• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tegangan Tinggi

Dalam dokumen Modul Baru Sistem Common Rail Jayanda 2.pdf (Halaman 70-79)

Pada gambar disamping adalah kondisi

 – 

 kondisi proses

 penyemprotan pada Injektor .

1) Adalah proses saat katup pada injektor menutup.

2) Adalah proses saat mulai  pembukaan awal katup pada

injektor.

3) Adalah proses saat pembukaan katup pada injektor (saat

 bekerja).

Pada gambar disamping

menunjukkan penyemprotan bahan  bakar pada injektor

1) Adalah proses penyemprotan  pada injektor secara normal

(dengan sudut kemiringan  penyemprotan 40).

2) Adalah proses penyemprotan  pada injektor secara tidak

nomal.

3) Adalah proses penyemprotan  pada injektor secara tidak

nomal.

Pada gambar disamping

menunjuukkan sudut penyemprotan  bahan bakar pada injektor

1 2 3

d) Hasil Test Pengabutan Sebelum tekanan mencapai  pembukaan katup nosel Saat Pengabutan Setelah tekanan di  bawan tekan  penutupan katup Hasil Test Pengabutan Pengabutan Baik Pengabutan Diferent Pengabutan Jelek

8. Servis Gas Buang

MOTOR DIESEL JUGA BISA DIBUAT TIDAK BERASAP  ! a) Langkah Kerja

1) Sebelum pengetesan dilakukan perhatikanlah hal-hal sebagai berikut :

2) Motor harus dijalankan dengan beban sampai mencapai temperatur kerja mesin

3) Elemen saringan udara telah diservis

4) Gerakan maksimum pedal gas harus menghasilkan gerak maksimum pada rak kontrol pompa injeksi

Pasangkan pengetes gas buang, ujung slang diklem pada ujung knalpot seperti gambar

dibawah :

1) Hidupkan motor

2) Tekan bola karet sampai tuas pompa bergerak ke atas sambil menekan pedal gas maksimum (penekanan pedal gas dihentikan bila tuas pompa tidak naik lagi)

3) Tekan tuas pompa kembali ke bawah sampai tuas tidak bergerak lagi

4) Keluarkan kertas bekas penekanan gas buang dari pompa. Lakukan pengetesan dua kali lagi, agar diperoleh hasil kekotoran gas buang yang rata-rata pada kertas

5) Cocokkan hasil kekotoran gas buang pada kertas dengan daftar evaluasi kekotoran gas buang

6) Supaya tingkat kekotoran gas buang pada kertas dapat dinyatakan dalam angka yang pasti, gunakan tester evaluasi elektronik !

b) Langkah tes dengan tester evaluasi elektronik Kenalilah bagian-bagian tester sebagai berikut :

1. Pemegang tes 2. Lampu

3. Elemen foto sel 4. Kertas filter 5. Skala digital

6. Tombol penyetel angka nol (0) 7. Tomboltes

8. Tempat kertas filter 9. Tempat baterai (2 x 9V)

1) Ambil minimal 5 kertas filter di atas meja kerja, tekan pemegang tes tegak lurus terhadap kertas filter

2) Tekan tombol penyetel angka nol sampai digital menunjukkan angka 0,0 3) Elemen foto sel sekarang dipindahkan ke kertas hasil pengukuran kekotoran

gas buang, posisikan juga tegak lurus terhadap kertas itu sambil ditekan

4) Tekan tombol ( c ) sampai keluar angka tingkat kekotoran gas buang pada digital

Petunjuk :

1) Tester evaluasi elektronik sebaiknya dipakai untuk membedakan tingkat kekotoran gas buang antar 1 sampai 4

2) Bila kekotoran gas buang mempunyuai nilai 5 sampai 9, maka untuk menentukan tingkat kekotorannya cukup memakai kertas daftar evaluasi saja, karena tingkat kekotoran 5 sampai 9 sudah tidak diperbolehkan lagi

3) Lakukan perbaikan bila tingkat kekotoran gas buang sudah menunjukkan angka 5 sampai 9

4) Kemungkinan penyebab kekotoran gas buang adalah sebagai berikut : c) Hasil Pengetesan

