BAB II LANDASAN TEORI
METODOLOGI PENELITIAN
3. Pengawasan 4. Rekan kerja
3.8 Tehnik Analisis Data
3.8.1 Uji Instrument
a. Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur apakah instrumen penelitian benar-benar mampu mengukur konstruk yang digunakan. Untuk mencapai validitas kuesioner, maka dilakukan usaha yang menitik beratkan pada pencapaian validitas isi. Validitas tersebut menunjukan sejauh mana perbedaan yang diperoleh dengan instrumen pengukuran merefleksikan perbedaan sesungguhnya pada responden yamg teliti. Untuk melakukan uji validitas digunakan alat uji Confirmatory Factor Analisis dengan bantuan SPSS for WINDOWS versi 20.0.
b. Uji Realibilitas
Uji reliabilitas dimaksutkan untuk mengetahui tingkat konsistensi terhadap instrumen-instrumen yang mengatur konsep. Reliabilitas suatu pengukuran mencerminkan apakah suatu pengukuran dapat terbebas dari kesalahan (eror), sehingga memberikan hasil pengukuran yang konsisten pada kondisi yang berbeda dan pada masing-masing butir pada instrumen. Reliabilitas merupakan syarat untuk tercapainya alat ukur dengan teknik Cronbach Alpah dapat dikatak reliable (andal) apabila nilai ˃0,6.
3.8.2 Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik digunakan untuk mendeteksi ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik atau persamaan regresi berganda yang digunakan.
1. Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal (Ghozali, 2013) Variabel pengganggu dari suatu regresi disyaratkan berdistribusi normal, hal ini untuk memenuhi asumsi zero mean jika variabel dan berdistribusi maka variabel yang diteliti Y juga berdistribusi normal.
Pengujian normalitas dilakukan dengan melihat nilai Asymp. Sig pada hasil uji normalitas dengan menggunakan One Sample Kolmogorov-Smirnov Test. Ketentuan suatu model regresi berdistribusi secara normal apabila probability dari
Kolmogorov-Smirnov lebih besar dari 0,05 (p> 0,05) (Djarwanto & Subagyo,
2003).
2. Uji Heteroskedastisitas
Uji Heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut Homoskedastisitas dan jika berbeda disebut Heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang Homoskedastisitas atau tidak terjadi Heteroskedastisitas (Ghozali, 2013).
Gejala heteroskedastisitas diuji dengan metode Glejser dengan cara menyusun regresi antara nilai absolut residual dengan variabel bebas. Apabila masing-masing variabel bebas tidak berpengaruh signifikan terhadap
absolutresidual (α=0,05) maka dalam model regresi tidak terjadi gejala
heteroskedastisitas (Sanusi, 2011).
3. Uji Multikolinieritas
Uji Multikolinieritas bertujuan untuk mnguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen (Ghozali, 2013). Pendeteksian terhadap multikolinieritas dapat dilakukan dengan melihat nilai Variance Inflation Factor (VIF) dari hasil regresi.Jika nilai VIF > 10 maka terdapat gejala multikolinieritas (Sanusi, 2011).
3.8.3 Uji Ketepatan Model (Goodness Of Fit Test)
a. Koefisien Determinasi (R2)
Analisis R2 (R Square) atau koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar prosentase sumbangan pengaruh variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Niali R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel-variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan
hamper semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen (Ghozali, 2013).
b. Uji F (Pengujian Simultan)
Menurut Ghozali (2013) uji statistik f pada dasarnya menunjukan apakah semua variabel independen atau bebas yang dimasukan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap varriabel dependen / terikat. Untuk menguji hipotesis ini digunakan statisti F.
c. Uji T (Pengujian Parsial)
Menurut Ghozali (2013) uji statistic t pada dasarnya menunjukan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas / independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependenApabila nila t hitung ˃ t tabel, maka HA diterima yang menyatakan bahwa suatu variabel independen secara individual mempengaruhi variabel dependen.
