• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tehnik dan Prosedur Pengumpulan Data

Dalam dokumen PROGRAM SENTRA PEMBINAAN TENIS DAERAH (Halaman 82-89)

Wawancara merupakan suatu tehnik pengumpulan data yang dilakukan melalui tanya jawab secara langsung dengan sumber data. Menurut Margono, wawancara ini memiliki cciri utama, yaitu kontak langsung antara pencari informasi dengan sumber informasi. Tehnik ini sangat penting untuk studi pen-dahuluan dalam rangka menemukan permasalahan yang harus diteliti serta mengetahui hal-hal lain dari responden secara lebih mendalam. Wawancara yang dilakukan adalah wawancara tidak terstruktur untuk mengetahui secara mendalam dari responden tentang pelaksanaan program sentra pembinaan tenis di Sumatera Barat dan Riau. Wawancara tak terstruktur (unstruc-tured interview) merupakan wawancara yang bebas, dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah disusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Pedoman yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan. Menurut Sugiyono wawancara tidak terstruktur atau terbuka, sering digunakan dalam penelitian pendahuluan atau malahan untuk penelitian yang lebih mendalam tentang subjek yang diteliti. Langkah-langkah yang peneliti lakukan untuk wawancara adalah:

a. Menetapkan orang yang diwawancarai.

b. Menyiapkan pokok-pokok masalah yang akan menjadi bahan pembicaraan.

c. Membuka alur wawancara. d. Melangsungkan alur wawancara.

e. Mengkomfirmasikan ikhtisar hasil wawancara dan meng-akhirinya

f. Menuliskan hasil wawancara ke dalam catatan lapangan. g. Mengidentifikasi tindak lanjut hasil wawancara yang telah

diperoleh.

Sesuai dengan pendapat Molleong dalam Sugiyono ada enam jenis pertanyaan yang diperlukan dalam wawancara, yaitu pertanyaan yang berkaitan dengan a) pengalaman (contoh, bagaimana pengalaman bapak selama mengikuti program sentra pembinaan tenis), b) pendapat (contoh, bagaimana pendapat bapak tentang kebijakan program sentra pembinaan tenis di daerah Sumbar/Riau), c) perasaan (Contoh, bagaimana rasanya mengurus program sentra pembinaan tenis di Sumbar/Riau), d) pengetahuan (contoh, bagaimana proses terjadinya program sentra pembinaan tenis di Sumbar/Riau), e) indera (contohnya, Pada awal dicetuskannya program sentra pembinaan tenis di Sumbar/Riau, bagaimana tanggapan bapak) dan f) latar belakang subjek. (contohnya dimana tempat dan tanggal lahir serta sekarang bekerja dimana?).

Alat-alat wawancara yang digunakan adalah buku catatan, tape recorder, dan camera. Agar wawancara dapat dilakukan dengan baik atau relevan, maka peneliti berpegang pada enam hal, yaitu: topik yang pasti, pertanyaan yang sesuai dengan topik, pertanyaan yang tuntas, responden yang tepat, pengwaktuan yang baik dan transkripsi sesegera mungkin. Sehingga hasil penelitian sesuai dengan tujuan. Sementara itu untuk pertanyaan yang diajukan pada wawancara tersebut, peneliti menggunakan beberapa langkah, yaitu:

Gambar 1. 7. Langkah-langkah Menyusun Pertanyaan Interviu/Wawancara

2. Observasi

Observasi merupakan pengamatan langsung terhadap perilaku subjek yang menjadi objek yang diteliti. Menurut Alwasilah, observasi dalam penelitian merupakan pengamatan sistematis dan terencana yang diniati untuk perolehan data yang dikontrol validitas dan reliabilitasnya. Subjek-subjek tersebut akan dipantau, diamati, direkam dan atau dicatat, sehingga perilaku subjek dapat dikuantifikasikan dalam situasi atau saat-saat dimana observasi dilakukan. Observasi ini disusun se-demikian rupa mulai dari persiapan, pelaksanaan sampai berakhirnya proses pembinaan, dalam rangka menciptakan program pelatihan yang baik dan kondusif, sehingga dengan demikian setiap komponen yang dibutuhkan dalam pembinaan dapat tergambar dengan jelas. Beberapa faktor yang dapat menentukan agar observasi lebih terfokus dapat dilihat pada gambar berikut: Draf Pertanyaan Interviu 1. Teori 2. Obrolan 3. Pengamatan Pertanyaan Penelitian Pertanyaan Interviu final Uji Coba

Gambar 1.8. Faktor Penentu Fokus Observasi Untuk mendapatkan data yang lebih objektif, maka peneliti melakukan observasi partisipatif dalam bentuk aktif dengan arti bahwa peneliti ikut melakukan apa yang dilakukan oleh nara sumber, tetapi belum sepenuhnya lengkap. Hal ini untuk mendapatkan informasi yang lebih komplit. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel berikut.

