Pada gambar disamping adalah kondisi
–
kondisi prosespenyemprotan pada Injektor .
1) Adalah proses saat katup pada injektor menutup.
2) Adalah proses saat mulai pembukaan awal katup pada
injektor.
3) Adalah proses saat pembukaan katup pada injektor (saat
bekerja).
Pada gambar disamping
menunjukkan penyemprotan bahan bakar pada injektor
1) Adalah proses penyemprotan pada injektor secara normal
(dengan sudut kemiringan penyemprotan 40).
2) Adalah proses penyemprotan pada injektor secara tidak
nomal.
3) Adalah proses penyemprotan pada injektor secara tidak
nomal.
Pada gambar disamping
menunjuukkan sudut penyemprotan bahan bakar pada injektor
1 2 3
d) Hasil Test Pengabutan Sebelum tekanan mencapai pembukaan katup nosel Saat Pengabutan Setelah tekanan di bawan tekan penutupan katup Hasil Test Pengabutan Pengabutan Baik Pengabutan Diferent Pengabutan Jelek
8. Servis Gas Buang
MOTOR DIESEL JUGA BISA DIBUAT TIDAK BERASAP ! a) Langkah Kerja
1) Sebelum pengetesan dilakukan perhatikanlah hal-hal sebagai berikut :
2) Motor harus dijalankan dengan beban sampai mencapai temperatur kerja mesin
3) Elemen saringan udara telah diservis
4) Gerakan maksimum pedal gas harus menghasilkan gerak maksimum pada rak kontrol pompa injeksi
Pasangkan pengetes gas buang, ujung slang diklem pada ujung knalpot seperti gambar
dibawah :
1) Hidupkan motor
2) Tekan bola karet sampai tuas pompa bergerak ke atas sambil menekan pedal gas maksimum (penekanan pedal gas dihentikan bila tuas pompa tidak naik lagi)
3) Tekan tuas pompa kembali ke bawah sampai tuas tidak bergerak lagi
4) Keluarkan kertas bekas penekanan gas buang dari pompa. Lakukan pengetesan dua kali lagi, agar diperoleh hasil kekotoran gas buang yang rata-rata pada kertas
5) Cocokkan hasil kekotoran gas buang pada kertas dengan daftar evaluasi kekotoran gas buang
6) Supaya tingkat kekotoran gas buang pada kertas dapat dinyatakan dalam angka yang pasti, gunakan tester evaluasi elektronik !
b) Langkah tes dengan tester evaluasi elektronik Kenalilah bagian-bagian tester sebagai berikut :
1. Pemegang tes 2. Lampu
3. Elemen foto sel 4. Kertas filter 5. Skala digital
6. Tombol penyetel angka nol (0) 7. Tomboltes
8. Tempat kertas filter 9. Tempat baterai (2 x 9V)
1) Ambil minimal 5 kertas filter di atas meja kerja, tekan pemegang tes tegak lurus terhadap kertas filter
2) Tekan tombol penyetel angka nol sampai digital menunjukkan angka 0,0 3) Elemen foto sel sekarang dipindahkan ke kertas hasil pengukuran kekotoran
gas buang, posisikan juga tegak lurus terhadap kertas itu sambil ditekan
4) Tekan tombol ( c ) sampai keluar angka tingkat kekotoran gas buang pada digital
Petunjuk :
1) Tester evaluasi elektronik sebaiknya dipakai untuk membedakan tingkat kekotoran gas buang antar 1 sampai 4
2) Bila kekotoran gas buang mempunyuai nilai 5 sampai 9, maka untuk menentukan tingkat kekotorannya cukup memakai kertas daftar evaluasi saja, karena tingkat kekotoran 5 sampai 9 sudah tidak diperbolehkan lagi
3) Lakukan perbaikan bila tingkat kekotoran gas buang sudah menunjukkan angka 5 sampai 9
4) Kemungkinan penyebab kekotoran gas buang adalah sebagai berikut : c) Hasil Pengetesan
Gas buang berwarna hitam
Penyebab Keterangan Solusi