3.8.4 Analisis Jalur (Path Analysis)
Menurut Sugiono (2011) analisis jalur (path analysis) merupakan pengembangan dari analisis regresi, sehingga analisis regresi dapat dikatakan sebagai bentuk khusus dari analisis jalur (regressions is special case of path analysis. Analisis jalur digunakan untuk melukiskan dan menguji model hubungan antara variabel yang berbentuk sebab akbibat. Dengan demikian dalam model hubungan antara variabel tersebut, terdapat variabel independen yang dalam hal ini di sebut variabel eksogen (Eksogenous), dan variabel dependen yang disebut variabel endogen (Endogenous).
Melalui analisis jalur ini akan dapat ditemukan jalur mana yang paling tepat dan singkat suatu variabel independen menuju variabel dependen yang terahir. Selain metode path analys, peneliti juga mengunakan metode statistik Linier Mulitiple Regression (Regresi Linier Berganda). Metode analisis regresi berganda yaitu untuk memprediksi nilai variabel terkait yaitu kinerja karyawan (Y) dengan memperhitungkan niali-nilai variabel bebas yaitu kecerdasan emosional (X1), dan kepuasan kerja (X2) melalui motivasi kerja (Z) dengan bantuan software SPSS 20. Menurut Priyatno (2008), SPSS adalah kepanjangan dari Statistical Package For the Social Sciences. Umumnya SPSS digunakan untuk mengolah data statistik pada ilmu sosial saja. Namun demikian seiring berjalannya waktu SPSS mengalami perkembangan dan penggunaannya semakin kompleks untuk berbagai ilmu pengetahuan.
Untuk melakukan pengujian hipotesis yang telah dirumuskan, yaitu mengetahui kecerdasan emosional (X1), dan kepuasan kerja (X2) terhadap motivasi kerja (Z) mengunakan alat regresi liner berganda.
Model persamaan regresi pertama yang digunakan adalah sebagai berikut: Z= a1 + b1X1 + b2X2 + Ɛ1 Dimana Z = Motivasi kerja a = Konstan X1 = Kecerdasan emosional X2 = Kepuasan kerja
b2 = Koefisien regresi kepuasan kerja Ɛ1 = Variabel penggangu
Sedangkan untuk menguji variabel intervening digunakan metode analisis jalur (path analysis).
Model persamaan kedua yang digunakan adalah sebagai berikut: Y = a2 + b3X1 + b4X2 + b5Z + Ɛ2 Dimana: Y = kinerja karyawan a = konstanta X1 = kecerdasan emosional X2 = kepuasan kerja Z = motivasi kerja
b1 = koefisen regresi kecerdasan emosional b2 = koefisien regresi kepuasan kerja Ɛ1 = Variabel penggangu
3.8.5 Analisis Sobel (Sobel Test)
Suatu variabel disebut variabel mediasi jika variabel tersebut ikut mempengaruhi hubungan antara variabel independen dan variabel dependen (Ghozali, 2013).
Pengujian hipotesis mediasi dapat dilakukan dengan prosedur yang dikembangkan oleh Sobel (1982) dan dikenal dengan uji Sobel (Sobel test). Uji
sobel dilakukan dengan cara menguji kekuatan pengaruh tidak langsung variabel independen (X) ke variabel dependen (Y) melalui variabel mediasi (Z).
Pengaruh tidak langsung X ke Y melalui Z dihitung dengan cara mengalikan jalur X → Z (a) dengan jalur Z → Y (b) atau (ab). Jadi koefisien ab = (c-c’) dimana c adalah koefisien pengaruh X terhadap Y setelah mengontrol Z. Standard
error koefisien a dan b ditulis dengan Sa dan Sb, besarnya standard error
pengaruh tidak langsung (indirect effect) Sab dihitung dengan rumus : Sab = √𝑏2 𝑆𝑎2 + 𝑎2 𝑆𝑏2 + 𝑆𝑎2 𝑆𝑏2
Untuk menguji signifikasi pengaruh tidak langsung, maka kita perlu menghitung nilai t dari koefisien ab dengan rumus sebagai berikut :
z-vzlue= 𝑎𝑏
BAB IV