Gas buang berwarna hitam

Penyebab Keterangan Solusi

Saringan udara kotor Meskipun volume penyemprotan pada pompa injeksi sudah sesuai, tapi karena saringan udara kotor, maka udara yang masuk ke dalam silinder tidak sebanding dengan solar yang disemprotkan (udara terlalu sedikit). Solar tidak terbakar dengan sempurna, akibatnya asap hitam

Ganti atau  bersihkan

saringan udara

Bentuk penyemprotan nosel injeksi tidak  bagus/ada tetesan

Bentuk penyemprotan atau ada tetesan pada nosel injeksi akan menyebabkan solar tidak bercampur dengan udara secara sempurna. Sebagian solar tidak terbakar, asap akan hitam

Periksa tahanan injeksi, bentuk  penyemprotan

dan tetesan pada injektor 

Saat penyemprotan

terlambat Solar juga tidak akan terbakar dengan sempurna

Stel saat

 penyemprotan Taken turbo carjer

kurang

Pada motor-motor yang dilengkapi dengan sistem  pengisian udara tekan pengisian silinder akan  berkurang bila tekanan pengisian kurang. Hal ini

disebabkan kerusakan pada turbocarjer itu sendiri atau kebocoran-kebocoran pada salurannya

Periksa tekanan  pengisian

Knalpot/saluran gas  buang tersumbat

Pada motor dengan turbocarjer, knalpot yang tersumbat akan menyebabkan asap hitam. Apabila gas buang tidak keluar silinder dengan lancar, maka udara bersih yang masuk kesilinder berkurang, tetapi jumlah penyemprotan bahan bakar tetap sesuai untuk pengisian udara yang normal

Periksa dan  bersihkan

knalpot atau ganti bila perlu

Volume penyemprotan tidak sesuai (terlalu  banyak)

Sampai batas tertentu, penambahan volume  penyemprotan akan menambah daya motor, tapi  penambahan volume yang terlalu banyak tidak akan

menaikkan lagi daya motor dan akan

mengakibatkan asap hitam karena solar tidak terbakar dengan sempurna

Stel volume  penyemprotan  pada pompa

Gas Buang Berwarna Putih

Penyebab Keterangan Solusi

Taken kompresi rendah

Bahan bakar di injeksikan ketika piston berada pada titik mati bawah

Stel ulang  putaran mesin dan volume  penyemprotan  pada pompa injeksi Suhu mesin rendah

(motor belum panas) Pengapian terjadi terlambat dan proses pembakaran  berlangsung lama Stel ulang sistem  pengapian Saat penyemprotan terlalu awal

Pengapian terjadi terlambat dan proses pembakaran  berlangsung lama

Stel ulang Injecktor  Naik Dan Turunya

Tekanan kompresi

Ada air pendingin yang masuk ke dalam silinder (melalui paking kepala silinder, atau retak) dan  bahan bakar mengalami kerusakan termal parsial.

Bersihkan aliran saluran  bahan bakar Gas buang berwarna biru

Penyebab Keterangan Solusi

Oli ikut terbakar Kebocoran oli pada cincin torak atau pada sil katup Ganti cincin torak dan  bersihkan

kotoran pada sil katup

Catatlah dan ringkaslah pengetahuan yang kamu dapatkan dari berbagai sumber untukmemperluas pemahaman mu tentang sistem common rail diesel.

Semakin banyak catatanmu semakin luas pengetahuanmu.

A. Tugas Diskusi

1. Berdiskusilah dengan teman/kelompok anda dan kerjakan soal yang ada pada modul.

Soal Pilihan Ganda

1. Apa singkatan dari DTC pada sistem ECU pada Common Rail ? f. Double Trouble Control

g. Delivery Trouble Code h. Driver Trouble Code

i. Diagnosis Trouble Control  j. Diagnosis Trouble Code

2. Item pendeteksi an dari DTC No P0087 (49) adalah ? a. Terdeteksi Bahan Bakar bocor, bocor besar  b. Fuel Rail Pressure Sensor Circuit High Input

c. Fuel Rail/System Tekanan - terlalu rendah d. Fuel Rail/System Tekanan

 – 

 terlalu tinggi e. Fuel Rail Pressure Sensor Circuit Malfunction 3. Area kerusakan dari DTC No P0087 (49) adalah ?

Dalam dokumen Modul Baru Sistem Common Rail Jayanda 2.pdf (Halaman 70-79)

Dokumen terkait