Saringan udara kotor Meskipun volume penyemprotan pada pompa injeksi sudah sesuai, tapi karena saringan udara kotor, maka udara yang masuk ke dalam silinder tidak sebanding dengan solar yang disemprotkan (udara terlalu sedikit). Solar tidak terbakar dengan sempurna, akibatnya asap hitam
Ganti atau bersihkan
saringan udara
Bentuk penyemprotan nosel injeksi tidak bagus/ada tetesan
Bentuk penyemprotan atau ada tetesan pada nosel injeksi akan menyebabkan solar tidak bercampur dengan udara secara sempurna. Sebagian solar tidak terbakar, asap akan hitam
Periksa tahanan injeksi, bentuk penyemprotan
dan tetesan pada injektor
Saat penyemprotan
terlambat Solar juga tidak akan terbakar dengan sempurna
Stel saat
penyemprotan Taken turbo carjer
kurang
Pada motor-motor yang dilengkapi dengan sistem pengisian udara tekan pengisian silinder akan berkurang bila tekanan pengisian kurang. Hal ini
disebabkan kerusakan pada turbocarjer itu sendiri atau kebocoran-kebocoran pada salurannya
Periksa tekanan pengisian
Knalpot/saluran gas buang tersumbat
Pada motor dengan turbocarjer, knalpot yang tersumbat akan menyebabkan asap hitam. Apabila gas buang tidak keluar silinder dengan lancar, maka udara bersih yang masuk kesilinder berkurang, tetapi jumlah penyemprotan bahan bakar tetap sesuai untuk pengisian udara yang normal
Periksa dan bersihkan
knalpot atau ganti bila perlu
Volume penyemprotan tidak sesuai (terlalu banyak)
Sampai batas tertentu, penambahan volume penyemprotan akan menambah daya motor, tapi penambahan volume yang terlalu banyak tidak akan
menaikkan lagi daya motor dan akan
mengakibatkan asap hitam karena solar tidak terbakar dengan sempurna
Stel volume penyemprotan pada pompa
Gas Buang Berwarna Putih
Penyebab Keterangan Solusi
Taken kompresi rendah
Bahan bakar di injeksikan ketika piston berada pada titik mati bawah
Stel ulang putaran mesin dan volume penyemprotan pada pompa injeksi Suhu mesin rendah
(motor belum panas) Pengapian terjadi terlambat dan proses pembakaran berlangsung lama Stel ulang sistem pengapian Saat penyemprotan terlalu awal
Pengapian terjadi terlambat dan proses pembakaran berlangsung lama
Stel ulang Injecktor Naik Dan Turunya
Tekanan kompresi
Ada air pendingin yang masuk ke dalam silinder (melalui paking kepala silinder, atau retak) dan bahan bakar mengalami kerusakan termal parsial.
Bersihkan aliran saluran bahan bakar Gas buang berwarna biru
Penyebab Keterangan Solusi
Oli ikut terbakar Kebocoran oli pada cincin torak atau pada sil katup Ganti cincin torak dan bersihkan
kotoran pada sil katup
Catatlah dan ringkaslah pengetahuan yang kamu dapatkan dari berbagai sumber untukmemperluas pemahaman mu tentang sistem common rail diesel.
Semakin banyak catatanmu semakin luas pengetahuanmu.
A. Tugas Diskusi
1. Berdiskusilah dengan teman/kelompok anda dan kerjakan soal yang ada pada modul.
Soal Pilihan Ganda
1. Apa singkatan dari DTC pada sistem ECU pada Common Rail ? f. Double Trouble Control
g. Delivery Trouble Code h. Driver Trouble Code
i. Diagnosis Trouble Control j. Diagnosis Trouble Code
2. Item pendeteksi an dari DTC No P0087 (49) adalah ? a. Terdeteksi Bahan Bakar bocor, bocor besar b. Fuel Rail Pressure Sensor Circuit High Input
c. Fuel Rail/System Tekanan - terlalu rendah d. Fuel Rail/System Tekanan