• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN A.Rancangan Penelitian

E. Teknik Analisis Data

Analisis data yang dimaksud adalah pengolahan data secara statistik maupun non statistik untuk memperoleh hasil atau temuan penelitian. Berdasarkan temuan penelitian dilakukan pembahasan yang mengarah pada pengambilan kesimpulan, implikasi, dan sasaran atau rekomendasi penelitian. Proses analisis data secara umum ada dua macam, yaitu analisis data secara kuantitatif dan analisis data secara kualitatif. Dalam penelitian ini analisis yang digunakan yaitu analisis data secara kuantitatif. 96

Dalam penelitian ini peneliti melakukan dua langkah teknik analisis data, yakni analisa data pra penelitian dan analisa data penelitian, adapun rinciannya sebagai berikut:

1. Pra Penelitian

Alat pengumpulan data/instrument penelitian, yang berupa pedoman observasi, diuji coba terlebih dahulu untuk mengamati perilaku subyek sampel yang komparabel dan prosedur yang terstandar digunakan dalam

95

Craig A. Mertler, Action Research: Mengembangkan Sekolah Memberdayakan Guru Edisi Ketiga, terj. Daryatno (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2011), 192.

96

Amos Neolaka, Metode Penelitian dan Statistik (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2014), 173.

mengumpulkan data penelitian yang sesungguhnya.termasuk pula angket, sebelum diedarkan kepada responden terlebih dahulu diuji validitasnya, reliabilitasnya dan juga pembobotan itemnya.97

a. Uji Validitas

Hal ini untuk mengetahui apakah item-item yang diujicobakan dapat digunakan untuk mengukur keadaan responden yang sebenarnya maka perlu adanya uji validitas. Untuk uji coba validitas menggunakann rumus Product Moment.98

=

= Koefisien korelasi antara variabel X dan Y N = Jumlah Responden

= Jumlah seluruh nilai X

= Jumlah seluruh nilai Y

= Jumlah hasil perkalian antara nilai X dan Y

Kriteria dari validitas setiap item pertanyaan adalah apabila koefisien korelasi ( positif dan lebih besar atau sama dengan

maka item tersebut dikatakan valid dan sebaliknya apabila negatif atau lebih kecil dari maka item tersebut dikatakan

tidak valid. Selanjutnya apabila terdapat item-item pertanyaan yang

97

Tukiran, Penelitian Kuantitatif (Sebuah Pengantar) (Bandung: Alfabeta, 2012), 41.

98

tidak memenuhi kriteria validitas (tidak valid), maka item tersebut akan dikeluarkan dari angket. Nilai yang digunakan untuk

sampel uji coba sebanyak 30 yaitu 0,361 dengan taraf signifikan 5%.99

Untuk keperluan uji validitas dan reliabilitas instrumen ini peneliti mengambil sampel sebanyak 30 siswa. Dari hasil perhitungan validitas item instrumen terhadap 30 item soal variabel kecerdasan emosional, terdapat 20 item soal yang dinyatakan valid, yaitu nomor 1, 2, 6, 7, 8, 9, 12, 14, 15, 16, 18, 19, 20, 22, 24, 25, 26, 27, 28, 29. Untuk mengetahui perhitungan angket uji validitas variabel kecerdasan emosional dapat dilihat pada lampiran 3 dan untuk mengetahui skor jawaban angket uji variabel kecerdasan emosional dapat dilihat pada lampiran 4.

Dari hasil perhitungan validitas item instrumen di atas dapat disimpulkan dalam tabel rekapitulasi di bawah ini:

Tabel 3.4

Rekapitulasi Uji Validitas Item Angket Kecerdasan Emosional Nomor

Item

“r” hitung “r” tabel Keterangan

1 0.4469 0,361 Valid 2 0.6264 0,361 Valid 3 0.2730 0,361 Tidak Valid 99 Ibid., 198.

4 0.3473 0,361 Tidak Valid 5 0.3513 0,361 Tidak Valid 6 0.6943 0,361 Valid 7 0.6138 0,361 Valid 8 0.3910 0,361 Valid 9 0.6120 0,361 Valid 10 0.2761 0,361 Tidak Valid 11 0.2275 0,361 Tidak Valid 12 0.5745 0,361 Valid 13 0.3105 0,361 Tidak Valid 14 0.4417 0,361 Valid 15 0.4278 0,361 Valid 16 0.4661 0,361 Valid 17 0.2715 0,361 Tidak Valid 18 0.5865 0,361 Valid 19 0.6436 0,361 Valid 20 0.5620 0,361 Valid 21 0.1987 0,361 Tidak Valid 22 0.5647 0,361 Valid 23 0.1958 0,361 Tidak Valid

24 0.4873 0,361 Valid 25 0.6897 0,361 Valid 26 0.4748 0,361 Valid 27 0.3965 0,361 Valid 28 0.5704 0,361 Valid 29 0.3889 0,361 Valid 30 0.2579 0,361 Tidak Valid b. Uji Reliabilitas

Reliabilitas menunjuk pada satu pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Reliabilitas menunjuk pada tingkat keterandalan sesuatu. Reliabel artinya dapat dipercaya, jadi dapat diandalkan.

Penelitian ini menggunakan uji reliabilitas dengan internal consistency, yaitu dilakukan dengan cara mencobakan instrumen sekali saja, kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan teknik tertentu. Hasil analisis dapat digunakan untuk memprediksi reliabilitas

instrumen. Dalam penelitian ini pengujian reliabilitas dilakukan dengan teknik belah dua dari Spearman Brown, yakni:100

Di mana:

= reliabilitas internal seluruh instrument

= korelasi product moment antara belahan pertama dan kedua101

Uji reliabilitas menggunakan rumus Spearman Brown ini membelah item-item soal menjadi dua yaitu item soal genap dan ganjil. Setelah membagi item soal, maka selanjutnya dihitung reliabilitas internal seluruh instrumen ( ). Setelah diperoleh nilai maka langkah selanjutnya adalah membandingkannya dengan .

