• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. METODE DAN CARA PENELITIAN

C. Tatalaksana Penelitian

Jenis penelitian ini adalah kuantitatif non eksperimental dengan rancangan observational analytic melalui pendekatan cross sectional.

2. Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel

Populasi target pada penelitian ini adalah pasien DM tipe 2 dengan hipertensi, rawat jalan di poli endokrinologi RSDM Surakarta. Populasi terjangkau pada penelitian ini adalah pasien DM tipe 2 dengan hipertensi, rawat jalan di poli penyakit dalam RSDM Surakarta pada bulan Maret 2015.

Pengambilan sampel penelitian dilakukan secara konsekutif (berurutan).

a. Kriteria inklusi meliputi:

1) Memenuhi kriteria diagnosis DM tipe 2 dengan hipertensi

2) Setuju ikut serta dalam penelitian ditunjukkan dengan

Perkiraan besar sampel berdasarkan rumus besar sampel untuk rancangan penelitian analitis korelatif (Dahlan, 2009) adalah

2 Keterangan :

N = Zα + Zβ + 3 Zα: deviat baku alfa 0,5In [(1+r)/(1-r)] Zβ: deviat baku beta

r: korelasi (kepustakaan) Kesalahan tipe I ditetapkan sebesar 5%, hipotesis satu arah sehingga Zα= 1,64. Kesalahan tipe II ditetapkan sebesar 10%, maka Zβ= 1,28 (Dahlan, 2009). Penelitian yang dilakukan oleh Tudor et al., (2014) menunjukan korelasi (r) antara CRP dan apo B pada chronic kidney disease (CKD) dengan dislipidemia sebesar 0,453, dengan memasukan nilai tersebut ke rumus besar sampel didapatkan hasil perhitungan sebagai berikut:

2

N = 1,64 + 1,28 + 3

0,5In [(1+0,453)/(1-0,453)]

2

N = 2,92 + 3

0,5In [(1,453)/(0,547)]commit to user

2

N = 2,92 + 3

0,5 ln (2,656) 2

N = 2,92 + 3

0,5 x 0,9768

N = 39

Dari hasil perhitungan sampel didapatkan jumlah sampel minimal yang dibutuhkan adalah 39 sampel. Jumlah sampel ditambah 10-20%, jadi total sampel yang dibutuhkan menjadi 44 sampel.

4. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional a. Variabel penelitian

Variabel independen pada penelitian ini adalah kadar CRP (skala kontinu) dan kadar apo B (skala kontinu). Variabel dependen pada penelitian ini tidak ada. Variabel perancu pada penelitian ini adalah infeksi akut, riwayat penyakit hati, riwayat penyakit jantung dan riwayat stroke.

b. Definisi operasional

Definisi operasional pada penelitian ini adalah:

1) C-reactive protein

a) Definisi: protein fase akut yang diproduksi oleh hati sebagai respon terhadap inflamasi.

b) Alat ukur: ADVIA 1800 Clinical chemistry dengan metode imunoturbidimetri.

commit to user

2) Apolipoprotein B

a) Definisi: protein pada lipoprotein yang aterogenik (VLDL, IDL, LDL, sdLDL). Tiap partikel lipoprotein aterogenik mengandung satu molekul apo B.

b) Alat ukur: ADVIA 1800 Clinical chemistry dengan metode imunoturbidimetri.

c) Skala data: kontinu (mg/dl) 3) Diabetes Melitus tipe 2

a) Definisi: penyakit gangguan metabolisme ditandai dengan peningkatan kadar GDP > 126 mg/dl atau G2JPP > 200 mg/dl oleh karena penyebab multifaktorial, terutama resistensi insulin (berdasarkan kriteria ADA 2014). Data didapat dari anamnesa dan rekam medis (didiagnosa oleh dokter poli penyakit dalam).

b) Alat ukur: ADVIA 1800 Clinical chemistry dengan metode heksokinase

c) Skala data: kontinu (mg/dl) 4) Hipertensi

a) Definisi: suatu keadaan meningkatnya tekanan darah sistolik lebih dari sama dengan 140 mmHg dan diastolik lebih dari sama dengan 90 mmHg (berdasarkan kriteria JNC VII). Data didapat dari anamnesa, pemeriksaan fisik dan rekam medis (didiagnosa oleh dokter poli penyakit dalam).

commit to user

b) Alat ukur: sphygmomanometer air raksa c) Skala data: kontinu (mmHg)

5) Infeksi akut

Definisi: infeksi yang berlangsung sampai dengan 14 hari, ditandai dengan demam, yang didapat dari anamnesa dan pemeriksaan fisik.

6) Riwayat penyakit hati

Definisi: suatu manifestasi klinis yang ditandai dengan perut sebah, mual, kulit/mata ikterik, urin seperti air teh, peningkatan serum glutamic piruvic transaminase (SGPT) (laki-laki > 135 IU/L, perempuan > 102 IU/L). Data didapat dari anamnesa, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium dan rekam medis.

7) Riwayat penyakit jantung

Definisi: suatu manifestasi klinis yang ditandai dengan nyeri dada dan gangguan irama jantung. Data didapat dari anamnesa, pemeriksaan fisik, rekam medis.

8) Riwayat stroke

Definisi: suatu manifestasi klinis gangguan peredaran darah otak yang menyebabkan gangguan neurologis. Gangguan neurologis mendadak sebagai akibat iskemia atau perdarahan pembuluh darah otak. Data didapat dari anamnesa dan rekam medis.

5. Cara Penelitian

Subyek pasien DM tipe 2 dengan hipertensi yang rawat jalan sub divisi endokrinologi RSDM Surakarta, dalam kondisi puasa minimal 10 jam. Data identitas subyek dicatat dalam formulir penelitian, dilakukan anamnesa dan pemeriksaan fisik. Pengambilan darah vena dilakukan di instalasi laboratorium Patologi Klinik RSDM Surakarta. Sampel darah vena diambil sebanyak 3 ml, dimasukkan ke dalam tabung tanpa anti koagulan untuk pemeriksaan CRP dan apo B. Data yang diperoleh dianalisis dengan perhitungan statistik dan dimasukkan ke dalam tabel hasil pemeriksaan.

6. Skema Alur Penelitian

Gambar 3.1. Skema alur penelitian

Pasien poliklinik penyakit dalam yang melakukan pemeriksaaan darah di Lab PK RSDM Surakarta

Subyek Penelitian

Apo B : Apolipoprotein B CRP : C-reactive protein

commit to user

7. Kontrol Kualitas Internal

Pemeriksaan laboratorium diawali dengan uji ketelitian (presisi) analitik supaya mutu hasil pemeriksaan laboratorium dapat dipertanggungjawabkan.

Uji presisi digunakan untuk melihat konsistensi hasil pemeriksaan yaitu kedekatan hasil beberapa pengukuran pada bahan uji yang sama, meliputi uji presisi sehari (within day) yaitu dengan cara pemeriksaan 1 sampel bahan yang dilakukan 10 kali secara berurutan pada hari yang sama dan uji presisi hari ke hari (between day) yaitu dengan pemeriksaan 1 sampel bahan diulang 10 kali pada hari yang berbeda atau saat dilakukan kontrol harian.

Presisi diukur dengan mean, standard deviasi (SD) dan koefisien variasi (KV). Rumus SD=√∑d2/2n, sedangkan rumus KV=[(SD/mean)x100%], d=selisih, n=jumlah sampel. Semakin kecil nilai dari KV (%), maka semakin teliti metode tersebut (Wiyono et al., 2004).

8. Analisis Statistik

Data karakteristik subyek penelitian disajikan secara deskriptif, yaitu dalam mean dan standard deviasi. Pola distribusi data ditentukan dengan menggunakan uji statistik Saphiro Wilk. Untuk mengetahui korelasi dua variabel digunakan uji korelasi Spearman. Data diolah dengan menggunakan program statistik SPSS 16. Nilai p bermakna apabila < 0,05 dengan interval kepercayaan 95%.

9. Prosedur Penelitian

Blanko data diperiksa, dilengkapi peneliti dan dilakukan anamnesa.

Subyek penelitian mengikuti penatalaksanaan sesuai prosedur yang berlaku di poliklinik penyakit dalam RSDM Surakarta. Semua hasil pemeriksaan dicatat dan dikumpulkan dalam bentuk formulir terpadu, data yang diperoleh dianalisis dengan perhitungan statistik dan dimasukkan dalam tabel hasil penelitian.

10. Pertimbangan Etik

Penelitian ini meminta persetujuan komisi etika penelitian kesehatan pada Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret/ RSDM Surakarta dan pasien. Persetujuan bersedia menjadi subyek penelitian diperoleh dengan terlebih dahulu menerangkan secara singkat latar belakang, tujuan, manfaat penelitian serta teknik pengambilan sampel darah kepada pasien. Pasien menandatangani surat pernyataan bersedia menjadi subyek penelitian yang telah disediakan.

commit to user

Dokumen terkait