• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

METODE PENELITIAN A.Jenis Penelitian

H. Teknik Analisis Data

Analisa data adalah proses penyederhanaan data kedalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan diinteropretasikan. Menurut M. Nasir (2003), data yang diperoleh dari lapangan akan dianalisa dengan menggunakan teknik analisa deskriptif kuantitatif, data yang terkumpul dimasukkan ke dalam tabel tunggal dan tabel silang untuk dihitung frekuensi dan persentasinya. Fungsi pokok dalam teknik analisa data ini adalah menyederhanakan data penelitian yang amat besar jumlahnya menjadi informasi yang lebih sederhana dan lebih mudah untuk diamati (Singarimbun dan Effendi, 1989). Uji statistik pada penelitian ini menggunakan korelasi. Korelasi dapat diartikan sebagai hubungan antarvariabel dan atau hubungan yang bersifat prediksi dari variabel bebas (independent) terhadap variabel tergantung (dependent)

(Soepeno, 1997). Uji korelasi yang digunakan yaitu dengan corelation product moment yang merupakan teknik analisis data untuk menguji hipotesis asosiatif (uji hubungan) dua variabel bila datanya berskala interval atau rasio (Hasan, 1999).

Tabel 3. Makna Nilai Korelasi Product Moment

Koefisien Kekuatan Hubungan

0 Tidak ada korelasi 0,00 - 0,25 Korelasi sangat lemah 0,25 – 0,50 Korelasi cukup

0,50 – 0,75 Korelasi kuat 0,75 – 0,75 Korelasi sangat kuat Hasan (1999)

Metode itu yang kemudian akan penulis terapkan dalam penelitian ini untuk mengungkap dan menganalisa data yang berkaitan dengan pengaruh Peer Pressure terhadap tingkat kenakalan remaja di SMP Negeri 9 Bandar Lampung.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Pada bagian akhir ini, akan dikemukakan kesimpulan sebagai jawaban terhadap permasalahan yang telah ditetapkan dalam bab sebelumnya. Kesimpulan ini disusun berdasarkan hasil analisis dan perhitungan statistik. Selain itu, penulis juga mengemukakan beberapa saran untuk dapat menggunakan strategi penyesuaian agar dapat mencegah terjadinya tindak kenakalan remaja, baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal. Saran yang disampaikan ini dideskripsikan atas hasil penelitian dan pengamatan langsung di lapangan.

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS 17.0, maka diperoleh hasil korelasi yang dideskripsikan sebagai berikut:

1. Terdapat hubungan positif dan signifikan sebesar 0,1% atau memiliki tingkat kepercayaan dan kebenaran sebesar 99,9% antara pengaruh Peer Pressure terhadap tindak kenakalan remaja. Berdasarkan uraian tersebut, maka tidak heran bahwa dari hasil penelitian ini terungkap bahwa responden memiliki kecenderungan untuk melakukan tindak kenakalan remaja yang disebabkan oleh adanya pengaruh dari Peer Pressure.

2. Berdasarkan penilaian responden terhadap variabel Peer Pressure dari hasil yang telah didapatkan di lapangan menunjukan bahwa Peer Pressure

cenderung berpengaruh terhadap tingkat kenakalan remaja di SMP Negeri 9 Bandar Lampung. Hal ini dapat diketahui dari sebaran numerik tertinggi dari 3 kategori, yaitu angka 43 (48,9%), artinya bahwa semakin tinggi pengaruh Peer Pressure cenderung mengakibatkan meningkatnya kenakalan remaja. Bahkan adanya pengaruh Peer Pressure dengan tingkat sedang juga mengakibatkan terjadinya tingkat kenakalan remaja yang cukup tinggi yaitu dengan hasil presentase 21,5%. Terjadinya tindak kenakalan remaja ini disebabkan oleh adanya pengaruh Peer Pressure

terhadap remaja sekolah seperti memukul, menodong, mencaci, mengancam, membentak dan memaksa yang kerap kali dilakukan oleh

Peer Pressure, sehingga bentuk-bentuk Peer Pressure tersebut juga ikut berpengaruh terhadap tingkah laku dan kebiasaan remaja yang dipengaruhi, jadi remaja tersebut cenderung mempengaruhi remaja lain seperti apa yang dilakukan oleh Peer Pressure terhadapnya.

