H. Hipotesis
I. Langkah-Langkah Penelitian
8. Teknik Analisis Data
a. Untuk Menjawab Rumusan Pertama
Untuk menjawab bagaimana gambaran keterlaksanaan proses pembelajaran melalui penerapan model Kooperatif Biasa dan model kooperatif tipe Round Table yaitu melalui lembar observasi aktivitas siswa dan guru. Analisis data menggunakan rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:
persentase aktivitas = jumlah aktivitas
jumlah siswa Γ skor maksimalΓ 100%
Selanjutnya, nilai dari presentase aktivitas setiap pertemuan ini menjadi sebuah tolak ukur untuk mengambil kesimpulan aktivitas pemeelajaran matematika pada siswa mengalami peningkatan atau penurunan. Dengan kriteria penilaian pada tabel 1.12 berikut :
Tabel 1. 12 Kriteria Penilaian Aktivitas
Rata-rata Aktivitas Interpretasi
81,7% - 100% 48,3% - 81,3% 0% - 48% Baik Cukup Kurang (Jihad, 2008: 26) b. Untuk Menjawab Rumusan Masalah Kedua
Untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematik siswa sebelum dan sesudah menggunakan model Kooperatif Biasa, model kooperatif tipe Round Table dan model Konvensional bisa dilihat dan dianalisis dari banyaknya jawaban benar dan salah pada pretest dan posttest serta persentase dari jawaban benar dan salah.
Sementara, untuk melihat peningkatan kemampuan komunikasi matematik siswa setelah diberi perlakuan, baik menggunakan model Kooperatif Biasa, model
kooperatif tipe Round Table dan model Konvensional bisa dilihat dan dianalisis dengan membandingkan skor peningkatan (gain) yang diperoleh dari data pretest dan posttest pada masing-masingkelompok sampel dengan rumus g faktor (gain skor ternormalisasi) dengan rumus:
π = ππππππβππβ ππππππ€ππ ππππππππ ππππ β ππππππ€ππ
Kategori gain ternormalisasi menurut Meltzer (Juariah, 2008 : 44) diinterpretasikan dalam tabel 1.13
Tabel 1. 13 Kriteria Gain Ternormalisasi
Gain Ternormalisasi Keterangan
π β€ 0,30 Rendah
0,30 < π β€ 0,70 Sedang π > 0,70 Tinggi
c. Untuk Menjawab Rumusan Masalah Ketiga
Untuk mengetahui perbedaan kemampuan komunikasi matematik pada pembelajaran matematika dengan materi keliling dan luas segiempat dengan menggunakan model pembelajaran Konvensional, model pembelajaran Kooperatif Biasa, dan model pembelajaran kooperatif tipe Round Table akan digunakan uji ANOVA satu jalur dengan asumsi:
1) Sampel berasal dari populasi yang akan diuji berdistribusi normal. 2) Varians dari populasi tersebut adalah sama.
3) Sampel tidak berhubungan satu sama lain.
Teknik analisis ANOVA satu jalur terhadap hasil posttest ketiga kelompok sampel dengan langkah-langkah berikut.
1) Merumuskan hipotesis
H0 : Tidak terdapat perbedaan pencapaian kemampuan komunikasi matematik siswa antara yang menggunakan model Kooperatif Biasa, model kooperatif tipe Round Table dengan model Konvensional.
Ha : Terdapat pencapaian kemampuan komunikasi matematik siswa antara yang menggunakan model Kooperatif Biasa, model kooperatif tipe Round
Table dengan model Konvensional.
2) Menguji normalitas data
Untuk menguji normalitas data posttest dari ketiga kelompok sampel, dilakukan langkah-langkah sebagai berikut.
