• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

5. Teknik Analisa Data

Langkah awal yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan semua bahan dan data yang terkait dengan permasalahan kajian/penelitian. Kemudian dilakukan interpretasi dan analisa isi (content

analysis) untuk menjawab dampak yuridis atas peningkatan status Kanim Kelas I Jakarta Selatan menjadi Kanim Kelas I Khusus Jakarta Selatan kesiapan Kanim Kelas I Khusus Jakarta Selatan dalam rencana peralihan TPI Bandar Udara Internasional Halim Perdana Kusuma.

PEMBAHASAN

Dampak Yuridis Peningkatan Kelas Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Selatan

Perubahan organisasi di instansi pe-merintah pada akhirnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Dalam konteks pelayanan publik inilah pembicaraan tentang reformasi birokrasi menjadi semacam qonditio sine quanon yang sesegera mungkin harus bisa diwujudkan. Salah satu indikator keberhasilan reformasi birokrasi adalah tingkat kepuasan masyarakat dalam hal mendapatkan pelayanan publik dari setiap institusi penyelenggara negara, lembaga independen yang dibentuk berdasarkan undang-undang untuk kegiatan pelayanan publik, dan badan hukum lain yang dibentuk semata-mata untuk kegiatan pelayanan publik. Pelayanan publik¹ itu sendiri adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa dan/ atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik.

Peningkatan kelas unit satuan kerja di dalam organisasi adalah satu keniscayaan yang tidak mungkin dihindari. Peningkatan dimaksud dilatarbelakangi tingginya volume dan beban kerja yang harus dilaksanakan. Demikian juga halnya dengan UPT Kanim. Pada Tahun 2006 status kelas Kanim Kelas I Jakarta Selatan berubah menjadi Kanim Kelas I Khusus sesuai dengan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: M.01-PR.07.04 Tahun 2006 dengan wilayah kerja meliputi 10

Analisa Yuridis Peralihan Tempat Pemeriksaan Imigrasi……(Taufik H Simatupang)

kecamatan yaitu Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Pesanggrahan, Cilandak, Pasar Minggu, Jagakarsa, Mampang Prapatan, Pancoran, Tebet, dan Setiabudi. Jenis pelayanan keimigrasian pada Kanim Jakarta Selatan terdiri dari pelayanan keimigrasian bagi WNI diantaranya berupa penerbitan paspor, dan juga pelayanan keimigrasian bagi WNA berupa pemberian izin tinggal dan penentuan status keimigrasian warga negara asing.

Dampak yuridis dari peningkatan dari Kanim Kelas I menjadi Kanim Kelas I Khusus, yang didalamnya terdapat Bidang Pendaratan dan Izin Masuk (Darinsuk) adalah melaksanakan tugas pokok dan fungsi di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI). Fakta di lapangan menunjukkan bahwa wilayah kerja Kanim Kelas I khusus Jakarta Selatan tidak memiliki TPI. Hal inilah yang kemudian berakibat kepada temuan BPK berkaitan dengan organisasi dan tata kerja Bidang Darinsuk di Kanim Kelas I hhusus Jakarta Selatan yang tidak melaksanakan tugas pokok dan fungsinya Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI). Oleh karenanya diperlukan pemetaan kembali wilayah kerja serta pergeseran kewenangan untuk membawahi wilayah TPI, yang dipandang dari sisi kelembagaan akan memberikan solusi atas persoalan struktur dan sasaran kinerja (SKP) Kepala Bidang Darinsuk di Kanim Kelas I Khusus Jakarta Selatan.

Kesiapan Kanim Kelas I Khusus Jakarta Selatan dalam Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Pendaratan dan Izin Masuk di TPI Bandar Udara Halim Perdana Kusuma

Berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: M.01-PR.07.04 Tahun 2006, Kanim Jakarta Selatan adalah salah satu Kanim yang ditingkatkan kelas/eseloneringnya. Sebagai Kanim Kelas I khusus di dalam struktur organisasinya terdapat Bidang Darinsuk yang bertugas melaksanakan pemeriksaan

keimigrasian terhadap setiap orang yang keluar dan masuk wilayah Indonesia melalui TPI. Namun dalam kenyataannya di wilayah kerja Kanim Kelas I khusus Jakarta Selatan tidak terdapat TPI. Hal inilah kemudian yang menjadi permasalahan sekaligus menjadi temuan audit BPK. Saat ini terdapat TPI yang secara geografis mudah dijangkau untuk menjadi wilayah kerja Kanim Kelas I khusus Jakarta Selatan yaitu TPI Bandara Udara Internasional Halim Perdana Kusuma. Konsekuensi dengan dialihkannya TPI Halim Perdana Kusuma menjadi bagian dari kewenangan dan wilayah kerja Kanim Kelas I khusus Jakarta Selatan, maka perlu menata kembali wilayah kerja Kanim Kelas I Jakarta Timur dan Kanim Kelas I khusus Jakarta Selatan dengan mengalihkan wilayah Bandara Internasional Halim Perdana Kusuma yang wilayahnya berada di Kelurahan Halim Perdana Kusuma Kecamatan Makasar.

Dalam beberapa kali pembahasan tata cara pengalihan Bandar Udara tersebut antara lain melalui alternatif mengalihkan wilayah kelurahan Halim Perdana Kusuma Kecamatan Makasar dan Kelurahan Cililitan Kecamatan Kramat Jati Kotamadya Jakarta Timur menjadi wilayah kerja Kanim Kelas I khusus Jakarta Selatan. Hal ini mempertimbangkan agar wilayah tersebut dapat menyatu sesuai garis lurus dengan wilayah kerja Kanim Kelas I Khusus Jakarta Selatan. Namun demikian, penataan ulang wilayah kerja dimaksud bukanlah hal yang mudah karena pengambil alihan wilayah kelurahan di luar lokasi Bandar Udara Internasional Halim Perdana Kusuma kemungkinan dapat menyebabkan

disorientasi wilayah kerja Kanim Kelas I Jakarta Timur.

Alternatif lain adalah mengalihkan wilayah Bandara Halim Perdana Kusuma saja dan sebagai bahan perbandingan dapat dijadikan contoh wilayah kota Vatikan yang memiliki kekhususan tersendiri dalam suatu negara Italia. Berdasarkan data dan informasi

136

JIKH Vol. 10 No. 2 Juli 2016 : 131 - 140

12

2 Lihat Pasal 1 ayat (1) Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian

diketahui bahwa pelayanan keimigrasian di TPI Bandar Udara Internasional Halim Perdana Kusuma saat ini adalah memberikan pelayanan khusus yakni melayani keberangkatan dan kedatangan jemaah haji, lalu lintas keimigrasian awak pesawat cargo/charter, layanan khusus keimigrasian tamu-tamu kenegaraan/ VVIP dan VIP yang memerlukan penanganan khusus akan lebih tepat jika dikendalikan oleh Pejabat setingkat eselon III. Oleh karena itu pengambilalihan wilayah kerja di Bandar Udara Internasional Halim Perdana Kusuma saja merupakan pilihan yang relatif realistis. dibandingkan dengan mengambil alih wilayah Bandar Udara Halim Perdana Kusuma berikut wilayah Kelurahan Makassar dan Kelurahan Cililitan yang akan menimbulkan permasalahan dalam hal koordinasi dengan instansi Kejaksaan dan Kepolisian. Oleh karena itu, dalam rangka melaksanakan amanat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: M.01-PR.07.04 Tahun 2006, maka solusi yang relatif tepat, dengan melihat beberapa pertimbangan di atas, adalah dengan mengalihkan wilayah Bandara Halim Perdanakusuma saja untuk masuk wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Selatan.

Dilihat dari sudut pandang kesiapan Kanim Kelas I khusus Jakarta Selatan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, termasuk pelaksanaan tugas di Bidang Darinsuk yang selama ini memang belum dapat dilaksanakan karena belum memiliki TPI, cukup siap karena sudah memiliki Sumber Daya Manusia dan Anggaran yang memadai dalam menunjang pelaksanaan tugas dan fungsinya, selain itu saat ini seluruh Pejabat Struktural bidang Darinsuk juga telah terisi penuh.

Penyelesaian atas Temuan Audit BPK dalam Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Bidang Darisnuk Kantor Imigrasi Kelas I khusus Jakarta Selatan.