3. Berdasarkan hasil dan analisis hasil penelitian sebagaimana dipaparkan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa terjadinya berbagai tindak kenakalan remaja seperti berkelahi, membolos sekolah, menonton video porno di lingkungan sekolah, merusak fasilitas sekolah, melawan guru, merokok dan memalak merupakan salah satu akibat dari adanya tekanan teman sebaya (Peer Pressure). Hal ini dibuktikan dengan diperolehnya hasil korelasi sebesar 0,765**. Nilai 0.765** menandakan bahwa korelasi antar variabel bernilai sangat tinggi. Hal ini disebabkan oleh ketergantungan kenakalan remaja yang tinggi hampir dapat dipastikan disebabkan oleh tingginya pengaruh Peer Pressure. Hubungan antara Peer Pressure

dengan tingkat kenakalan remaja ini sangatlah erat. Dimana apabila seorang remaja masih dalam tahap perkembangan, pada umumnya akan lebih dekat dan lebih mendengarkan saran atau apapun dari teman sebayanya daripada orang tuanya. Oleh karena itu pengaruh teman sebaya

(Peer Pressure) dengan tindak kenakalan remaja sangat berkaitan erat satu sama lain. Artinya, tidak ada perbuatan atau tindakan yang akan remaja lakukan (kenakalan remaja) tanpa adanya tekanan atau pengaruh dari pihak luar terutama pengaruh dari teman sebaya (Peer Pressure) kerena tidak dapat dipungkiri bahwa waktu untuk bersama dengan keluarga atau orang tua lebih sedikit dibandingkan waktu untuk bersama dengan teman sebaya.

B. Saran

Memperhatikan analisis tekanan teman sebaya (Peer Pressure) dan hasil pengolahan data serta mengacu pada kesimpulan penelitian, maka akan disajikan beberapa saran untuk menghindari tindak kenakalan remaja yang kerap terjadi yaitu:

1. Peran serta keluarga. Keluarga harus memberikan kasih sayang dan perhatian dalam hal apapun terhadap anaknya. Sangat diperlukan adanya pengawasan dari orang tua yang tidak mengekang serta pengawasan yang intensif terhadap media komunikasi seperti tv, internet, radio, handphone, dan lain sebagainya. Perlunya pembelanjaran agama yang dilakukan sejak dini sesuai dengan iman kepercayaannya. Orang tua juga perlu mendukung hobi yang anak inginkan selama hal tersebut masih positif. Jangan pernah orang tua mencegah hobi maupun kesempatan anak

mengembangkan bakat yang mereka sukai selama bersifat positif. Karena dengan melarangnya dapat menggangu kepribadian dan kepercayaan diri anak tersebut. Dan terakhir, orang tua harus menjadi tempat curhat yang nyaman untuk anaknya, sehingga orang tua dapat membimbing anaknya ketika ia sedang menghadapi masalah.

2. Peran sekolah. Sekolah merupakan pembinaan yang telah diletakkan dengan dasar-dasar dalam lingkungan keluarga. Sekolah harus memberikan pengajaran nilai dan norma kepada murid didiknya, memberikan pendidikan yang baik dan bernilai positif serta mengajarkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dijadikan sebagai bekal untuk kehidupannya kelak di masyarakat. Khususnya guru BK.

3. Partisipasi masyarakat diperlukan untuk berperan aktif menciptakan kondisi lingkungan yang nyaman, aman, tentram dan damai. Masyarakat besar pengaruhnya dalam memberikan arah terhadap pendidikan anak, terutama yang ada didalam lingkungan tersebut. Masyarakat memiliki keikutsertaan dalam membimbing pertumbuhan dan perkembangan anak. Ini berarti bahwa pemimpin dan penguasa dari masyarakat ikut bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan pendidikan. Sebab tanggung jawab pendidikan pada hakikatnya merupakan tanggung jawab moral bagi setiap orang dewasa baik sebagai perseorangan maupun sebagai kelompok sosial. Khususnya orang tua murid.

DAFTAR PUSTAKA

Agus Suyanto, Drs., 1981. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Aksara Baru, cetakan pertama.

Arikunto, S. 1998. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Arikunto, S. 1999. Dasar-dasar evaluasi pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Arikunto, Suharsimi. 2002. Metode Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.

Jakarta: Rineka Cipta.

Armengol, C.A & Jackson, M.O. 2008. Peer Pressure Journal of the EuropeanEconomic Association. 4. 14-48

Sumber:http://www.stanford.edu/~ jackson/vita.pdf

Azwar, S. 1986. Reliabilitas dan Validitas Interprestasi dan Komputansi.