Jika nilai > , maka instrument penelitian dinyatakan reliabel.102

Untuk tabulasi skor angket uji reliabilitas variabel kecerdasan emosional dapat dilihat pada lampiran 5, sedangkan untuk tabulasi perhitungan nilai angket uji reliabilitas variabel kecerdasan emosional dapat dilihat pada lampiran 6.

Hasil perhitungan uji reliabilitas pada masing-masing variabel dapat dilihat pada tabel berikut:

100

Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D) (Bandung: Alfabeta, 2012), 185.

101

Sugiyono, Statistika Untuk Penelitian (Bandung: Alfabeta, 2015), 359.

102

Andhita Dessy Wulansari, Penelitian Pendidikan: Suatu Pendekatan Praktik Dengan

Tabel 3.5

Rekapitulasi Uji Reliabilitas Item Instrumen

Variabel “r” tabel Keterangan

Kecerdasan

Emosional 0,8757 0,361 Reliabel

Dari keterangan tabel di atas, diketahui bahwa masing-masing variabel memiliki > . Dengan demikian variabel kecerdasan

emosional dapat dikatakan reliabel.

2. Analisis Data Hasil Penelitian a. Uji Asumsi Klasik

Analisis regresi pada dasarnya memiliki syarat atau asumsi dasar yang digunakan dalam analisis regresi yang disebut dengan asumsi klasik.103

Dalam penelitian ini dilakukan uji pemenuhan asumsi klasik yaitu uji normalitas, uji linieritas, uji multikollinieritas, dan uji heteroskedastisitas.

1) Uji Normalitas

Tujuan uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah data yang diteliti itu normal atau tidak. Uji normalitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rumus Kolmogorov-Smirnov.

Uji normalitas ini dihitung dengan menggunakan bantuan SPSS versi 17.0. Apabila jumlah perhitungan > 0,05 maka dinyatakan

103

Edi Irawan, Pengantar Statistika Penelitian Pendidikan (Yogyakarta: Aura Pustaka, 2014), 287.

distribusi normal, sebaliknya jika jumlah perhitungan < 0,05 maka dinyatakan berdistribusi tidak normal.

2) Uji Linieritas

Tujuan uji linieritas adalah untuk mencari antara dua variabel mempunyai hubungan yang linier atau tidak. Jika tidak linier, maka analisis regresi tidak dapat dilanjutkan. Uji linieritas penelitian ini diuji dengan menggunakan SPSS versi 17.0. Dua variabel dikatakan mempunyai hubungan yang linier apabila nilai signikansi pada deviation from linearity > 0.05.

3) Uji Multikollinieritas

Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui apakah tiap-tiap variabel bebas saling berhubungan secara linier. Jika seluruh variabel bebas berkorelasi kuat berarti terjadi multikollinieritas.104

4) Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain.105

104

Imam Ghozali, Aplikasi Analisi Multivariate Dengan Program SPSS (Semarang: Badan

Penerbit Universitas Diponegoro, n.d.), 92.

105

Yuni Prihadi Utomo, Eksplorasi Data Dan Analisis Regresi Dengan SPSS (Surakarta: Universitas Muhammadiyah Press, 2007), 171.

b. Uji Hipotesis

1) Analisis Regresi Linier Sederhana

Teknik analisis data untuk menjawab rumusan masalah soal no.1 dan 2 menggunakan rumus regresi linier sederhana karena dalam penelitian ini akan mencari pola hubungan antara satu variabel dependen dengan satu variabel independen. Sedangkan untuk mendapatkan model regresi linier sederhananya yaitu:

Langkah-langkah yang diperlukan dalam analisis regresi linier sederhana adalah sebagai berikut:

a) Merumuskan/ mengidentifikasi variabel Variabel independen : X

Variabel dependen : Y b) Mengestimesi/menaksir model

Mencari nilai dan dengan rumus:106

=

c) Mendapatkan model/ persamaan regresi linier sederhana

d) Menguji signifikansi model

106

Wulansari, Penelitian Pendidikan: Suatu Pendekatan Praktik Dengan Menggunakan SPSS,

Menghitung nilai-nilai yang ada dalam tabel Anova (Analysis of Varience) untuk menguji signifikansi pengaruh variabel x terhadap variabel y

Tabel 3.6

Statistika Uji Tabel Anova (Analysis of Variance)

Sumber Variasi Degree of Freedom (df) Sum of Square (SS) Mean Square (MS) Regresi 1 Error n-2 Total n-1 Daerah penolakan: Tolak bila

e) Menghitung koefisien determinasi (besarnya pengaruh variabel x terhadap variabel y)

Keterangan:

Y : Variabel terikat atau dependen X : Variabel bebas atau independen

: Prediksi intercept (nilai ŷ jika x = 0) : Prediksi slope (arah koefisien regresi)

: Jumlah observasi atau pengamatan

: Data ke-i variabel x (independen/bebas), di mana i=1,2..n : Data ke-i variabel y (dependen/terikat), di mana i=1,2..n

: Mean atau rata-rata dari penjumlahan data variabel x

: Mean atau rata-rata dari penjumlahan data variabel y : Koefisien determinasi

BAB IV

HASIL PENELITIAN

Dokumen terkait