Keimigrasian adalah² hal ihwal lalu lintas yang masuk dan keluar wilayah Indonesia serta pengawasannya dalam rangka tegaknya kedaulatan negara. Dari rumusan pasal ini sedikitnya ada 2 (dua) hal yang menjadi sentral pelaksanaan tugas pokok dan fungsi keimigrasian, Pertama fungsi pelayanan keimigrasian yang mengandung makna melancarkan dan memudahkan orang masuk dan keluar ke dan dari wilayah Indonesia. Kedua fungsi pengawasan terhadap keberadaan orang asing di Indonesia dengan mengedepankan prinsip-prinsip selective policy. Terkait dengan fungsi pelayanan keimigrasian yang secara langsung bersentuhan dengan kepentingan publik (masyarakat) telah menempatkan jajaran keimigrasian sebagai institusi publik yang akan selalu menjadi sorotan. Terutama yang menyangkut kualitas pelayanan yang dilakukan selama ini. Kita semua menyadari, di era keterbukaan saat ini, kesalahan sekecil apapun akan berdampak besar kepada penilaian kinerja organisasi. Fungsi-fungsi keimigrasian dimaksud dalam prakteknya dilaksanakan secara langsung oleh UPT Kanim. Setiap Kanim memiliki status kelas/eselonering yang berbeda-beda. Hal ini tentunya disesuaikan dengan beban dan volume kerja masing-masing UPT. Semakin tinggi beban dan volume kerja suatu UPT tentunya makin tinggi pula kelas/ eseloneringnya.

Namun demikian, seringkali peningkatan kelas Kanim yang diterbitkan melalui Surat Keputusan Menteri tidak didahului dengan serangkaian kajian secara mendalam dan komprehensif agar tidak menimbulkan per-soalan dikemudian hari. Hal inilah yang

Analisa Yuridis Peralihan Tempat Pemeriksaan Imigrasi……(Taufik H Simatupang)

12

3 Lihat Pasal 25 t Keputusan Menteri Kehakiman dan HAM Nomor: M.14.PR.07.04 Tahun 2003 Tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Kehakiman RI Nomor: M.03-PR.07.04 Tahun 1991 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Imigrasi.

4 Lihat Pasal 25 u Keputusan Menteri Kehakiman dan HAM Nomor: M.14.PR.07.04 Tahun 2003 Tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Kehakiman RI Nomor: M.03-PR.07.04 Tahun 1991 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Imigrasi.

terjadi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Bidang Darinsuk Kanim Kelas I khusus Jakarta Selatan yang sampai saat ini tidak dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya disebabkan wilayah kerjanya tidak membawahi Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) sehingga dianggap tidak tepat struktur yang pada akhirnya menjadi temuan hasil audit BPK pada tahun 2014. Penyelesaian permasalahan terhadap temuan BPK, sepanjang belum juga dapat diselesaikan melalui penerbitan Peraturan Menteri Hukum dan HAM yang baru tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Imigrasi menggantikan Keputusan Menteri Kehakiman RI Nomor: M.03-PR.07.04 Tahun 1991 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Imigrasi sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Kehakiman dan HAM Nomor: M.14. PR.07.04 Tahun 2003, adalah menempatkan TPI yang mungkin dapat menjadi bagian dari Kanim Kelas I khusus Jakarta Selatan yaitu TPI Bandar Udara Internasional Halim Perdana Kusuma.

Penyelesaian ini dipandang sebagai cara yang paling memungkinkan ditempuh untuk menindaklanjuti hasil temuan BPK. Hal tersebut penting dilakukan karena apabila BPK menemukan hal yang sama setiap tahun, maka yang paling dirugikan adalah pegawai. Pegawai akan dianggap tidak melaksanakan tugas dan fungsi pokoknya, sekaligus akan berdampak pada penilaian kinerja sebagai salah satu bentuk dan wujud dari reformasi birokrasi.

Cara ini tentunya harus dipandang sebagai jalan keluar sementara sebelum diterbitkan Peraturan Menteri Hukum dan HAM yang baru tentang Organisasi dan Tata Kerja Kanim karena struktur Bidang Darinsuk

yang melaksanakan tugas dan fungsi di TPI. Meskipun struktur organisasi Bidang Darinsuk dengan 3 (tiga) Seksi Unit dibawahnya sedikit agak besar jika dibanding volume kegiatan perlintasan yang ada di TPI Bandara Halim Perdana Kusuma namun guna mengantisipasi pengalihan beberapa maskapai penerbangan rute internasional yang tidak lagi tertampung di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta ke Bandar Internasional Halim Perdana Kusuma serta penanganan kegiatan lalu lintas tamu-tamu VVIP dan VIP di Bandar Udara Internasional Halim Perdana Kusuma.

