Analisis data adalah proses penyederhanaan data ke dalam bentuk yang lebih mudah untuk dibaca dan diinterpretasikan. Proses analisis data seringkali menggunakan statistik seperti yang dilakukan peneliti kuantitatif. Analisis data kuantitatif dengan menggunakan tabel frekuensi dan tabel frekuensi silang.
a. Tabel frekuensi
Langkah pertama dalam analisis data adalah menyusun tabel frekuensi. Sebaiknya tabel frekuensi disusun untuk semua variabel penelitian dan disusun secara tersendiri.
Tabel frekuensi merupakan bahan dasar untuk analisis selanjutnya. Tabel frekuensi memiliki beberapa fungsi, antara lain:
1) Mengecek apakah jawaban responden atas satu pertanyaan adalah konsisten dengan jawaban atas pertanyaan lain.
38
60 60%
2929%
1111%
0 50 100
Jumlah Responden Sempit
Sedang Luas
Kategori
GRAFIK VII. LUAS KEPEMILIKAN LAHAN PERTANIAN
JUMLAH PROSENTASE
2) Mendapatkan deskripsi ciri atau karakteristik responden atas dasar analisis satu variabel.
3) Mempelajari distribusi variabel-variabel penelitian.
4) Menentukan klasifikasi yang paling baik untuk tabulasi silang.
Berikut akan ditampilkan contoh tabel frekunsi dalam format grafik untuk menggambarkan jawaban responden atas sebuah pertanyaan peneliti beserta interpretasi grafiknya.
Contoh pada kasus kepemilikan lahan pertanian
Luas kepemilikan lahan pertanian ternyata mempengaruhi kondisi sosial ekonomi responden. Hal tersebut akan dijelaskan pada grafik berikut:
Gambar 9.1 Contoh Grafik Visual Data Frekuensi
Keterangan:
a. 0 – 0,25 ha (sempit) b. 0,26 – 0,50 ha (sedang)
c. > 0,51 ha (luas)
Grafik tersebut menunjukkan bahwa hanya 11% saja responden yang memiliki lahan luas diatas 0,51 ha dan 29% memiliki lahan sedang berkisar antara 0,26-0,50 ha. Angka paling banyak ditunjukkan sebanyak 60% responden memiliki lahan yang sempit. Hal ini berimplikasi pada produktivitas panen. Semakin sempit lahan pertanian yang dimiliki, maka akan semakin kecil pula produktivitas panennya.
39 b. Tabel frekuensi silang
Analisis tabulasi silang merupakan metode analisis yang sederhana namun memiliki daya menerangkan yang cukup kuat untuk menjelaskan hubungan antarvariabel. Dalam analisis tabulasi silang, peneliti menggunakan distribusi prosentase pada sel-sel dalam tabel sebagai dasar untuk menyimpulkan hubungan antara variabel-variabel penelitiannya. Jumlah responden untuk setiap kelompok variabel pengaruh perlu dicatat karena angka tersebut diperlukan dalam interpretasi. Agar tabel mudah dibaca, variabel terpengaruh biasanya disusun secara vertikal dan variabel pengaruh disusun secara horizontal. Berikut akan ditampilkan contoh tabel frekunsi silang dalam format grafik untuk menggambarkan jawaban responden atas sebuah pertanyaan peneliti beserta interpretasi grafiknya.
Contoh pada kasus kepemilikan lahan pertanian
Dengan asumsi bahwa luas pemilikan tanah akan mempengaruhi hubungan patron klien, maka dalam grafik berikut akan ditunjukkan hubungan antara luas pemilikan tanah dengan patron klien.
Gambar 9.2 Contoh Grafik Tabel Frekuensi Silang
47
22
10
0 0 0
8 5 8
0 10 20 30 4050
1 2 3
Luas Pemilikan Tanah
Patron Klien GRAFIK VIII. HUBUNGAN ANTARA LUAS PEMILIKAN TANAH DENGAN PATRON KLIEN
Tinggi Sedang Rendah
40 Grafik tersebut menggambarkan bahwa responden yang memiliki tanah yang luas ternyata memiliki tingkat hubungan patron klien yang tinggi. Hal ini dapat dijabarkan secara logis bahwa petani yang memiliki tanah yang luas dan memiliki klien yang banyak, maka asuransi sosial yang diberikan banyak pula.
Penelitian dengan menggunakan kuantitatif menggunakan istilah validitas dan reliabilitas untuk mengukur keabsahan data. Validitas adalah sejauh mana suatu alat pengukuran dapat mengukur apa yang ingin diukur, sedangkan reliabilitas adalah sejauh mana suatu hasil pengukuran relatif konsisten apabila pengukuran tersebut diulang dua kali atau lebih. Penelitian dengan menggunakan metode kualitatif tidak menggunakan istilah tersebut. Moleong (2005: 53) menggunakan istilah kredibilitas dan keteralihan (kontras validitas), kebergantungan (kontras reliabilitas) dan kepastian (objektif).
Kredibilitas pada penelitian dengan metode kualititatif maksudnya bahwa peneliti kualitatif berperan sebagai instrumen itu sendiri. Menurut Moleong (2005: 55), kredibilitas pada penelitian dengan metode kualititatif mencakup beberapa aspek, antara lain:
1) Keikutsertaan
Keikutsertaan berarti bahwa peneliti harus terjun ke lapangan sampai peneliti menemui kejenuhan. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk membatasi gangguan dari dampak peneliti pada sebuah konteks. Artinya bahwa peneliti harus memahami konteks kultural subjek. Selain itu juga bertujuan untuk membatasi bias peneliti dan mengkonpensasikan pengaruh dari kejadian-kejadian yang tidak biasa atau pengaruh sesaat.
2) Pengamatan
Pengamatan berarti peneliti harus secara konsisten melakukan interpretasi dengan berbagai cara dalam kaitan dengan proses analisis yang konstan. Dengan kata lain bahwa perpanjangan keikutsertaan peneliti dalam proses pengamatan mengakibatkan kedalaman data. Hal ini berarti bahwa peneliti hendaknya mengadakan pengamatan dengan teliti dan rinci secara berkesinambungan terhadap faktor-faktor yang menonjol.
41 3) Triangulasi
Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data dengan memanfaatkan sumber atau metode yang lain sebagai pembanding. Denzin (1978) membedakan empat macam triangulasi sebagai teknik pemeriksaan yang memanfaatkan penggunaan sumber, metode, penyidik dan teori.
a) Triangulasi dengan sumber
Triangulasi dengan sumber berarti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda. Hal ini dapat dicapai dengan jalan (Patton, 1987: 331):
(1) Membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara.
(2) Membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa yang dikatakannya secara pribadi.
(3) Membandingkan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakan sepanjang waktu.
(4) Membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan orang, seperti rakyat biasa, orang yang berpendidikan menengah atau tinggi, orang yang berada atau orang pemerintahan.
(5) Membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan.
b) Triangulasi dengan metode
Triangulasi dengan metode (Patton, 1987: 329) terdapat dua strategi, yaitu:
(1) Pengecekan derajat kepercayaan penemuan hasil penelitian dengan beberapa teknik pengumpulan data.
(2) Pengecekan derajat kepercayaan beberapa sumber data dengan metode yang sama.
c) Triangulasi dengan penyidik
Triangulasi dengan penyidik berarti memanfaatkan peneliti atau pengamat lainnya untuk keperluan pengecekan kembali derajat kepercayaan data. Pemanfaatan pengamat lainnya membantu mengurangi kemelencengan dalam pengumpulan data.
42 d) Triangulasi dengan teori
Triangulasi dengan teori menurut Lincoln dan Guba (1981: 307), berdasarkan anggapan bahwa fakta tidak dapat diperiksa derajat kepercayaannya dengan satu atau lebih teori.