METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian
F. Teknik Analisis Data
Analisis data adalah suatu langkah yang paling menentukan dalam penelitian karena analisis data berfungsi untuk menyimpulkan hasil penelitian. Deskripsi analisis yang akan dilakukan pada penelitian ini antara lain:
1. Analisis Instrumen Tes
Soal tes yang digunakan untuk mengukur prestasi belajar peserta didik pada sampel penelitian, terlebih dahulu diuji cobakan untuk mengetahui validitas, realibilitas, tingkat kesukaran dan daya pembeda.
a. Validitas Tes
Analisis validitas digunakan untuk menguji instrumen apakah dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak di ukur. βUntuk mengetahui validitas item soal pilihan ganda digunakan rumus korelasi point biserial adapun rumusnya sebagai berikutβ:
πππππ = ππ β ππ‘ ππ‘ βπ
π Keterangan :
πππππ = koefesien korelasi poin biserial
ππ = rata-rata skor total yang menjawab benar pada butir soal
ππ‘ = rata-rata skor total ππ‘ = standar deviasi skor total
π = siswa yang menjawab benar pada setiap butir soal
π =banyaknya siswa yang benar total semua siswa
q = proporsi siswa yang menjawab salah pada setiap soal (q= 1 β p).16
Selanjutnya nilai rhitung dikonsultasikan dengan harga kritik r product momen, dengan taraf signifikan 5
%. Bila harga r hitung οΎ r tabel maka item soal tersebut dikatakan valid. Sebaliknya bila harga r hitung οΌ rtabel
maka item soal tersebut tidak valid.
b. Reliabilitas Tes
Realibilitas berarti kemantapan suatu alat ukur atau yang berhubungan dengan masalah ketetapan hasil tes. Apabila tes tersebut dikenakan pada sejumlah
16 Anas Sudjana, Pengantar Evaluasi pendidikan, (Jakarta: Rajawali Press, 2009), hlm. 185.
subjek yang sama pada waktu lain, maka hasilnya akan tetap sama.17
r11 = (nβ1n ) (s2ββ pqs2 ) Dengan
S2 = Varians total
π2=βπ2β (βπ)π 2 π keterangan :
βπ2 = Jumlah skor total kuadrat (βπ)2 = kuadrat dari jumlah skor π = jumlah peserta
π11 = reliabilitas secara keseluruhan
π = proporsi subyek yang menjawab item dengan benar
π = proporsi subyek yang menjawab item dengan salah (q= 1p)
β ππ = Jumlah hasil perkalian antara p dan q π = banyaknya item
π = standar deviasi dari tes (standar deviasi adalah akar varian)
Nilai r11 (reliabilitas secara keseluruhan) yang diperoleh dikonsultasikan dengan harga rtabel denga taraf
17 Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan,(Jakarta: PT Bumi Aksara, 2013), hlm. 100
signifikan 5% jika r11 (reliabilitas secara keseluruhan) οΎ rtabel maka item tes yang diuji cobakan reliabel.
c. Analisis Tengkat Kesukaran
Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu sukar dan tidak terlalu mudah. Untuk menguji tingkat kesukaran dihitung menggunakan rumus:
Keterangan:
P = Angka indeks kesukaran item
B = Banyaknya teste yang dapat menjawab dengan betul terhadap butir item yang bersangkutan
JS = Jumlah teste yang mengikuti tes hasil belajar. 18 Besarnya indeks kesukaran soal antara 0,00 sampai dengan 1,0. Indeks kesukaran ini menunjukkan taraf kesukaran soal. Soal dengan indeks kesukaran 0,0 menunjukkan bahwa soal itu terlalu sukar, sebaliknya indeks 1,0 menunjukkan bahwa soalnya terlalu mudah.