Struktur Organisasi³ Pendaratan dan Izin Masuk terdiri dari:

a. Seksi Unit A; b. Seksi Unit B; c. Seksi Unit C

Masing-masing Seksi dimaksud memiliki tugas⁴, yaitu:

(1) Seksi Unit A mempunyai tugas melaku-kan penelitian terhadap penggunaan dokumen perjalanan, pemberian tanda bertolak dan atau izin masuk serta penolakan pemberian tanda bertolak dan atau izin masuk bagi setiap orang yang masuk/keluar wilayah Indonesia sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

(2) Seksi Unit B mempunyai tugas melakukan penelitian terhadap penggunaan doku-men perjalanan, pemberian tanda bertolak dan atau izin masuk serta penolakan pemberian tanda bertolak dan atau izin masuk bagi setiap orang yang masuk/keluar wilayah Indonesia sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

(3) Seksi Unit C mempunyai tugas melakukan penelitian terhadap penggunaan doku-men perjalanan, pemberian tanda bertolak dan atau izin masuk serta

138

JIKH Vol. 10 No. 2 Juli 2016 : 131 - 140

penolakan pemberian tanda bertolak dan atau izin masuk bagi setiap orang yang masuk/keluar wilayah Indonesia sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Faktor-faktor yang Perlu Diperhatikan

Dalam kajian teoritis pengalihan kegiatan kepada unit kerja yang berbeda wilayah tentunya akan berdampak secara ”domino”

(spillover effect) terhadap kegiatan lain yang

memiliki hubungan dengan kegiatan yang dialihkan. Demikian juga halnya dengan pengalihan kegiatan pendaratan dan izin masuk di TPI Bandar Udara Internasional Halim Perdana Kusuma ke wilayah kerja Kanim Kelas I khusus Jakarta Selatan yang berada di wilayah Kecamatan Makasar Kotamadya Jakarta Timur. Wilayah kerja Kanim Kelas I Jakarta Timur, sebagaimana terlihat dalam tabel di bawah ini:

Tabel 1

Wilayah Kerja Kanim Kelas I Jakarta Timur

No. Kecamatan

1. Kecamatan Matraman 2. Kecamatan Pulo Gadung 3. Kecamatan Jatinegara 4. Kecamatan Cakung 5. Kecamatan Ciracas 6. Kecamatan Pasar Rebo 7. Kecamatan Cipayung 8. Kecamatan Duret Sawit 9. Kecamatan Kramat Jati 10. Kecamatan Makasar

Kegiatan pendaratan dan izin masuk di TPI Bandar Udara Internasional Halim Perdana Kusuma tentunya juga akan berdampak kepada kegiatan lain, dalam hal ini penegakan hukum dan pengawasan keimigrasian serta komunikasi dan koordinasi dengan instansi terkait. Pilihannya adalah lebih tepat mana (efektif dan efisien), dalam hal penegakan hukum dan pengawasan keimigrasian, apakah pengambilalihan kegiatan di TPI Bandara Udara Halim Perdana Kusuma saja atau termasuk wilayah kerja yang ada disekitarnya. Berdasarkan penelurusan data dan informasi dari informan, didapatkan tanggapan yang berbeda, meskipun relatif lebih memilih untuk mengalihkan kegiatan yang ada di TPI Bandar Udara Halim Perdana Kusuma saja, dengan beberapa alasan seperti: agar tidak terjadi disorientasi wilayah kerja Kanim Kelas I Jakarta Timur yang selama ini sudah terbangun dengan baik dan kesulitan dalam hal-hal koordinasi dan komunikasi dengan

instansi terkait (Kepolisian dan Kejaksaan) apabila ada pemetaan wilayah baru.