Yogyakarta: Liberty.

Azwar, S. 2009. Sikap Manusia Teori Dan Pengukurannya. Yogyakarta. Pustaka Pelajar Offset.

Baron, Robert. A, Byrne Donn. 2003. Psikologi Sosial Jilid 1&2. Jakarta: Erlangga.

Bonger, W.A. dan Kempe, G. Th. Dr., 1970. Pengantar Tentang Kriminolog. Jakarta: PT. Perbangunan Pustaka Sarjana.

Bouljlabeb, N. 2006. Adolescents and Peer Pressure. Jakarta: Al Akhawayn University.

Conger, J.J. 1977. Adolescent and Youth. New York: Harper and Row Publisher Inc.

Dadang Hawari. 1977. Al Qur’an, Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Jiwa.

Yogyakarta: Dana Bhakti Prima Yasa.

Daradjat, Zakiah. 1982. Pembinaan Remaja. Jakarta: Bulan Bintang.

Daradjat, Zakiah. 1983. Kesehatan Mental. Jakarta: Gunung Agung, cetakan kedua.

Depkes. 2002. Kesehatan Reproduksi Remaja. Jakarta: Depkes RI.

Depsos. 1996. Keputusan Menteri Sosial RI No. 23/HUK/1996. Jakarta: Depsos RI.

Feldman, Ruth Duskin. 2001. Human Development (8th ed). Boston: McGraw Hill.

Fuhrmann, B.S. 1990. Adolescence, Adolescent. London: Foresman and Company.

Goble, F.G. 1987. The Third Force: The Psychology of Abraham Maslow. New York: Washington Square Press.

Grochowski.2002. Human Development. New York: McGraw Hill Companies. Gunarsa, Singgih Dirga. (ed). 1983. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja.

Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Gunarsa, Singgih Dirga. 1983. Pengantar Psikologi. Jakarta: Mutiara. Hadi, Sutrisno. 1990. Analisis Regresi. Yogyakarta: Andi Offset. Hadi, Sutrisno. 2000. Metodologi Research I. Yogyakarta: Andi Offset. Hartono, Agung. 2006. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Rineka Cipta. Haryono. 1992. Kesiapan Remaja Memasuki Masa Dewasa Studi Tingkat

Aspirasi, Ketetapan Pilihan Bidang Pekerjaan, dan Sikap Terhadap Sekolah pada Siswa SMA Negri Kodya Semarang, Jawa Tengah. Jakarta: Tesis S2, Fakultas Psikologi, UI.

Hasan, M.Iqbal., 1999, Pokok-Pokok Materi Statistik 1 (Statistik Deskriptif), Jakarta:Bumi Aksara .

Hawari, Dadang. 1997. Al Quran Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Mental. Jakarta: Dana Bhakti Yasa.

Hawari, Dadang. 2006. Penyalahgunaan dan Ketergantungan NAZA (Narkotika, Alkohol, Zat Adiktif). Jakarta: Fakultas Kedokteran UI.

Hurlock Elizabeth. 1950. Child Development. New York. Mc Graw Hill Book Company. Inc.

Hurlock, E.B. 1973. Adolescent Development (4th ed). Tokyo: McGraw Hill. Hurlock, E.B. 1978. Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga.

Hurlock, E.B. 1989. Perkembangan Anak. (Terjemahan) Jilid 2. Jakarta: Erlangga. Hurlock, E.B. 1999. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang

Rentang Kehidupan (edisi kelima) Alih Bahasa: Istiwidayanti. Jakarta: Erlangga.

Jayantini, Sri. 2007. Memahami Kebutuhan Khas Remaja: antara Psikologis dan Sosiologis. Yogyakarta: Andi Offset.

Kartono, Kartini . 1971. Teori Kepribadian dan Mental Hygiene. Bandung: Alumni.

Kartono, Kartini. 2003. Patologi Sosial, Kenakalan Remaja Jilid 2. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Kartono, Kartono. 1984. Psikologi Umum. Bandung: Alumni. M, Nasir. 2003. Metode Penelitian. Jakarta : Galia Indonesia.

Mappiare, Andi. 1982. Psikologi Remaja. Surabaya: Usaha Nasional. Monks, F.J., Knoers A.M.P., dan Siti Rahayu Haditono. 1989. Psikologi

Perkembangan: Pengantar dalam Berbagai Bagiannya. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Mussen dkk. 1994. Perkembangan dan Kepribadian Anak. Jakarta: Arcan. Papalia, Diane. E. 2009. Human Development (11st ed). Boston: McGraw Hill. Papalia, Diane. E. 2009. Perkembangan Anak, Buku 1. Jakarta: Salemba

Humanika.