Klasifikasi indeks kesukaran soal adalah sebagai berikut:
0,00 < P β€ 0,30 : Butir soal sukar 0,30 < P β€ 0,70 : Butir soal sedang 0,70 < P β€ 1 : Butir soal mudah
18 Anas Sudjana, Pengantar evaluasi pendidikan, hlm. 372-373.
d. Daya Pembeda
Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan antara peserta didik yang berkemampuan tinggi dengan peserta didik yang berkemampuan rendah.19
Rumus daya pembeda soal yaitu :
Keterangan:
DP = Daya beda soal
BA = Banyaknya teste kelompok atas (The Higher Group) yang dapat menjawab dengan betul JA = Jumlah Teste yang termasuk kelompok atas BB = Banyaknya teste kelompok bawah (The Lower Group) yang dapat menjawab dengan betul butir item yang bersangkutan
JB = Jumlah teste yang termasuk kelompok bawah.20
Daya pembeda diklasifikasikan sebagai berikut:
D = 0.00 - 0,20 : Daya beda jelek
19 Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, hlm. 6
20 Anas Sudjana, Pengantar evaluasi pendidikan, hlm. 390.
D = 0,21 - 0,40 : Daya beda cukup D = 0,41 - 0,70 : Daya beda baik D = 0,71 - 1,00 : Daya beda baik sekali D = negatif, semuanya tidak baik.21 2. Analisis Data Awal
Analisis data awal digunakan untuk melihat objek penelitian sebelum dikenakan treatmen. Data tahap awal menggunakan nilai pre-test. Analisis ini bertujuan untuk membuktikan dan mengetahui bahwa rata-rata nilai pre-test antara kelas eksperimen dan kelas kontrol sama.
Beberapa uji sebagai berikut:
a. Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk memastikan bahwa data yang diperoleh adalah berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas dilakukan dengan uji Chi- Kuadrat, hipotesis yang digunakan untuk uji normalitas:
Ho = Data distribusi normal
Hi = Data tidak berdistribusi normal Dengan rumus:
π2 = βππ=1 (ππβπΈπ
πΈπ ) 2 Keterangan:
21 Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, hlm. 232.
π2 = chi kuadrat
ππ = frekuensi hasil pengamatan πΈπ = frekuensi yang diharapkan.22
Membandingkan harga Chi-Kuadrat dengan tabel Chi- kuadrat dengan taraf signifikan 5% menarik kesimpulan, yaitu jika x2 hitung οΌ x2tabel maka data distribusi normal.23
b. Uji Homogenitas (uji kesamaan dua varians)
Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui bahwa sampel yang akan diambil dalam penelitian ini berawal dari kondisi yang sama atau homogen. Uji homogenitas dilakukan dengan menyediakan apakah kedua sampel mempunyai varians yang sama atau tidak.
Hipotesis yang digunakan dalam uji ini adalah sebagai berikut:
H0 = O1 2 = O2
2
Artinya kedua kelompok mempunyai varians yang sama
Ha = O1 2 οΉ O2
2
Artinya kedua kelompok sampel mempunyai varians tidak sama.
22 Sudjana, Metoda Statistika, (Bandung: Tarsito, 2005),hlm. 273.
23 Sugiyono, Statistika Untuk Penelitian, (Bandung: Alfabeta, 2014), hlm. 84.
Rumus yang digunakan adalah:24
Untuk menguji apakah kedua varian tersebut sama atau tidak maka Fhitung dibandingkan dengan Ftabel
dengan taraf signifikan 5%, dk pembilang = banyaknya data tersebut dikurangi satu, dan dk penyebut = banyaknya data yang terkecil dikurangi satu. Jika Fhitung
οΌ Ftabel maka Ho diteriama, berarti keduakelompok tersebut mempunyai varians yang sama atau dapat dikatakan homogen.