PENUTUP

Kesimpulan

Pelayanan keimigrasian di TPI Bandar Udara Internasional Halim Perdana Kusuma pada dasarnya merupakan pelayanan khusus yakni melayani lalu lintas keimigrasian awak pesawat cargo/charter, layanan keimigrasian tamu-tamu negara atau VVIP dan VIP yang memerlukan adanya penanganan yang bersifat khusus dengan kendali pejabat yang setara dengan orang-orang yang melakukan perlintasan sehingga akan lebih tepat jika dikendalikan oleh pejabat dalam struktur organisasi setingkat eselon III. Bandara Halim Perdana Kusuma saat ini juga memberikan pelayanan keberangkatan dan kedatangan jemaah haji yang masih terus terdapat permasalahan mis; masih didapatinya jemaah yang ditolak masuk pemerintah Arab Saudi

Analisa Yuridis Peralihan Tempat Pemeriksaan Imigrasi……(Taufik H Simatupang)

karena tidak menggunakan paspor miliknya, tidak memiliki visa haji dan lain sebagainya, mengindikasikan bahwa diperlukan pe-ningkat an kewaspadaan, yang akan lebih tepat jika pengawasannya berada di bawah kendali pejabat struktural yang lebih tinggi eseloneringnya dari pada kondisi saat ini. Kedepan tidak menutup kemungkinan terjadi pengalihan beberapa maskapai penerbangan rute internasional yang tidak lagi tertampung di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta ke Bandar Internasional Halim Perdana Kusuma sehingga diperlukan peningkatan eselonering petugas yang melaksanakannya. Oleh karenanya penyerahan Bandara Internasional Halim Perdana Kusuma kepada Kanim Kelas I khusus Jakarta Selatan adalah sangat memungkinkan dan akan sangat tepat dengan alasan saat ini Kanim Kelas I khusus Jakarta Selatan memiliki Pejabat Struktural Eselon III yaitu Kepala Bidang Darinsuk yang dibantu dengan 3 (tiga) orang Kepala Seksi.

Saran

Dalam rangka melaksanakan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: M.01-PR.07.04 Tahun 2006, maka perlu segera menerbitkan Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI tentang Peralihan Tempat Pemeriksaan Imigrasi Bandar Udara Halim Perdana Kusuma Ke dalam Wilayah Kerja Kantor Imigrasi kelas I khusus Jakarta Selatan.

140

JIKH Vol. 10 No. 2 Juli 2016 : 131 - 140

DAFTAR KEPUSTAKAAN

Buku

Handoko, T. Hani, Manajemen, Yogyakarta:

BPFE, 1984

Harold J. Leavitt., Dalam Pengelolaan,

Perubahan dan Pengembangan

Organisasi., Lembaga Management

FE.UI:1993)

Lembaga Administrasi Negara., Dasar-dasar Kepemerintahan yang Baik., LAN.,

Jakarta., 2008.

_______., Koordinasi dan Hubungan Kerja.,

LAN., Jakarta., 2008.

_______., Dasar-dasar Administrasi Publik.,

LAN., Jakarta., 2008.

Louis A. Allen., Management and Organization.,

International Student Editor., 1958 Manasse Malo & Dra. Sri Tresnaningtyas, MA,

Metode Peneltian Masyarakat. 1989.

Mocker, Robert J., the Management Control

Process, Prentice-Hall, Englewood Cliffs, 1972

Mohammad Aslam Sumhudi, “Komposisi

Riset Disain”, Jakarta: Lembaga Peneliti

Universitas Trisakti, 1985.

Peraturan Menteri Hukum dan HAM No:M. HH-05.OT.01.01 Tahun 2010 Tentang

Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Hukum dan HAM RI

Stephen P. Robbins, Teori Organisasi; Struktur,

Desain Aplikasi, edisi 3, terjemahan

Jusuf Udaya, Jakarta, Penerbit Arcan, 1994.

Stoner, James A.F. dan Charles Wankel,

Manajemen, Englecliffs, New Jersey:

Prentice Hall, 1986

Winarno Surakhmad, ed., Dasar dan Teknik

Research, Pengantar Metedologi Ilmiah,

Bandung: Penerbit Tarsito, 1970.

Peraturan Perundang-Undangan

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian

Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI No:M. HH-05.OT.01.01 Tahun 2010 Tentang

Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Hukum dan HAM RI

Surat Keputusan Menteri Kehakiman RI Nomor: M.03-PR.07.04 Tahun 1991 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Imigrasi

Surat Keputusan Menteri Kehakiman dan HAM RI Nomor: M.14.PR.07.04 Tahun 2003 Tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Kehakiman RI Nomor: M.03-PR.07.04 Tahun 1991 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Imigrasi

Optimalisasi Pelaksanaan Rencana Aksi Nasional…...(Edward James Sinaga)

OPTIMALISASI PELAKSANAAN RENCANA AKSI NASIONAL