• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN TEORI

C. Metode Pelaksanaan Penelitian

4. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data merupakan metode yang seringkali digunakan dalam penelitian untuk mengolah data menjadi informasi yang akan mudah dipahami dan dapat bermanfaat dan dijadikan solusi permasalahan.

a. Reduksi data

Teknik menganalisis data dengan cara memilih data mana saja yang relevan untuk memperkuat laporan atau hasil penelitian. Reduksi data adalah proses pemilihan, data tersebut dapat dikategorikan sesuai dengan kebutuhan dalam penelitian.

b. Penyajian data

Teknik menganalisis data dengan cara mengumpulkan informasi yang tersusun untuk memberi kemungkinan menarik kesimpulan dan

13

mengambil tindakan selanjutnya. Penyajian data dapat menampilkan dalam bentuk bagan, naratif, flow chart, dan lain-lain.

c. Menarik kesimpulan

Teknik menganalisis data dengan cara menarik kesimpulan dengan mencakup informasi penting dalam penelitian secara garis besar. Dalam menarik kesimpulan juga harus menggunakan bahasa yang mudah dimengerti dan tidak terbelit-belit.

14

BAB III

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Sejarah Singkat Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bulukumba

Sekedar diketahui, sejak resmi berdiri sendiri menjadi Badan pada tahun 2016 lalu, BAPENDA sebelumnya adalah bagian dari Dinas Pendapatan dan Keuangan Daerah, masih berbagi bangunan gedung kantor dengan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD). Hal tersebut dinilai kurang efektif dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat. Olehnya, untuk memaksimalkan pelayanan serta kenyamanan bagi masyarakat, kantor BAPENDA Bulukumba kemudian dipindahkan ke lokasi baru. Lokasi baru ini terbilang strategis. Pasalnya, berada dekat dari Jl. Lanto Dg Pasewang atau Jalan Trans Sulawesi yang dapat diakses masyarakat dengan mudah.

Di kantor baru ini, area parkiran juga terbilang cukup luas. Berbeda dengan kantor lama karena parkiran sempit, membuat sebagian kendaraan terkadang di parkir di badan jalan. Sebelumnya, BAPENDA Bulukumba berkantor di Jl. Jenderal Sudirman, kini telah pindah di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bulukumba di Jl. Kedondong pada tanggal 15 Juni 2019.

Sebelum BAPENDA, Kantor Dinas Perumahan, Pertanahan, dan Pemukiman (DP3) Kabupaten Bulukumba telah terlebih dahulu pindah ke Kompleks Perkantoran. Kantor itu sebelumnya merupakan Kampus Akper Bulukumba.

15

B.Struktur Organisasi Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bulukumba 1. Kepala Badan : Drs. Andi Mappiwali (NIP. 19650915 199103 1 013).

2. Sekretaris : Drs. Abd. Rahman (NIP. 19621108 198603 1 024).

a. Kepala Sub Bagian Program dan Keuangan : Asriyanti, SE (NIP.

19730416 200901 2 001).

b. Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian : Abd. Kadir, S. Sos (NIP.

19620716 198710 1 001).

3. Bidang Pendataan, Pendaftaran, dan Pengembangan Potensi : Andi Ikhdar, SE (NIP. 19780723 200801 1 008).

a. Sub Bidang Pendataan dan Pendaftaran : Yasser Arafat, SE, MM (NIP.

19850610 200903 1 003).

b. Sub Bidang Pengelolaan Data : A. Jumeria, SE (NIP. 1970703 200701 2 031).

c. Sub Bidang Pengembangan Potensi Pajak, Retribusi dan Pendapatan Lainnya : Uliana, S. Sos (NIP. 19790715 200701 2 022).

4. Bidang Penetapan dan Keberatan : H. Andi Tenri Ajeng, SE (NIP.

c. Sub Bidang Pembukuan dan Pelaporan : Nasruddin, SE (NIP. 19620906 1983030 1 016).

5. Bidang Penagihan : H. Rusli, SE (NIP. 19620716 200701 1 038).

a. Sub Bidang Penagihan PBB P2 : Zulfairah Kurnia, S. Sos (NIP.

19820920 200701 2 012).

b. Sub Bidang Penagihan Retribusi : Wahyuni Suaib, SP (NIP. 19790127 201001 1 012).

c. Sub Bidang Penagihan Pajak Lainnya : A. Aminullah (NIP. 19630614 199003 1 010).

C. Job Description Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bulukumba 1. Kepala Badan

a. Mengkoordinasikan penyusunan program dan kegiatan Badan Pendapatan Daerah.

b. Mengkoordinasikan perumusan kebijakan agar tercipta sinkronisasi dan integrasi kebijakan pemerintah dalam lingkup kerja dan kewenangan Badan Pendapatan Daerah.

c. Menyelenggarakan urusan Badan Pendapatan Daerah.

d. Mengkoordinasikan pelaksanaan pengendalian, penempatan dan pembinaan kepegawaian dalam Badan Pendapatan Daerah.

e. Mengendalikan pengelolaan keuangan Badan Pendapatan Daerah.

f. Menyelenggarakan urusan umum Badan Pendapatan Daerah.

g. Melaksanakan pemantauan dan evaluasi secara berkala pelaksanaan kebijakan pemerintah daerah dalam lingkup Badan Pendapatan Daerah.

h. Melaksanakan konsultasi dan koordinasi program dan kegiatan dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat dalam rangka terciptanya keselarasan program kegiatan antar tingkatan pemerintah dalam lingkup kerja dan kewenangan Badan Pendapatan Daerah.

i. Mendistribusikan tugas dan pemberian petunjuk dan pelaksanaan kepada bawahan.

j. Memantau danmengevaluasi dan menilai pelaksanaan tugas bawahan.

k. Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas.

17

l. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas pada atasan.

m. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya.

2. Sekretaris

a. Mengkoordinasikan dan penyusunan program serta dalam kegiatan kesekretariatan.

b. Melaksanakan pelayanan kesekretariatan.

c. Merumuskan pedoman dan/atau petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan kesektariatan.

d. Memberikan dukungan atas penyelenggaraan urusan administrasi umum, kepegawaian, perencanaan dan pengelolaan keuangan dan perlengkapan.

e. Merencanakan, mengkoordinasikan, menggerakkan dan melakukan mengendalikan serta menetapkan kebijakan umum kepegawaian, keuangan dan perlengkapan.

f. Menyusun kegiatan tahunan sebagai pedoman pelaksanaan tugas.

g. Mengelola dan mengkoordinasikan pelaksanaan pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan unit kerja dalam lingkup Badan Pendapatan Daerah.

h. Mengelola da mengkoordinasikan pelaksanaan urusan umum, urusan kepegawaian, urusan pengelolaan keuangan dan asset, serta pelaksana urusan perpajakan.

i. Melakukan pemantauan, evaluasi terhadap penyelenggaraan administrasi umum, pengelolaan keuangan, pelaporan dan asset.

j. Menilai prestasi kerja para kepala sub bagian dalam rangka pembinaan dan pengembangan karir.

k. Menginventarisir permasalahan dan menyiapkan data/bahan pemecahan masalah sesuai bidang tugasnya.

l. Memeriksa bahan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (LAKIP).

m. Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas.

n. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas pada atasan.

o. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya.

3. Bidang Pendataan, Pendaftaran, dan Pengembangan Potensi

a. Menyusun rencana program dan kegiatan di bidang pendataan, pendaftaran, dan pengembangan potensi.

b. Mendistribusikan tugas dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas kepada bawahan.

c. Memantau, mengawasi dan mengevaluasi hasil pelaksanaan tugas bawahan.

d. Memeriksa bahan perumusan dan pendataan, pendaftaran dan pengembangan potensi, pengelolaan data dan pelayanan umum dan pengembangan potensi.

e. Melaksanakan pengembangan sistem informasi manajemen pendataan, pendaftaran, dan pengembangan potensi, pengelolaan data dan pelayanan umum dan pengembangan potensi.

f. Melaksanakan pencetakan dan penerbitan data SPPT dan/atau SKPD pajak bumi dan bangunan (PBB).

19

g. Menyusun Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan Dokumen Perubahan Anggaran (DPPA).

h. Melaporkan hasil penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan Dokumen Perubahan Anggaran (DPPA).

i. Menyusun Standar Pelayanan Publik (SPP), Standar Operasional Prosedur (SOP), Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan Standar Pelayanan Minimal (SPM).

j. Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas, melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada atasan.

k. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahka oleh atasan sesuai dengan bidag tugasnya.

4. Bidang Penetapan dan Keberatan

a. Menyusun rencana program dan kegiatan di bidang penetapan dan keberatan.

b. Mendistribusikan tugas dan memberi petunjuk pelaksanaan kepada bawahan.

c. Memantau, mengawasi dan mengevaluasi hasil pelaksanaan tugas bawahan.

d. Memeriksa bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis penetapan, keberatan, pembukuan dan pelaporan, memeriksa bahan penyusunan perencanaan dan pelaksanaan program penetapan dan keberatan.

e. Melaksanakan penghitungan penetapan dan keberatan.

f. Melaksanakan proses perhitungan penetapan, keberatan, pembukuan dan pelaporan.

g. Melaksanakan percetakan dan penerbitan SKPD, SKPDKB, SKPDLB, dan SKPDN BPHTB dan Pajak Daerah Lainnya.

h. Melaksanakan porporasi benda berharga BPHTB dan pajak daerah lainnya.

i. Merumuskan penyusunan daftar rekapitulasi SKPD dan surat ketetapan lainnya yang telah diterbitkan.

j. Mendistribusikan SSPD, BPHTB, dan SKPD kepada wajib pajak daerah lainnya.

k. Melaksanakan pemungutan BPHTB dan pajak daerah lainnya.

l. Melaksanakan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan Dokumen Perubahan Pelaksanaan Anggaran (DPPA).

m. Merumuskan penyusunan Standar Pelayanan Public (SPP) dan Standar Operasional Prosedur (SOP).

n. Merumuskan penyusunan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan Standar Pelayanan Minimal (SPM).

o. Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas.

p. Melaporkan hasil pelaksanaan kepada atasan.

q. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya.

5. Bidang Penagihan

a. Menyusun rencana program dan kegiatan.

b. Menyusun pedoman dan/atau petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan.

c. Mendistribusikan tugas dan memberi petunjuk pelaksanaan kegiatan.

d. Memantau, mengawasi dan mengevaluasi hasil pelaksanaan tugas bawahan.

21

e. Merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis bidang penagihan.

f. Melaksanakan penagihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan pajak daerah lainnya.

g. Menyusun laporan realisasi tunggakan PBB, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan pajak daerah lainnya.

h. Menyusun Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan Dokumen Perubahan Pelaksanaan Anggaran (DPPA).

i. Menyiapkan bahan dalam rangka pemeriksaan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan.

j. Melaksanakan Standar Pelayanan Minimal (SPM).

k. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas pada atasan.

l. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya.

D. Hasil Penelitian

1. Penerimaan Retribusi Tempat Wisata di Pantai Tanjung Bira Kabupaten Bulukumba Pada Tahun 2018

Penerimaan dalam sektor retribusi daerah sangatlah berpengaruh dalam penjagaan dan pembinaan stabilitas ekonomi. Retribusi daerah merupakan komponen Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mempunyai peluang yang tinggi untuk dikembangkan. Penerimaan retribusi tempat wisata di Kabupaten Bulukumba pada tahun 2018 belum mencapai target yang telah ditentukan oleh Pemerintah Daerah atau bisa dikatakan penerimaan retribusinya belum maksimal.

