BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS PENELITIAN
D. Teknik dan Alat Pengumpulan Data
Data diperoleh dari tes kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika siswa pada kedua kelompok sampel dengan pemberian tes yang sama.
Adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengumpulan data tersebut sebagai berikut:
1. Variabel yang Diteliti
Variabel bebas : Strategi pemecahan masalah draw a picture
Varibel terikat : Kemampuan menyelesaikan soal cerita pmatematika siswa
2. Sumber Data
Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa yang menjadi sampel penelitian, guru, dan peneliti.
3. Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes berbentuk uraian soal cerita sebanyak 14 butir soal untuk mengukur kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada pokok bahasan operasi hitung bilangan bulat.
Sebelum digunakan, instrumen penelitian tersebut telah diujicobakan terlebih dahulu setelah mendapat arahan dan persetujuan pembimbing
berkenaan dengan validitas isi. Instrumen penelitian yang diujicobakan terdiri dari 14 butir soal berbentuk uraian. Uji coba dilakukan pada siswa kelas VI.A (Al-Latief) yang terdiri dari 30 siswa . Kemudian data hasil uji coba tersebut dianalisis untuk mengetahui karakteristik setiap butir soal, meliputi validitas, reliabilitas, taraf kesukaran butir soal, dan daya pembeda butir soal.
Kisi-Kisi Instrumen Tes Kelas/Semester : V/Ganjil
Mata Diktat : Matematika
Materi Pokok : Operasi Hitung Bilangan Bulat
Standar Kompetensi :Melakukan operasi hitung bilangan bulat dan menggunakannya dalam pemecahan masalah.
Tabel 3.1 Kisi-Kisi Instrumen Tes
Kompetensi Dasar Indikator Soal No. Soal
1.1. Melakukan operasi hitung bilangan bulat termasuk penggunaan sifat-sifatnya, pembulatan dan 1. Melakukan
operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat.
2. Melakukan
operasi perkalian dan pembagian bilangan bulat.
3. Melakukan
1 dan 3
2 dan 6
penaksiran. operasi hitung campuran bilangan bulat.
4. Menggunakan
sifat komutatif (pertukaran), asosiatif (pengelompokkan) dan distributif (penyebaran) untuk melakukan perhitungan secara efisien.
5. Membulatkan
bilangan dalam puluhan, ratusan, dan ribuan terdekat serta menaksir hasil operasi hitung dua bilangan.
6. Memecahkan
masalah sehari-hari yang melibatkan bilangan bulat. 4, 10, dan 12 9, 11 dan 13 7 dan 14 Jumlah 14
Untuk memenuhi persyaratan tes yang baik, sebelum digunakan, instrumen penelitian tersebut harus diujicobakan terlebih dahulu. Kemudian data hasil uji coba tersebut dianalisis untuk mengetahui karakteristik setiap butir soal, meliputi validitas, reliabilitas, taraf kesukaran butir soal, dan daya pembeda butir soal.
4.Uji instrumen tes penelitian
a. Uji ValiditasValiditas suatu instrumen penelitian adalah derajat yang menunjukan dimana suatu tes mengukur apa yang hendak diukur.
Prinsip suatu tes adalah valid, tidak universal.3 Tes yang digunakan dalam penelitian perlu dilakukan uji validitas agar ketepatan alat penilaian terhadap konsep yang dinilai sesuai, sehingga betul-betul menilai apa yang seharusnya dinilai.
Untuk mengukur validitas butir soal atau validitas item pada tes kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika digunakan korelasi
product moment pearson sebagai berikut:4
Keterangan:
Koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y
Banyaknya subjek Skor item
Skor total
Setelah diperoleh harga rxy, kita lakukan pengujian validitas
dengan membandingkan harga rxy dan rtabel product moment, dengan
terlebih dahulu menetapkan degrees of freedomnya atau derajat
kebebasannya, dengan rumus dk = n – 2. Dengan diperolehnya dk, maka dapat dicari harga rtabel product moment pada taraf signifikansi 5%. Kriteria pengujiannya adalah jika rxy ≥ rtabel, maka soal tersebut valid dan jika rxy < rtabel maka soal tersebut tidak valid.