a) Merumuskan formula hipotesis H0 : data berdistribusi normal Ha : data tidak berdistribusi normal
b) Menentukan tata-rata dari ketiga kelompok sampel,
c) Menentukan standar deviasai dari ketiga kelompok sampel d) Menentukan nilai uji statistik
Untuk mendapatkan nilai Chi Kuadrat (π2) hitung, sebagai berikut : π2βππ‘π’ππ = β {(ππβ πΈπ)2
πΈπ } Keterangan:
π2 = Chi Kuadrat
ππ = Frekuensi hasil pengamatan pada klasifikasi ke-i πΈπ = Frekuensi yang diharapkan pada klasifikasi ke-i e) Menentukan taraf nyata (πΌ)
Untuk mendapatkan nilai Chi Kuadrat (π2) tabel, sebagai berikut : π2βππ‘π’ππ = π2(1βπΌ)(ππ)
Keterangan:
ππ = derajat kebebasan ππ = k β 3
π = banyak kelas interval f) Menentukan kriteria pengujuan hipotesis
a) H0 ditolak jika π2 βππ‘π’ππ β₯ π2 π‘ππππ b) H0 diterima jika π2βππ‘π’ππ < π2π‘ππππ g) Memberikan kesimpulan (Kariadinata, 2011: 30-31)
3) Menguji homogenitas variansi
Untuk menguji homogenitas data, akan digunakan Tes Barlett, dengan langkah:
a) Merumuskan hipotesis
b) Menguji homogenitas tiga varians atau lebih (Tes Barlett) (1) Menentukan variansi-variansi setiap kelompok data
(2) Menghitung variansi gabungan menggunakan rumus:
ππππ= β(ππβ 1)ππ β(ππβ 1)
ππππ = (π1β 1)π1+ (π2β 1)π2+ (π3β 1)π3 (π1β 1) + (π2β 1) + (π2β 1) Keterangan
ππππ = Varians gabungan ketiga kelompok sampel π1 = Varians kelas kontrol
π2 = Varians kelas model Kooperatif Biasa
π3 = Varians kelas model kooperatif tipe Round Table π1 = jumlah siswa kelas kontrol
π2 = jumlah siswa kelas model Kooperatif Biasa
π3 = jumlah siswa kelas model kooperatif tipe Round Table
(3) Menghitung nilai B (Bartlett) menggunakan rumus:
B = (Log Vg) β(nπβ 1)
B = (Log Vg)[(n1β 1) + (n2β 1) + (n3β 1)] (4) Menghitung nilai π2βππ‘π’πππenggunakan rumus:
π2βππ‘π’ππ = ln 10 {π΅ β β(π1β 1)(log ππ)}
π2βππ‘π’ππ = ln 10 {π΅ β [(n1β 1)π1+ (n2β 1)π2+ (n3β 1)π3]} (5) Mencari nilai π2π‘ππππ
Menggunakan rumus ππ‘ππππ = π2(0,99)(kβ1) dengan k = banyaknya perlakuan (6) Pengujian homogenitas varians
(a) Jika π2
βππ‘π’ππ < π2
π‘ππππ, maka ketiga variansi homogen (b) Jika π2
βππ‘π’ππ β₯ π2
π‘ππππ, maka ketiga variansi tidak homogen
Jika ketiga data berdistribusi normal dan variansi homogen, maka pengujian dari ketiga data posttest akan dilanjutkan ke uji ANOVA satu jalur, dengan langkah :
a) Membuat tabel persiapan statistik
Tabel 1. 14 Ringkasan ANOVA Sumber Variasi (SV) Jumlah Kuadrat (JK) Derajat Kebebasan (db) Rerata Kuadrat (RK) F Antar Kelompok (a) JKa dba RKa RKa RKd Dalam Kelompok (d) JKd dbd RKd Total (T) JKT - - Keterangan:
(1) π½πΎπ = Jumlah kuadrat total, rumusnya sebagai berikut: π½πΎπ = β ππ2β(β ππ)2
ππ Keterangan :
β ππ = jumlah nilai posttest seluruh sampel
β ππ2 = jumlah kuadrat nilai postest seluruh sampel ππ = jumlah seluruh sampel
(2) π½πΎπ = Jumlah kuadrat antar kelompok, rumusnya sebagai berikut: π½πΎπ = [β(β ππ)2 ππ ] β (β ππ)2 ππ π½πΎπ = (β π1)2 π1 + (β π2)2 π2 + (β π3)2 π3 β (β ππ)2 ππ Keterangan:
β π1 = jumlah seluruh nilai posttest kelas kontrol
β π2 = jumlah seluruh nilai posttest kelas model Kooperatif Biasa
β π3 = jumlah seluruh nilai posttest kelas model kooperatif tipe Round Table (3) JKd = JKT β JKa
(4) dba = Derajat kebebasan antar kelompok, rumusnya sebagai berikut: dba = a β 1 ; a = banyaknya kelompok = 3
(5) dbd = Derajat kebebasan dalam kelompok, rumusnya sebagai berikut: dbd = NT β a ; NT = jumlah total data
(6) dbT = Derajat kebebasan total, rumusnya sebagai berikut: dbT = NT β 1
(7) RKa = Rerata kuadrat antar kelompok, rumusnya sebagai berikut: RKa = JKa
dba
(8) RKd = Rerata kuadrat dalam kelompok, rumusnya sebagai berikut: RKd = JKd
dbd
c) Mencari nilai πΉβππ‘π’ππ
Menggunakan rumus sebagi berikut: πΉβππ‘π’ππ = RKa
RKd d) Mencari nilai πΉπ‘ππππ
Menggunakan rumus sebagai berikut: πΉπ‘ππππ dbf = dbk lawan dbd e) Pengujian hipotesis
(1) Jika πΉβππ‘π’ππ < πΉπ‘ππππ, maka H0 diterima sedangkan Ha ditolak (2) Jika πΉβππ‘π’ππ > πΉπ‘ππππ, maka H0 ditolak sedangkan Ha diterima
Catatan: Jika dari hasil pengujian Ha diterima, berarti terdapat perbedaan dari ketiga kelompok data maka untuk mengetahui urutan yang lebih baik dapat ditempuh dengan menghitung perbedaan yang lebih kecil dari perbedaan rata-rata yang dinyatakan signiifikan (PKS), adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:
a) Mencari nilai PKS dengan rumus: ππΎπ = π‘0,975(πππ)β2π πΎπ
π
π πΎπ = ππππ = (π1β 1)π1+ (π2β 1)π2 π1+ π2β 1
Jika masing kelompok memiliki n yang sama. Namun, jika masing-masing kelompok memiliki n yang tidak sama, dihitung sepasang-sepasang, dengan rumus:
ππΎπ = π‘0,975(πππ)βπ πΎπ(1 π1+ 1
π2) b) Membuat tabel perbedaan rata-rata
Tabel 1. 15 Perbedaan Rata-Rata
A B C
A |πΜ Μ Μ β ππ΄ Μ Μ Μ Μ | |ππ΅ Μ Μ Μ β ππ΄ Μ Μ Μ Μ | πΆ B |πΜ Μ Μ Μ β ππ΅ Μ Μ Μ | π΄ |πΜ Μ Μ Μ β ππ΅ Μ Μ Μ Μ | πΆ C |πΜ Μ Μ Μ β ππΆ Μ Μ Μ | |ππ΄ Μ Μ Μ Μ β ππΆ Μ Μ Μ Μ | π΅
Keterangan:
πΜ Μ Μ = rata-rata nilai posttest kelas kontrol π΄ ππ΅
Μ Μ Μ Μ = rata-rata nilai posttest kelas model Kooperatif Biasa ππΆ
Μ Μ Μ Μ = rata-rata nilai posttest kelas model kooperatif tipe Round Table c) Menentukan urutan yang lebih baik
Bandingkan semua perbedaan setiap dua rata-rata pada tabel diatas dengan nilai PKS. Jika semuanya lebih besar dari PKS, maka ke-3 kelompok data berbeda signifikan. Dengan demikian bisa langsung diurutkan dari tabel persiapan dengan melihat rata-rata hitungnya. Seandainya perbedaan dua rata-rata suatu pasangan adalah lebih kecil atau sama dengan nilai PKS maka sampel I dan sampel II tidak terdapat perbedaan (sama).
Apabila sebaran data tidak normal maka data di analisis dengan uji statistik nonparametrik salah satunya uji Kruskal Wallis (Uji H). Adapun langkah-langkah Uji H sebagai berikut:
a) Menentukan hipotesis b) Membuat daftar rank
c) Menentukan nilai H dengan rumus: π» = 1 π2(βπ π 2 ππ β π(π + 1)2 4 π π=1 ) Dengan π2 = 1 π β 1(β β π π2 ππ β π(π + 1)2 4 ππ π=1 π π=1 )
Jika tidak ada hasil pengamatan yang kembar maka digunakan rumus,
π» = 12 π(π + 1)β π π2 ππ π π=1 β (3π + 1) Keterangan:
N = Banyaknya seluruh data π π = Jumlah rank tiap kelompok ππ = banyaknya data tiap kelompok
d) Menguji hipotesis dengan membandingkan nilai H dengan nilai π₯2π‘ππππ dengan derajat kebebasan df = a β 1, dengan kriteria:
(1) Jika H < π₯2π‘ππππ maka H0 diterima dan Ha ditolak. (2) Jika H > π₯2π‘ππππ maka H0 ditolak dan Ha diterima.
(Sugiyono, 2011: 219) Jika dari hasil pengujian Ha diterima, berarti terdapat perbedaan dari ketiga kelompok data maka untuk mengetahui urutan yang lebih baik dapat ditempuh dengan menggunkan uji Mann Whitney.
d. Untuk Menjawab Rumusan Masalah Keempat
Data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif, yaitu dengan melihat perolehan rata-rata skor sikap dan presentase sikap positif dan sikap negatif. Adapun kategori skala sikap sebagai berikut:
Rata β rata = 2,50 artinya netral Rata β rata < 2,50 artinya negatif.
Selain menganalisis rata-rata skor siswa, juga di analisis persentase sikap positif dan negatif setiap item pertanyaan. Untuk pernyataan positif, sika positif adalah sikap persetujuan (banyaknya respon SS dan S) dan sikap negatif adalah sikap ketidaksetujuan (banyaknya sespon TS dan STS). Untuk pernyataan negatif, sika positif adalah sikap persetujuan (banyaknya respon TS dan STS) dan sikap negatif adalah sikap ketidaksetujuan (banyaknya sespon SS dan S). (Juariah, 2008: 45)
Arikunto, S. (2012). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan Edisi 2. Jakarta: Bumi Aksara.
Arikunto, S. (2012). Peosedur Penelitian. Bandung: Rineka Cipta.
Hidayat, F. (2013). Penerapan Model Connected Mathematics Task (CMT) untuk
Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Pada Pokok Bahasan Kubus dan Balok. Skripsi. UIN Bandung: Tidak Dipublikasikan.
Huda, M. (2011). Cooperative Learning Metode, Teknik, Struktur, dan Penerapan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Johnson, D. W., Johnson, R. T., & Holube, E. J. (2012). Colaborative Learning. Bandung: Nusa Media.
Juariah. (2008). Meningkatkan Kemampuan Penalaran dan Kemampuan
Komunikasi Matematis Siswa Melalui Pendekatan Keterampilan Proses Matematika. Tesis. UPI Bandung: Tidak Dipublikasikan.
Kanesha. (2012). Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Pemecahan Masalah
Definisi, Desain, Formulasi dan Komunikasi (DDFK) Berbantu Geogebra Terhadap Peningkatan Tahap Berpikir Geometri Van Hiele Siswa. Skripsi
UIN Bandung: Tidak dipublikasikan.
Lie, A. (2008). Cooperative Learning. Jakarta: PT. Gramedia.
Manfaat, B. (2010). Membumikan Matematika dari Kampus ke Kampung. Jakarta Selatan: PT. Buku Kita.
Sanjaya, W. (2008). Kurikulum dan Pembelajaran Matematika. Bandung: Kencana.
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Sumarmo, U. (2012). Bahan Belajar Matakuliah Proses Berpikir Matematik
Program S2 Pendidikan Matematika STKIP Siliwangi 2012. Bahan Ajar
STKIP Siliwangi Bandung: Tidak dipublikasikan.
Susilawati, W. (2012). Belajar dan Pembelajaran Matematika. Bandung: CV. Insan Mandiri.
Sanjaya, Wina. (2008). Kurikulum dan Pembelajaran. Bandung: Kencana Slavin, R. E. (2005). Cooperative Learning. Bandung: Nusa Media.
____________. (2009). Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah Skripsi, Tesis
Contents
A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Rumusan Masalah ... 4 C. Tujuan Penelitian ... 5 D. Manfaat Penelitian ... 5 E. Batasan Masalah ... 6 F. Definisi Operasional ... 6 G. Kerangka Pemikiran ... 7
1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 3-4 orang ... 12
2. Guru menjelaskan suatu topik beserta contoh soal. ... 12
3. Siswa ditugaskan untuk mengerjakan latihan soal di kelompoknya masing-masing. 12 4. Siswa berdiskusi kelompok untuk memecahkan soal yang telah diberikan. ... 12
5. Siswa mempresentasikan jawaban. ... 12
1. Guru menjelaskan suatu topik beserta contoh soal di papan tulis. ... 12
2. Siswa ditugaskan untuk mengerjakan latihan soal yang bersifat rutin yang diberikan oleh guru. ... 12
3. Siswa mengerjakan soal latihan. ... 12
4. Siswa dan guru sama-sama mebahas soal yang telah dikerjakan. ... 12
H. Hipotesis... 13
I. Langkah-Langkah Penelitian ... 14
1. Menentukan Lokasi Penelitian ... 14
2. Sumber Data ... 15
3. Menentukan Jenis Data ... 16
4. Teknik Pengumpulan Data ... 16
5. Menentukan Metode dan Desain Penelitian ... 16
6. Menentukan Instrumen Penelitian ... 18
7. Analisis Instrumen Penelitian ... 22