Dilihat dari data penerimaan retribusi di Pantai Tanjung Bira pada tahun 2018, jika ditotalkan sebanyak 2.662.500.000. Sangat terlihat bahwa penerimaannya jauh dari target yang telah ditentukan yaitu sebanyak 6.063.130.000 dan memiliki jumlah selisih yang lebih besar dari penerimaannya sebanyak 3.400.630.000.

Berikut Data Realisasi Penerimaan Retribusi di Pantai Tanjung Bira Kabupaten Bulukumba pada tahun 2018 :

Tabel 3.1 Realisasi Penerimaan Retribusi Pantai Tanjung Bira Tahun 2018

URAIAN TARGET

Bira Dewasa 4.870.500.000 2.406.000.000 2.464.500.000 Bira

Anak-Anak 592.630.000 116.500.000 476.130.000 Bira

Mancanegara 600.000.000 140.000.000 460.000.000 Sumber data : Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bulukumba (2021)

Penerimaan retribusi di Pantai Tanjung Bira tahun 2018 yang targetnya lebih tinggi dari penerimaan retribusinya dapat dinilai keefektifan dari seberapa besar persentase yang diperoleh.

Cara menghitung persentase yaitu :

Persentase = (Penerimaan/Target) x 100%

Berikut Data Pengukuran Efektivitas dan Klasifikasi Penerimaan Retribusi di Pantai Tanjung Bira pada Tahun 2018 :

23

Tabel 3.2 Pengukuran Efektivitas Penerimaan Retribusi di Pantai Tanjung Bira Tahun 2018

Bira Dewasa 4.870.500.000 2.406.000.000 49%

Bira

Anak-Anak 592.630.000 116.500.000 19%

Bira

Mancanegara 600.000.000 140.000.000 23%

Sumber data : Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bulukumba (2021) Untuk mengetahui apakah penerimaan retribusi di Pantai Tanjung Bira sudah efektif atau tidak, maka rata-rata persentasenya harus ditentukan agar persentase akhirnya dapat diketahui.

Cara menghitung rata-rata persentase yaitu : Rata-Rata = Jumlah data

Banyak data Jumlah data = 49%+19%+23% =91%

Banyak data = 3

Rata-Rata = 91% = 30,3% (Kurang Efektif) 3

2. Penerimaan Retribusi Tempat Wisata di Pantai Tanjung Bira Kabupaten Bulukumba Pada Tahun 2019

Dilihat dari data penerimaan retribusi di Pantai Tanjung Bira pada tahun 2019, jika ditotalkan sebanyak 2.817.320.000. Sangat terlihat bahwa penerimaannya jauh dari target yang telah ditentukan yaitu sebanyak

4.315.730.000 dan memiliki jumlah selisih yang lebih kecil dari penerimaannya sebanyak 1.498.410.000.

Berikut Data Realisasi Penerimaan Retribusi di Pantai Tanjung Bira Kabupaten Bulukumba pada tahun 2019 :

Tabel 3.3 Realisasi Penerimaan Retribusi Pantai Tanjung Bira Tahun 2019

URAIAN TARGET

Bira Dewasa 3.335.730.000 2.681.970.000 653.760.000 Bira

Anak-Anak 500.000.000 46.150.000 453.850.000 Bira

Mancanegara 480.000.000 89.200.000 390.800.000 Sumber data : Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bulukumba (2021)

Penerimaan retribusi di Pantai Tanjung Bira tahun 2019 yang targetnya lebih tinggi dari penerimaan retribusinya dapat dinilai keefektifan dari seberapa besar persentase yang diperoleh.

Cara menghitung persentase yaitu :

Persentase = (Penerimaan/Target) x 100%

Berikut Data Pengukuran Efektivitas dan Klasifikasi Penerimaan Retribusi di Pantai Tanjung Bira pada Tahun 2019 :

25

Tabel 3.4 Pengukuran Efektivitas Penerimaan Retribusi di Pantai Tanjung Bira Tahun 2019

Bira Dewasa 3.335.730.000 2.681.970.000 80%

Bira

Anak-Anak 500.000.000 46.150.000 9%

Bira

Mancanegara 480.000.000 89.200.000 18%

Sumber Data : Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bulukumba (2021) Untuk mengetahui apakah penerimaan retribusi di Pantai Tanjung Bira sudah efektif atau tidak, maka rata-rata persentasenya harus ditentukan agar persentase akhirnya dapat diketahui.

Cara menghitung rata-rata persentase yaitu : Rata-Rata = Jumlah data

Banyak data Jumlah data = 80%+9%+18% =107%

Banyak data = 3

Rata-Rata = 107% = 35,6% (Kurang Efektif) 3

3. Penerimaan Retribusi Tempat Wisata di Pantai Tanjung Bira Kabupaten Bulukumba Pada Tahun 2020

Dilihat dari data penerimaan retribusi di Pantai Tanjung Bira pada tahun 2020, jika ditotalkan sebanyak 3.177.415.000. Sangat terlihat bahwa penerimaannya melebihi target yang telah ditentukan yaitu sebanyak 2.218.555.000 dan memiliki jumlah selisih sebanyak 958.860.000.

Berikut Data Realisasi Penerimaan Retribusi di Pantai Tanjung Bira Kabupaten Bulukumba pada tahun 2020 :

Tabel 3.5 Realisasi Penerimaan Retribusi Pantai Tanjung Bira Tahun 2020

URAIAN TARGET

Bira Dewasa 2.144.325.000 3.087.075.000 942.750.000 Bira Anak-Anak 50.230.000 79.020.000 28.790.000 Bira

Mancanegara 24.000.000 11.320.000 12.680.000 Sumber data : Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bulukumba (2021)

Penerimaan retribusi di Pantai Tanjung Bira tahun 2020 yang targetnya lebih rendah dari penerimaan retribusinya dapat dinilai keefektifan dari seberapa besar persentase yang diperoleh.

Cara menghitung persentase yaitu :

Persentase = (Penerimaan/Target) x 100%

Berikut Data Pengukuran Efektivitas dan Klasifikasi Penerimaan Retribusi di Pantai Tanjung Bira pada Tahun 2020 :

Tabel 3.6 Pengukuran Efektivitas Penerimaan Retribusi di Pantai Tanjung Bira Tahun 2020 Bira Dewasa 2.144.325.000 3.087.075.000 143%

Bira

Anak-Anak 50.230.000 79.020.000 157%

Bira

Mancanegara 24.000.000 11.320.000 47%

Sumber data : Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bulukumba (2021)

27

Untuk mengetahui apakah penerimaan retribusi di Pantai Tanjung Bira sudah efektif atau tidak, maka rata-rata persentasenya harus ditentukan agar persentase akhirnya dapat diketahui.

Cara menghitung rata-rata persentase yaitu : Rata-Rata = Jumlah data

Banyak data Jumlah data = 143%+157%+47% =347%

Banyak data = 3

Rata-Rata = 347% = 115,6% (Sangat Efektif) 3

4. Pengukuran Efektifitas Penerimaan Retribusi Tempat Wisata di Pantai Tanjung Bira Kabupaten Bulukumba Pada Tahun 2018-2020

Efektivitas adalah suatu ukuran yang mengemukakan seberapa jauh pencapaian (kuantitas, kualitas, dan waktu) yang tercapai. Penerimaan Retribusi di Pantai Tanjung Bira pada Bira Mancanegara tahun 2018 sebesar 23%, tahun 2019 sebesar 18%, tahun 2020 sebesar 47%. Dapat dilihat bahwa dari tahun 2018 ke tahun 2019 mengalami penurunan dalam penerimaannya, lalu dari tahun 2019 ke tahun 2020 mengalami peningkatan yang cukup tinggi, berarti dapat dikatakan penerimaan retribusi pada Bira Mancanegara dari tahun 2018-2020 tidak stabil.