Berdasarkan hasil perhitungan uji validitas instrumen penelitian, dari 14 Soal yang diujicobakan diperoleh 11 butir soal yang valid,
3
Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan, Cet.I, (Jakarta: Bumi Aksara, 2003), h. 122
4
Suharsimi Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, Cet. VI, (Jakarta: Bumi Aksara, 2006), h. 72
sehingga kesebelas soal yang valid tersebutlah yang digunakan sebagai instrumen penelitian.
b. Uji reliabilitas
Suatu alat ukur mememiliki reliabilitas yang baik jika alat ukur itu memiliki konsistensi yang handal walau dikerjakan oleh siapapun (dalam level yang sama), dimanapun dan kapanpun. Untuk mengukur koefisien reliabilitas instrumen tes hasil belajar matematika digunakan rumus alpha cronbach sebagai berikut:5
Keterangan:
= koefisien reliabilitas instrumen
K = banyaknya butir soal yang valid = jumlah varians skor tiap-tiap item = varians skor total
Berdasarkan hasil perhitungan uji reliabilitas instrumen penelitian, diperoleh skor reliabilitas sebesar 0,82. Dengan skor reliabilitas demikian, maka instrumen penelitian tersebut dapat dikatakan memiliki konsistensi yang handal dan memenuhi persyaratan instrumen tes yang baik.
c. Taraf kesukaran butir soal
5
Suharsimi Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, Cet. VI, (Jakarta: Bumi Aksara, 2006), h. 109
Tingkat kesukaran untuk setiap item soal menunjukan apakah butir soal itu tergolong sukar, sedang, atau rendah. Untuk menghitung tingkat kesukaran tiap butir soal berbentuk uraian digunakan rumus:6
Keterangan:
P = indeks kesukaran
B = banyaknya siswa yang menjawab soal dengan benar
JS = jumlah seluruh siswa
Tolak ukur untuk menginterpretasikan taraf kesukaran tiap butir soal digunakan kriteria sebagai berikut:7
Tabel 3.2 Klasifikasi Interpretasi Taraf Kesukaran
Nilai P Interpretasi P = 0,00 0,00 0,30 0,70 P = 1,00 Sangat sukar Sukar Sedang Mudah Sangat mudah
Berdasarkan hasil perhitungan taraf kesukaran butir soal, diperoleh 1 butir soal termasuk dalam kriteria mudah, 6 butir soal termasuk dalam kriteria sedang, dan 4 butir soal termasuk dalam kriteria sukar.
6
Ibid, h. 208 7
M. Subana dan Sudrajat, Dasar-Dasar Penelitian Ilmiah, Cet.II, (Bandung: Pustaka Setia, 2005), h. 134
d. Daya pembeda butir soal
Daya pembeda soal adalah kemampuan sebuah soal untuk membedakan antara siswa yang menjawab dengan benar (berkemampuan tinggi) dengan siswa yang menjawab salah (berkemampuan rendah). Untuk mengetahui daya pembeda tiap butir soal digunakan rumus:8
Keterangan:
indeks daya pembeda suatu butir soal
= banyaknya siswa kelompok atas yang menjawab benar = banyaknya siswa kelompok bawah yang menjawab benar
banyaknya siswa pada kelompok atas banyaknya siswa pada kelompok bawah
Tolak ukur untuk menginterpretasikan daya pembeda tiap butir soal digunakan kriteria sebgai berikut:9
Tabel 3.3 Klasifikasi Interpretasi Daya Pembeda
Nilai Interpretasi 0,00 0,20 0,40 0,70 Sangat jelek Jelek Cukup Baik Sangat baik 8
Suharsimi arikunto, Op.Cit, h.213 9
Berdasarkan hasil perhitungan daya pembeda butir soal, diperoleh 2 butir soal termasuk dalam kriteria baik, 7 butir soal termasuk dalam kriteria cukup, dan 2 butir soal termasuk dalam kriteria jelek.