Tabel 1.7

Data dan Tehnik Pengumpulan Data

KOMPONEN

EVALUASI ASPEK SUMBER DATA PENGUMPULAN INSTRUMEN DATA KONTEKS 1. Landasan kebijakan program 2. Pandangan dan pemahaman stake holder. 3. Tujuan dan relevansi . 1. PP.Pelti 2. Pengprov Pelti 3. Pengelola/ Pengurus 4. Pelatih dan pemain 1. Observasi 2. Wawancara 3. Dokumentasi Fokus Observasi Data hasil interaksi di lapangan Intuisi ilham peneliti Kesan dari observasi Pendahuluan Kerangka Konseptual

KOMPONEN

EVALUASI ASPEK SUMBER DATA PENGUMPULAN INSTRUMEN DATA 4. Dukungan geografis dan sosial ekonomi. INPUT 3. Perencanaan program. 4. Sumber daya daerah: f. Kriteria Pelatih g. Kriteria pemain h. Sarana prasarana yang mema dai. i. Pengurus/ pengelola yang memiliki kemampuan. j. Dukungan dana yang memadai. 1. PP.Pelti 2. Pengprov Pelti 3. Pengelola/ Pengurus. 4. Pelatih dan Pe main 1. Observasi 2. Wawancara 3. Dokumentasi PROSES 4. Persiapan. 5. Pelaksanaan. h. Membuka i. Pemanasan j. Materi k. Waktu l. Media dan alat peraga. m. Metode n. Evaluasi o. Pendingin 6. Pelaporan. 1. PP.Pelti 2. Pengprov Pelti 3. Pengelola/ Pengurus. 4. Pelatih dan Pemain 1. Wawancara 2. Oservasi 3. Dokumentasi

PRODUK 1. Kualitas dan kuantitas pemain. 2. Perolehan Pering kat Nasional (PNP) 1. PP.Pelti 2. Pengprov Pelti 3. Pengelola/ Pengurus 1. Wawancara 2. Observasi

KOMPONEN

EVALUASI ASPEK SUMBER DATA PENGUMPULAN INSTRUMEN DATA 1. Peningkatan sikap kemandirian pemain. 4. Pemain 3. Analisis Data

Analisis data dalam penelitian ini adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi, catatan lapangan dan dokumentasi, se- hingga dapat dipahami dan temuannya dapat diinformasikan. Analisis data dilakukan dengan mengorganisir data, menjabarkan ke dalam unit-unit yang ditentukan, melakukan sintesa, menyu-sun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan akan di-pelajari serta membuat kesimpulan. Proses analisis data dalam penelitian ini dilakukan pada saat pengumpulan data berlang-sung dan setelah selesai pengumpulan data dalam priode tertentu. dengan menggunakan tehnik atau model Miles dan Huberman, yaitu data reduction, data display dan conclusion drawing/verification. Keempat langkah pengumpulan data ini dapat dilihat melalui uraian berikut :

a. Reduksi Data

Mereduksi data adalah proses merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal-hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya dan membuang hal-hal yang tidak perlu, sehingga yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan berikutnya. Kelompok-kelompok yang difokuskan berkaitan dengan konteks, input, proses dan output. Data yang sudah dirangkum dan dikategorikan tersebut digunakan sebagai pertimbangan untuk menjawab pertanyaan penelitian yang diajukan.

Gambar 1. 9. Komponen Dalam Analisis Data b. Data Display (penyajian data)

Penyajian data dilakukan dalam bentuk penyajian singkat yang bersifat naratif, dan dibantu dengan menggunakan grafik atau matrik guna lebih mudah memahaminya. Data yang telah terkumpul dalam penelitian di sajikan dan diinterpretasikan berdasarkan teori-teori yang ada (kajian pustaka).

c. Conclusion Drawing / Verification

Langkah ketiga dari analisis data ini dikatakan sebagai penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan ini diharapkan merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan ini berupa diskripsi dan gambaran tentang evaluasi program sentra pembinaan tenis daerah yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap, namun setelah diteliti menjadi jelas. Kesimpulan ini berupa hubungan kausal atau interaksi, hipotesis atau teori. Penyajian data yang telah dikemukakan di waktu penelitian dan didukung dengan data-data yang mantap, maka kesimpulan yang diperoleh akan lebih kredibel. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat melalui ilustrasi berikut:

Gambar 2. 1. Ilustrasi, Reduksi data, Display data dan Verifikasi

Dalam dokumen PROGRAM SENTRA PEMBINAAN TENIS DAERAH (Halaman 82-89)

Dokumen terkait