Papalia, Diane. E. 2009. Perkembangan Anak, Buku 2. Jakarta: Salemba Empat. Paulus, Hadi Suprapto. 2008. Delikuensi Anak. Jakarta: Bayu Media.

Piaget, J. 1988. Antara Tindakan dan Pikiran, (Alih Bahasa oleh Agus Cremers). Jakarta: Gramedia.

Prayitno, dan ErmanAmti. 2004. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta.

Rakos, Richard. F. 1991. Assertive Behavior: Theory, Research and Training.

Rogers, D. 1977. Psychology of Adolescence. Third Edition. New Jersey: Prentice-Hall, Inc.

Rumini, Sri dan Sundari Siti, 2004. Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta: Rineka Cipta.

Santrock, John W. (2008). Educational Psychology. 3rd ed. New York : Mc Graw Hill.

Santrock, John. W. 2003. Adolescene dan Perkembangan Remaja. Jakarta: Erlangga.

Santrock, John.W. (2003). Adolescence. 4th ed. New York: Mc Graw Hill.

Sartono, Sunarwiyati. 1985. Pengukuran Sikap Masyarakat terhadap Kenakalan Remaja. Jakarta, laporan penelitian, UI.

Sarwono, Jonathan. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif fan Kualitatif.

Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sarwono, S.W. 2002. Psikologi Remaja. Edisi Enam. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sarwono, Sarlito Wirawan. 1989. Psikologi Remaja. Jakarta: Rajawali.

Schad MM, Szewo DE, Jill A, Hare A, Allen JP. 2007. The Broader Context of Relational Aggression in Adolescent Romantic Relationships: Predictions From Peer Pressure and Links to Psychosocial Functioning Youth

Adolescence Journal 37. 346-358.

SDKI. 2007. Hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia. Jakarta: Depdes RI. Simandjuntak, B. 1984. Latar Belakang Kenakalan Remaja. Bandung: Alumni. Simandjutak, B, Drs. SH., 1977. Pengantar Kriminologi dan Sosiologi. Bandung:

Tarsito.

Simandjutak, B. Dan I.L. Pasaribu. 1984. Pengantar Psikologi Perkembangan. Bandung: Tarsito.

Singarimbun, Masri dan Sofian Effendi. 1995. Metode Penelitian Survei Edisi Revisi. Jakarta: LP3ES.

Singarimbun, Masri dan Sofyan Effendi. 1989. Metode Penelitian Survei. Jakarta: LP3ES.

Singgih. D. Gunarsa. 1983. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Soekanto , Soerjono. 1985. Ruler of Sociological Method. Jakarta: Gramedia. Soekanto, Soerjono. 1982. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Press. Soekanto, Soerjono. 1985. Aturan-aturan Metode Sosiologis. Jakarta: Rajawali. Soepeno, Bambang. 1997. Statistik Terapan Dalam Penelitian Ilmu-ilmu Sosial &

Pendidikan. Jakarta. Rineka Cipta.

Sudarsono. 1989. Etika Islam tentang Kenakalan Remaja. Jakarta: Bina Aksara. Sudarsono. 1995. Kenakalan Remaja. Jakarta: Rineka Cipta.

Sugiyono, 2010. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: AlfaBeta.

Sugiyono. 2006. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: AlfaBeta. Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Administrasi. Bandung: AlfaBeta.

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: AlfaBeta.

Sugiyono. 2009. Statistika untuk Penelitian. Bandung: AlfaBeta.

Surakhmad, Winarno. 1987. Berkomunikasi dalam Nilai Hidup. Jakarta: Tarsito. Sutrisno, Hadi. 1983. Statistik Jilid 2. Cetakan ke VI. Yogyakarta: Yayasan

Penerbitan Fakultas Psikologi UGM.

Walgito, B. 1989. Pengantara Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi Offset. Walgito, Bimo, 1981. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Yayasan

Penerbitan Fakultas Psikologi, UGM.

Walgito, Bimo. 1982. Kenakalan Anak (Juvenile Deliquency). Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada. Willis, Sofyan. S. 1995. Remaja dan Masalahnya. Bandung: AlfaBeta.

Dokumen terkait