Penerimaan Retribusi di Pantai Tanjung Bira pada Bira Anak-Anak tahun 2018 sebesar 19%, tahun 2019 sebesar 9%, tahun 2020 sebesar 157%. Dapat dilihat bahwa dari tahun 2018 ke tahun 2019 mengalami penurunan dalam penerimaannya, lalu dari tahun 2019 ke tahun 2020 mengalami peningkatan yang sangat tinggi, berarti dapat dikatakan

penerimaan retribusi pada Bira Mancanegara dari tahun 2018-2020 tidak mengalami peningkatan yang tinggi, berarti dapat dikatakan penerimaan retribusi pada Bira Mancanegara dari tahun 2018-2020 stabil karena penerimaannya dari 3 tahun tersebut mengalami peningkatan terus menerus.

Tabel 3.7 Pengukuran Efektivitas Penerimaan Retribusi Pantai Tanjung Bira di Kabupaten Bulukumba pada Tahun 2018-2020

URAIAN

PENGUKURAN EFEKTIFITAS PENERIMAAN RETRIBUSI PANTAI TANJUNG BIRA KABUPATEN

BULUKUMBA (%)

Sumber data : Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bulukumba (2021)

29

Gambar 3.1 Pengukuran Efektivitas Penerimaan Retribusi Pantai Tanjung Bira di Kabupaten Bulukumba pada Tahun 2018-2020

E. Pembahasan

Penerimaan retribusi tempat wisata di Pantai Tanjung Bira Kabupaten Bulukumba harusnya dapat memiliki hasil yang diharapkan sebanding dengan hasil yang sesungguhnya dicapai sehingga penerimaannya dapat terlaksana dengan efektif.

Rata-Rata Penerimaan Retribusi di Pantai Tanjung Bira secara keseluruhan tahun 2018 sebesar 30,3%, tahun 2019 sebesar 35,6%, tahun 2020 sebesar 115,6%. Dapat dilihat bahwa dari tahun 2018 ke tahun 2019 mengalami peningkatan dalam penerimaannya, lalu dari tahun 2019 ke tahun 2020 mengalami peningkatan yang tinggi, berarti dapat dikatakan penerimaan retribusi pada Pantai Tanjung Bira secara keseluruhan dari tahun 2018-2020 stabil karena penerimaannya dari 3 tahun tersebut mengalami peningkatan terus menerus.

Kakak Achmad Uswat Thahara Tahrir (selaku pegawai atau staf di sub bidang penagihan retribusi Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bulukumba) mengatakan dalam wawancara bahwa :

“Dilihat dari penerimaan retribusi di Pantai Tanjung Bira yang dicapai setiap tahun, dan tentu saja hal demikian juga akan berpengaruh pada tingkat keefektifannya yang sudah maksimal dari tahun 2018-2020.

Meskipun penerimaan di Pantai Tanjung Bira itu terbagi dalam 3 kelompok lagi dan memiliki tingkat keefektifan yang berbeda-beda, tetapi jumlahnya secara keseluruhan dapat dikatakan tujuan dan sasarannya sudah tercapai.”

Keefektifan penerimaan retribusi dapat dilihat dari seberapa besar tingkat persentase setiap tahunnya sehingga dapat dengan mudah dinilai apakah tujuan dan sasarannya tercapai dengan baik. Dalam wawancara, Kakak Achmad Uswat Thahara Tahrir (selaku pegawai atau staf di sub bidang penagihan retribusi Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bulukumba) menambahkan :

“Kita bisa lihat pada kelompok Bira Dewasa yang mengalami peningkatan yang sangat tinggi setiap tahunnya sehingga mencapai rata-rata 115,6%

di tahun 2020, akan tetapi 2 kelompok lainnya pada Bira Anak-Anak dan Bira Mancanegara sempat mengalami penurunan di tahun 2019 dan tiba-tiba mengalami lonjakan penerimaan di tahun 2020.”

Dalam penerimaan retribusi di Pantai Tanjung Bira pasti mengalami peningkatan ataupun penurunan yang berpengaruh pada keefektifannya, pastilah ada alasan mengapa terjadi yang demikian. Di akhir wawancara, Kakak Achmad Uswat Thahara Tahrir (selaku pegawai atau staf di sub bidang penagihan retribusi Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bulukumba) mengatakan bahwa :

“Seperti yang kita ketahui pada awal tahun 2020 terjadi pandemi covid-19 yang mau tidak mau mengharuskan agar Pantai Tanjung Bira ditutup, dan kemudian pada pertengahan tahun dibuka kembali yang memungkinkan pada saat itu juga minat yang dimiliki para wisatawan meningkat sehingga tentu saja secara tidak langsung akan berpengaruh juga pada tingkat penerimaan retribusinya.”

31

Pada gambaran keadaan di atas, dapat disimpulkan bahwa penerimaan retribusi yang ada di Pantai Tanjung Bira di Kabupaten Bulukumba pada tahun 2018-2020 sudah dapat dikatakan penerimaannya terlaksana dengan efektif karena dilihat dari besarnya peningkatan penerimaan retribusi tersebut dari tahun ke tahun sehingga tujuan dan sasarannya dapat dikatakan tercapai dengan sangat baik.

32

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Realisasi penerimaan retribusi pada tahun 2018, targetnya lebih tinggi dari penerimaan retribusinya sehingga menghasilkan rata-rata persentase akhir sebesar 30,3% (kurang efektif).

2. Realisasi penerimaan retribusi pada tahun 2019, targetnya lebih tinggi dari penerimaan retribusinya sehingga menghasilkan rata-rata persentase akhir sebesar 35,6% (kurang efektif).

3. Realisasi penerimaan retribusi pada tahun 2020, targetnya lebih rendah dari penerimaan retribusinya sehingga menghasilkan rata-rata persentase akhir sebesar 115,6% (sangat efektif).

4. Penerimaan retribusi yang ada di Pantai Tanjung Bira di Kabupaten Bulukumba pada tahun 2018-2020 sudah dapat dikatakan penerimaannya terlaksana dengan efektif karena dilihat dari besarnya peningkatan penerimaan retribusi tersebut setiap tahunnya.

B. Saran

1. Kepada Pemerintah Daerah

Sekiranya dapat memberikan lebih banyak lagi perhatian terhadap sarana-sarana yang ada di lingkup tempat wisata di Kabupaten Bulukumba khususnya di Pantai Tanjung Bira agar dapat lebih menarik perhatian wisatawan dalam maupun luar negeri agar keefektifan penerimaan retribusinya tercapai dengan baik sesuai harapan.

33

2. Kepada Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bulukumba

Sekiranya dapat selalu memberikan informasi tentang penerimaan-penerimaan pajak maupun retribusi yang ditangani dengan benar dan valid agar dapat dipercaya oleh masyarakat Bulukumba itu sendiri dan tentunya informasi-informasi yang dikelola haruslah transparan.

3. Kepada Peneliti Selanjutnya

Sekiranya dapat mengkaji lebih banyak sumber ataupun referensi yang berhubungan dengan penerimaan retribusi agar hasil penelitiannya bisa lebih baik lagi.

4. Kepada Pengunjung di Pantai Tanjung Bira Kabupaten Bulukumba

Sekiranya jika berkunjung di tempat wisata tidak mengotori ataupun merusak sarana-sarana yang telah disediakan oleh pengelola atau

pemerintah daerah itu sendiri.

34

DAFTAR PUSTAKA

Aghniyah, S. E. (2020). Analisis Penerimaan Retribusi dan Strategi Pengembangan Objek Wisata Taman Anggrek Sri Soedewi Provinsi Jambi.

Fatimah, S. (2016). Pengaruh Penerimaan Retribusi dan Penetapan Tarif Objek Wisata Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Gunung Kidul Tahun 2013-2015.

Ida Bagus Agastya Brahmana Wijaya, I. K. (2016). Pengaruh Jumlah Kunjungan Wisatawan, Penerimaan Pajak Hotel, Restoran dan Pendapatan Retribusi Objek Wisata Terhadap Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Bangli Periode 2009-2015.

Indrawati, S. M. (2021). APBN Kita Kinerja dan Fakta. Jakarta. Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Lestari, D. (2020). Efektifitas dan Kontribusi Penerimaan Retribusi Daerah dalam Pendapatan Asli Daerah.

Morissan. (2012). Pengertian Populasi. Syafnidawaty: Apa Itu Populasi dan Sampel Dalam Penelitian. Tangerang, Banten: Universitas Raharja.

Nilasari, T. (2020). Analisis Efektifitas Penggunaan Anggaran Belanja Dalam Menilai Kinerja Keuangan Pada Dinas Koperasi dan Umum Kabupaten Pangkep.

Nurlan. (2017). Pengertian Efektifitas. Windi Damaryanti, Selvi: Efektifitas Pemungutan Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Bogor (Studi Kasus di Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah). Jakarta: Institut STIAMI.

Peraturan Daerah yaitu Peraturan Bupati Bulukumba No.45 tahun 2019 tentang Sistem Penerimaan Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga.

Puspitasari, N. W. (2015). Pengaruh Penerapan Tarif Daya Tarik Wisata, Penerimaan Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga, dan Pajak Restoran Terhadap PAD Kabupaten Bangli.

Siahaan, M. P. (2016). Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sobari, I. S. (2020). Efektifitas Pemungutan Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga Kabupaten Bogor.

35

Sugiyono. (2016). Pengertian Sampel. Tiara Septiani Rahayu: Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: PT Alfabet.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Pasal 136 : Pelayanan tempat rekreasi, pariwisata, dan olahraga yang disediakan, dimiliki, dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah.

Windhu. (2018). Pengertian Retribusi Daerah. Putra: Tata Kelola Ekonomi Keuangan Daerah. Depok: PT Rajagrafindo Persada.

Yoyo. (2017). Pengertian Retribusi Daerah. Arini: KPI untuk Perusahaan Dagang.

Jakarta: Raih Asa Sukses.

LAMPIRAN 1

SURAT PENELITIAN

37

LAMPIRAN 2

DAFTAR PERTANYAAN DAN HASIL WAWANCARA

Wawancara dilakukan kepada salah satu pegawai atau staf di Sub Bidang Penagihan Retribusi Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bulukumba.

1. Bagaimana keefektifan penerimaan retribusi di Pantai Tanjung Bira pada tahun 2018-2020?

“Dilihat dari penerimaan retribusi di Pantai Tanjung Bira yang dicapai setiap tahun, dan tentu saja hal demikian juga akan berpengaruh pada tingkat keefektifannya yang sudah maksimal dari tahun 2018-2020. Meskipun penerimaan di Pantai Tanjung Bira itu terbagi dalam 3 kelompok lagi dan memiliki tingkat keefektifan yang berbeda-beda, tetapi jumlahnya secara keseluruhan dapat dikatakan tujuan dan sasarannya sudah tercapai.”

2. Apakah dari tahun 2018-2020 penerimaan retribusi di Pantai Tanjung Bira mengalami peningkatan? Ataukah sebaliknya mengalami penurunan?

“Kita bisa lihat pada kelompok Bira Dewasa yang mengalami peningkatan yang sangat tinggi setiap tahunnya sehingga mencapai rata-rata 115,6% di tahun 2020, akan tetapi 2 kelompok lainnya pada Bira Anak-Anak dan Bira Mancanegara sempat mengalami penurunan di tahun 2019 dan tiba-tiba mengalami lonjakan penerimaan di tahun 2020.”

39

3. Menurut kakak, apa alasan yang menyebabkan penerimaan retribusi di Pantai Tanjung Bira mengalami peningkatan yang sangat tinggi di tahun 2020 yang

3. Menurut kakak, apa alasan yang menyebabkan penerimaan retribusi di Pantai Tanjung Bira mengalami peningkatan yang sangat tinggi di tahun 2020 yang

Dokumen terkait