c. Uji Kesamaan Dua Rata-Rata Awal
Uji kesamaan dua rata β rata dilakukan untuk mengetahui apakah kedua kelompok bertitik awal yang sama sebelum dikenai treatment. Untuk menguji ini digunakan t β tes. Adapun hipotesis yang digunakan dalamm uji kesamaan dua rata β rata ini adalah:
Ho : ο1 = ο2
Ho : ο1 οΉ ο2
Keterangan:
ο1 = Rata β rata nilai kelompok kelas eksperimen
24 Sudjana, Statistika Untuk Penelitian, (Bandung: Tarsito, 2001), hlm. 250.
ο2 = Rata β rata nilai kelompok kelas kontrol Adapun rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:
π‘ = πΜ 1βπΜ 2
βπ11+π21dengan π 2=
(π1β1)π 12+(π2β1)π 22 π1+π2β2
Keterangan:
πΜ 1 = skor rata-rata dari kelompok eksperimen πΜ 2 = skor rata-rata dari kelompok kontrol π1= banyaknya subjek dari kelompok
eksperimen
π2 = banyaknya subjek dari kelompok kontrol π 12 = varians kelompok eksperimen
π 22 = varians kelompok kontrol π 2 = varians gabungan
Menarik kesimpulan yaitu jika -π‘π‘ππππ β€ π‘βππ‘π’ππβ€ π‘π‘ππππ maka kedua kelas mempunyai rata-rata sama.25 3. Analisis Data Akhir
Setelah sampel diberi perlakuan, maka dilaksanakan tes akhir. Dari hasil tes akhirakan diperoleh data yang digunakan sebagai dasar dalam menguji hipotesis peneliyian, yaitu hipotesis diterima atau ditolak.
Analisis tahap akhir meliputi uji normalitas dan uji
25 Sudjana, Metode Statistika,(Bandung: Tarsito, 2005), hlm. 239.
hipotesis data hasil belajar sama seperti langkah-langkah pada uji data awal.
a. Uji normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah kelas eksperimen dan kontrol sudah dikenai perlakuan berdistribusi normal atau tidak. Langkah-langkah pengujian normalitas pada analisis data tahap awal.
b. Uji Homogenitas
Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui bahwa kedua sempel dalam penelitian ini berawal dari kondisi yang sama atau tidak. Apabila kedua sampel mempunyai kondisi yang sama, maka dapat dikatakan kedua sampel tersebut homogen. Langkahβlangkah uji homogenitas sama dengan langkah uji homogenitas pada analisis data tahap awal.
c. Uji perbedaan dua rata-rata
Setelah sampel diberikan perlakuan yang berbeda, maka dilaksanakan posttest. Dari hasil posttest ini akan diperoleh data yang digunakan sebagai dasar dalam penelitian, yaitu hipotesis diterima atau ditolak.
Uji hipotesis yang digunakan adalah uji perbedaan dua rata-rata dengan rumus uji hipotesisnya adalah sebagai berikut:
π»0βΆ π1 β€ π2 π»1βΆ π1> π2
Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:26 π‘ = πΜ 1βπΜ 2
βπ11+π21dengan π 2=
(π1β1)π 12+(π2β1)π 22 π1+π2β2
Keterangan:
πΜ 1 = skor rata-rata dari kelompok eksperimen πΜ 2 = skor rata-rata dari kelompok kontrol π1= banyaknya subjek dari kelompok
eksperimen
π2 = banyaknya subjek dari kelompok kontrol π 12 = varians kelompok eksperimen
π 22 = varians kelompok kontrol π 2 = varians gabungan.
Untuk mengetahui hasil hipotesis diterima atau ditolak, hasil perhitungan uji t tersebut dikonsultasikan dengan nilai ttabel, maka h0 ditolak dan h1 diterima yang berarti ada perbedaan yang signifikan.27
26 Sudjana, Metode Statistika, (Bandung: Tarsito, 2001), hlm. 239
27 Sugiyono, Statistika Untuk Penelitian, (Bandung: Alfabeta, 2014), hlm. 124.
BAB IV
DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA