
9. Pembatalan hak mengikuti program di suatu semester.
Pembatalan dilakukan terhadap mahasiswa yang tidak memenuhi kewajiban administratif dan keuangan dan sudah diberi peringatan tertulis sebanyak 3 (tiga) kali.
10. Pemutusan studi.
11. Pemutusan studi dapat dilakukan terhadap mahasiswa dengan alasan:
a. mengundurkan diri karena pindah ke Perguruan Tinggi lain,
b. mengundurkan diri karena akan bekerja atau alasan-alasan lain sehingga tidak melanjutkan studi lagi,
c. diberhentikan dari Sekolah Tinggi karena tidak lulus evaluasi Tahap I, Tahap II atau Tahap III,
d. diberhentikan dari Sekolah Tinggi karena melakukan pelanggaran berat
terhadap larangan yang telah ditetapkan Sekolah Tinggi.
12. Sanksi atas pelanggaran Peraturan Pemerintah atau Perundang-undangan yang berlaku.
Sanksi juga dijatuhkan pada mahasiswa yang melanggar Peraturan Pemerintah atau Perundangan-undangan yang berlaku. Bentuk sanksi ditetap-kan secara khusus kasus per kasus dengan surat keputusan Ketua.
13. Penundaan pemberian ijazah dan transkrip nilai.
Sanksi ini dilakukan terhadap lulusan yang belum lengkap memenuhi persyaratan akademik, administratif dan keuangan dalam batas waktu yang telah ditentukan.
F. Sanksi Bagi Mahasiswa yang Melanggar Larangan
Mahasiswa yang melanggar larangan tersebut di atas dikenakan sanksi berupa:
1. Pelanggaran terhadap larangan nomor 1 dan 2 tidak akan diijinkan mengikuti perkuliahan dan/atau ujian-ujian yang diselenggarakan oleh Program Studi.
2. Pelanggaran terhadap larangan nomor 2, 3, 4, 5 dan 6 akan diberikan sanksi berupa surat peringatan pertama. Mahasiswa yang mendapat 3 kali peringatan akan diusulkan kepada Rektor untuk dikeluarkan dari Universitas.
3. Pelanggaran terhadap larangan nomor 7, 8, 9 dan 10 akan diberikan sanksi administratif dan/atau diusulkan untuk dikeluarkan dari Universitas dengan tidak hormat serta diserahkan ke pihak yang berwajib.